Competency Standard

1. Pendahuluan

Memasuki era globalisasi dan pasar yang kompetitif, sumber daya manusia sebagai intellectual asset menjadi salah satu faktor yang penting dalam mendukung produktivitas dan keunggulan kompetititf perusahaan. Pengembangan SDM stratejik merupakan tuntutan bagi setiap organisasi untuk menyelaraskan program training dengan strategi organisasi.

Selain itu, pengembangan SDM menuntut perpaduan yang sinergik antara aspek pembelajaran (learning) dan aspek kinerja (performance). Untuk itu, pengembangan SDM melalui program training di tempat kerja membutuhkan suatu sarana dan fasilitas yaitu Training Center.

Untuk merealiasikan upaya peningkatan pembelajaran dan kinerja, maka diperlukan suatu standar kompetensi profesi khususnya bagi para training manager untuk mengelola training center dalam suatu organisasi. .

2. Mengapa Standarisasi Kompetensi

Kecenderungan yang terjadi dalam era human capital management bahwa paradigma Training Center di berbagai organisasi telah mengalami perubahan dari cost centre menjadi value centre, dan dari training center menjadi learning centre. Dengan demikian ,telah terjadi transformasi dalam manajemen training yang lebih berorientasi pada hasil (outcomes) dan nilai (value). Dalam hal ini, fungsi dan peran Training Manager menjadi strategis dalam organisasi. Posisi Training Manager dalam struktur organisasi disetarakan dengan posisi strategis lainnya dalam suatu organisasi, seperti HRD Group Head dan Training Division Head.

Untuk menjamin pengembangan SDM yang efektif, efisien dan akuntabel maka diperlukan program standarisasi kompetensi dan sertifikasi profesi Training Manager di tempat kerja. Program ini n sejalan dengan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan harus memiliki kualifikasi, kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. Dengan adanya standarisasi kompetensi dan sertifikasi bagi Training Manager, maka akan berdampak positif pada keberhasilan strategi pengembangan SDM. Di samping itu, dunia kerja diharapkan memiliki Training Manager yang memiliki kualifikasi dan kompetensi di bidangnya, yaitu mampu mengidentifikasi masalah dan menemukan alternatif solusi terhadap masalah kinerja serta menyediakan program-program pengembangan SDM yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan kinerja.

2. Standar Kompetensi

Kompetensi merupakan kemampuan untuk melakukan aktivitas-aktivitas menurut suatu standar dan dengan hasil yang baik, yang diulang-ulang dalam jangka waktu dan situasi yang berbeda. (ILO, Juli 2004). Hakekat kompetensi dalam konteks pelatihan dan pengembangan sebagai berikut:

A cluster of related knowledge, skills, and attitudes that affects a major part of ones job, role or responsibility, that correlates with performance on the job, that can be measured against well-accepted standards, and that can be improved via training and development (http://www.nps.gov/training/strategy,htm) .

Standar kompetensi merupakan perumusan tentang kapabilitas yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas dan pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan kinerja yang dipersyaratkan.

Berikut ini suatu contoh standar kompetensi dengan deskripsi indikator-indikator berdasarkan Paket Training untuk Assessment and Workplace Training dari Australia.

· PLAN ASSESSMENT

1. Establish evidence required for a specific context

2. Establish suitable assessment methods

3. Develop assessment tools appropriate to a specific assessment context

4. Trial assessment procedure

· CONDUCT ASSESSMENT

1. Identify and explain the context of assessment

2. Plan evidence gathering opportunities

3. Organise assessment

4. Gather evidence

5. Make the assessment decision

6. Record assessment results

7. Provide feedback to persons being assessed

8. Report on the conduct of the assessment

· REVIEW ASSESSMENT

1. Review the assessment procedure

2. Check consistency of assessment decision

3. Report review findings

· PLAN AND PROMOTE A TRAINING PROGRAM

1. Identify the competency needs

2. Document training program requirements

3. Identify program resources

4. Promote training

· PLAN A SERIES OF TRAINING SESSIONS

1. Identify training requirements

2. Develop outlines of training sessions

3. Develop training materials

4. Develop training sessions

5. Arrange resources

· DELIVER TRAINING SESSIONS

1. Prepare training participants

2. Present training session

3. Facilitate individual and group training

4. Provide opportunities for practice and feedback

5. Review delivery of training session

· REVIEW TRAINING

3. Record training data

4. Evaluate training

5. Report on training

Sumber: National Retail Training Package, Department of Education, Training and Youth Affairs, Australia, 2002

3. Kebutuhan Kompetensi Training Manager

Struktur standar kompetensi yang dibutuhkan oleh Training Manager dalam rangka memfasilitasi program peningkatan kinerja SDM di tempat kerja sebagai berikut:

· Kompetensi Umum (Generic), yaitu kompetensi yang dibutuhkan oleh semua orang yang bekerja di industri.

· Kompetensi Kekhususan (Specific), yaitu kompetensi yang dibutuhkan secara lebih spesifik untuk bidang pekerjaan tertentu.

Adapun kebutuhan kompetensi dan cakupan materi sertifikasi yang perlu dipersiapkan dan dikembangkan adalah:

a. Kompetensi Umum

1) Strategi Pengembangan SDM, yaitu mencakup dasar profesi pengembangan SDM, perspektif pembelajaran dan kinerja, pelatihan dan pengembangan, pengembangan organisasi, proses perubahan, akuntabilitas

2) Scorecard SDM, yaitu mencakup menyusun scorecard SDM, aplikasi 4 perspektif scorecard dalam SDM, mengukur keselarasan SDM, mengembangkan sistemkompetensi SDM, membuat pedoman implementasi scorecard SDM

3) Manajemen Proyek, yaitu mencakup menyusun tujuan dan strategi proyek, merencanakan spesifikasi proyek, mengembangan schedule dan budget serta sumber daya, memonitor implementasi proyek, membuat laporan proyek

4) Implementasi TQM, yaitu mencakup memahami mutu, mengenali pelanggan, biaya mutu, analisis fungsi, standar manajemen mutu, peralatan mutu, pemecahan masalah, kebutuhan pelanggan, kepemimpinan dan pemberdayaan, tim mutu

5) Perilaku Organisasi, yaitu mencakup mengembangkan perilaku kerja, memotivasi, memimpin, berkomunikasi, kerjasama tim, mendisain organisasi dan budaya kerja, mangembangkan organisasi dan perubahan organisasi

b. Kompetensi Kekhususan

1) Analisis Kebutuhan Pelatihan, yaitu mencakup menganalisis kebutuhan organisasi, tugas/kompetensi dan individual, menerapkan teknik pengumpulan data, melaporkan analisis kebutuhan, menyusun kebutuhan pelatihan

2) Disain and Pengembangan Pelatihan, yaitu mencakup merumuskan tujuan yang spesifik, media, metode dan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pelatihan dan ystement evaluasi

3) Manajemen Pelatihan, yaitu mencakup menganalisis kebutuhan pelatihan, menyelenggarakan operasional pelatihan, coaching & mentoring, disain, implementasi dan delivery pelatihan, evaluasi program pelatihan

4) Evaluasi dan Pengukuran Hasil Pelatihan,yaitu mencakup menyusun model ROI, mengisolasi dampak pelatihan, mengkonversi data, menilai cost & benefit, mengkalkulasi ROI

4. Penutup

Profesi Training Manager memiliki fungsi dan peran yang strategis dalam rangka pengembangan SDM khususnya di tempat kerja. Sejalan dengan perubahan sistem, prosedur dan teknologi kinerja, maka kualifikasi dan kompetensi Training Manager semakin kompleks dan perlu terus menerus disesuaikan dengan kebutuhan kinerja terkini. Fungsi dan peran Training Manager diharapkan lebih difokuskan sebagai change agent yang memfasilitasi terjadinya proses pembelajaran dalam organisasi dan mendukung upaya perbaikan kinerja melalui program training dan pengembangan yang selaras dengan misi, tujuan dan strategi organisasi.

Jakarta, Mei 2008

DAFTAR REFERENSI

- Becker, Huslid & Ulrich, The HR Scorecard, Boston: Harvard Business School Press, 2001

- Phillips & Drew Stone, How to Measure Training Results, New York: McGraw Hill, 2003

- Swanson & Holton III, Foundation of Human Resource Development, San Francisco: Berret-Koehler Publishers, Inc, 2001

2 Responses to “Competency Standard”


  1. 1 Rino Amanat. TP. UNJ 1215052473 May 17, 2008 at 8:17 am

    Intinya menurut saya adalah dalam sebuah organisasi katakanlah Perusahaan yang bergerak dalam bidang apaun itu yang bertujuan untuk mencapai profit, diperlukan salah satu dari komponen-komponen dalam sistem organisasi belajar yaitu manusia, menurut saya manusia adalah faktor pengendali utama ia dapat dikatakan sebagai driver yang mengendalikan segala aspek didalam organisasi/ Perusahaan. Apalah arti sebuah teknologi yang canggih sekalipun jika tidak terdapat orang-orang yang faseh atau cakap dalam bekerja sesuai dengan kinerja/performance. untuk itu diperlukan pelatihan yang sesuai dengan standar kompetensi yang sebenarnya standar itu telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, disini para pelatih juga sangatlah harus komprtitif dalam memberikan nilai serta mampu membuat standar kompetensinya yang benar-benar sesuai dengan tujuan organisasi. kesimpulannya adalah didalam Perusahaan selain memiliki rancangan organisasi yang baik serta teknologi yang memadai, juga harus memiliki sumber daya yang berkualitas sehingga mampu membaca situasi jika terdapat masalah dan mampu bekerja sesuai dengan kapasitasnya yang dibutuhkan secara tim.Sekian terima- kasih

  2. 2 H.A.Rivai.MI June 6, 2008 at 10:19 am

    Terima kasih pak atas infonya,hanya saja teknik dalam menilai kompetensi jabatan/pemegang jabatan yang saat ini kami perlukan, untuk itu mohon dengan hormat kami dapat kan cara/teknik tersebut atas kebaikan dan perhatiannya saya ucapkan terima kasih dan kalau ada pelatihan khusus untuk hal tersebut kami mohon informasinya.

    ariv@pusri.co.id


Leave a Reply




 

May 2008
M T W T F S S
    Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 14,287 hits