Creativity and Innovation in Organization

Oleh: Dr. H. Adie E. Yusuf, MA.

Pendahuluan

Pada satu sisi, banyak karyawan yang memiliki kreativitas berupa ide-ide untuk memajukan perusahaan melalui perbaikan proses/metode dan produk kerja. Sedangkan pada sisi lain, lingkungan kerja berpengaruh besar dalam mendorong dan menghambat kreativitas. Perusahaan dapat menciptakan budaya dan iklim kerja yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi, atau sebaliknya mematikan kreativita dari karyawan.

Oleh karena itu, metode pengembangan kreativitas dan inovasi menjadi penting dalam pekerjaan baik individual, kelompok/Tim maupun organisasional. Dengan demikian diharapkan para karyawan dapat mengembangkan wawasan pengetahuan dan keterampilan untuk membangun lingkungan kerja. Selain itu karyawan dipastikan akan melepaskan dan mengarahkan energi kreativitas untuk membangun lingkungan kerja yang lebih berdayasaing.

Apakah kreativitas itu?

Secara umum, kreativitas merupakan hasil penyatuan pengetahuan dari berbagai pengalaman untuk menghasilkan ide-ide yang baru yang lebih baik. Kreativitas tidak terbatas pada sekelompok orang seperti seniman, komponis atau ilmuwan, tetapi merupakan upaya manusia yang lebih luas. Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk kreatif untuk menciptakan pendekatan-pendekatan baru dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari. Kreativitas menuntut setiap individu menemukan cara-cara yang baru dan lebih baik dalam melakukan pekerjaan, menantang pendekatan tradisional yang sudah teruji, dan mengantisipasi perubahan lingkungan. Secara ilmiah, Ford (1995) menyatakan bahwa kreativitas adalah suatu pertimbangan subyektif dan kontekstual mengenai pembaruan dan nilai suatu hasil dari perilaku individual atau organisasional. Untuk merumuskan kreativitas tergantung pada konteks dimana ide, proses, produk atau prosedur yang ada. Apabila berada dalam konteks organisasi, maka ide-ide kreatif harus dinilai dalam konteks lingkungan organisasional. Selanjutnya, kreatifitas adalah pertimbangan subyektif mengenai nilai kebaruan, dimana kreativitas bukan sesuatu yang secara obyektif diukur seperti persentase dan volume. Oleh karena itu, kreativitas dirumuskan dari sudut pandang pertimbangan-pertimbangan yang dibuat oleh orang-orang yang terbiasa dengan konteks profesinya. Kreativitas bukanlah sesuatu yang hidup dalam individu-individu, melainkan sesuatu yang dinilai atas dasar manifestasi dari ide-ide yang dihasilkan dan dapat diamati. Jadi kreativitas merupakan konsep yang subyektif dan para psikolog sejak lama berusaha menilai kreativitas secara individual dan kelompok sbagai salah satu unsur kuat dari pengalaman hidup dan menjadi sumber perjuangan hidup.

Apakah inovasi itu?

Inovasi secara umum adalah proses penerapan ide-ide kreatif secara aktual ke dalam praktek. Tantangan yang terbesar orang yang kreatif adalah mempengaruhi yang lain untuk menerima ide-ide kreatif mereka dan selanjutnya menerapkan ide-ide tersebut di lapangan. Para pakar dan pengambil kebijakan telah berupaya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi dan bagaimana inovasi-inovasi dapat dikelola secara efektif dalam organisasi. Perhatian terhadap inovasi semakin berkembang dan semakin luas di berbagai bidang. Di sektor industri, ada perhatian yang besar dari pemerintah dan swasta mengenai inovasi. Persaingan yang semakin ketat dalam pasar global menuntut setiap perusahaan melakukan inovasi dan beradaptasi agar mampu bertahan hidup dan bersaing di lingkungan usaha yang kompetitif. Anggara biaya yang besar telah diinventasikan untuk mendukung penerapan inovasi melalui riset dan pengembangan.

Secara khusus, inovasi adalah pengenalan metode baru dan lebih baik dalam mengerjakan berbagai pekerjaan. Inovasi merupakan pengenalan dan penerapan ide-ide, proses, prosedur dan produk yang disengaja secara individu dan tim untuk mendukung perubahan dalam organisasi. Perubahan ini termasuk keuntungan ekonomis, kepuasan kerja, pertumbuhan pribadi, komunikasi terbuka, dan kinerja. Inovasi juga termasuk perubahan teknologi seperti proses produksi baru, dan teknologi canggih. Inovasi juga termasuk dalam perubahan manajemen, seperti sumber daya manusia, kebijakan dan strategi organsiasi, kerjasama.

Perubahan dapat dipandang sebagai inovasi apabila terjadi perubahan yang baru bagi individu, kelompok atau organisasi yang memperkenalkan. Inovasi dapat bervariasi mulai inovasi sederhana sampai inovasi yang kompleks. Inovasi dapat berupa produk baru atau cara baru yang lebih baik dalam melakukan pekerjaan yang diperkenalkan oleh individu, kelompok atau organisasi. Suatu inovasi dapat diperkenalkan dengan waktu relatif cepat, sedangkan inovasi lainnya memerlukan waktu bertahun-tahun. Beberapa inovasi tidak terencana dan muncul seketika. Banyak inovasi yang terencana, menuntut perhatian dan energi yang besar untuk menjamin keberhasilannya. Contoh inovasi dengan rentang waktu dari konsep sampai dengan realisasi dan masa inkubasi sebagai berikut :

Inovasi

Konsep

Realisasi

Inkubasi

· Antibiotik

1910

1940

30 tahun

· Transmisi otomatis

1930

1946

16 tahun

· Ballpoint

1938

1945

7 tahun

· Kopi instan

1934

1956

22 tahun

· Shampo cair

1950

1958

8 tahun

· Energi nuklir

1919

1965

46 tahun

· Nilon

1927

1939

12 tahun

· Fotografi

1782

1838

56 tahun

· Radar

1904

1939

35 tahun

· Jam tangan otomatis

1923

1939

16 tahun

· Televisi

1884

1947

63 tahun

· Video tape recorder

1950

1956

6 tahun

· Foto copy

1935

1850

15 tahun

· Ritsluiting

1883

1913

30 tahun

Jadi kreativitas sebagai ide-ide mengenai cara-cara baru dan lebih baik dalam pekerjaan, sedangkan inovasi sebagai implementasi dari ide-ide baru tersebut dalam praktek.

Bagaimana hubungan antara inovasi dan kinerja?

Apakah inovasi mempengaruhi kinerja yang lebih baik? Survai membuktikan bahwa terdapat korelasi yang positif dan konsisten antara tingkat inovasi dengan kinerja perusahaan. Artinya semakin tinggi tingkat inovasi, maka semakin tinggi kinerja perusahaan. Para pengusaha percaya bahwa perusahaan yang ingin kompetitif di berbagai bidang, maka harus mengembangkan strategi-strategi yang inovatif. Walaupun survai menunjukkan skala inovasi di beberapa perusahaan masih rendah dan seringkali terdapat resistensi terhadap perubahan.

Faktor-faktor yang dapat mendorong inovasi dalam perusahaan adalah:

· Lingkungan, yaitu perusahaan manufaktur dengan pangsa pasar terendah lebih besar kemungkinannya untuk berinovasi melalui inovasi yang bersifat reaktif, adaptif atau serentak.

· Mutu, yaitu perusahaan inovatif memberikan perhatian besar pada mutu, tetapi pengecekan mutu tidak hanya dilakukan pada akhir produksi, tetapi pada setiap proses kerja yang didukung informasi.

· Kerjasama tim, yaitu perusahaan yang memperkenalkan dan mengembangkan kerjasama tim yang efektif akan lebih berinovasi

· Komunikasi, yaitu komunikasi dan koordinasi antar departemen merupakan penentu yang penting bagi inovasi. Komunikasi internal perusahaan berupa pertemuan berkala juga berpengaruh terhadap inovasi

· Dukungan manajemen, yaitu komitmen manajemen dan dukungan sumber daya manajemen sangat mempengaruhi karyawan mengembangkan inovasi.

· Keterbukaan, yaitu perusahaan inovatif membiarkan kebijakan, strategi dan asumsi terbuka untuk dipertanyakan.

· Partisipasi, yaitu keterlibatan karyawan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan saling menghormati serta menghilangkan kecurigaan diantara para karyawan dan manajemen.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi, maka perlu didorong kreativitas individual, strategi inovasi, pengakuan inovasi dan pendekatan proaktif terhadap inovasi secara meyeluruh dalam suatu organisasi. Upaya mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam organisasi berarti menerapkan suatu strategi proaktif dan terencana serta menggerakkan proses-proses kreativitas dan inovasi. Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan dan mendukung kreativitas para karyawan yang bekerja di perusahaan, menciptakan konflik yang konstruktif dan perbedaan pendapat dalam organisasi yang heterogen untuk menghasilkan bauran perspektif yang luas untuk menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif. Dalam hal ini, dituntut perubahan orientasi dari individu, kelompok dan organisasi untuk mengadakan eksperimen, mengambil risiko, menciptakan tantangan dan mendorong pertumbuhan kreativitas.

Sumber: Michael A. West, ”Developing Creativity in Organization”, Terjemahan, Jakarta: Penerbit Kanisius, 2000)

8 Responses to “Creativity and Innovation in Organization”


  1. 1 setia restiani June 9, 2008 at 3:06 am

    Apa yang ditulis bapak benar adanya. Pada masa sekarang ini, tempat-tempat bekerja senantiasa menuntut karyawannya atau pekerjanya untuk dapat memunculkan inovasi. Inovasi atau ide-ide baru yang berguna meningkatkan kualitas pekerjaan. Untuk itu, mau tidak mau seorang pekerja akhirnya dituntut untuk memiliki kreatifitas.

    Akar dari inovasi itu adalah kreatifitas.Apabila kita terjun ke dunia bisnis, maka kita juga bergulat dengan kreatifitas. Bisnis adalah kegiatan kreatifitas. Robert Epstein, Ph.D, seorang psikolog mengatakan bahwa sebetulnya setiap manusia memiliki kemampuan kreatifitas. Dengan demikian tidak ada alasan kita mengatakan Saya bukan orang yang kreatif,yang ada hanyalah belum mengasah potensi kreatifitas yang dimilikinya.

    Untuk itu , barangkali perlu ada tulisan lebih lanjut ya pak. Tulisan mengenai kiat-kiat menjadi orang yang kreatif dan berinovasi. Bagaimana menjadi orang yang kreatif sehingga dengan kreativitasnya dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas kinerjanya…

    Sukses forever buat bapak… mudah-mudahan dengan pembelajaran bersama bapak dapat menumbuhkembangkan daya kreativitas kami, khususnya saya, untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas kinerja di masing-masing instansinya.

  2. 2 Setia Restiani June 9, 2008 at 11:09 pm

    Beberapa pelajaran yang dapat diambil dengan adanya suatu inovasi adalah :

    Pertama, inovasi besar tidak harus lahir dari dunia teknologi tinggi. Inovasi besar umumnya muncul untuk memenuhi kebutuhan orang banyak yang sebelumnya tidak terlayani. Justru karena pentingnya inovasi tersebut, mereka perlahan-lahan berhasil merasuk dalam kehidupan kita tanpa kita sadari.

    Kedua, inovasi besar bisa lahir melalui pengamatan terhadap adanya asumsi yang salah yang dipegang umum. Dengan mencocokkan asumsi yang salah dengan realita, sebuah inovasi bisa dilahirkan.

    Ketiga, semua jenis inovasi besar harus melewati hambatan besar di awal perkenalannya karena status quo adalah pusat gravitasi besar yang harus dilawan secara konsisten dalam waktu lama. Inovasi besar bahkan akan melewati masa inkubasi yang demikian lama untuk dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari data :
    •Antibiotik 30 tahun
    •Transmisi otomatis 16 tahun
    •Kopi instant 22 tahun
    •Energi nuklir 46 tahun
    •Nilon 12 tahun
    •Fotografi 56 tahun
    •Radar 35 tahun
    •Jam tangan otomatis 16 tahun
    •Televisi 63 tahun
    •Foto copy 15 tahun
    •Ritsluiting 30 tahun

    Walaupun demukian, perjalanan inovasi tersebut diatas dapat kita rasakan di abad ke-21 ini.

    Keempat, evolusi inovasi tidaklah mudah ditebak arahnya. Karena itu, untuk menarik manfaat maksimal dari sebuah inovasi, selalulah berpikiran terbuka. Jangan memaksakan arah perkembangan inovasi tersebut. Biarkanlah pasar yang menentukan.

    Kelima, inovasi besar selalu menimbulkan efek samping yang tidak bisa diramalkan sebelumnya. Di sini, kita diminta untuk tanggap mengatasi efek samping tersebut yang sering melahirkan inovasi lainnya.

    Namun demikian perlu dicatat disini bahwa Getz dan Robinson (2003) sampai pada kesimpulan bahwa inovasi bukanlah faktor penting dalam kehidupan dan kemajuan perusahaan. Inovasi bukanlah air atau makanan, yang bila tanpanya suatu organisasi tidak akan hidup. Banyak perusahaan yang tidak melakukan inovasi terbukti mampu bertahan lama dan menikmati keuntungan, dan sebaliknya tidak sedikit perusahaan yang kerapkali menemukan produk inovasi terjerembab pada kinerja rendah. Bagaimana mendapatkan air dan makanan bagi perusahaan? Untuk mendapatkan air, para pemimpin memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses perusahaan. Sedangkan untuk menghasilkan makanan, pemimpin perlu melakukan mekanisme peningkatan dengan cara memiliki kemampuan mendengar ide dan tindakan para karyawan lini depan. Peran para karyawan ini penting karena sebagian besar ide brilyan lahir dari benak dan pikiran para karyawan.

    Hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses inovasi dalam suatu perusahaan adalah ketepatan analisa atas kebutuhan inovasi dari perusahaan tersebut. Inovasi yang tidak didasari oleh need analysis yang tepat justru malah akan menjerumuskan perusahaan tersebut ke dalam kinerja perusanaan yang lebih jelek.

    Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui perlunya suatu inovasi dalam suatu proses operasi suatu perusahaan adalah End to End Process Mapping. End to End Process Mapping merupakan pemetaan atas setiap proses operasi, sehingga dapat diketahui inefisiensi dari proses tersebut. Dengan pemetaan ini dapat diketahui proses mana yang harus diperbaiki proses kerjanya agar menjadi optimal. Untuk kepentingan itulah inovasi diperlukan.

  3. 3 Yuyus Rustandi NIM:(072107155) June 13, 2008 at 5:39 am

    Sebuah organisasi atau perusahaan sejatinya memang harus terbentuk oleh suatu jalinan yang ideal, akurat dan terencana layaknya apa yang termaktub dalam tulisan Bapak Dr. Adie E. Yusuf, MA. Namun kenyataan yang ada, organisasi yang dewasa ini nampak di Indonesia umumnya terbentuk oleh hierarki keluarga. Hierarki keluarga ini indikasinya amat kental terutama dalam hal rekrutmen, penempatan posisi jabatan, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

    Karena dominannya, organisasi semacam ini di Indonesia lebih mengarah pada suasana paguyuban disertai falsafah RUMANGSA MELU HANDARBENI atau rasa memiliki yang sangat tinggi. Dampak positifnya adalah interpretasi etos kerja lebih diperuntukkan pada keuntungan, keberhasilan, dan kemajuan bersama. Namun demikian akan menimbulkan pula dampak negatif, terutama dalam hal kepemilikan. Akan sangat sulit membedakan antara milik organisasi dan milik pribadi.

    Sehubungan dengan kreatif, inovatif, dst. Tatanan hierarki dalam organisasi mulai memudar ketika masuknya paham hasil pemikiran Max Weber yaitu tentang organisasi birokrasi. Organisasi birokrasi ini terbukti mampu mengikis kelemahan organisasi yang dibangun oleh hierarki keluarga, karena organisasi birokrasi terbukti efisien dan rasional.

    Walaupun dalam beberapa dasawarsa, organisasi birokrasi pun dewasa ini sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Perubahan ke arah organisasi cerdas merupakan solusi terbaik karena dalam prakteknya terdapat beberapa perubahan sifat pekerjaan sebagai dampak dari kemajuan teknologi informasi dan globalisai.

    Kemajuan zaman yang kini tengah menuju pada era perubahan di sana-sini yang dibuktikan dengan tingkat kecepatan dan keakuratan yang sangat luar biasa, organisasi cerdas akan menjamin staf atau karyawan yang memiliki prestasi, kreatif, inovatif, berdedikasi tinggi, dan sekian keunggulan yang dimiliki, seperti apa yang diuraikan Dr. Adie E. Yusuf, MA akan mendapatkan posisi tinggi dan upah yang tinggi pula.

  4. 4 Rini Mulyani-Pakuan Bogor June 20, 2008 at 5:40 am

    INOVATIF DAN KREATIF itu memang satu kegiatan ideal yang semestinya ditunjukkan oleh setiap pekerja/karyawan atas kegiatan pekerjaannya. tapi pak menurut saya itu akan tercipta jika pekerjaan kita sesuai dengan latar belakang pendidikan, minat dan motivasi(occupational interest) kita. Namun kondisi sekarang sangat banyak karyawan/pekerja yang bekerja pada perusahaan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan apalagi dengan minat dan bakatnya sehingga bagaimana kita dapat menjadi orang yang love what we do terhadap pekerjaan itu, dampaknya inovasi dan kreatifitas akan sangat sulit dimunculkan, sementara itu untuk melakukan proses self transformation pun kita tidak berani karena di luar sana lebih sulit untuk mencari pekerjaan, sehingga dengan terpaksa mungkin kita menjalani rutinitas tersebut hanya sebagai satu kegiatan yang membosankan dan rutinitas sebagai label diri dari masyarakat sekitar dengan harapan setiap bulan mendapatkan imbalan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga saja. Nach pertanyaannya haruskah kita bertahan dari pekerjaan tersebut? atau berusaha mati-matian untuk mencintai pekerjaan itu? gimana ya pak……? Makasih, ditunggu tulisan-tulisan berikutnya .

  5. 5 nurcholis March 27, 2009 at 5:46 pm

    Saya tertarik dengan masalah inovasi. Kalau bisa saya minta tolong untuk dapat dikirimkan literatur jurnal mengenai masalah inovasi. Trimakasih sebelumnya

  6. 6 Dessy Purwanti September 23, 2012 at 6:02 am

    Name : Dessy Purwanti (072112063)
    Class : A.1.1

    Dengan berkembangnya zaman ke zaman seluruh instansi pemerintah, pengusaha dan pekerjaan lainnya yang baik selalu mengalami peningkatan contoh khususnya guru dan kepala sekolah di dalam suatu sekolah dituntut untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam memajukan sekolah guna menonjolkan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang tidak monoton (up to date) baik dari segi Ilmu Teknologi yang semakin canggih, Sumber daya manusia yang mampu memperbaharui dengan yang baru dan Sarana dan prasarana yang terus meningkat menjadi salah satu faktor untuk membantu perkembangan sekolah sehingga kualitas pendidikan akan semakin meningkat. Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tentu sudah diaplikasikan pemerintah dengan adanya sertifikasi kepada guru dengan tuntutan guru harus selalu berkinerja baik, berinovasi dan kreatif guna mencetak putra putri bangsa yang mampu berkompetisi.

    Sama halnya dengan pengusaha selalu berinovasi dan kreatif untuk memajukan perusahaan dan penting adanya bila produk yang diproduksinya mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas dengan begitu perusahaan akan terus berkembang dengan selalu mencoba hal-hal yang baru, berani mengambil tantangan dan resiko, selalu berpikiran terbuka dan luas untuk menghasilkan terobosan-terobosan yang baru.

  7. 7 zaenal abidin September 27, 2012 at 1:16 pm

    Inovasi merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh pegawai yang kompetitif, karena dengan inovasi pekerjaan menjadi lebih mudah, dan yang sulit menjadi simple tanpa mengurangi hasil pekerjaan yang kita harapkan.
    Namun sayang Inovasi dan kreativitas dari seorang siswa jarang sekali di pancing sehingga dia takut untuk mengeluarkan ekspresinya

    Zaenal A.1.1

  8. 8 Ose Warlina October 8, 2012 at 2:50 pm

    Assalamualaikum. Wr Wb.
    Saya sangat setuju dengan tulisan bapak yang menyatakan bahwa tangtangan yang terbesar orang kreatif adalah mempengaruhi yang lain untuk menerima ide-ide kreatif mereka dan selanjutnya menerapkan ide
    ide tersebut dilapangan,hal ini sangat saya rasakan khusussnya dilingkungan kerja saya, orang yang kreatif malah bisa tersingkir dari lingkungan kerja bahkan sering dicemoohkan. Sulit rasanya mengajak teman untuk sejalan dengan ide ide baru kita hal ini mungkin orang tersebut kurang memahami maksud dari ide ide tersebut. Tapi adakalanya sebenarnya mereka mengerti dan mengakui tapi karena ada perasaan persaingan maka mereka tidak merespon. Makasih pak atas tulisannya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




May 2008
M T W T F S S
    Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 275,492 hits

%d bloggers like this: