Landasan Etika dan Moral

Oleh Dr. Adie Erar Yusuf, MA. (adie_yusuf@yahoo.com)

Etika dan moral tidak terlepas dari tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, dalam hal persahabatan, hubungan orang tua, saudara, serta hubungan berbangsa dan bernegara. Sejatinya “etika moral” bukan suatu kata yang memiliki satu arti. “Etika Moral” berasal dari penggabungan dua kata yang berbeda, yaitu etika dan moral. Keduanya pun memiliki arti yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, kita perhatikan pendapat dari Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2010) bahwa:
Ethics involves the study of moral issues and choices. It is concerned with right versus wrong, good versus bad, and the many shades of gray supposedly black-and white issues. Moral implication spring from virtually every decussion, both on and of the job.

Etika tidak terlepas dari pilihan-pilihan dan isu-isu moral yang berkaitan dengan kaidah benar versus salah, baik versus buruk. Implikasi etika dan moral banyak muncul disetiap kondisi baik masyarakat dan dunia pekerjaan. Jadi etika merupakan standar moral perilaku benar dan salah. Etika seseorang tercermin dalam perilaku menyikapi lingkungan sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku.

Moral dan etika selalu menjadi bajan pembicaraan akhir-akhir ini, pendapat dari Colquitt, Lepine dan Wesson (2011) “ethics reflects the the degree to which the behaviors of an authority are in accordance with generally accepted moral norms”. Dalam hal ini etika merefleksikan perilaku dari individu seseorang sesuai dengan moral dan standar norma yang berlaku. Pada dasarnya seseorang bertanggungjawan atas perilaku sosial di masyarakat yang seharusnya dilandasi oleh moral yang berlaku di masyarakat. Jadi selalu ada kendali moral terhadap setiap perilaku dan sikap seseorang di lingkungnan sosial.

Etika dapat dipertimbangkan sebagai suatu batasan yang diterima terhadap suatu nilai moral dan dilandasi dengan kepercayaan, tanggung jawab dan integritas yang menjadi bagian dari sistem nilai sosial masyarakatl.

Dalam dunia kerja, standar etika berbeda dari nilai dasar dari satu organisasi dengan organisasi lain. Standar etika dapat menjadi acuan yang benar bagi organisasi yang serius ingin membangun. Standar etika dapat menjadi nilai dan kepercayaan bagi organisasi lain serta sebagai pedoman bagi perilaku anggota organisasi. Standar etika merupakan tanggung jawab dari pimpinan manajemen untuk melihat bahwa standar ini akan menentukan nilai benar atau nilai salah. Nilai etika ditentukan melakukan sesuatu yang benar. Dalam suatu organisasi perusahaan, maka perilaku karyawan, pelanggan serta pimpinan akan ditentukan oleh nilai etika sebagai suatu integritas. Hasil survei menunjukkan bahwa integritas sama pentingnya dengan kentungan perusahaan.
Dalam organisasi, etika dan moral tidak bisa dilepaskan, seperti dikatakan oleh John W Newstrom (2007), “ethic is the use of moral principles an values to affect the behavior of individuals and organizations with regard to choice between what is right and wrong” Jadi pernyataan tersebut mengandung makna bahwa perilaku individu dalam organisasi mengutamakan prinsip moral yang berkaitan dengan etika dalam melaksanakan pekerjaan.

Berkaitan dengan etika dan moral dalam bekerja, beberapa pakar berpendapat bahwa etika dalam bekerja merupakan sikap yang diambil berdasarkan tanggung jawab moralnya yaitu: (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal. Etika moral seseorang yang jelas menggambarkan hal-hal yang bersifat normatif sebagai sikap kehendak yang dituntut agar dikembangkan.
Dalam hal ini, tanggungjawab merupakan salah satu komponen dalam etika kerja seseorang dalam melakukan pekerjaan. Melalui tanggungjawab, seseorang memiliki kesadaran moral untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar. Salah satu bentuk tanggungjawab seseorang dalam pelaksanaan etika kerja, selain pada diri sendiri juga pada kelompok atau organisasi dimana dia bekerja.

5 Responses to “Landasan Etika dan Moral”


  1. 1 Atik Setiyowati November 26, 2015 at 4:35 am

    Etika dan moral terkadang sudah menjadi barang langka dewasa ini.Setiap peraturan atau kebijakan yang diturunkan,dicari titik kelemahannya untuk dilanggar.Penegakan peraturan di Indonesia terasa sangat sulit,karena mentalitas masyarakatnya.Negara-negara maju dapat tumbuh dan berkembang karena mental bangsa.Bangsa kita terlalu mementingkan kepentingan pribadi atau pribadinya,berlomba-lomba menjadi pejabat bukan untuk memajukan negara tetapi mencari keuntungan dari negara.Efek pendidikan yang menitik beratkan aspek kognitif,memberikan kehausan materi dengan menghalalkan segala cara.Harapan baru muncul ketika pencanangan kurikulum baru,kurikulum 2013 berjiwa pendidikan karakter,aspek religius dan sosial menjadi target pencapaian utama.Proses pendidikan akan berubah paradigmanya,dan memunculkan pro dan kontra.Sebagai pendidik sudah selayaknya kita tidak alergi pada perubahan.Semangat menanamkan etika dan moral peserta didik harus selalu melekat pada sanubari kita demi karakter bangsa yang kuat.Sudah saatnya Indonesia bangkit…..Bravo Indonesia…
    Nama:Atik Setiyowati
    NPM:072115024
    Kelas:AP 1.1

  2. 2 Sri Yulianti December 16, 2015 at 3:42 pm

    Profesionalisme, etika, dan moral, ketiganya saling berkaitan. Orang yang profesional hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral. Seseorang yang profesional di bidang tertentu akan diterima oleh masyarakat dan sesama rekan seprofesinya jika ia memiliki etika dan moral yang baik.Apapun profesi seseorang pemahaman terhadap kode etik dan nilai-nilai moral menjadi sangat penting agar dalam menjalankan tugasnya tidak tercemar oleh perilakunya sendiri. Apalagi bila dikaitkan dengan tingkat pendidikan, makin tinggi jenjangnya, maka etika dan moral menjadi tolok ukur kepribadiannya.

    • 3 Nia Rachmania Supandi February 5, 2016 at 1:09 pm

      Moral adalah pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik.
      Pengertian etika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan usaha yang menentukan perbuatan-perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan pola-pola dari tingkah laku yang di hasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik & buruknya. Etika itu bersifat relative yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan & keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.
      Keduanya saling berkaitan satu sama lain, adapun hal yang menjadi penting karena etika dan moral adalah salah satunya mencerminkan karakter bangsa. Dalam hal ini, profesionalisme di dunia kerja pun ada moral dan etikanya. Etika profesionalisme sebagai guru contohnya, harus bisa menjadi teladan bagi peserta didik, dan rekan kerja, etika bertanggung jawab terhadap kecerdasan atau pendidikan untuk peserta didik. Etika mengenai kedisplinan dalam mengelola waktu, memberikan pengajaran terhadap peserta didik. Jadi, etika dan moral pada dasarnya sangat mencakup banyak hal dan berkesinambungan dengan profesionalitas, sehingga bisa dikatakan bahwa seorang yang professional akan memiliki moral dan etika yang sesuai dengan yang semestinya.

      Nama : Nia Rachmania Supandi (072115074) AP.E13

  3. 4 ATEP YULIA NUGRAHA, S.Si February 7, 2016 at 12:46 am

    ATEP YULIA NUGRAHA

    Program S2 Administrasi Pendidikan Universitas PAKUAN Bogor
    Kelas E.13
    NPM.072115098

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Yth. Dr. H. Adie E Yusuf, MA

    Etika dan Moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan/berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

    Nilai : Sesuatu yang memberi makna hidup/yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang (Steeman dalam Eka Darma Putra, 1999)

    Norma :Ukuran, pedoman, aturan atau kaidah yang menjadi dasar pertimbangan dan penilaian yang mengandung sanksi dan penguatan

    Moral : Akhlaq – Kesusilaan : budi pekerti dan perilaku yang mulia Hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai “kewajiban” Sarana untuk mengukur benar tidaknya tindakan manusia
    Pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan manusia (Atkinson, 1969)

    Etika : Kumpulan azas/nilai moral dan kode etik yang dijadikan pegangan orang/kelompok

    Mengapa Guru Perlu Etika & Moral ?
    Guru merupakan panutan bagi peserta didik/orang lain dalam segala pemikiran dan tingkah lakunya
    Guru sebagai Pengajar dan Pendidik
    Guru sebagai Profesi (perlu Etika Profesi Guru)

    Bagaimana Menerapkan Etika Dan Moral ?
    Guru harus memiliki dan mampu menerapkan nilai-nilai dan norma dalam pembelajaran
    Guru harus dapat menerima perbedaan nilai dan norma yang dianut oleh peserta didik/ orang lain
    Guru harus menyadari bahwa masalah pembelajaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral
    Guru harus dapat menjawab secara jujur pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral secara umum.
    Guru harus dapat menerapkan 4 (empat) kompetensi guru: (kepribadian/personal, profesional/keahlian, pedagogik, dan sosial/kemasyarakatan).

    Manfaat Kita Mempelajari Nilai, Norma, Etika, dan Moral
    Kita dapat menjunjung dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan
    Kita lebih toleran, etis/santun, dan adil dalam bersikap dan bertindak
    Kita lebih dapat menghargai kemampuan dan karya orang lain
    Kita lebih bertanggung jawab terhadap bidang ilmu yang diampunya
    Kita dapat meningkatkan profesionalitas

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  4. 5 TETY SOESANTI February 28, 2016 at 2:40 pm

    Moral adalah suatu keyakinan tentang benar dan salah,baik dan buruk,yang sesuai dengan kesepakatan dalam kehidupan lingkungan sosial yang mendasari tindakan/perilaku dan pemikiran seseorang. Moral merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia, dan lebih mengarah kepada sifat manusia.

    Etika adalah perilaku bijaksana terhadap kewajiban-kewajiban manusia dalam segala hal yang baik dan buruk.

    Sebagai guru, kita juga memiliki etika profesi guru yang merupakan kunci sukses terhadap pendidikan para siswa, dimana guru dapat memberi contoh yang baik dan positif , sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar yang akhirnya akan memberikan hasil maksimal dan kesuksesan.
    Kode etik guru mengatur norma-norma yang wajib dijalankan oleh seorang guru, merupakan nilai-nilai moral yang memberikan perilaku guru yang baik dan buruk, yang bisa dilakukan saat menjalankan tugas-tugas profesionalnya untuk mengajar, mendidik, membimbing, melatih, menilai, mengarahkan dan mengevaluasi para siswa , berikut dalam pergaulan sehari-hari di luar sekolah.
    Dengan kode etik guru, maka para tenaga pendidik memiliki pedoman sikap dan perilaku , yang dapat membawa guru menjadi profesi yang terhormat dan bermartabat.

    Tety Soesanti (NPM: 072115121)
    Prodi : Administrasi Pendidikan
    Kelas : E. 13


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2015
M T W T F S S
« Mar   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 275,492 hits

%d bloggers like this: