Landasan Etika dan Moral

Oleh Dr. Adie Erar Yusuf, MA. (adie_yusuf@yahoo.com)

Etika dan moral tidak terlepas dari tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, dalam hal persahabatan, hubungan orang tua, saudara, serta hubungan berbangsa dan bernegara. Sejatinya “etika moral” bukan suatu kata yang memiliki satu arti. “Etika Moral” berasal dari penggabungan dua kata yang berbeda, yaitu etika dan moral. Keduanya pun memiliki arti yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, kita perhatikan pendapat dari Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2010) bahwa:
Ethics involves the study of moral issues and choices. It is concerned with right versus wrong, good versus bad, and the many shades of gray supposedly black-and white issues. Moral implication spring from virtually every decussion, both on and of the job.

Etika tidak terlepas dari pilihan-pilihan dan isu-isu moral yang berkaitan dengan kaidah benar versus salah, baik versus buruk. Implikasi etika dan moral banyak muncul disetiap kondisi baik masyarakat dan dunia pekerjaan. Jadi etika merupakan standar moral perilaku benar dan salah. Etika seseorang tercermin dalam perilaku menyikapi lingkungan sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku.

Moral dan etika selalu menjadi bajan pembicaraan akhir-akhir ini, pendapat dari Colquitt, Lepine dan Wesson (2011) “ethics reflects the the degree to which the behaviors of an authority are in accordance with generally accepted moral norms”. Dalam hal ini etika merefleksikan perilaku dari individu seseorang sesuai dengan moral dan standar norma yang berlaku. Pada dasarnya seseorang bertanggungjawan atas perilaku sosial di masyarakat yang seharusnya dilandasi oleh moral yang berlaku di masyarakat. Jadi selalu ada kendali moral terhadap setiap perilaku dan sikap seseorang di lingkungnan sosial.

Etika dapat dipertimbangkan sebagai suatu batasan yang diterima terhadap suatu nilai moral dan dilandasi dengan kepercayaan, tanggung jawab dan integritas yang menjadi bagian dari sistem nilai sosial masyarakatl.

Dalam dunia kerja, standar etika berbeda dari nilai dasar dari satu organisasi dengan organisasi lain. Standar etika dapat menjadi acuan yang benar bagi organisasi yang serius ingin membangun. Standar etika dapat menjadi nilai dan kepercayaan bagi organisasi lain serta sebagai pedoman bagi perilaku anggota organisasi. Standar etika merupakan tanggung jawab dari pimpinan manajemen untuk melihat bahwa standar ini akan menentukan nilai benar atau nilai salah. Nilai etika ditentukan melakukan sesuatu yang benar. Dalam suatu organisasi perusahaan, maka perilaku karyawan, pelanggan serta pimpinan akan ditentukan oleh nilai etika sebagai suatu integritas. Hasil survei menunjukkan bahwa integritas sama pentingnya dengan kentungan perusahaan.
Dalam organisasi, etika dan moral tidak bisa dilepaskan, seperti dikatakan oleh John W Newstrom (2007), “ethic is the use of moral principles an values to affect the behavior of individuals and organizations with regard to choice between what is right and wrong” Jadi pernyataan tersebut mengandung makna bahwa perilaku individu dalam organisasi mengutamakan prinsip moral yang berkaitan dengan etika dalam melaksanakan pekerjaan.

Berkaitan dengan etika dan moral dalam bekerja, beberapa pakar berpendapat bahwa etika dalam bekerja merupakan sikap yang diambil berdasarkan tanggung jawab moralnya yaitu: (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal. Etika moral seseorang yang jelas menggambarkan hal-hal yang bersifat normatif sebagai sikap kehendak yang dituntut agar dikembangkan.
Dalam hal ini, tanggungjawab merupakan salah satu komponen dalam etika kerja seseorang dalam melakukan pekerjaan. Melalui tanggungjawab, seseorang memiliki kesadaran moral untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar. Salah satu bentuk tanggungjawab seseorang dalam pelaksanaan etika kerja, selain pada diri sendiri juga pada kelompok atau organisasi dimana dia bekerja.

Advertisements

11 Responses to “Landasan Etika dan Moral”


  1. 1 Atik Setiyowati November 26, 2015 at 4:35 am

    Etika dan moral terkadang sudah menjadi barang langka dewasa ini.Setiap peraturan atau kebijakan yang diturunkan,dicari titik kelemahannya untuk dilanggar.Penegakan peraturan di Indonesia terasa sangat sulit,karena mentalitas masyarakatnya.Negara-negara maju dapat tumbuh dan berkembang karena mental bangsa.Bangsa kita terlalu mementingkan kepentingan pribadi atau pribadinya,berlomba-lomba menjadi pejabat bukan untuk memajukan negara tetapi mencari keuntungan dari negara.Efek pendidikan yang menitik beratkan aspek kognitif,memberikan kehausan materi dengan menghalalkan segala cara.Harapan baru muncul ketika pencanangan kurikulum baru,kurikulum 2013 berjiwa pendidikan karakter,aspek religius dan sosial menjadi target pencapaian utama.Proses pendidikan akan berubah paradigmanya,dan memunculkan pro dan kontra.Sebagai pendidik sudah selayaknya kita tidak alergi pada perubahan.Semangat menanamkan etika dan moral peserta didik harus selalu melekat pada sanubari kita demi karakter bangsa yang kuat.Sudah saatnya Indonesia bangkit…..Bravo Indonesia…
    Nama:Atik Setiyowati
    NPM:072115024
    Kelas:AP 1.1

  2. 2 Sri Yulianti December 16, 2015 at 3:42 pm

    Profesionalisme, etika, dan moral, ketiganya saling berkaitan. Orang yang profesional hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral. Seseorang yang profesional di bidang tertentu akan diterima oleh masyarakat dan sesama rekan seprofesinya jika ia memiliki etika dan moral yang baik.Apapun profesi seseorang pemahaman terhadap kode etik dan nilai-nilai moral menjadi sangat penting agar dalam menjalankan tugasnya tidak tercemar oleh perilakunya sendiri. Apalagi bila dikaitkan dengan tingkat pendidikan, makin tinggi jenjangnya, maka etika dan moral menjadi tolok ukur kepribadiannya.

    • 3 Nia Rachmania Supandi February 5, 2016 at 1:09 pm

      Moral adalah pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik.
      Pengertian etika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan usaha yang menentukan perbuatan-perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan pola-pola dari tingkah laku yang di hasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik & buruknya. Etika itu bersifat relative yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan & keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.
      Keduanya saling berkaitan satu sama lain, adapun hal yang menjadi penting karena etika dan moral adalah salah satunya mencerminkan karakter bangsa. Dalam hal ini, profesionalisme di dunia kerja pun ada moral dan etikanya. Etika profesionalisme sebagai guru contohnya, harus bisa menjadi teladan bagi peserta didik, dan rekan kerja, etika bertanggung jawab terhadap kecerdasan atau pendidikan untuk peserta didik. Etika mengenai kedisplinan dalam mengelola waktu, memberikan pengajaran terhadap peserta didik. Jadi, etika dan moral pada dasarnya sangat mencakup banyak hal dan berkesinambungan dengan profesionalitas, sehingga bisa dikatakan bahwa seorang yang professional akan memiliki moral dan etika yang sesuai dengan yang semestinya.

      Nama : Nia Rachmania Supandi (072115074) AP.E13

  3. 4 ATEP YULIA NUGRAHA, S.Si February 7, 2016 at 12:46 am

    ATEP YULIA NUGRAHA

    Program S2 Administrasi Pendidikan Universitas PAKUAN Bogor
    Kelas E.13
    NPM.072115098

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Yth. Dr. H. Adie E Yusuf, MA

    Etika dan Moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan/berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

    Nilai : Sesuatu yang memberi makna hidup/yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang (Steeman dalam Eka Darma Putra, 1999)

    Norma :Ukuran, pedoman, aturan atau kaidah yang menjadi dasar pertimbangan dan penilaian yang mengandung sanksi dan penguatan

    Moral : Akhlaq – Kesusilaan : budi pekerti dan perilaku yang mulia Hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai “kewajiban” Sarana untuk mengukur benar tidaknya tindakan manusia
    Pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan manusia (Atkinson, 1969)

    Etika : Kumpulan azas/nilai moral dan kode etik yang dijadikan pegangan orang/kelompok

    Mengapa Guru Perlu Etika & Moral ?
    Guru merupakan panutan bagi peserta didik/orang lain dalam segala pemikiran dan tingkah lakunya
    Guru sebagai Pengajar dan Pendidik
    Guru sebagai Profesi (perlu Etika Profesi Guru)

    Bagaimana Menerapkan Etika Dan Moral ?
    Guru harus memiliki dan mampu menerapkan nilai-nilai dan norma dalam pembelajaran
    Guru harus dapat menerima perbedaan nilai dan norma yang dianut oleh peserta didik/ orang lain
    Guru harus menyadari bahwa masalah pembelajaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral
    Guru harus dapat menjawab secara jujur pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral secara umum.
    Guru harus dapat menerapkan 4 (empat) kompetensi guru: (kepribadian/personal, profesional/keahlian, pedagogik, dan sosial/kemasyarakatan).

    Manfaat Kita Mempelajari Nilai, Norma, Etika, dan Moral
    Kita dapat menjunjung dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan
    Kita lebih toleran, etis/santun, dan adil dalam bersikap dan bertindak
    Kita lebih dapat menghargai kemampuan dan karya orang lain
    Kita lebih bertanggung jawab terhadap bidang ilmu yang diampunya
    Kita dapat meningkatkan profesionalitas

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  4. 5 TETY SOESANTI February 28, 2016 at 2:40 pm

    Moral adalah suatu keyakinan tentang benar dan salah,baik dan buruk,yang sesuai dengan kesepakatan dalam kehidupan lingkungan sosial yang mendasari tindakan/perilaku dan pemikiran seseorang. Moral merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia, dan lebih mengarah kepada sifat manusia.

    Etika adalah perilaku bijaksana terhadap kewajiban-kewajiban manusia dalam segala hal yang baik dan buruk.

    Sebagai guru, kita juga memiliki etika profesi guru yang merupakan kunci sukses terhadap pendidikan para siswa, dimana guru dapat memberi contoh yang baik dan positif , sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar yang akhirnya akan memberikan hasil maksimal dan kesuksesan.
    Kode etik guru mengatur norma-norma yang wajib dijalankan oleh seorang guru, merupakan nilai-nilai moral yang memberikan perilaku guru yang baik dan buruk, yang bisa dilakukan saat menjalankan tugas-tugas profesionalnya untuk mengajar, mendidik, membimbing, melatih, menilai, mengarahkan dan mengevaluasi para siswa , berikut dalam pergaulan sehari-hari di luar sekolah.
    Dengan kode etik guru, maka para tenaga pendidik memiliki pedoman sikap dan perilaku , yang dapat membawa guru menjadi profesi yang terhormat dan bermartabat.

    Tety Soesanti (NPM: 072115121)
    Prodi : Administrasi Pendidikan
    Kelas : E. 13

  5. 6 Setyo Edy Susanto February 11, 2017 at 12:27 am

    Etik atau etis berasal dari Bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti tingkah laku. Dalam Bahasa Inggris adalah ethis yang juga berarti tingkah laku. Dengan demikian etik atau etis adalah perilaku manusia yang lebih cenderung pada perilaku pada suatu saat tertentu, sedangkan etika adalah ilmu yang mempelajari tentang etik. Seperti halnya statistik dan statistika, dimana statistik adalah sekumpulan data tentang sesuatu, sedangkan statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang statistik. Banyak orang salah kaprah menggunakan istilah etika untuk menyatakan etik atau etis, begitu juga dengan istilah statistik dan statistika.
    Moral adalah gabungan dari beberapa etik yang sejenis (meliputi baik atau buruk) yang sudah menjadi kebiasaan. Etik dan moral adalah sama-sama tentang perilaku manusia, baik yang benar ataupun yang salah, seperti halnya dengan akhlak dan budi pekerti.
    Istilah frase ‘tidak bermoral’ itu kurang pas karena menyatakan bahwa moral itu seolah-olah perilaku yang baik. Seharusnya menggunakan frase ‘tidak memiliki moral yang baik’. Begitu juga dengan frase ‘tidak etis’, seharusnya menggunakan frase ‘tidak memiliki etik yang baik’, karena istilah etik, etis, moral, juga akhlak dan budipekerti adalah hanya menunjukan perilaku saja, belum menunjukkan benar atau salahnya.
    Sebaiknya kata ‘moral’ lebih cocok disandingkan dengan kata ‘etik’ dibandingkan dengan kata ‘etika’, karena moral dan etik sama-sama sebagai sebuah perilaku manusia, sedangkan etika adalah ilmu tentang etik. Walaupun makna moral lebih luas dari etik namun sama-sama tentang perilaku manusia yang belum jelas benar dan salahnya. Salah satu contoh yang benar adalah dalam frase ‘pendidikan moral pancasila’, kata ‘moral’ tidak berdiri sendiri, tapi dikaitkan dengan pancasila. Artinya adalah moral yang sesuai dengan sila-sila dalam pancasila.

  6. 7 Femy Melia Rahmawati February 12, 2017 at 12:20 am

    Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. etika adalah cabang dari aksiologi, yaitu ilmu tentang nilai, yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral.
    Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup.
    Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dll. yang berlaku di masyarakat. Etika & moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.

  7. 8 HARMI IBNU DJA'FAR February 12, 2017 at 11:51 am

    Harmi Ibnu Dja’far

    Etika adalah perbuatan standard yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Etika adalah suatu studi mengenai tindakan-tindakan yang benar dan yang salah serta pilihan moral yang dilakukan seseorang. Dan keputusan etis adalah suatu hal yang benar mengenai perilaku standard.
    Peter Koestenbaum (2002) memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”, dengan cara:
    1. Janganlah melakukan sesuatu pada orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang menerimanya. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain.
    2. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda menyenangkan atau tidak.
    3. Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba
    4. “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang mengembangkan orang lain.

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik.
    Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
    2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat, yang menguasai pemutaran manusia.
    Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik. Sedangkan etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu.

    Etika dan Moral adalah saling berhubungan erat mengenai kewajiban manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik atau dikatakan bermoral. karena objek etika adalah pernyataan-pernyataan moral (budi pekerti manusia yang beradab).

  8. 9 Lusiana wulansari February 14, 2017 at 7:13 pm

    Etika dan Moral

    Saya me-review dari bukunya K. Bertens yang berjudul ETIKA

    Dalam pengantarnya disebutkan etika merupakan refleksi manusia dari apa yang dilakukannya, memiliki sejarah yang panjang dan terus berkembang karena seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, dan bergaris lurus dengan bermunculannya masalah moral baru dan berat yang dihasilkannya.

    Sebelumnya dalam buku ini dijelaskan sangat jernih arti dari apakah itu etika, etis dan moral termasuk di dalamnya tentang etiket, amoral dan immoral.
    Yaitu ketika bicara etika maka kita sedang membicarakan tentang moral. Etis adalah yang berkaitan dengan kesusilaan. Secara etimologi etika, etis dan moral memiliki maksud yang sama. Sedangkan etiket adalah sopan santun.
    Selanjutnya diterangkan juga tentang amoral dan immoral dimana amoral adalah sesuatu yang tidak berhubungan dengan konteks moral; non moral; tidak berelevansi dengan moral. Sedangkan immoral dijelaskan sebagai hal yang BERTENTANGAN dengan moralitas yang baik : tidak baik secara moral atau tidak etis.

    Etika dan moral mengalami perjalanan panjang dalam sejarahnya, sehingga dapat diketahui teori-teori etika dari jaman kuno hingga jaman modern, berdasarkan pemikiran para filsuf pada masanya itu, yaitu hedonisme, eudomonisme, utilitarisme (klasik dan aturan), dan deontologi
    Etika sebagai cabang filsafat, mempertanyakan “apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan?” ; tentang yang baik atau buruk untuk dilakukan. Bukan tentang “yang ada”.
    Karena itu etika disebut juga filsafat praktis, selain filsafat moral.

    Yang menarik adalah pendapat yang dikemukakan Socrates, orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik, pasti akan melakukannya juga, sedangkan orang yang jahat melakukannya karena ketidaktahuannya tentang apa yang baik. Ajaran ini sulit di pertahankan karena manusia yang memiliki pengetahuan dalam mengenai etika, belum terjamin memiliki perilaku etis yang baik.
    Kekomplekan permasalahan, yang mengakibatkan etika itu sebagai refleksi bukan suatu tindakan teknis (text book) untuk mengatasi permasalahan.
    Dalam etika dianalisa tentang hati nurani, kebebasan, tanggung jawab, nilai, norma, hak dan kewajiban.
    Secara menyeluruh dapat dikatakan bahwa etika bergerak dibidang intelektual, tapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek kehidupan kita.

    Bila dikaitkan dengan manajemen, sangatlah berkaitan dengan organisasi dan pekerjanya yaitu perihal permasalahan yang diakibatkannya, yang semakin komplek seiring dengan berjalannya waktu.
    Oleh karena itu, etika sebagai ilmu, mengalami perkembangan berupa etika terapan.
    Etika profesi sebagai etika terapan inilah yang membahas tentang norma aturan dan moral yang disepakati bersama dalam suatu organisasi tersebut, secara hitam diatas putih.

    Dari review, dapat disimpulkan bahwa etika dan moral bergaris lurus dengan berjalannya waktu dan perkembangan ilmu-teknologi. Karena ilmu dan teknologi memiliki sifat ambivalensi bagai dua sisi koin yang tak terpisahkan, yaitu tidak hanya memberikan sesuatu yang positif tetapi juga hal negatifnya akan mengiringi, yang menimbulkan masalah-masalah komplek.
    Etika sebagai moral dan refleksi inilah yang mengatasi permasalahan-permasalahan komplek tersebut secara intelektual.

  9. 10 Haposan Simatupang February 20, 2017 at 4:23 am

    Selamat pagi Bapak Dr Adie , saya Haposan Simatupang S3 -A8 073116015 Program Pascasarjana Unpak.
    Saya setuju bapak, bahwa Etika dan Moral merupakan sesuatu yang harus kita pahami dan kita renungkan serta kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari termasuk dalam menunjang karir kita sebagai staf pengajar. Fenomena yang ada di Komunitas pendidikan , seringkali menyatakan berulang ulang tentang Etika dan Moral namun sebagian kecil mereka belum memahaminya secara ontologi, epistomologi dan aksiologi dimana Filsafat Moral tidak dapat dipisahkan dari Etika. Kasus yang pernah saya alami pada waktu perkenalan dengan mahasiswa , didepan kelas saya menyatakan bahwa modal saya Mengajar adalah Moral, namun menariknya tanpa saya jabarkan kelihatannya mahasiswa sudah paham , namun secara terpisah saya merasa malu, karena Moral yang saya maksud belum dapat saya laksanakan secara maksimal. Namun demikian setelah membaca Artikel bapak ” Landasan Etika dan Moral” saya tertantang untuk lebih mendalami Etika dan Moral , yang berisikan aspek (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal. Demikian saya akan membaca , memikirkan dan mempraktekkan Etika dan Moral dalam berkehidupan sehari-hari. Terimakasih

  10. 11 ZAENAL ABIDIN February 22, 2017 at 10:43 am

    Asalamualaikum,,,,
    Nama : Zaenal Abidin
    Prodi : Manajemen Pendidikan
    Kelas : A9
    NPM : 073116030

    1. Etika deskriptif
    Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
    2. Etika normativeMembahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini:
    3. Etika Umum
    Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral.
    4. Etika khusus
    Etika yang terdiri dari etika sosial, etika individu & etika terapan, pengertiannya yaitu:
    • Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial & hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
    • Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
    • Etika terapan adalah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
    Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dll. yang berlaku di masyarakat. Etika & moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.
    Tadi itulah pengertian moral dan etika serta perbedaanya, yang di kutip dari berbagai sumber. Semoga dapat bermanfaat banyak bagi kamu khususnya dalam menambah ilmu pengetahuan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2015
M T W T F S S
« Mar   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 288,815 hits

%d bloggers like this: