<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: ORGANISASI BELAJAR:</title>
	<atom:link href="http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/</link>
	<description>performance system</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2009 12:05:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: nurhadijah(1215076090)</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-68</link>
		<dc:creator>nurhadijah(1215076090)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 08:22:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-68</guid>
		<description>Kontribusi Teknologi Pembelajaran Dalam Organisasi Belajar

Sebagai suatu disiplin , teknologi pembelajaran pada falsafah berkembangnya potensi optimal pebelajar (learners ) secara efektif dan efisien serta selaras dengan perkembangan dan kondisi masyarakat dan lingkungan.Sedangkan visinya sebagai suatu disiplin adalah terwujudnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya aneka sumber , proses dean sistem belajar , sesuai dengna kondisi dan kebutuhan.
teknologi pembelajaran secara konseptual mampu memberikan kontribusi dalam pengembanagn organisasi belajar dalam bentuk :organisasi
•	pengetahuan tentang pemecahan masalah belajar baik pada peroranagn , maupun pada keseluruhan organisasi
•	penyediaan tenaga profesi yang mampu menginventaris organisasi argar dapt adan mau belajar
•	aneka sumber belajar yang disenagaja dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
•	sistem informasi yang diuperlukan agar dapt memperoleh alses atas inform,si yang terbaru secara cepat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kontribusi Teknologi Pembelajaran Dalam Organisasi Belajar</p>
<p>Sebagai suatu disiplin , teknologi pembelajaran pada falsafah berkembangnya potensi optimal pebelajar (learners ) secara efektif dan efisien serta selaras dengan perkembangan dan kondisi masyarakat dan lingkungan.Sedangkan visinya sebagai suatu disiplin adalah terwujudnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran dengan dikembangkannya dan dimanfaatkannya aneka sumber , proses dean sistem belajar , sesuai dengna kondisi dan kebutuhan.<br />
teknologi pembelajaran secara konseptual mampu memberikan kontribusi dalam pengembanagn organisasi belajar dalam bentuk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':o' class='wp-smiley' /> rganisasi<br />
•	pengetahuan tentang pemecahan masalah belajar baik pada peroranagn , maupun pada keseluruhan organisasi<br />
•	penyediaan tenaga profesi yang mampu menginventaris organisasi argar dapt adan mau belajar<br />
•	aneka sumber belajar yang disenagaja dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.<br />
•	sistem informasi yang diuperlukan agar dapt memperoleh alses atas inform,si yang terbaru secara cepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mangor</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-42</link>
		<dc:creator>Mangor</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 15:58:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-42</guid>
		<description>Bapak Edi Yth, uraian bapak menambah wasan bagi saya, terutama motivasi berprestasi ciptaan Mc Clelland sangat luar biasa sebenarnya untuk mengungkapkan potensi dan kelemahan seseorang. Bila konsep Mc Clelland ini diterapkan untuk menguji kompetensi seseorang yang akan diangkat menjadi pejabat misalnya, itu sudah cukup, bahkan selama penelitiannya (25 tahuan) ternyata orang sukses didominasi oleh orang-orang yang tingkat intelegensinya sedang dan pola pikirnya sedang. Pendeknya siapa saja yang telah pernah merasakan diklat AMT (Achievement Motivation Taring) pasti berkata wow.. luar biasa, tak membosankan, namun mampu mengungkapkan siapa sesungguhnya kita. Harapan saya, semoga tulisan bapak ini dan tanggapan ini menjadi perhatian terutama bagi mereka berkompeten untuk merekrut sdm yang lebih berkualitas. 
Wasaalam, dan Salam achievement !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak Edi Yth, uraian bapak menambah wasan bagi saya, terutama motivasi berprestasi ciptaan Mc Clelland sangat luar biasa sebenarnya untuk mengungkapkan potensi dan kelemahan seseorang. Bila konsep Mc Clelland ini diterapkan untuk menguji kompetensi seseorang yang akan diangkat menjadi pejabat misalnya, itu sudah cukup, bahkan selama penelitiannya (25 tahuan) ternyata orang sukses didominasi oleh orang-orang yang tingkat intelegensinya sedang dan pola pikirnya sedang. Pendeknya siapa saja yang telah pernah merasakan diklat AMT (Achievement Motivation Taring) pasti berkata wow.. luar biasa, tak membosankan, namun mampu mengungkapkan siapa sesungguhnya kita. Harapan saya, semoga tulisan bapak ini dan tanggapan ini menjadi perhatian terutama bagi mereka berkompeten untuk merekrut sdm yang lebih berkualitas.<br />
Wasaalam, dan Salam achievement !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Organisasi Belajar</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-41</link>
		<dc:creator>Organisasi Belajar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 07:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-41</guid>
		<description>[...] Selengkapnya, bisa Anda baca dan download disini: Adie Errar Yusuf, Organisasi Belajar [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Selengkapnya, bisa Anda baca dan download disini: Adie Errar Yusuf, Organisasi Belajar [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Desi Sapari</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-37</link>
		<dc:creator>Desi Sapari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 13:53:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-37</guid>
		<description>Organisasi belajar adalah sekelompok orang atau kumpulan orang yang memiliki visi,misi, dan tujuan yang sama, sekelompok orang tersebut belajar dan bekerjasama untuk memecahkan masalah, meningkatkan pengetahuan, menciptakan inovasi-inovasi dan pola-pola berpikir baru, dan agar mereka lebih adaptif terhadap lingkungan eksternal yang tentunya memberi pengaruh besar terhadap organisasi. Dengan organisasi belajar, mereka dapat mencapai tujuan pribadi dan juga organisasi. Organisasi belajar memiliki lima prinsipperhatian khusus pada ”The Fifth Discipline”, yaitu : System Thinking, Personal Mastery, Mental Models, Shared Vision, dan Team Learning. Visi dan misi yang ada pada organisasi atau perusahaan akan menjadi acuan bagi para anggota atau karyawannya untuk meningkatkan kinerja mereka semaksimal mungkin untuk mencapai visi, misi, dan tujuan.

Mengapa harus OB???
	Perusahaan atau organisasi memandang bahwa keberhasilan ataupun kegagalan sasaran atau tujuan dari program-program yang telah mereka buat sangat ditentukan oleh kinerja (performance) para karyawan/anggota mereka. Oleh karena itu, belajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan/organisasi, sehingga meningkatkan kualitas organisasi itu sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Organisasi belajar adalah sekelompok orang atau kumpulan orang yang memiliki visi,misi, dan tujuan yang sama, sekelompok orang tersebut belajar dan bekerjasama untuk memecahkan masalah, meningkatkan pengetahuan, menciptakan inovasi-inovasi dan pola-pola berpikir baru, dan agar mereka lebih adaptif terhadap lingkungan eksternal yang tentunya memberi pengaruh besar terhadap organisasi. Dengan organisasi belajar, mereka dapat mencapai tujuan pribadi dan juga organisasi. Organisasi belajar memiliki lima prinsipperhatian khusus pada ”The Fifth Discipline”, yaitu : System Thinking, Personal Mastery, Mental Models, Shared Vision, dan Team Learning. Visi dan misi yang ada pada organisasi atau perusahaan akan menjadi acuan bagi para anggota atau karyawannya untuk meningkatkan kinerja mereka semaksimal mungkin untuk mencapai visi, misi, dan tujuan.</p>
<p>Mengapa harus OB???<br />
	Perusahaan atau organisasi memandang bahwa keberhasilan ataupun kegagalan sasaran atau tujuan dari program-program yang telah mereka buat sangat ditentukan oleh kinerja (performance) para karyawan/anggota mereka. Oleh karena itu, belajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan/organisasi, sehingga meningkatkan kualitas organisasi itu sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hamdi gunawan UNPAK PASCA</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-23</link>
		<dc:creator>Hamdi gunawan UNPAK PASCA</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 14:10:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-23</guid>
		<description>Wah sangat berkesan buat saya tulisan bapak tentang organisasi belajar, pada prinsipnya belajar adalah perubahan prilaku dimana peruahan prilaku itu meliputi tiga aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. jika dalam organisasi sudah mengimplemantasikan kegiatan belajar maka kesuksesan akan selalu mudah diraih, namun masalah utamanya adalah banyak para pemimpin yang kurang mau untuk belajar sehingga penyakit pimpinan itu menular kesemua anggota.selain komitmen bersama menurut saya perlu juga kesadaran pribadi dan orang lain, dimana kesadaran pribadi ini yaitu mengenali diri sendiri akan kekurangganya dan meningkatkan kekurangan orang lain agar bersama-sama dapat lebih baik dan mencapai tujuan organisasi bersama. 

Bapak tolong juga jelaskan penerapan organisasi belajar konkrit dalam lingkup organisasi belajar kecil yaitu di sekolah. than you</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah sangat berkesan buat saya tulisan bapak tentang organisasi belajar, pada prinsipnya belajar adalah perubahan prilaku dimana peruahan prilaku itu meliputi tiga aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. jika dalam organisasi sudah mengimplemantasikan kegiatan belajar maka kesuksesan akan selalu mudah diraih, namun masalah utamanya adalah banyak para pemimpin yang kurang mau untuk belajar sehingga penyakit pimpinan itu menular kesemua anggota.selain komitmen bersama menurut saya perlu juga kesadaran pribadi dan orang lain, dimana kesadaran pribadi ini yaitu mengenali diri sendiri akan kekurangganya dan meningkatkan kekurangan orang lain agar bersama-sama dapat lebih baik dan mencapai tujuan organisasi bersama. </p>
<p>Bapak tolong juga jelaskan penerapan organisasi belajar konkrit dalam lingkup organisasi belajar kecil yaitu di sekolah. than you</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: evi febriyanti e</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-14</link>
		<dc:creator>evi febriyanti e</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 12:28:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-14</guid>
		<description>Saya sangat setuju sekali bahwa Organisasi belajar sangat tepat apabila diterapkan pada suatu perusahaan yang ingin maju dalam menghadapi tantangan atau persaingan di dunia bisnis saat ini.Mulai dari pengembangan potensi tenaga kerja yang terlatih serta pengembangan perusahaan yang kompeten dibutuhkan penerapan organisasi belajar.Karena organisasi belajar dapat mamajukan serta melakukan suatu perubahan dimana suatu perusahaan dapat berkembang baik jika sumber daya manusianya siap bekerja secara maksimal.Manfaat yang diperoleh dari OB sangatlah banyak dan bermanfaat bagi sumber daya manusianya.Salah satu pembangkit semangat atau dorongan dalam melakukan organisasi belajar yaitu motivasi diri, jika sudah tertanam motivasi diri untuk bekerja dan mengembangkan potensi, maka para karyawan dapat memajukan kinerja dan membantu mengembangkan suatu perusahaan.Para karyawan juga semestinya tidak ”gaptek”,karena tuntutan jaman yang semakin maju,mereka harus menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya serta memanfaatkan teknologi yang telah ada dan menggunakannya secara optimal.Tetapi dampak buruk jika sdm di suatu perusahaan tsb tidak menerapkan OB serta tidak diadakan suatu pelatihan untuk mengembangkan diri,maka perusahaan tersebut diragukan akan memiliki kemajuan dan siap bersaing di era globalisasi sekarang ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setuju sekali bahwa Organisasi belajar sangat tepat apabila diterapkan pada suatu perusahaan yang ingin maju dalam menghadapi tantangan atau persaingan di dunia bisnis saat ini.Mulai dari pengembangan potensi tenaga kerja yang terlatih serta pengembangan perusahaan yang kompeten dibutuhkan penerapan organisasi belajar.Karena organisasi belajar dapat mamajukan serta melakukan suatu perubahan dimana suatu perusahaan dapat berkembang baik jika sumber daya manusianya siap bekerja secara maksimal.Manfaat yang diperoleh dari OB sangatlah banyak dan bermanfaat bagi sumber daya manusianya.Salah satu pembangkit semangat atau dorongan dalam melakukan organisasi belajar yaitu motivasi diri, jika sudah tertanam motivasi diri untuk bekerja dan mengembangkan potensi, maka para karyawan dapat memajukan kinerja dan membantu mengembangkan suatu perusahaan.Para karyawan juga semestinya tidak ”gaptek”,karena tuntutan jaman yang semakin maju,mereka harus menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya serta memanfaatkan teknologi yang telah ada dan menggunakannya secara optimal.Tetapi dampak buruk jika sdm di suatu perusahaan tsb tidak menerapkan OB serta tidak diadakan suatu pelatihan untuk mengembangkan diri,maka perusahaan tersebut diragukan akan memiliki kemajuan dan siap bersaing di era globalisasi sekarang ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rusliyanto</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-8</link>
		<dc:creator>Rusliyanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 05:37:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-8</guid>
		<description>Wah bagus banget pak tulisannya, cukup komplit! All About Organisasi Belajar ada di sini. Cuma ada satu hal yang masih mengganjal di hati saya pak, contoh organisasi belajar yang baik (contoh realnya) itu seperti apa ya pak?. Saya punya tulisan mengenai pendapat saya tentang organisasi belajar. Tulisan ini sudah pernah saya share sebelumnya ke TPERS.net pak. Menurut bapak gimana dengan tulisan saya ini pak?
Tolong kasih comment ya pak apa benar pendapat saya sesuai dengan konsep tentang apa itu organisasi belajar. Kirim kritik dan saran bapak ke email saya ya pak!
rohisna2bgr@yahoo.com
Terima kasih ya pak!

Organisasi Belajar Ntuuuuuuhhhhh,,,….!!!!!


Pendapat para ahli:
Klo kata Michael Marquardt kayak nyang dikutip oleh Swanson dan Holton (2001), ia mendefinisikan organisasi belajar sebagai suatu organisasi yang belajar secara kolektif dan bersemangat. Dan terus menerus mentransformasikan dirinya pada pengumpulan, pengelolaan, dan penggunaan pengetahuan yang lebih baik bagi keberhasilan perusahaan.
Nih pendapatnya bang Peter Senge (1990), menurut beliau Organisasi Belajar adalah :
“... organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama.”

Pendapat saya Pribadi:
Kita mulai dari kata organisasi aja dah dulu. Eh jangan dah, kita perkenalan dulu,. Gw Rusliyanto TP’06. maaf yak klo bahasa tulisannya pake bahasa bergaul sehari-hari.
Dah kita mulai langsung dengan organisasi, Organisasi klo menurut pendapat gw adalah sekumpulan orang yang memiliki visi dan misi yang sama yang tergabung dalam satu wadah.
Belajar merupakan satu proses untuk merubah tingkah laku/ pengetahuan dan menambahkan pengetahuan dan pengalaman baru (dari ga tau jadi tau, dari ga jelas jadi jelas) Yah klo contohnya mah banyak banget dah pokoknya. Misalkan aja klo  misalkan anda kuliah aja ntu merupakan belajar, ada lagi misalkan anda lagi ngerjain tugas nih,.eh kerjaan anda tau-taunya gagal total., sebenarnya disitu pun anda telah mengalami proses belajar sekaligus diberi motivasi untuk belajar lebih baik lagi.
Inget kawan, “Kegagalan bukan berarti bahwa kita tidak berhasil melakukan sesuatu, Itu sebenarnya berarti bahwa kita telah mempelajari sesuatu.,,. Kegagalan tidak berarti bahwa kita harus menyerah, Tetapi kita harus mencoba lebih giat lagi,..”
Betul ga’ tuh Omongan gw????!!!!. Hweheheee

	Dari semua pendapat yang gw kemukakan di atas, gw bisa nyimpulin apa sih Organisasi belajar?!! Tapi maaf-maaf nih klo ga sesuai dengan pendapat kalian semua, kan kodrat manusia diciptakan dengan perbedaan antara nyang atu dengan nyang laennya.,,
	Organisasi belajar adalah sekumpulan orang (lebih dari satu orang) yang memiliki tujuan yang sama, untuk memperoleh sesuatu yang sama untuk memperkaya pengetahuan yang mereka miliki yang kemudian ilmu-ilmu itu diaplikasikan pada suatu organisasi atau wadah tempat ia belajar tersebut.
Untuk menjamin keberhasilan terjadinya transformasi menuju organisasi yang mampu belajar dan berkembang, maka semua pihak dalam organisasi memiliki peran dan tanggungjawab sama penting, mulai dari manajer puncak, manajer lini sampai dengan karyawan. Manajer puncak perlu memberikan pedoman dan arahan mengenai perubahan, manajer lini membentuk komitmen, mengembangkan struktur dan sistem dan mengupayakan perubahan yang permanen, sedangkan karyawan berupaya memahami visi dan memotivasi diri untuk perubahan. 
	Contoh dari organisasi belajar ntu sendiri banyak dah, mulai dari organisasi negeri PEMDA dan instansi pemerintah laennya dah) maupun yang swasta (perusahaan). Bahkan kata temen gw waktu kuliah jumat kemaren, keluarga juga termasuk dalam organisasi belajar. Keluarga yang dibangun oleh suami dan istri, mereka berdua sama-sama belajar untuk mencapai tujuan (goal) nyang sama. Hidup bahagia dalam rumah tangganya dan mencapai ridha Allah SWT,.. Gimana klo menurut kawan-kawan skalian nih....??? keluarga ntuh termasuk organisasi belajar bukan yak????
	Tapi kebanyakan organisasi pemerintahan yang ada di Indonesia cendrung berpandangan lurus aja ke depan, mereka terpaku kepada kebiasaan yang telah membudaya dari dulu.,ga berani mereka keluar dari belenggu budaya tersebut. Dan akhirnya, yaaaa.... gitu dah,. Organisasi pemerintah ga pernah maju, ya karena dari dulu mpe sekarang pola kerjanya gitu-gitu aja.,
	Agak beda dengan nyang diatas, organisasi swasta cendrung mau mengikuti perkembangan zaman, sehingga mereka dapat survive dan berkembang menjadi sebuah organisasi belajar yang besar. Tapi jangan salah lho, ada juga organisasi swasta nyang masih kayak organisasi pemerintahan, ga peka dengan perkembangan, dan akibatnya mereka kalah dengan Organisasi swasta yang bisa mengikuti perkembangan zaman.
Coba kita kasih contoh dah:
Ada dua perusahaan, sebut aja perusahaan A dan B. Perusahaan A  dan B sama-sama memproduksi suatu produk nyang sama (buat contoh HP aja dah). Perusahaan A memproduksi HP dengan fitur analog dan lima tahun lalu hp ntu “Booming” di pasaran. Perusahaan A mengandalkan fitur analog sebagai acuan pengembangan produknya, ia tidak memperhatikan aspek kebutuhan pasar, dan perkembangan teknologi, serta perkembangan zaman.
Berbeda dengan perusahaan A, perusahaan B memproduksi HP dengan berbagai macam fitur yang menarik dan bentuk yang modis yang mengikuti perkembangan Zaman. Dan faktanya, perusahaan B sekarang dapat lebih maju dan menguasai pasaran Hp karena mereka peka terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan zaman.

Klo kata bang Rhenald Kasali dalam buku Re-Code “Your change DNA” terkait contoh di atas mah begini:
 “hati-hati dengan pengalaman, sebab ia bisa menghalangi imajinasimu”.
	Jangan bingung ma ntu kalimat, artinya kurang lebih kayak intisari contoh diatasnya!!!???
So, marilah kawan-kawan sekalian kita merubah diri kita untuk menjadi leih baik lagi (Change) supaya organisasi belajar yang diimpikan dapat terwujud. Kita harus bisa keluar dari belenggu-belenggu (suatu hal yang telah membudaya), melakukan sesuatu yang baru.,., 
	Mungkin disini gw mau berbagi kepada semua orang nyang membaca tulisan ini (Mahasiswa, guru, dosen atau apalah) sebuah sumber yang insya Allah bermanfaat bagi kalian smua. Yah walaupun gw baru baca sebagian,.
Nih judul Bukunya; 
Re-Code “Your change DNA”
“Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk meraih keberanian dan keberhasilan dalam Pembaruan”
Penerbit:PT Gramedia Pustaka Utama
Penulis: rhenald kasali, Ph.D

Maaf yang terakhir ntu bukan promosi tapi anjuran yak, jangan lupa dibaca kawan!!!!
Thx dah mw baca tulisan ini,.



Klo punya kritik atau saran, kirimin aja comment ke Tpers.net yang tulisan saya, atau kirimin via e-mail aja ke: rohisna2bgr@yahoo.com
Gw tunggu commentnya dari anda semua!!!!???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah bagus banget pak tulisannya, cukup komplit! All About Organisasi Belajar ada di sini. Cuma ada satu hal yang masih mengganjal di hati saya pak, contoh organisasi belajar yang baik (contoh realnya) itu seperti apa ya pak?. Saya punya tulisan mengenai pendapat saya tentang organisasi belajar. Tulisan ini sudah pernah saya share sebelumnya ke TPERS.net pak. Menurut bapak gimana dengan tulisan saya ini pak?<br />
Tolong kasih comment ya pak apa benar pendapat saya sesuai dengan konsep tentang apa itu organisasi belajar. Kirim kritik dan saran bapak ke email saya ya pak!<br />
<a href="mailto:rohisna2bgr@yahoo.com">rohisna2bgr@yahoo.com</a><br />
Terima kasih ya pak!</p>
<p>Organisasi Belajar Ntuuuuuuhhhhh,,,….!!!!!</p>
<p>Pendapat para ahli:<br />
Klo kata Michael Marquardt kayak nyang dikutip oleh Swanson dan Holton (2001), ia mendefinisikan organisasi belajar sebagai suatu organisasi yang belajar secara kolektif dan bersemangat. Dan terus menerus mentransformasikan dirinya pada pengumpulan, pengelolaan, dan penggunaan pengetahuan yang lebih baik bagi keberhasilan perusahaan.<br />
Nih pendapatnya bang Peter Senge (1990), menurut beliau Organisasi Belajar adalah :<br />
“&#8230; organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama.”</p>
<p>Pendapat saya Pribadi:<br />
Kita mulai dari kata organisasi aja dah dulu. Eh jangan dah, kita perkenalan dulu,. Gw Rusliyanto TP’06. maaf yak klo bahasa tulisannya pake bahasa bergaul sehari-hari.<br />
Dah kita mulai langsung dengan organisasi, Organisasi klo menurut pendapat gw adalah sekumpulan orang yang memiliki visi dan misi yang sama yang tergabung dalam satu wadah.<br />
Belajar merupakan satu proses untuk merubah tingkah laku/ pengetahuan dan menambahkan pengetahuan dan pengalaman baru (dari ga tau jadi tau, dari ga jelas jadi jelas) Yah klo contohnya mah banyak banget dah pokoknya. Misalkan aja klo  misalkan anda kuliah aja ntu merupakan belajar, ada lagi misalkan anda lagi ngerjain tugas nih,.eh kerjaan anda tau-taunya gagal total., sebenarnya disitu pun anda telah mengalami proses belajar sekaligus diberi motivasi untuk belajar lebih baik lagi.<br />
Inget kawan, “Kegagalan bukan berarti bahwa kita tidak berhasil melakukan sesuatu, Itu sebenarnya berarti bahwa kita telah mempelajari sesuatu.,,. Kegagalan tidak berarti bahwa kita harus menyerah, Tetapi kita harus mencoba lebih giat lagi,..”<br />
Betul ga’ tuh Omongan gw????!!!!. Hweheheee</p>
<p>	Dari semua pendapat yang gw kemukakan di atas, gw bisa nyimpulin apa sih Organisasi belajar?!! Tapi maaf-maaf nih klo ga sesuai dengan pendapat kalian semua, kan kodrat manusia diciptakan dengan perbedaan antara nyang atu dengan nyang laennya.,,<br />
	Organisasi belajar adalah sekumpulan orang (lebih dari satu orang) yang memiliki tujuan yang sama, untuk memperoleh sesuatu yang sama untuk memperkaya pengetahuan yang mereka miliki yang kemudian ilmu-ilmu itu diaplikasikan pada suatu organisasi atau wadah tempat ia belajar tersebut.<br />
Untuk menjamin keberhasilan terjadinya transformasi menuju organisasi yang mampu belajar dan berkembang, maka semua pihak dalam organisasi memiliki peran dan tanggungjawab sama penting, mulai dari manajer puncak, manajer lini sampai dengan karyawan. Manajer puncak perlu memberikan pedoman dan arahan mengenai perubahan, manajer lini membentuk komitmen, mengembangkan struktur dan sistem dan mengupayakan perubahan yang permanen, sedangkan karyawan berupaya memahami visi dan memotivasi diri untuk perubahan.<br />
	Contoh dari organisasi belajar ntu sendiri banyak dah, mulai dari organisasi negeri PEMDA dan instansi pemerintah laennya dah) maupun yang swasta (perusahaan). Bahkan kata temen gw waktu kuliah jumat kemaren, keluarga juga termasuk dalam organisasi belajar. Keluarga yang dibangun oleh suami dan istri, mereka berdua sama-sama belajar untuk mencapai tujuan (goal) nyang sama. Hidup bahagia dalam rumah tangganya dan mencapai ridha Allah SWT,.. Gimana klo menurut kawan-kawan skalian nih&#8230;.??? keluarga ntuh termasuk organisasi belajar bukan yak????<br />
	Tapi kebanyakan organisasi pemerintahan yang ada di Indonesia cendrung berpandangan lurus aja ke depan, mereka terpaku kepada kebiasaan yang telah membudaya dari dulu.,ga berani mereka keluar dari belenggu budaya tersebut. Dan akhirnya, yaaaa&#8230;. gitu dah,. Organisasi pemerintah ga pernah maju, ya karena dari dulu mpe sekarang pola kerjanya gitu-gitu aja.,<br />
	Agak beda dengan nyang diatas, organisasi swasta cendrung mau mengikuti perkembangan zaman, sehingga mereka dapat survive dan berkembang menjadi sebuah organisasi belajar yang besar. Tapi jangan salah lho, ada juga organisasi swasta nyang masih kayak organisasi pemerintahan, ga peka dengan perkembangan, dan akibatnya mereka kalah dengan Organisasi swasta yang bisa mengikuti perkembangan zaman.<br />
Coba kita kasih contoh dah:<br />
Ada dua perusahaan, sebut aja perusahaan A dan B. Perusahaan A  dan B sama-sama memproduksi suatu produk nyang sama (buat contoh HP aja dah). Perusahaan A memproduksi HP dengan fitur analog dan lima tahun lalu hp ntu “Booming” di pasaran. Perusahaan A mengandalkan fitur analog sebagai acuan pengembangan produknya, ia tidak memperhatikan aspek kebutuhan pasar, dan perkembangan teknologi, serta perkembangan zaman.<br />
Berbeda dengan perusahaan A, perusahaan B memproduksi HP dengan berbagai macam fitur yang menarik dan bentuk yang modis yang mengikuti perkembangan Zaman. Dan faktanya, perusahaan B sekarang dapat lebih maju dan menguasai pasaran Hp karena mereka peka terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan zaman.</p>
<p>Klo kata bang Rhenald Kasali dalam buku Re-Code “Your change DNA” terkait contoh di atas mah begini:<br />
 “hati-hati dengan pengalaman, sebab ia bisa menghalangi imajinasimu”.<br />
	Jangan bingung ma ntu kalimat, artinya kurang lebih kayak intisari contoh diatasnya!!!???<br />
So, marilah kawan-kawan sekalian kita merubah diri kita untuk menjadi leih baik lagi (Change) supaya organisasi belajar yang diimpikan dapat terwujud. Kita harus bisa keluar dari belenggu-belenggu (suatu hal yang telah membudaya), melakukan sesuatu yang baru.,.,<br />
	Mungkin disini gw mau berbagi kepada semua orang nyang membaca tulisan ini (Mahasiswa, guru, dosen atau apalah) sebuah sumber yang insya Allah bermanfaat bagi kalian smua. Yah walaupun gw baru baca sebagian,.<br />
Nih judul Bukunya;<br />
Re-Code “Your change DNA”<br />
“Membebaskan Belenggu-Belenggu untuk meraih keberanian dan keberhasilan dalam Pembaruan”<br />
Penerbit:PT Gramedia Pustaka Utama<br />
Penulis: rhenald kasali, Ph.D</p>
<p>Maaf yang terakhir ntu bukan promosi tapi anjuran yak, jangan lupa dibaca kawan!!!!<br />
Thx dah mw baca tulisan ini,.</p>
<p>Klo punya kritik atau saran, kirimin aja comment ke Tpers.net yang tulisan saya, atau kirimin via e-mail aja ke: <a href="mailto:rohisna2bgr@yahoo.com">rohisna2bgr@yahoo.com</a><br />
Gw tunggu commentnya dari anda semua!!!!???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Esi Febrina</title>
		<link>http://teknologikinerja.wordpress.com/2008/05/06/organisasi-belajar/#comment-4</link>
		<dc:creator>Esi Febrina</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 12:59:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://teknologikinerja.wordpress.com/?p=7#comment-4</guid>
		<description>Peter Senge mengemukakan organisasi belajar terdiri dari lima prinsip yang dikenal dengan Fifth Dicipline yaitu system thinking, mental model, personal mastery, team learning dan shared vision, tetapi Marquardt menambahkan Dialog sebagai prinsip organisasi belajar selain kelima prinsip diatas yang terdapat pada subsistem belajar. (dalam buku Building the Learning Organization hlm 30)
Organisasi belajar tidak terlepas dari peran serta dan komitmen pimpinan/manager untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dengan membangun budaya belajar di dalam organisasinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Peter Senge mengemukakan organisasi belajar terdiri dari lima prinsip yang dikenal dengan Fifth Dicipline yaitu system thinking, mental model, personal mastery, team learning dan shared vision, tetapi Marquardt menambahkan Dialog sebagai prinsip organisasi belajar selain kelima prinsip diatas yang terdapat pada subsistem belajar. (dalam buku Building the Learning Organization hlm 30)<br />
Organisasi belajar tidak terlepas dari peran serta dan komitmen pimpinan/manager untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dengan membangun budaya belajar di dalam organisasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
