Disusun oleh:
Dr.H. ADIE E. YUSUF, SPd.MA
Selama lebih dari puluhan tahun misteri motivasi dan kinerja diungkap oleh para pakar psikologi untuk mencari akar masalah terjadinya motivasi dan demotivasi di lingkungan kerja. Beberapa ahli psikologi bahkan ada yang melakukan riset dan eksperimen untuk mengkaji terjadinya motivasi dalam pekerjaan dan menentukan faktor-faktor yang dapat meningkatkan motivasi atau menurunkan motivasi individu di tempat kerja.
A. APA ITU MOTIVASI ?
Istilah motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti bergerak atau menggerakkan. Motivasi diartikan juga sebagai suatu kekuatan sumber daya yang menggerakkan dan mengendalikan perilaku manusia. Motivasi sebagai upaya yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki, sedangkan motif sebagai daya gerak seseorang untuk berbuat. Karena perilaku seseorang cenderung berorientasi pada tujuan dan didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam konteks pekerjaan, motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi (Stephen P. Robbins, 2001). Ada tiga elemen kunci dalam motivasi yaitu upaya, tujuan organisasi dan kebutuhan. Upaya merupakan ukuran intensitas. Bila seseorang termotivasi maka ia akan berupaya sekuat tenaga untuk mencapai tujuan, namun belum tentu upaya yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan intensitas dan kualitas dari upaya tersebut serta difokuskan pada tujuan organisasi. Kebutuhan adalah kondisi internal yang menimbulkan dorongan, dimana kebutuhan yang tidak terpuaskan akan menimbulkan tegangan yang merangsang dorongan dari dalam diri individu. Dorongan ini menimbulkan perilaku pencarian untuk menemukan tujuan, tertentu. Apabila ternyata terjadi pemenuhan kebutuhan, maka akan terjadi pengurangan tegangan. Pada dasarnya, karyawan yang termotivasi berada dalam kondisi tegang dan berupaya mengurangi ketegangan dengan mengeluarkan upaya.
Proses motivasi yang menunjukkan kebutuhan yang tidak terpuaskan akan meningkatkan tegangan dan memberikan dorongan pada seseorang dan menimbulkan perilaku digambarkan sebagai berikut:
|
Kebutuhan tidak terpuaskan |
|
Tegangan |
|
Dorongan |
|
Perilaku Pencarian |
|
Pengurangan Tegangan |
|
Kebutuhan Terpuaskan |
Pada umumnya kinerja yang tinggi dihubungkan dengan motivasi yang tinggi. Sebaliknya, motivasi yang rendah dihubungkan dengan kinerja yang rendah. Kinerja seseorang kadang-kadang tidak berhubungan dengan kompetensi yang dimiliki, karena terdapat faktor diri dan lingkungan kerja yang mempengaruhi kinerja.
Kinerja yang tinggi adalah fungsi dan interaksi antara motivasi, kompetensi dan peluang sumber daya pendukung, sehingga kinerja dapat dirumuskan sebagai berikut:
Kinerja = f ( Motivasi x Kompetensi x Kesempatan )
B. TEORI MOTIVASI
Terdapat 5 teori motivasi yang paling popular dan berpengaruh besar dalam praktek pengembangan sumber daya manusia dalam suatu organisasi.
1. Teori Efek Hawthorn
Penelitian oleh Elton Mayo pada perusahaan General Electric kawasan Hawthorn di Chicago, memilki dampak pada motivasi kelompok kerja dan sikap karyawan dalam bekerja. Kontribusi hasil penelitian tersebut bagi perkembangan teori motivasi adalah:
· Kebutuhan dihargai sebagai manusia ternyata lebih penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan kondisi fiisik lingkungan kerja.
· Sikap karyawan dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi baik di dalam maupun di luar lingkungan tempat kerja.
· Kelompok informal di lingkungan kerja berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan sikap para karyawan.
· Kerjasama kelompok tidak terjadi begitu saja, tetapi harus direncanakan dan dikembangkan.
2. Teori Kebutuhan
Menurut Abraham Maslow, pada dasarnya karyawan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sebagai berikut:
· Kebutuhan fisiologis.
· Kebutuhan rasa aman.
· Kebutuhan social.
· Kebutuhan harga diri.
· Kebutuhan aktualisasi diri.
Kebutuhan-kebutuhan tersebut bersifat hierarkis, yaitu suatu kebutuhan akan timbul apabila kebutuhan dasar sebelumnya telah dipenuhi. Setelah kebutuhan fisiologis seperti pakaian, makanan dan perumahan terpenuhi, maka kebutuhan tersebut akan digantikan dengan kebutuhan rasa aman dan seterusnya. Sehingga tingkat kebutuhan seseorang akan berbeda-beda dalam bekerja. Seseorang yang kebutuhan hanya sekedar makan, maka pekerjaan apapun akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Teori X dan Y
McGregor mengemukakan dua model yang menjelaskan motivasi karyawan yang bekerja yaitu teori X dan teori Y.
Teori X menganggap bahwa:
· Karyawan tidak suka bekerja dan cenderung untuk menghindari kerja.
· Karyawan harus diawasi dengan ketat dan diancam agar mau bekerja dengan baik.
· Prosedur dan disiplin yang keras lebih diutamakan dalam bekerja.
· Uang bukan satu-satunya faktor yang memotivasi kerja.
· Karyawan tidak perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.
Teori Y menganggap bahwa:
· Karyawan senang bekerja, sehingga pengawasan dan hukuman tidak diperlukan oleh karyawan.
· Karyawan akan memiliki komitmen terhadap pekerjaan dan organisasi jika merasa memuaskan.
· Manusia cenderung ingin belajar.
· Kreatifitas dan Imajinasi digunakan untuk memecahkan masalah.
4. Teori Hygine dan Motivator
Menurut Herzberg, faktor yang menimbulkan kepuasan kerja karyawan berbeda dengan faktor yang menimbulkan ketidak-puasan kerja sebagai berikut.
Faktor Hygine meliputi :
· Kebijakan perusahaan dan sistem administrasinya.
· Sistem pengawasan.
· Gaya kepemimpinan.
· Kondisi lingkungan kerja.
· Hubungan antar pribadi.
· Gaji / upah.
· Status.
· Kesehatan dan keselamatan kerja.
Faktor Motivator meliputi :
· Pengakuan.
· Penghargaan atas prestasi.
· Tanggungjawab yang lebih besar.
· Pengembangan karir.
· Pengembangan diri.
· Minat terhadap pekerjaan.
5. Teori Motivasi Berprestasi
David McClelland menjelaskan tentang keinginan seseorang untuk mencapai kinerja yang tinggi. Hasil penelitian tentang motivasi berprestasi menunjukkan pentingnya menetapkan target atau standar keberhasilan. Karyawan dengan ciri-ciri motivasi berprestasi yang tinggi akan memiliki keinginan bekerja yang tinggi. Karyawan lebih mementingkan kepuasan pada saat target telah tercapai dibandingkan imbalan atas kinerja tersebut. Hal ini bukan berarti mereka tidak mengharapkan imbalan, melainkan mereka menyukai tantangan.
Ada tiga macam kebutuhan yang dimiliki oleh setiap individu yaitu:
· Kebutuhan berprestasi (Achievement motivation) yang meliputi tanggung jawab pribadi, kebutuhan untuk mencapai prestasi, umpan balik dan mengambil risiko sedang.
· Kebutuhan berkuasa (Power motivation) yang meliputi persaingan, mempengaruhi orang lain.
· Kebutuhan berafiliasi (Affiliation motivation) yang meliputi persahabatan, kerjasama dan perasaan diterima.
Dalam lingkungan pekerjaan, ketiga macam kebutuhan tersebut saling berhubungan, karena setiap karyawan memiliki semua kebutuhan tersebut dengan kadar yang berbeda-beda. Seseorang dapat dilatihkan untuk meningkatkan salah satu dari tiga faktor kebutuhan ini. Misalnya untuk meningkatkan kebutuhan berprestasi kerja, maka karyawan dapat dipertajam tingkat kebutuhan berprestasi dengan menurunkan kebutuhan yang lain.
C. KARAKTERISTIK MOTIVASI BERPRETASI
McClelland seorang pakar psikologi dari Universitas Harvard di Amerika Serikat mengemukakan bahwa kinerja seseorang dapat dipengaruhi oleh virus mental yang ada pada dirinya. Virus tersebut merupakan kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mencapai kinerja secara optimal. Ada tiga jenis virus sebagai pendorong kebutuhan yaitu kebutuhan berprestasi, kebutuhan berafiliasi dan kebutuhan berkuasa. Karyawan perlu mengembangkan virus tersebut melalui lingkungan kerja yang efektif untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan perusahaan.
Motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan dengan ciri-ciri seseorang melakukan pekerjaan dengan baik dan kinerja yang tinggi. Kebutuhan akan berprestasi tinggi merupakan suatu dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk berupaya mencapai target yang telah ditetapkan, bekerja keras untuk mencapai keberhasilan dan memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu secara lebih lebih baik dari sebelumnya.
Karyawan dengan motivasi berprestasi tinggi sangat menyukai tantangan, berani mengambil risiko, sanggup mengambil alih tanggungjawab, senang bekerja keras. Dorongan ini akan menimbulkan kebutuhan berprestasi karyawan yang membedakan dengan yang lain, karena selalu ingin mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Berdasarkan pengalamam dan antisipasi dari hasil yang menyenangkan serta jika prestasi sebelumnya dinilai baik, maka karyawan lebih menyukai untuk terlibat dalam perilaku berprestasi. Sebaliknya jika karyawan telah dihukum karena mengalami kegagalan, maka perasaan takut terhadap kegagalan akan berkembang dan menimbulkan dorongan untuk menghindarkan diri dari kegagalan.
Ciri-ciri perilaku karyawan yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi menurut McClelland adalah:
· Menyukai tanggungjawab untuk memecahkan masalah.
· Cenderung menetapkan target yang sulit dan berani mengambil risiko.
· Memiliki tujuan yang jelas dan realistik.
· Memiliki rencana kerja yang menyeluruh.
· Lebih mementingkan umpan balik yang nyata tentang hasil prestasinya.
· Senang dengan tugas yang dilakukan dan selalu ingin menyelesaikan dengan sempurna.
Sebaliknya ciri-ciri karyawan yang memiliki motivasi berprestasi rendah adalah:
· Bersikap apatis dan tidak percaya diri.
· Tidak memiliki tanggungjawab pribadi dalam bekerja.
· Bekerja tanpa rencana dan tujuan yang jelas.
· Ragu-ragu dalam mengambil keputusan.
· Setiap tindakan tidak terahan dan menyimpang dari tujuan.
Laporan hasil penelitian tentang gaya manajerial dari 16.000 manajer di Amerika Serikat yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, menengah dan rendah menunjukkan sebagai berikut :
· Manajer dengan motivasi berprestasi yang rendah memiliki karakter pesimis dan tidak percaya dengan kemampuan bawahannya. Sedangkan manajer dengan motivasi berprestasi tinggi sangat optimis dan memandang bawahan baik dan menyenangkan.
· Motivasi manajer dapat diproyeksikan pada bawahannya. Bagi manajer yang bermotivasi prestasi tinggi selalu memperhatikan aspek-aspek pekerjaan yang harus diselesaikan dan mendiskusikan tugas pekerjaan yang harus dicapai bawahannya, sehingga mereka akan menerima.
· Manajer yang bermotivasi berprestasi tinggi cenderung menggunakan metode partisipasi terhadap bawahannya, sedangkan manajer dengan motivasi berprestasi sedang dan rendah selalu menghindar dalam interaksi dan komunikasi terbuka.
· Manajer yang prestasinya tinggi lebih memperhatikan pada manusia dan tugas / produksi, manajer yang prestasinya sedang lebih memperhatikan tugas / produksi, sedangkan manajer yang prestasinya rendah hanya memperhatikan kepentingan pribadi dan tidak menghiraukan bawahannya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan tingkat kinerja. Artinya, para karyawan yang memiliki motivasi berprestasi tinggi akan cenderung memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Sebaliknya, mereka yang motivasi berprestasinya rendah kemungkinan akan memperoleh kinerja yang rendah.
D. TEKNIK MEMOTIVASI KERJA
Beberapa teknik untuk memotivasi kerja sebagai berikut :
1. Teknik Pemenuhan Kebutuhan
Pemenuhan kebutuhan merupakan dasar bagi perilaku kerja. Motivasi kerja akan timbul apabila kebutuhan dipenuhi seperti dikemukakan oleh Maslow tentang hierarki kebutuhan individu yaitu :
· Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan makan, minum, perumahan dan seksual. Kebutuhan ini paling mendasar bagi manusia. Dalam bekerja, maka kebutuhan karyawan yang harus dipenuhi adalah gaji / upah yang layak.
· Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan perlindungan dari ancaman bahaya dan lingkungan kerja. Dalam bekerja, karyawan memerlukan tunjangan kesehatan, asuransi dan dana pensiun.
· Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan diterima dalam kelompok dan saling mencintai. Dalam hubungan ini, karyawan ingin diterima keberadaanya di tempat kerja, melakukan interaksi kerja yang baik dan harmonis.
· Kebutuhan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain. Dalam hubungan ini, karyawan butuh penghargaan dan pengakuan serta tidak diperlakukan sewenang-wenang.
· Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri dan potensi. Dalam hubungan ini, karyawan perlu kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara pribadi.
2. Teknik Komunikasi Persuasif
Teknik komunikasi persuasif adalah satu teknik memotivasi kerja yang dilakukan dengan cara mempengaruhi dari luar diri. Rumus teknik komunikasi persuasif adalah ADIDAS sebagai berikut :
· A ttention, yaitu perhatian yang penuh
· D esire, yaitu hasrat dan keinginan yang membara
· I interest, yaitu minat dan kepentingan
· D esicion, yaitu keputusan yang tepat
· A ction, yaitu tindakan nyata
· S atisfaction, yaitu kepuasan atas hasil yang dicapai
MENGATASI RACUN MOTIVASI
Memotivasi merupakan salah satu faktor kunci untuk bekerja dan mencapai kinerja yang tinggi. Kegiatan memotivasi berkaitan dengan sejauhmana komitmen seseorang terhadap pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Karyawan yang motivasinya terhadap suatu pekerjaan rendan atau turun akan memiliki komitmen terhadap pelaksanaan penyelesaian pekerjaannya. Karyawan tersebut termasuk orang yang kurang semangat atau motivasi rendah. Pada dasarnya, yang membuat karyawan kehilangan motivasi atau tidak semangat adalah situasi dan kondisi pekerjaan itu sendiri.
Tanda-tanda karyawan yang termotivasi dengan baik
Untuk mengetahui apakah seorang karyawan memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan tugas akan dapat diketahui dengan mengamati karyawan dengan tanda-tanda motivasi baik adalah :
· Bersikap positif terhadap pekerjaannya
· Menunjukkan perhatian yang tulus terhadap pekerjaan orang lain dan membantu mereka bekerja lebih baik
· Selalu menjaga kesimbangan sikap dalam berbagai situasi
· Suka memberi motivasi kepada orang lain walaupun kadang tidak berhasil
· Selalu berpikir positif dari suatu kejadian
Tanda-tanda karyawan yang termotivasi dengan buruk
Untuk mengetahui apakah seorang karyawan kehilangan motivasi tidak selalu mudah karena jarang diungkapkan. Namun hal ini dapat diketahui dari perubahan sikap yang terjadi pada dirinya yang dapat diamati. Tanda-tanda sikap karyawan yang tidak memiliki motivasi kerja adalah :
· Tidak bersedia bekerja sama
· Tidak mau menjadi sukarelawan
· Selalu datang terlambat, pulang awal dan mangkir tanpa alasan
· Memperpanjang waktu istirahat dan bermain game dalam waktu kerja
· Tidak menepati tenggat waktu tugas
· Tidak mengikuti standar yang ditetapkan
· Selalu mengeluh tentang hal sepele
· Saling menyalahkan
· Tidak mematuhi peraturan
Cara mengatasi penurunan motivasi
Suatu hal yang perlu diperhatikan agar karyawan dan perusahaan tidak mengalami kerugian akibat penutunan motivasi, maka kita perlu mengatasi masalah tersebut dan mencegah dengan berupaya mengantisipasi kondisi yang terjadi.
Beberapa pendekatan untuk mengatasi atau mengurangi kekurangan semangat dan motivasi dalam melaksanakan pekerjaan adalah dengan pendekatan kuratif dan pendekatan preventif.
1. Pendekatan Kuratif
Pendekatan kuratif atau mengatasi adalah melihat apakah masalah yang menimbulkan pengaruh pada motivasi penting atau tidak dalam pekerjaan. Apabila masalahnya tidak terlalu penting maka kita tidak perlu merasa putus asa. Tetapi bila ternyata masalah itu penting dalam pekerjaan, maka bicara secara terbuka dan langsung dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan kesamaan persepsi sehingga jalan keluarnya dapat ditemukan, misalnya atasan atau konselor. Bila pihak yang berwenang tidak dapat ditemui secara langsung, hubungi melalui surat atau telepon.
2. Pendekatan Antisipatif
Karyawan sebaiknya bekerja dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya berusaha menenangkan hati sewaktu bekerja dan jangan terganggu dengan perasaan gelisah. Bila merasa gelisah karena hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, maka sebaiknya menenagkan diri di luar ruang kerja dengan cara yang diyakini berhasil, misalnya dengan berdoa atau yoga. Karyawan disarankan bersikap dan berpikir positif terhadap pekerjaan.
salam kenal pak….
boleh minta bantuannya sedikit ga?
saya sedang kebingungan mencari pengertian ttg lingkungan kerja serta faktor2 yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam konteks lingkungan kerja tersebut…
tlg bantu saya, dan mohon dikirimkan kembali melalui e-mail saya…
terima kasih
Assalamu alaikum wr. wb.
ternyata motivasi sangat mempengaruhi kinerja…
Dan dapat kita deteksi seberapa besar motivasi karyawan terhadap kinerjanya..Kemudian kita juga dapat memotivasi karyawan juga lho…
Tapi ada sedikit kebingungan mengenai teori Hawrthorn pada hasil penelitian oleh elton mayo pada perusahaan General Elektrik di kawasan Hawrthorn Chicago…
Seperti apa sih contoh real dari setiap butir kontribusi hasil penelitian tersebut bagi perkembangan teori motivasi…
Terima kasih sebelumnya….
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
pak, saya mau tanya ciri2 n indikator motivasi berprestasi teorinya McClelland tapi bkn pada karyawan. penelitian saya motivasi berprestasi pada remaja cacat. mungkin bapak juga tau literatur seputaran motivasi berprestasi. mohon bantuannya y pak..
Tq
Sebuah organisasi memerlukan manusia sebagai sumber daya pendukung utama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan turut memajukan organisasi sebagai suatu wadah peningkatan produkrivitas kerja. Kedudukan strategis untuk meningkatkan produktivitas organisasi adalah pegawai, yaitu individu-individu yang bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan. Pegawai yang kompeten memiliki karakteristik dari produktivitas kerjanya. Peningkatan produktivitas kerja dapat terwujud dengan motivasi dan sikap kerja maksimal para pegawainya, serta aspek lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah motivasi dan sikap kerja pegawai cukup berpengaruh terhadap produktivitas kerjanya ?”.Tujuannya adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pengaruh motivasi dan sikap kerja pegawai administratif terhadap produktivitasnya. Sedangkan hipotesisnya adalah motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitasnya, sikap kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitasnya, motivasi dan sikap kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai.
jadi kesimpulannya motivasi merupakan element yang tiddak bisa dipisahkan ketika kita membahas tentang masalah kesenjangan kinerja.
motivasi merupakan salah satu trik untuk meningkatkan kinerja. kan sudah di bilang kalo sudah da kemauan pasti ada jalan untuk maju/ memperbaiki kinerja seseorang.
terimakasih pa kesempatannya untuk memberikan pendapat tentang artikel2 yang bapak muat.
Menurut saya peran motivasi terhadap peningkatan kinerja sangatlah tinggi, sebelum membahas kinerja tentunya kita harus memikirkan bagaimana seorang pegawai termotivasi untuk belajar sehingga nantinya berpengaruh pada peninggkatan kinerjanya menjadi lebih baik. Training sebagai salah satu cara untuk belajar harus dapat dimanfaatkan sebagai cara untuk meningkatkan kompetensi sehingga meningkatkan motivasi pegawai untuk berkinerja lebih baik pada perusahaan. Oleh karena itu training harus dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan motivasi pegawai.
1. Relevan.
Pegawai akan termotivasi untuk belajar jika meteri yang disampaikan pada pelatihan relevan bagi mereka, sehingga meraka dapat mengaitkan dengan kebutuhan nya untuk berkinerja lebih baik.
2. Mengguntungkan.
Pegawai akan lebih termotivasi untuk belajar jika mereka mengetahui bahwa pelatihan tersebut mengguntungkan bagi mereka. Dalam hal ini perlu dikaitkan antara pelatihan tersebut dengan dampaknya bagi peningkatan kinerja.
3. Menarik.
Pegawai akan lebih termotivasi untuk belajar jika pelatihan itu menarik, jadi perlu menggunakan metode yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik.
Jadi sangatlah jelas bahwa peran motivasi sangatlah tingginpenaruhnya terthadap knnerja seseorang. Apabila pegawai telah memiliki motivasi untuk belajar diharapkan ia pun memiliki motivasi yang tinggi untuk bekerja dam memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan.
By : Evita Ardhyana
1215060018
Tugas individu PSDM
TP UNJ
Assalalmualaikum bapak……
Jika membaca tulisan bapak, ternyata motivasi sangat menentukan kinerja seseorang namun secara mendetailnya mohon seberapa signifikan keberhasilannya itu dan bagaimana faktor lingkungan dan organisasi belajar terhadap kinerja pegawai apakah signifan atau tidak terhadap kinerja orang?
makasih pak..
Salam kenal, Pak.
Saya bertugas untuk mengatur sebuah departemen yang rata-rata berisi SDM yang sudah tua. Kira-kira model motivasi apa yang harus saya terapkan? Persiapan-persiapan apa saja untuk membangun sistem tersebut?
Terim kasih.
Salam,
A.S. Widyarto
assalamualaikum wr wb…..
P.adie membaca apa yang telah dituliskan bapak, rasanya sudah lebih dari lengkap. jadi ga ada yang harus dicomment kayanya. Tapi saya hanya mau bertanya ke bapak. Yach kita tau dan sadar bahwa motivasi memang sangat dibutuhkan bagi semua manusia yang masih mau berusaha. baik datangnya dari diri individu maupun dari luar individu, agar hasilnya nanti dapat optimal. kita tahu di EQ pun menurut Daniel Colleman Ph.d menyatakan bahwa 5 dasar kecakapan yang mempengaruhi emosi dan sosial yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, Motivasi, Empati dan keterampilan sosial. lagi2 motivasi diperlukan ya pak. Nah kalau merujuk pada pengelompokkan manusia berdasarkan AQ ada kelompok yang disebut Quitters, Campers, dan Climbers. Seharusnya kita masuk pada kelompok Climbers (Amin….Mudah-mudahan).
Tapi kembali pada realita yang ada sekarang ditengah kesulitan yang semakin kompleks rasanya orang sudah sangat sulit untuk menjadi kelompok Quitters saja, dalam hal ini dipaksa untuk puas. jadi sebesar apapun motivasinya kalau kesempatan berusahanya sudah sulit didapatkan maka saya rasa akan sulit orang tersebut meraih apa yang diinginkannya. saya jadi ingat obrolan saya dengan teman yang menyatakan bahwa orang miskin itu malas. saya tidak setuju pak. kita lihat saja pemulung yang ada di komplek rumah saya. tidak jarang dia mulai bekerja itu sebelum azan subuh berkumandang. ketika saya tanya itu harus dia lakukan karena kalau sedikit seja kesiangan maka akan terdahului oleh pemulung lainnya. Nach pada kasus ini berarti motivasi berusahanya kan sangat tinggi ya pak. (jelas terlepas dari tingkat pend yag dipunyainya). Jadi saya rasa motivasi itu pada setiap manusia ada hanya kadang lingkungan yang menyebabkan tinggi rendahnya motivasi qt. Oh ya jadi lupa pertanyaannya pak Apa sich fungsi motivator2 yang sekarang ini banyak bermunculan dengan tentu saja bayaran yang mahal…sedangkan yang saya lihat yang datangnya juga orang-orang yang sudah sukses di bidangnya masing2. (bukan cuma mau cari sensasi saja) seperti baru2baru ini tung……..siapa pak saya lupa yang menyebarkan uang dari udara di serang-Banten. Dia kan motivator no wahid tapi masih juga cari sensasi. apa dengan cara seperti itu termasuk memotivasi..
Yah cuma itu mungkin pak kalau saya sich berharap ada langkah nyata yang diberikan oleh motivator tersebut untuk perbaikan mental anak negeri ini. OK terima kasih P.Adie
Wassalamualaikum Wr Wb
Salam kenal, Pak
saya saat ini sedang melakukan penelitian untuk tesis yang kebetulan berkaitan dengan motivasi dan produktivitas kerja.saya minta tolong bagaimana model analisis yang cocok untuk penelitian ini, jika menggunakan model skala likert apakah cocok dan valid?
Yth bapak,
Terima kasih untuk teori motivasinya. Mohon informasi tentang referensi peningkatan motivasi kinerja dalam Continuous Improvement Program melalui sistem “reward”.
Sebagai bahan acuan tugas karya tulis.
Sekali lagi terima kasih, ditunggu informasinya.
pak, saya Hikmah Reguler TP 2007!!
saya tertarik dgn tulisan motivasi ini..!!saya juga membenarkannya pak!!tapi pak, dari yang saya baca, kebanyakan kan motivasi datang dari luar, faktor-faktor yang mempengaruhi juga banyak!!nah pak, sbenarnya motivasi juga dari dalam diri kita kan pak??saya pernah dengar, motivasi yang paling utama adalah dari diri kita!!karena, walupun orang lain udh cape memotivasi, tapi kita sendiri gak mau bangkit, gak akan bangkit kan pak??nah, trus tuh gmana pak??
solusinya pa pak??terima kasih pak..
assalamualaikum wr. wb.
pak,saya sangat tertarik dengan tulisan bapak mengenai motivasi ini.
kalau tulisan bapak lebih banyak menyoroti hubungan motivasi karyawan dengan kinerja, bisakah saya minta tolong untuk dijelaskan hubungan atau pengaruh motivasi kerja terhadap percaya diri karyawan dalam belajar dan mengembangkan kemampuan yang berkaitan dengan pekerjaannya?
terima kasih pak?
Selamat Siang Pak!
Pak, saya terterik dengan tulisan bapak mengenai motivasi.
Saya mau penelitian tentang faktor-faktor organisasional dimana meliputi faktor komitmen, motivasi dan kepemimpinan kaitannya dengan kinerja.
bisakah saya dapat dijelaskan pengaruh ketiga faktor tersebut dengan kinerja?
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih pak!
Kalau tidak keberatan bapak balas melalui mail saya.
Yth Bu Leony
Ketiga variabel tersebut tentu memiliki korelasi. Hanya saja Ibu perlu menentukan variabel terikat dan varibel bebas. Motivasi baik internal atau eksternal pada dasarnya dapat dijadikan salah satu faktor penentu atau variabel bebas. Demikian, sukses untuk ibu Leony
Salam
Adie
Komitmen. motivasi dan kepemimpinan tentu secara teoritis memiliki korelasi dengan kinerja. Sedangkan yang perlu diteliti seberapa signifikan korelasinya. Teima kasih.
saya seorang mahasiswa UGm yg sedang merevisi skripsi.
pertanyaan saya apakah ada teori HErzberg yang menjelaskan pengaruh masing-masing faktornya dengan kinerja.
terimakasih tolong diberikan informasi
menurut sy “motifasih merukan kekuatan yang harus diberikan kepada karyawan khususnya, dan masyarakat pada umumnya sebab dasar loyalitas dalam mencapai misi tertentu atau misi pada umunya akan sangat di butuhkan sebagai dasar penggerak bagi kayrawan.
serta kaitanya dengan peningkatan kinerja karyawan maka akan sangat dominan pengaruhnya sebagai alasan dasar adalah eksplorasi dan ekspresi diri dipengaruh dari tingkat kebutuhan dasar manusia yaitu prestise, sedangkan prestise merupakan elemen yang terdapat pada motivasi
maap pak salam kenal dari sy, dan terima kasih atas karyanya sehingga saya dapat meningkatkan pengetahuan saya terlebih untuk konteks motifasi
Pak saya lagi nyelesaikan skripsi saya,saya bisa minta tolong dikirimi artikel atau literatur mengenai motivasi dipengaruhi oleh 3 faktor.a.faktor psikologi b.faktor fisiologi c.faktor lingkungan.
Mksiih y pak buat tulisan nya.
sungguh membantu saya dalam menyelesaikan tugas membuat buku.
selamat malam pak, sy sudah membaca tulisan bapak mengenai motivasi. Tulisannya sangat menarik membuat saya tidak pernah bosan untuk membacanya. Pak, saya mahasiswa smester akhir yang kebetulan lagi menyusun skripsi. Judul skripsi saya ” PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN ” Dalam menyusun skripsi ini saya sedikit menemukan kesulitan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi variabel2 tersebut karena faktor2 inilah nantinya yang akan menjadi alat ukur dalam analisis data yang saya gunakan. Mohon bantuannya pak, terima kasih sebelumnya. Wassallam
Salam kenal Pak dari saya.
Tulisan Bpk, Bagus n saya terima kasih bgt atas tulisan ini karena membantu saya dalam pengerjaan tugas akhir saya.sekali lagi terima kasih banyak ya Pak???
trimakasih ya pak.
Terimakasih pa adie, saya banyak mendapatkan banyak pengetahuan. saya juga mohon bantuan mengenai Pemanfaatan IT dari sisi isu-isu etika yang muncul dimasyarakat tentang minimalisasi dampak penggunaan IT.
terimakasih
Mahasiswa S3 UNPAK
yang terhormat pak adie, memang yang sulit sekali adalah memecahakan permasalahan intrinsik motivasi atau juga biasa disebut motivasi intrinsik yang datangnya berasal dari dalam diri, kadang ketika motivasi intrinsik meningkat, lingkungan menjadi hal yang bisa menurunkan motivasi itu, tapi bapa sudah menjelasakan adanya pendekatan – pendekatan yang bisa mengatasi turunnya motivasi. terimakasih pak.
Erby Pratama Putra/A.I.I/072110010
MP UNPAk
motivasi ternyata merupakan “sosok” yang paling berperan dalam segala hal.terima kasih untuk karya yang bapak buat,,sehingga saya termotivasi juga untuk menikmati pekerjaan saya walaupun di tempat yang menurut orang merupakan daerah terpencil”
ass. pak saya mahasiswi magister manajemen sedang menulis tesis tentang pengaruh manajemen keterbukaan kepala sekolah terhadap motivasi dan kinerja guru, tapi saya kesulitan untuk memdapatkan literatur yang berkaitan dengan motivasi dan kinerja yang lengkap boleh dong saya dibantu pak….
Assalam wr
Saya siap bantu, mhn lebih spesifik apa yg dimaksud dh manajemen keterbukaan. Apakah transparansi atau MBS. Tks Wass. Adie
nice informasi
Mantap…… mampir gan
Saya Ahmad Qabil, Mahasiswa Ekonomi Manajemen.cara menghitung pengaruh motivasi terhadap kinerja menggunakan Rumus regresi,gimana penguraiannya…pak.??
mf mhon bntuannya, bsa krimin sya tentang indikator motivasi seperti :
Disiplin
Kepuasan
Tanggung jawab
Loyalitas
Semngat kerja
Helo, Selamat hari Natal dan Tahun Baru.
Bolekah bapak membantu saya dalam skripsi yang berjudul ” Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai”, kalau boleh tolong bapak berikan jawaban dan biaya akan saya tangguung.
terima kasih atas kerja samanya.
bagus buat nyusun skripsi saya,trima kasih pak
terima kasih pak. materinya bagus.sangat menolong untuk .referensi bahan tesis .masalah yang kami angkat kapabilitas,beban kerja dan organisasi kaitannya motivasi kerja dan kaitannya kinerja/ tolong bantu kami judul buku apa yang relevan dg masalah yang kami angkat.sehinnga kami bisa jadikan referensi dan kami cari ditoko buku/ terima kasih [pak. sebelumnya tolong bakas lewat enail mkami ya pak.
Ass Wr Wb.
saya tertarik dengan tulisan bapak, ada beberapa pertanyaan saya yaitu:
1. bagaimana kita membangun hubungan motivasi dengan gaya kepemimpinan.
2. bagaimana membangun hubungan motivasi dengan emosional seseorang sehingga kita dapat memanfaatkan secara efektif,
3. bagaimana membangun hubungan antara konsep motivasi dan konsep kinerja sehingga secara teori dan empiris, kita dapat menjelaskan hubungan tersebut
Wassalamu’allaikum wr wb.
selamat malam
pak, saya mahasiswi skripsi yang memilih motivasi sebagai variabel kontrol antara iklim komunikasi dalam organisasi dalam pengaruhnya terhadap kinerja karyawan, besok senin saya sidang, dan satu pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah alasan saya dalam memilih motivasi sebagai variabel kontrol, karena di buku yang saya baca, motivasi memang mempengaruhi kinerja, saya membutuhkan buku literatur yang menyatakan bahwa motivasi kerja merupakan faktor pengaruh paling signifikan terhadap kinerja, sehingga saya bisa menjawab pertanyaan penguji mengenai alasan saya menggunakan motivasi sebagai variabel kontrol.
juga mengenai perumusan Kinerja = f ( Motivasi x Kompetensi x Kesempatan ) mohon untuk dibantu literaturnya pak
mohon bantuannya pak, terimakasih.
regards,
lova
selamat siang Pak,
saya Nurul Hikmah M. mahasiswa smt 4 Jurusan Teknik Informatika Binus University. Sesuai tugas yang bapak berikan dalam mata kuliah CB : Interpersonal development untuk mengomentari mengenai pengaruh motivasi. Menurut saya, motivasi sangat penting bagi setiap orang. untuk mencapai tujuan yang diinginkan seseorang harus mempunyai motivasi yang besar. Orang yang tidak memiliki motivasi akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan dan kesuksesan. motivasi biasanya didapat dari lingkungan keluarga, teman, dosen maupun lingkungan sekitar. motivasi merupakan dorongan dalam diri manusia untuk menentukan sikap atau perilaku yang harus dilakukan.
Terima Kasih
Dear Binusian
Thank you for your responds regarding motivation. Kita tahu bahwa motivasi bisa secara intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi ektrinsik seperti upah, fasilitas dan kebutuhan dasar lainnya relatif bersifat jangka pendek. Sedangkan motivasi intrinsik seperti prestasi, tantangan, karya inovasi dll. akan berdampak jangka panjang. Masalahnya bagaimana kita membangun motivasi intrinsik agar lebih maju dan berhasil.
Assalamualaikum..
Pak Dosen, saya Sri Wulan Mahasiswi smt 1 Pasca AP.Tema tentang ” Pengaruh Motivasi terhadap peningkatan Kinerja ” yang Bapak sajikan sangat relevan dengan kenyataan yang ada di dunia kerja saat ini, dimana tiap orang yang disadari atau tidak dalam dirinya sudah terbentuk pola prilaku kerja “asal bos senang” atau bekerja jika ada yang “mengawasi” jadi minimnya loyalitas dan rasa tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan oleh atasan. Pada umumnya kebanyakan hanya berfikir semua adalah beban, sehingga itu hanya akan menjadi rutinitas harian, yaitu berangkat pagi pulang petang. Jika hal tersebut dibiarkan kelak akan membuat orang tersebut timbul titik jenuh, bosan, mengeluh, dan kinerja yang terus menurun.
Penting nya motivasi dalam diri, berkerja dengan tim, bisa membuat dirinya sadar akan keberadaannya sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa ada kerjasama, interaksi dengan orang lain. Jadi meskipun
perusahaan yang sudah memenuhi hierarki kebutuhan yang dipaparkan menurut Abraham Maslow, jika dalam diri orang tersebut sudah tertanam prllaku diatas, tidak menutup kemungkinan maka akan semakin banyak manusia “gagal” dalam hidup.
Motivasi memang obat jiwa dalam melaksanakan aktivitas dilingkungan kerja bahkan anak2 atau peserta didik lebih senang jika kita motivasi dan memberikan penghargaan jauh sekali dengan anak yang berada didalam tekanan begitu juga lingkungan kerja.
Dan terkadang motivasi ini yang kerap kali jarang dan bahkan sedikit yang datang dilingkungan kerja.
by Zaenal Abidin
class A.1.1
Assalamualaikum Pak Adie
Sebelumnya terimakasih atas artikelnya Pak, saya jadi lebih sadar sebagai karyawan kini saya berada di koridor yang mana menyikapi masalah motivasi kerja yang terjadi di lingkungan kerja saya
Menurut persepsi saya motivasi setiap karyawan tergantung dari tujuan yang ingin dicapai oleh karyawan itu sendiri pak. Tidak sedikit dari para karyawan yang terkadang memiliki kebiasaan datang, isi absen, kerja dan pulang. Namun bagi sebagian karyawan yang memang memiliki motivasi tinggi terhadap profesinya, mereka akan menjadikan pekerjaannya sebagai wahana untuk memperkaya kreasinya, kondisi lingkungan kerja yang nyaman akan membuat karyawan bisa lebih imajinatif dan kreatif dalam menjalankan pekerjaannya. Mengutip materi yang bapak tulis bahwa salah satu faktor yang akan sangat mempengaruhi terciptanya lingkungan kerja yang kondusif adalah kebijakan perusahaan dan sistem administrasinya, gaya kepemimpinan serta kondisi lingkungan kerja (Teori Hygine Herzberg) dengan kata lain, bahwa Kebutuhan dihargai sebagai manusia ternyata lebih penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan kondisi fisik lingkungan kerja. (Teori Efek Hawthorn).
Nurdin (A 1-1) (Nurdin_se@ymail.com)
Assalamu’alaikum……
Salam kenal pak adie
Bisa dikatakan salah satu faktor yg mempengaruhi peningkatan kinerja adalah motivasi. Selain bermanfaat ntuk diri sendiri, hal tersebut juga berpengaruh untuk lingkungan sekitar kita.
Seperti contoh ditempat saya bekerja, seorang guru yang mempunyai kinerja baik biasanya didukung oleh kemampuan dan motivasi tinggi. Guru yang mempunyai kinerja baik akan peduli terhadap siswanya dan akan memberikan perhatian/motivasi yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa agar lebih baik. Sehingga kualitas pembelajaran akan meningkat. Begitu pula sebaliknya, guru yang mempunyai motivasi rendah akan mengurangi kinerjanya dan akan bersikap acuh terhadap siswanya.
By. Yedi Firman
PPS-AP UNPAK Kelas A.1.1
072112092
Jika dianalisis secara lebih mendalam motivasi merupakan dorongan yang timbul dalam diri seseorang sehingga memberikan energi yang positif untuk mampu menimbulkan suatu sumberdaya yang tidak tak terbatas. Motivasi membentuk seorang karyawan untuk mampu mengekspresikan dirinya menjadi lebih baik, hal ini dikarenakan motivasi mampu membangun tidak hanya sekedar sebuah tanggungjawab pekerjaan yang harus diselesaikan atas perintah atasan tapi dengan motivasi tanggungjawab tersebut diubah menjadi sebuah kebutuhan dalam meningkatkan etos kinerja, sehingga bisa diasumsikan motivasi tinggi mampu mendorong kinerja yang tinggi pula.
Dilihat dari 5 teori yang sampaikan, pada prinsipnya dari kelima teori tentang motivasi terdapat persamaan yaitu adanya faktor-faktor ekstrinsik dalam diri seseorang yang menyebabkan timbulnya suatu motivasi. Selain itu faktor kebutuhan menjadi landasan lainnya yang menyebabkan tumbuhnya suatu motivasi untuk mampu melakukan pekerjaan dengan baik agar memperoleh pengakuan baik dari lingkungan pekerjaannya maupun lingkungan luar pekerjaannya, seperti teori dari Maslow dimana motivasi mampu memenuhi kebutuhan secara fisiologis sampai pengaktualisasian diri
Tetapi kadangkala motivasi naik dan turun sesuai dengan kondisi seseorang seperti bad mood, kondisi keluarga, lingkungan pekerjaan dan lainnya, namun hal itu adalah wajar adanya, yang perlu ditekankan dalam mengatasi perubahan naik turunnya motivasi ataupun termotivasi dengan motivasi buruk akibat terprovokasi oleh lingkungan sekitarnya adalah upaya penyadaran diri dengan melibatkan atasan dan teman sejawat untuk kembali memberikan pencerahan motivasi sehinggai pola pikirnya kembali segar.
USEP RIZAB
NPM : 072112089
KELAS A1.1
aslmkum…. pa.. kalau ada karyawan yg tahu tentang teori X & Y.. mungkin dia akan selalu waspada… apalagi kalau dihubungkan dengan kebutuhan.. kalau dia tahu bahwa kebutuhan yg tidak terpenuhi itu menyebabkan ketegangan,, mungkin dia akan beranggapan untuk apa dia bekerja, kalau seandainya kerja menyebabkan ketegangan… untuk itu motivasi bagi mereka sangat diperlukan..
terima kasih..
seftian zaenal muharram,
administrasi pendidikan
kelas A.1.1
Assalamualaikum wr .wb
Motivasi yang menunjukkan kebutuhan yang tidak terpuaskan, akan meningkatkan tegangan dan memberikan dorongan pada seseorang dan menimbulkan perilaku. Dengan asumsi faktor internal dan eksternal mempengaruhi pergerakan individu dalam pecapaian motiv. Aplikasi motivasi dalam melaksanakan pekerjaan miliki peranan seberapa besar pergerakan yang di usahakan dalam proses kerja. Kontradiktif dengan kondisi seseorang yang berada dalam zona nyaman (comfort zone) kecendrungan motivasi bisa menurun.
Estrid Sutanti (A.P UNPAK) Class A. 1.1
saya setuju dengan apa yang Dr H Adie.e yusuf,SPd.MA tulis, bahwa untuk
meningkatkan kinerja suatu perusahaan maka karyawan perlu di dorong dengan motivasi agar tujuan dari suatu perusahaan dapat tercapai.
Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan juga pun demikian perlu adanya motivasi belajar dan mengajar yang tinggi baik dari pendidik maupun yang di didikyang pada nantinya tujuan dari bangsa ini yang salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai
A.I.1
caturhidayat
Assalamualaikum Wr. Wb…Terima kasih pak Adi yang sudah memotivasi kami untuk rajin membaca melalui sarana artikel yang bapak sajikan.
Pak Adi Yth…Dari teori Abraham Maslow diatas diuraikan bahwa manusia memiliki motivasi karena didorong oleh adanya kebutuhan-kebutuhan dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai, kebutuhan untuk aktualisasi diri. Artinya menurut teori Maslow setiap individu baru akan melakukan pekerjaan terbaiknya jika semua kebutuhan secara maksimum terpenuhi. Memang dalam realita banyak ditemui mandegnya profesionalitas karena kurangnya motivasi karena kurangnya motivasi akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar.
Berkaitan dengan pernyataan Maslow..saya ingin mengomentari…..jika kita kaitkan dengan profesi kita sebagai guru profesional.apakah kebutuhan tentang harga diri harus menunggu kebutuhan fisik dan aman terlebih dahuhu ?? Bagaimana jika hierarki teori Maslow tersebut dibalik ?? Karena setiap individu dari tingkatan apapun harga diri…pasti ditempatkan sebagai unsur utama , tentu yang diharapkan bukan karena kebutuhan dasar/fisik belum terpenuhi lantas kita mengorbankan harga diri dan keinginan untuk aktualisasi diri.
Jika kita kaitkan dengan konsep Islam dalam QS Al Anam !62-163 ” Sesungguhnya sholatku ibadahku , hidupku, matiku hanyalah untuk Allah semata. Tiada sekutu bagiNya dan demikian yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama yang menyerahkan diri kepada Allah. Ayat tersebut menggambarkan dengan jelas bahwa segala aktivitas seorang muslim seharusnya didasari atas motivasi pada pencapaian untuk Allah SWT…Sehingga dengan kata lain aktualisasi diri sesungguhnya bisa dilakukan kapan saja untuk memerankan siapa diri kita sesungguhnya..
Sebagai guru profesional motivasi dan kemauan untuk aktualisasai diri sangat dibutuhkan agar tidak tersingkir akan kemajuan zaman.. dan harapnya tentu tidak mungkin jika pada akhirnya berpengaruh terpenuhinya kebutuhan fisik kita selanjutnya..Karena dalam Firman Allah dala QS Ar Raad 11 : juga dijelaskan bahwa Allah Tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kita sendiri tidak mengubahnya….
Wassalam
Lies Rahmawati AP class A1.1 ( NPM :072112073)
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam kenal buat pak Adie . . . .
sangat menarik tulisan Bapak tentang ” Pengaruh Motivasi dalam Peningkatan Kinerja”. saya sependapat dengan Bapak bahwa motivasi dapat meningkatkan kinerja yang tinggi. motivasi tidak hanya muncul dari dalam diri seseorang, tetapi juga dari luar. ketika kita dapat memadukan kedua motivasi tersebut, saya yakin kinerja kita akan lebih baik lagi. saya sebagai seorang pendidik dapat merasakan hal tersebut. semangat bekerja, berpikir positif, keluarga, dan siswa yang memotivasi saya untuk selalu lebih baik dari hari ke hari. motivasi yang baik membuat kita lebih bijak dalam bersikap, bertindak dan berpikir. satu hal yang paling penting, Allah SWT selalu mengawasi semua perbuatan kita, sehingga kita memiliki kontrol diri , motivasi yang tinggi serta bekerja lebih baik lagi. jadikan apa yang kita lakukan sebagai ladang ibadah dengan niat yang ikhlas.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih
Desi Trisnawati
Mahasiswi Smt 1 Pasca Sarjana UNPAK
Administrasi Pendidikan
NPM : 072112177
Eka Rostika
kelas E.10
Assalamu’alaikum pak Adie
Status saya adalah kepala sekolah di sebuah TK yaitu Taman Kanak – kanak di Parungkuda yang mana saya membimbing guru dan siswa TK, benar sekali pak Pengaruh motivasi ini dalam peningkatan kinerja sangat berperan sekali dan sudah saya rasakan baik terhadap guru maupun siswa bisa dilihat dan dibandingkan ketika guru yang termotivasi untuk bekerja dan guru yang kurang termotivasi baik dari luar maupun dari dalam maka hasilnya akan berbeda, begitu juga bagi para siswa TK walaupun motivasinya bukan untuk bekerja tapi dalam bermainpun ( karena pembelajaran di TK itu adalah prisipnya bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain ) akan sangat terlihat sekali siswa yang termotivasi dan yang tidak dan itu adalah tugas guru TK untuk memotivasinya.
Demikian pak komentar saya semoga bermanfaat,walaupun saya sebagai Kepsek TK tetapi sy selalu termotivasi dengan istilah long life education untuk selalu meningkatkan wawasanTerima kasih
Assalamualaikum Wr Wb
hello sir, it’s nice to know you…
Pertama-tama, saya mau mengungkapkan dulu tentang mata kuliah psikologi pendidikan dan pembelajaran. Honestly, I’m really interested in this subject, karena saya merasa hal tersulit menjadi seorang guru adalah menjadi seorang MOTIVATOR. kenapa? karena sangat sulit membangun motivasi internal dalam diri siswa untuk mau belajar. Oleh karena itu, saya sangat antusias dengan mata kuliah ini. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan pengalaman yng luar biasa setelah belajar mata kuliah ini.
Terkait dengan materi di atas, saya merasakan bahwa motivasi itu hal terpenting dalam hidup manusia, baik motivasi internal ataupun eksternal. hal yang tersulit meningkatkan motivasi adalah motivasi internal atau keberadaan virus mental dalam dirinya.. karena apabila seseorang memiliki motivasi intrenal yang baik dalam dirinya, akan sangat mudah untuk bisa meningkatkan kinerja.
that’s all my opinion Sir,
thank you very much,,
Wassalam
Sincerely,
Wini Rismayanti
NPM 072112209
Mahasiswa PPs UNpak Adpen 2012-2013 kleas E.10
my Blog WINI winirismayanti,blogspot.com
Assalamu’alaikum…..pak Adie
Salam hormat dan salam kenal………………..
Motivasi memang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kinerja, begitu juga bagi guru yang sehari harinya menghadapi siswa kalau tidak termotivasi maka akan berdampak pula pada keberhasilan siswa dan saya sangat setuju sekali dalam memotivasi kerja itu dengan teknik Komunikatif Persuasif yaitu teknik mempengaruhi dari luar diri yang terkenal dengan rumus ADIDAS jadi selain dari dalam diri biasanya guru juga membutuhkan motivasi dari luar
Demikian pak sedikit commet dari saya . Terima kasih
Eka Rostika
Mhsswa Smstr 1 Pasca UNPAK kelas E.10
NPM : 072112179
Selamat pagi Pak Adi,
Saya telah membaca seluruh bagian dari tulisan bapak Pengaruh Motivasi terhadap Peningkatan Kinerja, semua menarik dan bermanfaat. Tapi ada bagian yang membuat saya merenung dan mengiyakan hampir semua point tersebut terjadi di lingkungan kerja saya. Ketika saya membaca tulisan bapak tentang Tanda-tanda karyawan yang termotivasi dengan buruk, saya merasa bebera dari ciri2 diatas ada pada sebagian dari kami. Tidak sedikit dari kami yang Tidak bersedia bekerja sama, Tidak mau menjadi sukarelawan, Sering datang terlambat, pulang awal dan mangkir tanpa alasan, Memperpanjang waktu istirahat berbincang-bincang (ngobrol) , Tidak menepati tenggat waktu tugas, tidak mengikuti standar yang ditetapkan, selalu mengeluh tentang hal sepele, saling menyalahkan, tidak mematuhi peraturan. Dan untungnya bapak memberikan cara memotivasi kerja teknik komunikasi persuasif dan antisipatif. Saya pribadi akan melakukan semua itu yaitu: perhatian yang penuh pada perubahan apa yang seharusnya anak-anak dapatkan, hasrat/keinginan yang membara: ingin cepat2 melihat siswa kita mampu melakukan hal –hal baru, minat dan kepentingan: mereka akan curious untuk belajar, keputusan yang tepat, tindakan nyata dan kepuasan atas hasil yang dicapai terakhir berpikir positif terhadap pekerjaan. Mungkin point-point itu akan saya bicarakan pada atasan saya untuk perubahan etos kerja menjadi lebih baik. Terimakasih Pak.
Komalasari, administrasi Pendidikan S2 , kelas sukabumi E 10
Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat pagi pak. Saya Iswah mahasiswa PPs kelas E.10. Setelah saya membaca tulisan bapak ada satu hal yang menarik. Hal tersebut adalah bahwa motivasi itu sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang dalam melaksakan segala sesuatu, baik dalam bekerja maupun belajar. Kaitannya dalam bekerja, faktor internal sangat penting untuk kelangsugan karier seseorang dalam bekerja, karena tidak sedikit orang yang sulit termotivasi dalam malakukan sesuatu.
Oleh karena itu, peran seorang leadher sangat dibutuhkan agar sesorang dapat termotivasi. Peran tersebut dapat tercermin dengan mencipatkan lingkungan kerja yang nyaman, membina koordinasi yang baik dengan bawahan dan tumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama karyawan.
Untuk sementara mungkin itu komentar yang dapat sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua. Amiiin.
Wassalamualaikum Wr. Wb
Assalamu’alaykum Pa Adie….
Saya mahasiswa bapak PPs UNPAK….
Subhanalloh… inspiratif banget tulisan bapak, di kala motivasi dan kinerja pada saat ini menjadi pertanyaan besar bagi kaum pendidik,,, seakan mengingatkan saya sebagai pelayan masyarakat…Ketika predikat guru diangkat dengan adanya UU No. 14 Tahun 2005 (Tunjangan Profesi Guru/ Sertifikasi) apakah motivasi dan kinerja guru dijamin meningkat? Mudah-mudahan kenyataan di lapangan semua pendidik amanah dalam menjalankan tugasnya..
Islam menyukai pekerjaan yang dilaksanakan secara profesional. Sebagaimana dalam kutipan: “Bekerjalah kalian dengan sungguh-sungguh niscaya Alloh dan Rasul akan melihat(pekerjaanmu)”,
“Setiap kamu adalah pemimpin dan akan mempertanggungjawabkan apa yang dipimpinnya”.
Apabila kita sebagai orang beriman, kita akan melaksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya karena di akhirat akan dipertanggungjawabkan. Kinerja dan motivasi erat kaitannya dengan ibadah. Apabila kita telah sadar bahwa pekerjaan ini ibadah, maka motivasi dan kinerja yang baik akan terwujud.
Mungkin itu tambahan aja… Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang amanah dalam menjalankan tugas… Aaamiin.
Makasih Pa Adie…
Wassalamu’alaykum wr.wb
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam kenal untuk Pak Adie
Setelah saya membaca dan mencoba untuk memahami, ternyata Motivasi ini sangat dan perlu dimiliki oleh semua orang,khususnya bagi saya sebagai seorang pengajar agar bisa menjadi seorang pengajar yang lebih profesional. Dalam tunututan kerja banyak rintangan yang pasti di hadapi, salah satunya, bagai mana cara kita memotivasi diri kita sendiri. Dari beberapa teknik yang di paparkan oleh Pak Adie, menurut saya Teknik Pemenuhan Kebutuhan yang sesuai untuk memotivasi diri kita sendiri. Karena pada hakekatnya seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, jika semua kebutuhan tersebut terpenuhi maka kinerjanya pun akan meningkat. Selain itu peranan atasan dalam hal ini kepala sekolah sebagai seorang Motivator, juga turut andil dalam menjaga motivasi kita agar tidak turun.
Mungkin Hanya ini komentar yang bisa saya berikan,semoga ada manfaatnya.
Wassalamu’alaikum wr. wb
Dede Pramulyana
NPM : 072112176
Kelas : E.10
Mahasiswa Semester 1 Pascasarjana UNPAK 2012
Assalamualaikum .Wr.Wbr.
Saya Sukandi Setiabudi Mahasiswa Pasca Sarjana Semester 1 Jurusan Adminitrasi Pendidikan Kelas E.10 asal Sukabumi.
Saya ucapkan terima kasih Pak, Bapak telah memaparkan tulisan tentang Motivasi Kinerja.
Tulisan yang Bapak paparkan tersebut , sangat bermanfaat dan memberikan pencercahan pada saya. Yang tadinya agak bingung bagaimana seseorang pimpinan memberikan motivasi kerja kepada bawahan.Betul sekali Pak, bahwa kita sebagai pimpinan, jangan sampai salah tindakan kepada bawahan. Seorang pimpinan harus mengetahui bagaimana situasi kondisi indinvidu bawahan .Dalam hal ini paparan Bapak yang menggugah hati saya adalah tentang Teknik dan pendekatan motivasi kerja. Apabila kita salah teknik dan pendekatan kepada bawahan maka resfonnya bukannya positif , justru akan negatif. Seorang pimpinan bukan segala-galanya mempunyai kekuasaan, kebijakan dan gila hormat. Saya kira , individu dapat bekerja dengan tenang, aman senang , harus adanya motivasi positif dari pimpinan. Mungkin itu saja Pak, tanggapan saya. Maaf bila tanggapan ini kurang berkenan.
Wasaalamualaikum.Wr.Wbr.
Assalammu’alaikum Wr.Wb.
Setelah membaca artikel yang bapak posting, saya tertarik dengan “cara mengatasi penurunan motivasi” dengan pendekatan kuratif. Menurut pendapat saya suatu pendekatan sangatlah penting dalam menciptakan suatu kinerja yang betul-betul solid, akan tetapi dalam pendekatan ini seolah-olah penekanannya hanya pada karyawan saja dan untuk menjalankan pendekatan seperti ini, bukan hal yang begitu mudah. Karena cenderung antara atasan dan bawahan terdapat kesenjangan dalam berbagai segi, ambil satu contoh kesenjangan sosial; seorang atasan rata-rata memiliki sikap yang cenderung menonojolkan otoritasnya saja dan tidak dapat memperlihatkan familiar terhadap bawahan. Imbasnya dengan kondisi seperti itu, seorang bawahan akan merasa tidak nyaman dengan sikap atasan tersebut. Sehingga begitu jelas sebuah motivasi tidak akan tercipta. Jadi pada dasarnya suatu kinerja akan meningkat apabila seorang atasan yang mampu cepat membaca kondisi suatu perusahaan, dan mengawali untuk melakukan pendekatan ini. Sedangkan untuk pendekatan antisipatif, mungkin hanya akan terjadi pada beberapa gelintir bawahan/karyawan dalam satu perusahaan.
Purba Saputra
072112201
Bismillah,
Assalamualaikum wr wb..,
Salam kenal Pak Adie,,,
Saya Rika Opsari, mahasiswa semester satu Pps Unpak kelas E.10. Saya sangat terkesan setelah membaca tulisan bapak, tetapi jujur, saya juga merasa “tertampar” ketika saya membaca bagian “Tanda-tanda Karyawan Yang Termotivasi dengan Buruk”. Ternyata sebagian dari tanda-tanda tersebut ada dalam diri saya, bahkan di lingkungan kerja saya. Saya menjadi sadar bahwa semakin banyak kita tahu, semakin luas pengetahuan yang kita dapatkan, maka semakin kita menyadari kelemahan-kelemahan yang ada didalam diri kita. Tapi saya termasuk orang yang beruntung karena bisa membaca tulisan-tulisan bapak, sehingga saya bisa memperbaiki diri dengan beberapa teknik memotivasi kerja dan cara-cara mengatasi penurunan motivasi, tidak hanya untuk saya pribadi,bahkan akan saya tularkan kepada rekan kerja dan peserta didik saya agar tercipta peningkatan kinerja guru dan prestasi peserta didik sehingga terwujud iklim kerja harmonis, berkualitas, dan berprestasi.
Motivasi tidak hanya diperlukan untuk peningkatan kinerja, tetapi juga untuk peningkatan prestasi peserta didik. Istilah AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku ) bagi peserta didik, memunculkan rasa ingin tahu manfaat apa yang akan mereka dapatkan setelah mereka mempelajari materi bersama-sama dengan guru sehingga mereka lebih antusias untuk mengikuti pelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi.
Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi motivator yang baik untuk diri sendiri dan orang di sekitar kita, sehingga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat. Terimakasih Pak, karena membaca tulisan bapak wawasan saya menjadi semakin luas, semoga ilmu yang saya dapatkan dari bapak hari ini menjadi ilmu yang bermanfaat, Amiiinn.
Rika Opsari PRS
NPM : 072112202
Kelas : E.10
Mahasiswa Semester 1 Pascasarjana UNPAK 2012
Jurusan Administrasi Pendidikan
Salam Bp,
Ni saya : A. Ismatullah (mahasiswa Pasca S2 Unpak Bogor)
sangat tertarik dengan tulisan bapak tentang
tiga macam kebutuhan yang dimiliki oleh setiap individu yaitu:
· Kebutuhan berprestasi (Achievement motivation) yang meliputi tanggung jawab pribadi, kebutuhan untuk mencapai prestasi, umpan balik dan mengambil risiko sedang.
· Kebutuhan berkuasa (Power motivation) yang meliputi persaingan, mempengaruhi orang lain.
· Kebutuhan berafiliasi (Affiliation motivation) yang meliputi persahabatan, kerjasama dan perasaan diterima.
dari tiga kebutuhan tersebut, kalau kbutuhan akan akan kerinduan kepada metafisika di posisi mana pa, sebab kebutuhan ini merupakan kebutuhan dasar yang ada pada setiap diri.
Assalamu’alaikum..
Menanggapi ulasan motivasi untuk peningkatan kinerja, saya merasa sangat perlu diadakan pelatihan-pelatihan motivasi yang intensif bagi civitas akademi di tingkat pendidikan dasar maupun menengah, terutama bagi kepala sekolah dan kepala TU, hal ini saya rasakan di unit kerja saya, setiap hari, semua civitas akademi disibukkan oleh aktivitas yang benar-benar menguras pikiran dan tenaga, namun jarang bahkan kadangkala per bulan itu tidak pernah ada brieffing/support dari atasan yang memberikan kami motivasi, sehingga kami sering merasa “kok beban ini hanya ditanggung bawahan saja”. Mungkin benar merekapun sibuk bahkan lebih sibuk dari bawahannya, tapi bukankah seorang leader/manager yang baik adalah seseorang yang bisa membagi perhatiannya secara adil pada hak dan kewajiban yang diembannya?
Saya sangat berterima kasih bila bapak berkenan membantu saya untuk memberikan pengarahan. Wassalamu’alaikum.
Mira Mariana (E.10 PPs-Unpak)
Assalamualaikum Pak Adhie …
ini adalah kali keempat saya menulis komentar saya terhadap artikel ini. Tiga yang pertama belum berhasil, semoga kali ini berhasil, aamiin …
Tak pelak lagi, image sebuah institusi sangat ditentukan oleh setinggi apa motivasi kerja yang ditunjukkan oleh para stake holder institusi tersebut.
Sebuah institusi yang maju dan berkembang dengan pesat menunjukkan tingkat motivasi kerja stake holder yang tinggi, begitu pula sebaliknya.
Motivasi kerja yang antara lain ditunjukkan oleh dedikasi dan loyalitas, memang tidak dapat serta merta diperoleh begitu saja. Harus ada stimulus positif agar motivasi kerja tersebut terus menunjukkan peningkatan kurva atau setidaknya konstan dalam level yang baik.
Stimulus tersebut tentu sangat diharapkan datang dari pihak institusi, berupa penyediaan lingkungan kerja yang kondusif, hubungan antar personal yang sehat, perhatian terhadap kesejahteraan yang baik, dsb.
Sementara stimulus dari dalam diri sendiri berupa positive thinking terhadap pekerjaan yang digeluti, dan pemahaman diri yang mendalam bahwa kerja adalah bagian dari ibadah, yang akan mendatangkan pahala jika dilakukan dengan ikhlas dan sebaik-baiknya, dan akan mendatangkan dosa jika melakukan pekerjaan secara serampangan saja.
Stimulus dari dalam diri sendiri juga dapat diperoleh dengan lingkungan keluarga yang baik, hubungan keluarga yang harmonis, dsb
Dengan demikian, Motivasi bukanlah harga mati atau sesuatu yang baku, melainkan sesuatu yang dinamis, dapat meningkat atau menurun, tergantung upaya apa yang dilakukan untuk mencapainya
Artikel yang menarik, Pak Adhie ! I wish I’m gonna have such high level motivation in my work, aamiin …
Terimakasih,
wassalamualaikum wr wb
Puji Nurani ( mahasiswa Pasca Sarjana S2 – kelas E – 10 jurusan Administrasi Pendidikan UNPAK – NPM : 072112200 )
Assalamu’alaikum wr.wb….
Saya sangat tertarik dengan tulisan bapak tentang “Pengaruh Motivasi Dalam Peningkatan Kinerja”. Ulasan bapak tentang motivasi sudah sedemikian lengkap, namun saya mohon bapak membahas juga indikasi tentang peningkatan kinerjanya sebagai dampak dari pengaruh motivasi yang dilakukan.
Kemudian dari tulisan bapak saya mempunyai kesimpulan ketika seseorang melakukan banyak pekerjaan maka dia harus banyak mempunyai motivasi agar apa yang dia lakukan bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Apa dampak positif dan negatifnya terhadap psikologis orang tersebut ?
Demikian, saya tunggu tulisan bapak berikutnya. ( to be countinued ya pak..)
Terima kasih….
Wassalam,….
Elis Sajaah
Mahasiswa Administrasi Pendidikan
Semester 1 Pasca Sarjana UNPAK
NPM : 072112180
Salam perkenalan, pak saya Ose Warlina mahasiswa Pasca Sarjana E 10, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak tentang motivasi. Motivasi sangatlah penting dalam kehidupan manusia, manusia bisa bertahan hidup karena memiliki motivasi untuk hidupnya tinggi, begitu juga seorang karyawan dia bisa bekerja dengan prestasi yang baik karena adanya motivasi. Motivasi bisa datang dari luar manusia itu sendiri bisa juga datang dari dirinya sendiri.Saya sangat setuju jika setiap manusia hidup mempunyai motivasi yang tinggi yang datang dari dalam dirinya, karena motivasi yang tumbuh dari dalam sulit untuk lenyap dari diri seseoran.Mudah-mudahan komen dari saya bisa berguna untuk semua . Terima kasih bapak saya tunggu artikel yang lainnya.
Assalamualaikum wr wb,
Membaca tulisan bapak saya sepakat hal tersebut.
Sekarang ini banyak sekali training motivasi yang diikuti oleh perusahaan buat para karyawannya untuk meningkatkan kinerja bahkan ada training ESQ yang disampaikan oleh Ari Ginajar yang memadukan nilai-nilai agama untuk memotivasi sesorang untuk bekerja tanpa pamrih.
Dahulu saya selepas menyelesaikan kuliah saya bekerja menjadi seorang karyawan swasta, hasil pekerjaan saya sangat memuaskan pimpinan saya, saya tidak pernah berhalangan selalu masuk kerja dan saya berfikir suatu saat nanti apa yang saya kerjakan akan membuahkan peningkatan karir terhadap saya, tetapi setelah sekian lama apa yang saya harapkan tidak pernah terwujud bahkan karir saya tidak pernah naik. Akhirnya saya mendapat jawaban dari seseorang yang menyatakan bahwa pimpinan saya tidak mau mempromosikan saya karena takut akan kehilangan karyawan seperti saya yang mempunyai dedikasi dan motivasi yang tinggi dan disamping itu saya juga sebagai ujung tombak di departemen saya yang menghasilkan income yang tinggi.
Kalau sudah seperti ini apa yang salah yah ?… karena dengan dedikasi dan motivasi yang tinggi membuat pimpinan takut akan kehilangan karyawannya untuk dipromosikan di depatement lain.
Wassalamualaikum wr wb.
Ahmad Ulyani
Kelas G.5 Ciangsana Pasca Sarjana Unpak
Assalamualaikum, wr wb
salam kenal Pak Adie. ……
Saya Wiwin Widiastuti, mahasiswa pasca sarjana Universitas Pakuan Bogor, kelas D7 jurusan Administrasi Pendidikan. Saya tertarik dengan tulisan mengenai PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA.
Memotivasi merupakan salah satu faktor kunci untuk bekerja dan mencapai kinerja yang tinggi. Kegiatan memotivasi berkaitan dengan sejauhmana komitmen seseorang terhadap pekerjaannya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan dalam tulisan tersebut ada cara mengatasi racun motivasi,tehnik memotivasi kerja.
dengan tulisan tersebut saya lebih paham tentang manfaat dari motivasi tersebut karena dengan motivasi yang tinggi akan mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan perusahaan tersebut.
jika kita hubungkan dengan pekerjaan saya sebagai guru bagaimana caranya dan tehnik untuk memberikan motivasi kepada peserta didik sehingga mempunyai motivasi yang tinggi pada dirinya ?
ini saja komen saya, saya mohon masukanya dari pak adie untuk tulisan berikutnya.
terimakasih wasalam….
Assalamualikum wr. wb,
Salam pak Adhie,, perkenalkan saya wiwin widiastuti, mahasiswa pasca sarjana UNPAK jurusan Adm, Pendidikan, kelas D7. saya sangat tertarik dengan tulisan Bapak mengenai Pengaruh Motivasi terhadap Peningkatan Kinerja.
Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Motivasi adalah kesediaan individu untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi (Stephen P. Robbins, 2001).
Dalam tulisan Bapak ada teknik-teknik motivasi dan cara mengatasi racun motivasi. Semakin besar motivasi maka hasil yang didapatkan akan sesuai dengan tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut. saya sebagai guru, bagaimana cara untuk menumbuhkan motivasi yang tinggi terhadap peserta didik, sehingga mendapatkan hasil yang sesuai ?
Hanya ini yang dapat saya komentari, dan mohon tanggapannya.
Terimakasih
Ass pak Adhie…saya Reny Damayanti mahasiswa pasca Sarjana UNPAK kelas D7. saya tertarik dengan tulisan bapak tentang Karakteristik motivasi berprestasi. Menurut Mc Clelland bahwa kinerja seseorang dipengaruhi oleh virus mental yang ada pada dirinya yaitu virus sebagai pendorong kebutuhan yaitu kebutuhan berprestasi, kebutuhan berafilasi, dan kebutuhan berkuasa. Saya ingin menanyakan apakah virus mental yang ada pada diri seseorang dipengaruhi juga oleh Usianya? terimakasih pak Adhie..
Assalamualaikum Wr Wb
Selamat pagi pak Adi, ada beberapa hal yang ingin saya komentari dari tulisan bapak yg pertama, tidak bisa dipungkiri motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan atau pegawai sangatlah penting untuk kesuksesan karier seorang pegawai atau karyawan, motivasi itu sendiri menurut saya bersifat sangat dinamis dan terus berkembang seiring berjalan nya waktu. Motivasi sangat rentan dipengruhi lingkungan sosial, kepribadian seseorang, dan virus-virus yang dapat menyebabkan menurun nya motivasi dalam berkerja, maka disini diperlukan mentenanance tersendiri bagi karyawan dan pemangku keputusan di dalam perusahaan, yang salah satu penyaluran nya adalah melalui komunikasi seperti apa yg dijelaskan pada Teknik Komunikasi Persuasif di atas.
Selanjut nya, dari teory kebutuhan menurut Abraham Maslow, yang dijelaskan di atas pada dasarnya motivasi karyawan bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan, dari kebutuhan fisiologis, Kebutuhan rasa aman, Kebutuhan social, Kebutuhan harga diri,dan Kebutuhan aktualisasi diri. Dari teori pemenuhan akan kebutuhan berdasarkan hirarki yg dikemukankan Maslow ini, apakah hirarki motivasi ini selalu berlaku pada setiap jenis pekerjaan misal nya LSM, Pantiasuhan dan pekerjaan sosial lain nya? Jika dihubungkan dengan profesi guru secara profesional sebagai tenaga pendidik yang idealnya medapatkan kebutuhan aktualisasi yang optimal, apakah kebutuhan akan aktualisasi diri ini harus diabaikan setelah kebutuhan akan keamanan, kebutuhan sosial, terpenuhi?
sekian komentar dari saya,..
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
Donita Seffina Santi
Mahasiswi semester 2 Pasca Sarjana Unpak
jurusan Administrasi Pendidikan.
NPM:072112035
Kenyataan dilapangan bahwa masih banyak sikap dari Pemimpin suatu Organisasi memberikan perintah langsung agar para staf (karyawan) bekerja dengan oftimal dan baik, dan ketika menemukan suatu kesenjangan, artinya tidak sesuai dengan keinginan pemimpin dan tujuan organisasi, maka saat itu atau beberapa selang sesudahnya pemimpin langsung mengambil tindakan perbaikan, ada yang ditegur, ada yang diberikan sangsi dan bahkan ada yang di PHK.
Ini adalah sikap yang sangat sangat keliru, tapi anehnya malahan banyak pemimpin yang menganggap itu yang paling tepat dan baik, sebenarnya yang paling tepat dan baik itu adalah bagaiman seorang pemimpin tersebut mengambil sikap kembali ke hal hal yang paling mendasar. Tepatnya pahami dulu akan apa yang menjadi faktor dasar untuk menimbulkan semangat dan gairah kerja pada individu staf.
Setelah saya membaca artikel Bapak, dan mencoba menarik benang merahnya, ternyata sesungguhnya yang perlu diperhatikan dan jika bisa dipenuhi oleh seorang pemimpin terhadap karyawannya adalah mengenal apa kebutuhan, apa kemampun, dan apa kepastian yang diberikan. Jika ini semua terpenuhi oleh seorang pemimpin, maka secara berlahan dan pasti bahwa semua staf memiliki sejumlah kesediaan yang besar untuk mengeluarkan upaya yang sangat tinggi dalam mencapai tujuan. Nah itu berarti Motivasi bekerja pada masing masing Individu tumbuh melalui proses. Sehingga hasilnaya akan terkesan dengan nyata bahwa Motivasi Staf betul betul dapat menghasilkan kinerja yang optimal dan baik.
Maka dengan itu dapat disimpulkan bahwa motivasi benar berpengaruh dalan peningkatan kinerja organisasi ….
Dari Jamrizal Mhs UNPAK Program Doktor NPM 073111049 asal Jambi.
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah saya baca materi bapak tentang Motivasi, kalau tidak salah mencermati, saya mempunyai kesimpulan, bahwa motivasi untuk melakukan pekerjaan yang baik adalah hasil dari sebuah gaya kepemimpinan dan atmosfir lingkungan yang dapat meningkatkan kepercayaan diri, serta memberdayakan setiap individu di dalamnya.
Demikian pak komentar saya,
terima kasih.
hormat saya,
Drs. Tatang Satari Royat
Kelas D7 UNPAK Bogor
Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Bersyukurlah terhadap apa saja yang terjadi pada kita. Bersyukur akan senantiasa menuntun diri anda menyingkirkan sisi negative darianda.Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa anda tidak realistis.Namun sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitumembebaskan anda dari kecemasan dan kesalahan.. Bersyukur akan mendorong anda untuk bergerak maju penuh antusias. Yah, mendorong. Artinya mendapatkan Motivasi dari diri anda sendiri.Dan itu modal dasar terpenting dalam hidup.
Dengan motivasi yang ada dihati, ia akan mendorong siempunya untuk bergerak, dan hidup itu pada dasarnya kumpulan gerakan. Ketika seseorang tidak bergerak maka ia menuju kematian. Dan mati adalah lawan dari gerak.
Cobalah awali hidup anda dengan bersyukur lalu tersenyum. Maka dunia ini akan tersenyum kepada anda. Setiap kaki melangkah yang ada adalah senyuman. Setiap manusia yang anda temui akan tersenyum. Bungapun tersenyum menyambut anda, jalanpun tersenyum kepada anda. Kenapa terjadi hal demikian. Karena anda telah menanam benih yang bagus, yaitu motivasi dan berpikir positif. Lantas apa itu motivasi.
Motivasi merupakan salah satu factor penting dalam mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Hal ini tidak saja akan berpengaruh baik namun juga dapat meningkatkan kinerja seseorang. Sehinga seorang karyawan ataupun mereka bergerak di bidang bisnis lainnya, akan sangat membutuhkan motivasi, yaitu motivasi yang positive. Kebutuhan motivasi ini adalah kondisi internal yang harus selalu dihidupkan, sementara dorongan dari luar hanya merangsang atau hanya titik awal (Starting point).
Pada dasarnya seseorang bekerja atau dalam melakukan sesuatu didorong untuk memenuhi kebutuhan sebagai berikut:
• Kebutuhan fisiologis
• Kebutuhan rasa aman
• Kebutuhan social
• Kebutuhan harga diri
• Kebutuhan aktualisasi diri
Bagaimana pisik membutuhkan asupan sesuatu untuk mempertahankan hidup, sehingga mereka dapat meneruskan keberlangsungan hidupnya. Tentu mereka juga butuh rasa aman baik di tempat kerja mereka ataupun secara keseharian, dimana mereka akan berinteraksi dengan masyrakat di sekitarny yang sama-sama juga membutuhkan rasa aman dan butuh teman. Sehingga mereka akan beruapaya menjadi orang yang dihargai oleh lingkungannya dan tentu mereka punya harapan untuk diakui oleh masyarakat sekitaranya dalam menampakkan keberadaannya.
Murad, S. Pd. (072112055)
Salah satu kunci terhadap karyawan adalah menempatkan dia sebagai pemimpin pada posisi jabatan dia sekecil apapun tanpa ada paksaan sehingga dia bisa bereksplorasi dengan dirinya dan jabatannya yang akan mengahsilkan karir terbaik walaupun itu posisi yang sangat bawah, karena sesuatu di mulai dari yang terkecil sampai dia menjadi besar tidak lupa akan posisi yang di bawah “kacang Tidak Lupa Kulitnya”
Dan esensi motivasi itu sebenarnya ada pada dirinya yang dia akan dapatkan manakala dia menedkatkan diri Kepada Siapa yang menciptakan dan mematikannya pada malam hari sampai dia tak kuasa mentikan air mata walaupun sekelas menteri, itulah Motivasi yang Paling Abadi, Karena Tuhan tidak pernah marah apabila di mintai hambanya berulang kali sebaliknya manusia akan marah dan benci. La Tahzan Innaulooha ma’ana (Jangan Bersedih Sesungguhnya Alloh Bersama Kita) dalam menabur kebaikan di bumi ini.
Dalam diri manusia, Dalamnya lautan dapat kau ukur denga ukuran yang kita buat, tapi dalamnya hati manusia tidak ada yang bisa mengukur tp kita dapat mengukur dari Rasulluloh SAW, yaitu Ciri orang munapik, Bila Engkau Berbicara maka berdusta, bila di percaya Khianat, dan Bila Berjanji ia mengingkari, penyakit ini sudah melekat sampai ke pejabat negara Sekelas Presiden.
Andaikan manusia tau akan esensi dia hidup. untuk apa dilahirkan?, bagaimana dia hidup? dan akan kemana di setelah Hidup? maka manusia tidak akan bersikap seperti hewan yang dikodratkan tidak punya pikiran?
Sampai detik ini Ilmu yang di buat manusia atau hukum tidak menyelesaikan masalah sosial maka saatnya kembali keapda sunah dan hadist yang telah di berikan lewat Rosulluloh SAW yang berlandaskan Wahyu Illahi,
Janganlah Kau berkumpul dengan orang pesimis karena mereka mengambil sebagian mimpimu, Pohon semakin tinggi semakin kencang anginnya agar tetap kuat berdiri yaitu akar (Keyakinan), Man Jadda Wajada (Siapa yang bersunggug-sungguh pasti dia akan berhasil)
Sekecil apapun pekerjaan senangilah dan pelajarilah siapa tau sekarang anda bekerja, esok atau lusa anda yang menjadi Owner pekerjaan yang sedang anda kerjakan sekarang ini, Berpikirlah I Can do This.
Kesuksesaan yang di gapai dengan mudah akan hilang sekejap mata, berbeda kesuksesan di gapai dari bawah akan menjadi kenangan sepanjang masa bahkan bisa masuk buku Recor In The World, maka berkarirlah dengan tidak menggunakan jalan pintas
Komponen Bisnis Bagaikan Organ Tubuh Manusia, sakit satu maka sakit semua organ tubuh, maka aturlah dari Bawahan sampai Pimpinan, satu aja tidak bekerja tukang sapu, maka kumuh lah tempat Bisnis tersebut
Assalamualaikum Wr.Wb.
Membaca tulisan (artikel Bapak tentang “Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kinerja”) sangat bagus dan dapat menambah wawasan, khususnya bagi saya. Memang benar motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Tanpa adanya motivasi, seseorang tidak akan tercapai tujuanya dalam bekerja untuk mencapai ke arah yang lebih baik. Kalau motivasi tinggi pasti kinerja pun tinggi dan hasilnya pun bagus serta maksimal, sebaliknya Kalau motivasi rendah pasti kinerja pun rendah pula dan hasilnya pun tidak akan maksimal. Hal ini dapat dihubungkan di lingkungan tempat kerja saya yang berprofesi sebagai guru. Apabila memiliki motivasi yang tinggi untuk untuk mencapai keberhasilan, maka ia akan mempunyai tanggung jawab yang besar demi keberhasilan anak didiknya, akan menyusun rencana kerja (RPP) dengan baik,lebih memperhatikan anak didiknya, dan senang dengan tugas yang dilakukannya sehingga kinerjanya pun akan lebih meningkat. Akan tetapi, bila motivasi rendah maka ia tidak akan memiliki tanggung jawab dalam bekerja, asal masuk kelas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas, bersikap masa bodoh terhadap anak didiknya, dan tidak akan senang dengan tugas yang dilakukannya. Jadi motivasi sangat berpengaruh terhadap kinerja seseorang.
Demikian komentar saya, terima kasih Pak Adie ….
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Nunung Nurhayati
Kelas D7, Administrasi Pendidikan
NPM : 072112042
Program pascasarjana Unpak Bogor
Assalamu’alaikum wr.wb.
Gimana Kabarnya bapak? Mudah-mudahan selalu dalam lindungan-Nya. Amin.
Saya M. Sidik/NPM. 073111056, Mahasiswa S3 Univ. Pakuan Bogor.
Setelah membaca tulisan bapak tentang “Pengaruh Motivasi terhadap Peningkatan Kinerja” dapat saya pahami bahwa motiviasi merupakan suatu keadaan yang kompleks (a complex state) dan kesiapsediaan (preparoty set) dalam diri individu (organisme) untuk bergerak ke arah tujuan tertentu baik disadari maupun tidak disadari. Motivasi itu timbul dan tumbuh berkembang dengan cara : (1) datang dari dalam diri individu itu sendiri (intrinsic), dan (2) datang dari lingkungan (ekstrinsik). Peningkatan Kinerja dapat dilakukan dengan menstimulasi aspek-aspek yang membuat dirinya mau melakukan tindakan yang lebih mengarah pada prestasi kerja. Dengan demikian motivasi menjadi kekuatan utama untuk berprestasi. Dengan diraihnya prestasi secara otomatis kinerjanya akan meningkat.
Demikian tanggapan saya.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Assalamualaikum pak Adhie,saya Yuli Hartati mahasiswa PsAp Unv Pakuan Bogor kelas D-7.
Setelah membaca artikel bapak yang berjudul
Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kinerja,saya ingin sedikit berkomentar sesuai dengan apa yang terjadi dengan diri saya sendiri.Ketika saya pertama kali diangkat jadi Capeg tepatnya lima bulan setelah wisudah,sangat memotivasi saya karna banyak sekali orang yang jauh lebih lama dari saya ngantri untuk menjadi PNS tapi belum terwujud,hal ini menimbulkan semangat bagi saya untuk bekerja lebih baik,karna ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh saya siah-siahkan.Lewat pekerjaan ini bisa menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan saya secara ekonomi dan sosial,hal ini juga menumbuhkan motivasi saya untuk meningkat kinerja menjadi lebih baik karena kalau kinerja saya baik maka kemungkinan naik golongan atau jabatan juga menjadi lebih mudah.Berdasarkan hasil penelitian tentang motivasi berprestasi adalah menetapkan target atau standa rkeberhasilan,selalu berpikir positif terhadap sesuatu kejadian,memiliki tujuan yang jelas serta planing kerja yang menyeluruh.Dapat diambil kesimpulan dari berbagai pendapat ahli yang bapak kemukahkan diartikel bapak ,bahwa motivasi merupakan element yang tidak bisa dipisahkan setiap kali kita membahas tentang masalah kinerja.Dengan membaca i artikel bapak dapat menambah wawasan saya untuk membangun motivasi yang mulai menyusut serta trik untuk membangun kinerja menjadi lebih baik.Maaf bapak seyoganya komentar ini saya kirim tiga minggu yang lewat tapi waktu itu ada gangguan dan baru ingat lagi ketika baca jadwal kuliah bapak besok pagi,tapi tidak apalah tidak ada kata terlambat dalam belajar.
.
Assamu’alaikum pak Adie terima kasih atas kesempatan buat saya untuk mengomentari tulisan bapak tentang Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kinerja
Saya Berpendapat bahwa pemberian motivasi pada seseorang merupakan suatu mata rantai dimulai dari kebutuhan, menimbulkan keinginan, menyebabkan tensi, menimbulkan tindakan, menghasilkan keputusan.
Terima kasih
Wassamu’alaikum wr.wb
Idarianty, Mahasiswi program S3 Kelas Jambi UNPAK Bogor
Assalamualaikum Wr.Wb.
Membaca tulisan bapak tentang “Pengaruh Motivasi dalam peningkatan Kinerja “, isinya sangat bagus dan sangat tertarik untuk membacanya. Motivasi memang sangat diperlukan dan sangat berpengaruh dalam dunia kerja. bila tidak ada motivasi kita tidak akan semangat dalam melakukan apapun, sehingga akan menjadi lebih baik dalam meningkatkan kinerja. jadi motivasi itu sangat penting untuk membangun diri kita dalam melakukan segala hal yang baik. itu saja Pak komentar saya, terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Mardiyah
Kelas D7, jurusan Administrasi Pendidikan
Program pascasarjana Unpak Bogor
Assamu’alaikum.WR.WB.
Saya nama Abdul Khalil Mhs S.3 Universitas Pakuan Bogor, nomor Induk Mahasiswa: 037111039 .Tanggapan terhadap tulisan Bapak di dunia maya yang berjudul PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KENERJA.
1.Pada prinsipnya tulisan tersebut adalah baik, karena saya merasa behwa tulisan ini dapat memberikan motivasi bagi saya dalam memperjuangkan suatu dalam dunia yang penuh de-ngan globalisasi; tantangan, harapan dan kejayaan.
2.Suatu motivasi akan mampu memulihkan aktulisasi diri seseorang, karena motivasi dapat memberikan dorongan dalam mencapai tujuan organisasi dan peningkatan kinerja, namun jika seorang tidak termotivasi untuk peningkatan kinerja maka kan terjadi ketegangan dalam menghadapi pekerjaan yang sedang dihadapinya.
3.Tulisan ini memacu semangat dan mendorong manusia untuk berpikir dan bekerja agar mencapai hasil yang beik serta memberikan manfaat yang banyak kepada masyarakat ,tulisan ini didukung oleh fakta fakta yang akurat dan meyakinkan.
Assalamualaikum wr wb,
Setelah membaca artikel bapak, saya merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu. Mulai kembali menata goal yang saya inginkan dengan membuat daftar yang berisikan hope, dan ini mungkin yang dinamakan visi kemudian membreakdownkannya menjadi misi.
Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong seorang karyawan untuk bekerja. Bagi pemimipin motivasi merupakan dorongan untuk memberikan spirit baik kepada dirinya maupun karyawannya agar bekerja secara maksimal (peningkatan kinerja) dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara sederhana dapat diberikan pengertian bahwa motivasi merupakan kesediaan individu secara sukarela untuk mengeluarkan upaya yang tinggi untuk mencapai tujuan organisasi.
Dari beberapa pendapat ahli motivasi, yang dapat kita petik adalah bagaimana seseorang itu dapat memberi dan menerima motivasi secara sukarela, sehingga dapat menggugahnya untuk bangkit dan berbuat yang terbaik untuk dirinya, orang lain maupun organisasi tempat ia bekerja.
Demikian komentar saya,
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Allan Setyoko
Kelas S3 B1
NPM : 073111040
Program pascasarjana Unpak Bogor
Assalamualaikum wr. wb.
maaf pak, mau nanya, Gimana, kalau tujuan, strategi dan kebijakan organisai berubah, apakah dapat merubah motivasi tersebut?
terimkasih. wassalam.
A. Kadir,
Mahasiswa S.3 prog. doktor
kelas S3B1 UNPAK Bogor
dari Jambi.
Assalamuallaikum Wr. Wb
Setelah membaca tulisan bapa, saya sangat berpendapat dengan bapak bahwa motivasi itu sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan kita terutama didalam melakukan suatu pekerjaan kerena tanpa ada motivasi yang tinggi di dalam diri kita, maka akan apa yang kita kerjakan tidak akanmenghasilkanyang baik.
Motivasi sangat di butuhkan tanpa kita sadari karena motivasi dapat kita peroleh dari pimpinan tempat kita bekerja, bias juga dari teman sejawat yang akan membuat kinerja kita yang menurun menjadi meningkat kerena adanya motivasi. Dengan motivasi yang kita miliki maka tujuan yang kita inginkan akan tercapai sesuai apa yang kita Inginkan.
Demikian komentar saya semoga bermanfaat
wassalamuallaikumWr. Wb
Dari :
Jufriyono
Kelas : S3 B1
Npm : 073111051
Àssalamualaikum w w,
Selamat siang pak,saya aam suminarsih mshasiswi pasca sarjana semestet satu kls D 7. Saya tertarik suka dengan materi yg bapak berikan
Tentang motivasi yang sesuai dengan status saya sebagai pendidik,karena motivasi sangat bermanpaat dan besar pengaruhnya terhadap peningkatan kwalitas pembelajaran untuk kemajuan anak didik kita. Sementara hanya ini komentar saya tentang motivasi.burung irian burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih.
Abraham Maslow mencoba untuk mensintesis penelitian tubuh besar yang berkaitan dengan motivasi manusia Sebelumnya. Menurut Maslow, umumnya terfokus secara terpisah pada faktor-faktor seperti biologi, prestasi, atau kekuatan untuk menjelaskan apa yang memberikan energi, mengarahkan, dan memelihara perilaku manusia.
Maslow mengemukakan hirarki kebutuhan manusia didasarkan pada dua kelompok:1. kebutuhan defisiensi dan 2.kebutuhan pertumbuhan. Dalam kebutuhan kekurangan, masing-masing kebutuhan yang lebih rendah harus dipenuhi sebelum pindah ke tingkat berikutnya yang lebih tinggi. Setelah masing-masing kebutuhan telah terpenuhi, jika pada beberapa waktu mendatang kekurangan terdeteksi, individu akan bertindak untuk menghapus kekurangan.
empat tingkat pertama adalah:
1. fisiologis: rasa lapar, haus, kenyamanan,
2.keselamatan / keamanan: keluar dari bahaya,
3.harga diri dan cinta: afiliasi dengan orang lain, dapat diterima,
4. Esteem: untuk mencapai, kompeten, mendapatkan persetujuan dan pengakuan.
Dari kesimpulan di atas, seorang individu siap untuk bertindak atas kebutuhan pertumbuhan apabila kebutuhan defisiensi terpenuhi. Konsep awal Maslow termasuk hanya satu pertumbuhan membutuhkan aktualisasi diri.
Saya Ade Komala DS, mahasiswa D7 Unpak .
Saya sangat tertarik dg materi yg bapak tulis. Seseorang dalam mencapai tujuan sudah pasti perjuangan banyak halangan dan rintangan. Agar seseorang tsb tetap dalan kondisi siap dan semangat sangatlah memutuhkan motivasi. Baik itu motivasi intrinsik dan ekdtrinsik. Begitu pula dg motivasi seseorang bisa m,erubah pola kinerja ke arah lebih baik, terprogram dan terorganisir sehingga proses maupun hasilnya lebih bsik.
Wassalam
selamat sore Pak Adi
Setelah saya membaca artikel Bapak tentang “Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja”, saya sangat tertarik dengan yang bapak tulis. Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang di luar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan.
Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja sama sercara giat sehingga mencapai hasil yang optimal.
Sri Wahyuningsih
kelas D7, Administrasi Pendidikan
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya orang yang optimis bahwa, dalam melakukan suatu pekerjaan seseorang ingin selalu memperoleh hasil yang lebih baik. Untuk memperoleh hasil yang lebih baik, seseorang harus melakukan berbagai upaya yang berhubungan dengan pekerjaan yang di lakukan; mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan pengevaluasian. Selain upaya-upaya tersebut, faktor lain yang juga sangat berpengaruh untuk memperoleh hasil pekerjaan yang lebih baik adalah motivasi yang kuat dari dalam diri individu itu sendiri. Sebagaimana pendapat Hamzah B. Uno dalam bukunya Teori motivasi dan Pengukuran, “motivasi adalah dorongan dasar yang menggerakkan seseorang bertingkah laku atau melakukan sesuatu sesuai dengan dorongan dalam dirinya”. Motivasi juga dapat dikatakan sebagai kekuatan, baik dari dalam maupun dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan motivasi itulah seseorang akan berusaha sekuat tenaga dalam mencapai tujuan yang ingin dicapainya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
syamsul huda
Mhs. Pascasarjana S3 UNPAK Bogor
Program Studi Manajemen Pendidikan
Kls. S3 B1 Npm : 073111066
assalamu’alaikum, pa haji, saya toni dari kelas E.10 semester 2, dari tulisan bapak saya bisa lebih memahami tentang hubungan motivasi dengan tingkat kinerja seseorang dalam melakukan suatu aktivitas baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari suatu kelompok kerja. Satu hal yang sangat menarik bagi saya, bahwa ternyata tingkat motivasi yang tinggi dari seorang individu tidak selalu menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi dan menghasilkan kinerja yang baik. Karena antara motivasi disatu sisi dengan kinerja disisi lainnya ada faktor lain yang berpengaruh terhadap hasil kinerja seorang indivdu.
Assalamu ‘alaikum wr.wb. Bapak….
Membaca artikel Bapak yang berjudul “Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan Kinerja” saya mendapatkan Ilmu Pengetahuan dan pencerahan, ternyata bahwa hidup ini tidak bisa sendiri kita sangat membutuhkan orang lain baik dari lingkungan keluarga, di tempat kerja di kantor, di sekolah, ataupun masyarakat luas dan itu akan memberikan motivasi dalam perjalanan hidup kita, dan dilihat dari kenyataan yang terjadi, bahwa motivasi sangat dibutuhkan guna memberi stimulus kepada para karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan pekerjaan. Dorongan moril dari para atasan, gaya kepemimpinan, pengakuan atas prestasi, serta reward biasanya menjadikan karyawan lebih senang dan semangat. Karena jika dilihat dari teori yang dikemukakan oleh Herzberg tentang teori Hygine dan motivator bahwa gaya kepemimpinan dan gaji mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, begitu juga dengan pengakuan dan penghargaan presteasi juga mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Karena pada dasarnya karyawan akan lebih merasa berharga dan jasanya dibutuhkan jika keberadaan mereka diakui dan prestasinya dihargai sehingga munculah motivasi dalam diri mereka. Tetapi sekuat apapun motivasi yang datang dari luar (ekstrinsik) tidak akan maksimal tanpa diimbangi dengan motivasi yang timbul dari diri sendiri (intrinsik), sebagaimana firman Allah swt. yang terdapat di dalam Qur’an yang artinya ….” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keaadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d, 13:11).
Terima kasih atas artikelnya Pak.
Usman Hakim
Kelas S-3 E 2
NIM. 07113020
Program Pasca Sarjana UNPAK BOGOR
Assalamualaikum Wr Wb…….
Salam kenal pa Adie…….
Comment saya tentang “Pengaruh Motivasi dalam peningkatan Kinerja “…..
Dari teori Maslow disebutkan salah satunya yaitu : motivasi muncul karena kebutuhan rasa aman & tentram, hal ini menunjukan bahwa manusia akan bekerja dengan motivasi tinggi ketika kebutuhan rasa aman & tentram itu sudah ia dapatkan. Misalnya seorang karyawan yang mendapatkan tunjangan hari tua, asuransi kesehatan, dll untuk dirinya & keluarga, ia akan menunjukan motivasi kerja yang tinggi di perusahaan tempatnya bekerja, karena ketika sesuatu terjadi pada dirinya & keluarga, ia merasa tenang karena sudah ada pihak yang menanggung resiko atas kejadian tersebut.
Demikian sekilas comment dari saya, mudah-mudahan bermanfaat. Terimakasih.
Wassalam….
Kania Aprianti
Mahasiswa Semester I Pasca Sarjana Unpak
NPM : 072112188
Assalamualaikum wr wb,
Selamat sore pak, saya nunun nurlaela mahasiswi semester satu pasca sarjana E 10 asal Sukabumi, Saya tertarik dengan materi dari bapak tentang “tanda-tanda karyawan yg motivasinya baik dan karyawan yang motivasinya buruk”. Menurut pendapat saya, selain pendekatan antisipatif dan kuratif , figur pemimpin atau keteladanan pemimpin dalam bersikap dan bertindak juga bisa meningkatkan motivasi kinerja karyawan, hal ini dilatar belakangi oleh budaya bangsa kita yang masih bersifat paternalistik harismatik , selain itu juga pemberian reward dan sangsi/hukuman yang proporsional, jelas dan tegas, juga dapat mendorong gairah karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Mungkin sementara hanya ini komentar dari saya, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum wr wb.
Nunun Nurlaela
Mahasiswi Semester 1 Pasca Sarjana Unpak
Assalamulaikum wr. wb
Terimakasih atas tulisan Bapak, selain saya tentu masih banyak lagi yang memerlukan apa yang Bapak tulis, sangat dinanti tulisan-tulisan yang lain, semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak, amien
Slamet, S.Pd
Mahasiswa Pascasarjana S2 Udinus Semarang