Landasan Etika dan Moral

Oleh Dr. Adie Erar Yusuf, MA. (adie_yusuf@yahoo.com)

Etika dan moral tidak terlepas dari tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, dalam hal persahabatan, hubungan orang tua, saudara, serta hubungan berbangsa dan bernegara. Sejatinya “etika moral” bukan suatu kata yang memiliki satu arti. “Etika Moral” berasal dari penggabungan dua kata yang berbeda, yaitu etika dan moral. Keduanya pun memiliki arti yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, kita perhatikan pendapat dari Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2010) bahwa:
Ethics involves the study of moral issues and choices. It is concerned with right versus wrong, good versus bad, and the many shades of gray supposedly black-and white issues. Moral implication spring from virtually every decussion, both on and of the job.

Etika tidak terlepas dari pilihan-pilihan dan isu-isu moral yang berkaitan dengan kaidah benar versus salah, baik versus buruk. Implikasi etika dan moral banyak muncul disetiap kondisi baik masyarakat dan dunia pekerjaan. Jadi etika merupakan standar moral perilaku benar dan salah. Etika seseorang tercermin dalam perilaku menyikapi lingkungan sesuai dengan norma masyarakat yang berlaku.

Moral dan etika selalu menjadi bajan pembicaraan akhir-akhir ini, pendapat dari Colquitt, Lepine dan Wesson (2011) “ethics reflects the the degree to which the behaviors of an authority are in accordance with generally accepted moral norms”. Dalam hal ini etika merefleksikan perilaku dari individu seseorang sesuai dengan moral dan standar norma yang berlaku. Pada dasarnya seseorang bertanggungjawan atas perilaku sosial di masyarakat yang seharusnya dilandasi oleh moral yang berlaku di masyarakat. Jadi selalu ada kendali moral terhadap setiap perilaku dan sikap seseorang di lingkungnan sosial.

Etika dapat dipertimbangkan sebagai suatu batasan yang diterima terhadap suatu nilai moral dan dilandasi dengan kepercayaan, tanggung jawab dan integritas yang menjadi bagian dari sistem nilai sosial masyarakatl.

Dalam dunia kerja, standar etika berbeda dari nilai dasar dari satu organisasi dengan organisasi lain. Standar etika dapat menjadi acuan yang benar bagi organisasi yang serius ingin membangun. Standar etika dapat menjadi nilai dan kepercayaan bagi organisasi lain serta sebagai pedoman bagi perilaku anggota organisasi. Standar etika merupakan tanggung jawab dari pimpinan manajemen untuk melihat bahwa standar ini akan menentukan nilai benar atau nilai salah. Nilai etika ditentukan melakukan sesuatu yang benar. Dalam suatu organisasi perusahaan, maka perilaku karyawan, pelanggan serta pimpinan akan ditentukan oleh nilai etika sebagai suatu integritas. Hasil survei menunjukkan bahwa integritas sama pentingnya dengan kentungan perusahaan.
Dalam organisasi, etika dan moral tidak bisa dilepaskan, seperti dikatakan oleh John W Newstrom (2007), “ethic is the use of moral principles an values to affect the behavior of individuals and organizations with regard to choice between what is right and wrong” Jadi pernyataan tersebut mengandung makna bahwa perilaku individu dalam organisasi mengutamakan prinsip moral yang berkaitan dengan etika dalam melaksanakan pekerjaan.

Berkaitan dengan etika dan moral dalam bekerja, beberapa pakar berpendapat bahwa etika dalam bekerja merupakan sikap yang diambil berdasarkan tanggung jawab moralnya yaitu: (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal. Etika moral seseorang yang jelas menggambarkan hal-hal yang bersifat normatif sebagai sikap kehendak yang dituntut agar dikembangkan.
Dalam hal ini, tanggungjawab merupakan salah satu komponen dalam etika kerja seseorang dalam melakukan pekerjaan. Melalui tanggungjawab, seseorang memiliki kesadaran moral untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik dan benar. Salah satu bentuk tanggungjawab seseorang dalam pelaksanaan etika kerja, selain pada diri sendiri juga pada kelompok atau organisasi dimana dia bekerja.

Advertisements

28 Responses to “Landasan Etika dan Moral”


  1. 1 Atik Setiyowati November 26, 2015 at 4:35 am

    Etika dan moral terkadang sudah menjadi barang langka dewasa ini.Setiap peraturan atau kebijakan yang diturunkan,dicari titik kelemahannya untuk dilanggar.Penegakan peraturan di Indonesia terasa sangat sulit,karena mentalitas masyarakatnya.Negara-negara maju dapat tumbuh dan berkembang karena mental bangsa.Bangsa kita terlalu mementingkan kepentingan pribadi atau pribadinya,berlomba-lomba menjadi pejabat bukan untuk memajukan negara tetapi mencari keuntungan dari negara.Efek pendidikan yang menitik beratkan aspek kognitif,memberikan kehausan materi dengan menghalalkan segala cara.Harapan baru muncul ketika pencanangan kurikulum baru,kurikulum 2013 berjiwa pendidikan karakter,aspek religius dan sosial menjadi target pencapaian utama.Proses pendidikan akan berubah paradigmanya,dan memunculkan pro dan kontra.Sebagai pendidik sudah selayaknya kita tidak alergi pada perubahan.Semangat menanamkan etika dan moral peserta didik harus selalu melekat pada sanubari kita demi karakter bangsa yang kuat.Sudah saatnya Indonesia bangkit…..Bravo Indonesia…
    Nama:Atik Setiyowati
    NPM:072115024
    Kelas:AP 1.1

  2. 2 Sri Yulianti December 16, 2015 at 3:42 pm

    Profesionalisme, etika, dan moral, ketiganya saling berkaitan. Orang yang profesional hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral. Seseorang yang profesional di bidang tertentu akan diterima oleh masyarakat dan sesama rekan seprofesinya jika ia memiliki etika dan moral yang baik.Apapun profesi seseorang pemahaman terhadap kode etik dan nilai-nilai moral menjadi sangat penting agar dalam menjalankan tugasnya tidak tercemar oleh perilakunya sendiri. Apalagi bila dikaitkan dengan tingkat pendidikan, makin tinggi jenjangnya, maka etika dan moral menjadi tolok ukur kepribadiannya.

    • 3 Nia Rachmania Supandi February 5, 2016 at 1:09 pm

      Moral adalah pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik.
      Pengertian etika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan usaha yang menentukan perbuatan-perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan pola-pola dari tingkah laku yang di hasilkan oleh akal manusia. Karena adanya etika pergaulan dalam masyarakat/bermasyarakat akan terlihat baik & buruknya. Etika itu bersifat relative yaitu dapat berubah-ubah sesuai dengan kemajuan zaman. Etika juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan & keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak serta didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan.
      Keduanya saling berkaitan satu sama lain, adapun hal yang menjadi penting karena etika dan moral adalah salah satunya mencerminkan karakter bangsa. Dalam hal ini, profesionalisme di dunia kerja pun ada moral dan etikanya. Etika profesionalisme sebagai guru contohnya, harus bisa menjadi teladan bagi peserta didik, dan rekan kerja, etika bertanggung jawab terhadap kecerdasan atau pendidikan untuk peserta didik. Etika mengenai kedisplinan dalam mengelola waktu, memberikan pengajaran terhadap peserta didik. Jadi, etika dan moral pada dasarnya sangat mencakup banyak hal dan berkesinambungan dengan profesionalitas, sehingga bisa dikatakan bahwa seorang yang professional akan memiliki moral dan etika yang sesuai dengan yang semestinya.

      Nama : Nia Rachmania Supandi (072115074) AP.E13

  3. 4 ATEP YULIA NUGRAHA, S.Si February 7, 2016 at 12:46 am

    ATEP YULIA NUGRAHA

    Program S2 Administrasi Pendidikan Universitas PAKUAN Bogor
    Kelas E.13
    NPM.072115098

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Yth. Dr. H. Adie E Yusuf, MA

    Etika dan Moral mempunyai pengertian yang hampir bersamaan/berkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

    Nilai : Sesuatu yang memberi makna hidup/yang dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang (Steeman dalam Eka Darma Putra, 1999)

    Norma :Ukuran, pedoman, aturan atau kaidah yang menjadi dasar pertimbangan dan penilaian yang mengandung sanksi dan penguatan

    Moral : Akhlaq – Kesusilaan : budi pekerti dan perilaku yang mulia Hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai “kewajiban” Sarana untuk mengukur benar tidaknya tindakan manusia
    Pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan manusia (Atkinson, 1969)

    Etika : Kumpulan azas/nilai moral dan kode etik yang dijadikan pegangan orang/kelompok

    Mengapa Guru Perlu Etika & Moral ?
    Guru merupakan panutan bagi peserta didik/orang lain dalam segala pemikiran dan tingkah lakunya
    Guru sebagai Pengajar dan Pendidik
    Guru sebagai Profesi (perlu Etika Profesi Guru)

    Bagaimana Menerapkan Etika Dan Moral ?
    Guru harus memiliki dan mampu menerapkan nilai-nilai dan norma dalam pembelajaran
    Guru harus dapat menerima perbedaan nilai dan norma yang dianut oleh peserta didik/ orang lain
    Guru harus menyadari bahwa masalah pembelajaran merupakan kegiatan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral
    Guru harus dapat menjawab secara jujur pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan aspek etika dan moral secara umum.
    Guru harus dapat menerapkan 4 (empat) kompetensi guru: (kepribadian/personal, profesional/keahlian, pedagogik, dan sosial/kemasyarakatan).

    Manfaat Kita Mempelajari Nilai, Norma, Etika, dan Moral
    Kita dapat menjunjung dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan
    Kita lebih toleran, etis/santun, dan adil dalam bersikap dan bertindak
    Kita lebih dapat menghargai kemampuan dan karya orang lain
    Kita lebih bertanggung jawab terhadap bidang ilmu yang diampunya
    Kita dapat meningkatkan profesionalitas

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  4. 5 TETY SOESANTI February 28, 2016 at 2:40 pm

    Moral adalah suatu keyakinan tentang benar dan salah,baik dan buruk,yang sesuai dengan kesepakatan dalam kehidupan lingkungan sosial yang mendasari tindakan/perilaku dan pemikiran seseorang. Moral merupakan kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia, dan lebih mengarah kepada sifat manusia.

    Etika adalah perilaku bijaksana terhadap kewajiban-kewajiban manusia dalam segala hal yang baik dan buruk.

    Sebagai guru, kita juga memiliki etika profesi guru yang merupakan kunci sukses terhadap pendidikan para siswa, dimana guru dapat memberi contoh yang baik dan positif , sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar yang akhirnya akan memberikan hasil maksimal dan kesuksesan.
    Kode etik guru mengatur norma-norma yang wajib dijalankan oleh seorang guru, merupakan nilai-nilai moral yang memberikan perilaku guru yang baik dan buruk, yang bisa dilakukan saat menjalankan tugas-tugas profesionalnya untuk mengajar, mendidik, membimbing, melatih, menilai, mengarahkan dan mengevaluasi para siswa , berikut dalam pergaulan sehari-hari di luar sekolah.
    Dengan kode etik guru, maka para tenaga pendidik memiliki pedoman sikap dan perilaku , yang dapat membawa guru menjadi profesi yang terhormat dan bermartabat.

    Tety Soesanti (NPM: 072115121)
    Prodi : Administrasi Pendidikan
    Kelas : E. 13

  5. 6 Setyo Edy Susanto February 11, 2017 at 12:27 am

    Etik atau etis berasal dari Bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti tingkah laku. Dalam Bahasa Inggris adalah ethis yang juga berarti tingkah laku. Dengan demikian etik atau etis adalah perilaku manusia yang lebih cenderung pada perilaku pada suatu saat tertentu, sedangkan etika adalah ilmu yang mempelajari tentang etik. Seperti halnya statistik dan statistika, dimana statistik adalah sekumpulan data tentang sesuatu, sedangkan statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang statistik. Banyak orang salah kaprah menggunakan istilah etika untuk menyatakan etik atau etis, begitu juga dengan istilah statistik dan statistika.
    Moral adalah gabungan dari beberapa etik yang sejenis (meliputi baik atau buruk) yang sudah menjadi kebiasaan. Etik dan moral adalah sama-sama tentang perilaku manusia, baik yang benar ataupun yang salah, seperti halnya dengan akhlak dan budi pekerti.
    Istilah frase ‘tidak bermoral’ itu kurang pas karena menyatakan bahwa moral itu seolah-olah perilaku yang baik. Seharusnya menggunakan frase ‘tidak memiliki moral yang baik’. Begitu juga dengan frase ‘tidak etis’, seharusnya menggunakan frase ‘tidak memiliki etik yang baik’, karena istilah etik, etis, moral, juga akhlak dan budipekerti adalah hanya menunjukan perilaku saja, belum menunjukkan benar atau salahnya.
    Sebaiknya kata ‘moral’ lebih cocok disandingkan dengan kata ‘etik’ dibandingkan dengan kata ‘etika’, karena moral dan etik sama-sama sebagai sebuah perilaku manusia, sedangkan etika adalah ilmu tentang etik. Walaupun makna moral lebih luas dari etik namun sama-sama tentang perilaku manusia yang belum jelas benar dan salahnya. Salah satu contoh yang benar adalah dalam frase ‘pendidikan moral pancasila’, kata ‘moral’ tidak berdiri sendiri, tapi dikaitkan dengan pancasila. Artinya adalah moral yang sesuai dengan sila-sila dalam pancasila.

  6. 7 Femy Melia Rahmawati February 12, 2017 at 12:20 am

    Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. etika adalah cabang dari aksiologi, yaitu ilmu tentang nilai, yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral.
    Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup.
    Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dll. yang berlaku di masyarakat. Etika & moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.

  7. 8 HARMI IBNU DJA'FAR February 12, 2017 at 11:51 am

    Harmi Ibnu Dja’far

    Etika adalah perbuatan standard yang memimpin individu dalam membuat keputusan. Etika adalah suatu studi mengenai tindakan-tindakan yang benar dan yang salah serta pilihan moral yang dilakukan seseorang. Dan keputusan etis adalah suatu hal yang benar mengenai perilaku standard.
    Peter Koestenbaum (2002) memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”, dengan cara:
    1. Janganlah melakukan sesuatu pada orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang menerimanya. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain.
    2. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda menyenangkan atau tidak.
    3. Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba
    4. “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang mengembangkan orang lain.

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik.
    Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
    2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat, yang menguasai pemutaran manusia.
    Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik. Sedangkan etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu.

    Etika dan Moral adalah saling berhubungan erat mengenai kewajiban manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik atau dikatakan bermoral. karena objek etika adalah pernyataan-pernyataan moral (budi pekerti manusia yang beradab).

  8. 9 Lusiana wulansari February 14, 2017 at 7:13 pm

    Etika dan Moral

    Saya me-review dari bukunya K. Bertens yang berjudul ETIKA

    Dalam pengantarnya disebutkan etika merupakan refleksi manusia dari apa yang dilakukannya, memiliki sejarah yang panjang dan terus berkembang karena seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, dan bergaris lurus dengan bermunculannya masalah moral baru dan berat yang dihasilkannya.

    Sebelumnya dalam buku ini dijelaskan sangat jernih arti dari apakah itu etika, etis dan moral termasuk di dalamnya tentang etiket, amoral dan immoral.
    Yaitu ketika bicara etika maka kita sedang membicarakan tentang moral. Etis adalah yang berkaitan dengan kesusilaan. Secara etimologi etika, etis dan moral memiliki maksud yang sama. Sedangkan etiket adalah sopan santun.
    Selanjutnya diterangkan juga tentang amoral dan immoral dimana amoral adalah sesuatu yang tidak berhubungan dengan konteks moral; non moral; tidak berelevansi dengan moral. Sedangkan immoral dijelaskan sebagai hal yang BERTENTANGAN dengan moralitas yang baik : tidak baik secara moral atau tidak etis.

    Etika dan moral mengalami perjalanan panjang dalam sejarahnya, sehingga dapat diketahui teori-teori etika dari jaman kuno hingga jaman modern, berdasarkan pemikiran para filsuf pada masanya itu, yaitu hedonisme, eudomonisme, utilitarisme (klasik dan aturan), dan deontologi
    Etika sebagai cabang filsafat, mempertanyakan “apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan?” ; tentang yang baik atau buruk untuk dilakukan. Bukan tentang “yang ada”.
    Karena itu etika disebut juga filsafat praktis, selain filsafat moral.

    Yang menarik adalah pendapat yang dikemukakan Socrates, orang yang mempunyai pengetahuan tentang yang baik, pasti akan melakukannya juga, sedangkan orang yang jahat melakukannya karena ketidaktahuannya tentang apa yang baik. Ajaran ini sulit di pertahankan karena manusia yang memiliki pengetahuan dalam mengenai etika, belum terjamin memiliki perilaku etis yang baik.
    Kekomplekan permasalahan, yang mengakibatkan etika itu sebagai refleksi bukan suatu tindakan teknis (text book) untuk mengatasi permasalahan.
    Dalam etika dianalisa tentang hati nurani, kebebasan, tanggung jawab, nilai, norma, hak dan kewajiban.
    Secara menyeluruh dapat dikatakan bahwa etika bergerak dibidang intelektual, tapi objeknya langsung berkaitan dengan praktek kehidupan kita.

    Bila dikaitkan dengan manajemen, sangatlah berkaitan dengan organisasi dan pekerjanya yaitu perihal permasalahan yang diakibatkannya, yang semakin komplek seiring dengan berjalannya waktu.
    Oleh karena itu, etika sebagai ilmu, mengalami perkembangan berupa etika terapan.
    Etika profesi sebagai etika terapan inilah yang membahas tentang norma aturan dan moral yang disepakati bersama dalam suatu organisasi tersebut, secara hitam diatas putih.

    Dari review, dapat disimpulkan bahwa etika dan moral bergaris lurus dengan berjalannya waktu dan perkembangan ilmu-teknologi. Karena ilmu dan teknologi memiliki sifat ambivalensi bagai dua sisi koin yang tak terpisahkan, yaitu tidak hanya memberikan sesuatu yang positif tetapi juga hal negatifnya akan mengiringi, yang menimbulkan masalah-masalah komplek.
    Etika sebagai moral dan refleksi inilah yang mengatasi permasalahan-permasalahan komplek tersebut secara intelektual.

  9. 10 Haposan Simatupang February 20, 2017 at 4:23 am

    Selamat pagi Bapak Dr Adie , saya Haposan Simatupang S3 -A8 073116015 Program Pascasarjana Unpak.
    Saya setuju bapak, bahwa Etika dan Moral merupakan sesuatu yang harus kita pahami dan kita renungkan serta kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari termasuk dalam menunjang karir kita sebagai staf pengajar. Fenomena yang ada di Komunitas pendidikan , seringkali menyatakan berulang ulang tentang Etika dan Moral namun sebagian kecil mereka belum memahaminya secara ontologi, epistomologi dan aksiologi dimana Filsafat Moral tidak dapat dipisahkan dari Etika. Kasus yang pernah saya alami pada waktu perkenalan dengan mahasiswa , didepan kelas saya menyatakan bahwa modal saya Mengajar adalah Moral, namun menariknya tanpa saya jabarkan kelihatannya mahasiswa sudah paham , namun secara terpisah saya merasa malu, karena Moral yang saya maksud belum dapat saya laksanakan secara maksimal. Namun demikian setelah membaca Artikel bapak ” Landasan Etika dan Moral” saya tertantang untuk lebih mendalami Etika dan Moral , yang berisikan aspek (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal. Demikian saya akan membaca , memikirkan dan mempraktekkan Etika dan Moral dalam berkehidupan sehari-hari. Terimakasih

  10. 11 ZAENAL ABIDIN February 22, 2017 at 10:43 am

    Asalamualaikum,,,,
    Nama : Zaenal Abidin
    Prodi : Manajemen Pendidikan
    Kelas : A9
    NPM : 073116030

    1. Etika deskriptif
    Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
    2. Etika normativeMembahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini:
    3. Etika Umum
    Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral.
    4. Etika khusus
    Etika yang terdiri dari etika sosial, etika individu & etika terapan, pengertiannya yaitu:
    • Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial & hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
    • Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
    • Etika terapan adalah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
    Dengan demikian moral dan etika memiliki perbedaan, tolak ukur yang dipakai dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia yaitu adat istiadat, kebiasaan, dll. yang berlaku di masyarakat. Etika & moral sama artinya tetapi pemakaiannya dalam sehari-hari terdapat sedikit perbedaan. Moral digunakan untuk perbuatan yang sedang di nilai. Sedangkan etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.
    Tadi itulah pengertian moral dan etika serta perbedaanya, yang di kutip dari berbagai sumber. Semoga dapat bermanfaat banyak bagi kamu khususnya dalam menambah ilmu pengetahuan.

  11. 12 mikael ajis February 24, 2017 at 5:05 am

    Tanggapan terhadap artikel “Landasan etika dan moral”.
    Oleh: Mikael ajis, NIM: 0731 16028
    Mahasiswa PPs S3 Manajemen Pendidikan UNPAK Kelas A8

    Cabang filsafat yang mempelajari nilai-nilai yang mencakup hakikat nilai, kriteria nilai, metafisika nilai, jenis-jenis nilai adalah aksiologi. Jenis-jenis nilai yaitu etika dan moral serta estetika. Etika membahas ilmu kesusilaan, sedangkan moral yang memuat dasar untuk berbuat susila, Sedangkan moral menunjukkan pelaksanaannya dalam kehidupan sehara-sehari.
    Di dalam suatu organisasi, etika dan moral menjadi landasan utama bagi suatu anggota organisasi dalam bekerja, beberapa pakar berpendapat bahwa etika dalam bekerja merupakan sikap yang diambil berdasarkan tanggung jawab moralnya yaitu: (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerja sama, (8) jujur, (9) loyal.
    Hal ini di tentukan oleh adanya kode etik di setiap organisasi profesi, di antara nya kode etik guru/dosen. Kode etik guru adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. Nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh di laksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, serta pergaulan sehari-hari di dalam dan di luar sekolah. Kode etik guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat, mulia, dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. Kode etik guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik, orang tua/wali siswa, sekolah dan rekan seprofesi, organisasi profesi, dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial, etika, dan kemanusiaan.
    Namun dalam pelaksanaan nya dalam suatu organisasi sering kali anggota suatu organisasi melanggar kode etik yang berlaku dalam suatu organisasi tersebut sehingga seringkali orang tersebut mendapatkan sanksi moral dari dalam organisasi tersebut terlepas dari sanksi hukum positaf yang berlaku dalam suatu negara

  12. 13 Tuti agiawati February 28, 2017 at 7:38 am

    Tuti agiawati
    NPM073116051
    PPs S3 A8 UNPAK

    Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.
    Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
    Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. etika adalah cabang dari aksiologi, yaitu ilmu tentang nilai, yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral.

    Etika sebagai filsafat, berarti mencari keterangan yang benar, mencari ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk bagi tingkah laku manusia. Serta mencari norma-norma, ukuran-ukuran mana susial itu, tindakan manakah yang paling dianggap baik. Dalam filsafat, masalah baik dan buruk (good and evil) dibicarakan dalam etika. Tugas etika tidak lain berusaha untuk hal yang baik dan yang dikatakan buruk. Sedangkan tujuan etika, agar setiap manusia mengetahui dan menjalankan perilaku, sebab perilaku yang baik bukan saja bagi dirinya saja, tetapi juga penting bagi orang lain, masyarakat, bangsa dan Negara, dan yang terpenting bagi Tuhan yang Maha Esa.

    Etika moral ini terwujud dalam bentuk kehendak manusia berdasarkan kesadaran, dan kesadaran adalah suara hati nurani. Dalam kehidupan, manusia selalu dikehendaki dengan baik dan tidak baik, antara benar dan tidak benar. Dengan demikian ia mempertanggung jawabkan pilihan yang telah dipilihnya itu. Kebebasan kehendak mengarahkan manusia untuk berbuat baik dan benar. Apabila manusia melakukan pelanggaran etika moral, berarti dia berkehendak melakukan kejahatan, dengan sendirinya berkehandak untuk di hukum. Dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, nilai moral dijadikan dasar hukum positif yang dibuat oleh penguasa.

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral.
    Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.
    Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dsb. Jadi, kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.

    Persoalan moralitas hanya relevan apabila dikaitkan dengan manusia seutuhnya. Menurut Driyarkara (1969), manusia seutuhnya adalah manusia yang memiliki nilai pribadi, kesadaran diri dan dapat menentukan dirinya dilihat dari setiap aspek kemanusiaan. Tidak semau perbuatan manusia dapat dikategorikan dalam perbuatan moral. Perbuatan itu bernilai moral apabila didalamnya terkandung kesadaran dan kebebasan kehendak pelakunya. Kesadaran adalah suara hati dan kebebasan kehendak berdasarkan kesadaran.
    Tugas kita sebagai orang tua di rumah guru di sekolah dan masyarakat mempunyai etika dan moral yang baik dn menjadi role model untuk generasi penerus bangsa . etika dan moral sangat mudah diucapkan walupun dalam kegiatan sehari haro bsnysk faktor yng mempengaruhi etika dn morl kita termasuk prilaku orang –orang di sekeliling kita Smoga kita daapat berpegang teguh terhadap etika dan moral yang kita tampilkn dalam perbuatn sehari-hari khususnya umat Islam kembali kepada pedomannya yaitu Alquran dan hadist

  13. 14 sara sahrazad March 3, 2017 at 12:45 am

    Sara Sahrazad, S.Psi., M.Si.
    NPM: 073116044
    Kelas: S3A9 Unpak

    Etika adalah kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada) dan dibagi menjadi dua kelompok. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.

    Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral. Etika dalam hubungannya dengan filsafat dapat dipahami bahwa istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktifitas manusia dengan nilai ketentuan baik atau buruk. Dalam etika biasanya dibedakan antara etika deskriptif dan etika normatif. Etika deskriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran-kesadaran dan penngalaman moral secara deskriptif sedangkan Etika normatif dipandang sebagai suatu ilmu yang mengadakan ukuran atau norma yang dapat dipakai untuk menanggapi menilai perbuatan.

    Etika filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis, metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma susila atau dari sudut baik atau buruk. Dari sudut pandang normatif, etika filsafat merupakan wacana yang khas bagi perilaku kehidupan manusia, dibandingkan dengan ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia.

    Etika filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusia yaitu menganai kewajiban manusia, perbuatan baik buruk dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia. Banyak perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik atau buruk, tetapi tidak semua perbuatan yang netral dari segi etikanya. Contoh, bila di pagi hari saya menganakan lebih dulu sepatu kanan dan kemudian sepatu kiri, perbuatan itu tidak mempunyai hubungan baik atau buruk. Boleh saja sebaliknya, sepatu kiri dulu baru kemudian sepatu kanan. Cara itu baik dari sudut efisiensi atau lebih baik karena cocok dengan motorik saya, tetapi cara pertama atau kedua tidak lebih baik atau lebih buruk dari sudut etika. Perbuatan itu boleh disebut tidak mempunyai relevansi etika.

    manusia mempunyai perasaan etika yang tertanam dalam jiwa dan hati sanubarinya. Orang merasa bahwa ia mempunyai kewajiban untuk menjauhi perbuatan buruk dan menjalankan perbuatan baik

  14. 15 Messiah Prasnavidya March 5, 2017 at 9:02 am

    Etika merupakan cabang aksiologi yang pada pokoknya membicarakan masalah predikat-predikat nilai ‘betul’ (‘right’) dan ‘salah’ (‘wrong’) dalam arti ‘susila’ (‘moral’) dan ‘tidak susila’ (‘immoral”). Etika sebagai ilmu pengetahuan dapat berarti penyelidikan mengenai tanggapan-tanggapan kesusilaan. Etika menunjuk pada pemikiran atau refleksi kritis dan sistematik mengenai moralitas. Moral diartikan sebagai perilaku manusia dan norma-norma yang dipegang masyarakat. Moral dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai yang ada.

    Etika dan moral dipandang sebagai tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, persahabatan, hubungan dengan orang tua, saudara, serta hubungan berbangsa dan bernegara. Jujur dan berkata benar merupakan conduct atau acuan berperilaku baik dan terpuji; Mencari yang indah, logis, dan fungsional merupakan merupakan upaya pencarian practical values atau nilai praktis; Sikap patriotik, demokrat, dan solider merupakan virtues atau watak-watak pribadi terpuji; Berjuang untuk keadilan, untuk kebenaran merupakan perjuangan mempertahankan living values atau nilai-nilai moral kehidupan manusia.

    Etika dan moral menjadi landasan yang kuat dalam membangun hubungan kerja yang harmonis dan dinamis. Penerapan etika dan moral dalam bekerja di organisasi menunjang keselarasan sistem kerja melalui cara kerja yang transparan, beretika, jujur, adil, mandiri, dan bertanggungjawab. Keharmonisan hubungan kerja akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan manajemen yang kuat. Etika dan moral yang baik akan bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, dunia kerja, dan organisasi.

  15. 16 maria cleopatra March 17, 2017 at 12:06 pm

    Nama: Maria Cleopatra S.Kom., M.Pd.
    NPM:073116024
    Kelas: S3A9 UNPAK

    Menurut saya Etika dan Moral

    Etika adalah suatu ilmu bukan sebuah ajaran

    K.Bertens (1993;6-7)

    Etika adalah merupakan sebuah ilmu bukan sebuah ajaran
    Nilai/norma moral yg menjadi pegangan bagi seseorang/kelompok dlm mengatur tingkah lakunya/aturan adat tertentu
    Ilmu ttg yg baik & yg buruk (filsafat moral) bersifat relatif

    Etika ≈ Moral
    Moral = mos (Latin)/jamak=mores =adat kebiasaan/cara hidup
    Moral lebih kepada rasa dan karsa manusia dalam melakukan segala hal dalam kehidupannya
    Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati etika, perbuatan yg sdg dinilai

    Etika adalah salah satu bagian dari cabang filsafat tetapi mengenai moral sehingga juga filsafat moral. Sebagai filsafat moral. Etika menyelidiki perbuatan baik dan buruk, benar dan salah berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan dalam kehendaknnya. Sebagai obyek ilmu pengetahuan telaah etika adalah moral sehingga yang dimaksud denganmoral adalah keseluruhan norma yang berbentuk perintah dan larangan yang mengatur perilaku manusia dan bermasyarakat dimana manusia itu berada. Sedangkan ciri moral adalah mengandalkan kesadaran manusia, manusia dibentuk oleh moral. Dimensi lain yang ditelaah etika adalah kecenderungan batin sebagau sumber perbuatan dan tujuan perbuatan dengan demikian dapat diketahui keadaan moral perilakunya.
    Sebagai ilmu pengetahuan filsafat moral, etika menelaah tujuan hidup manusia yaitu, kebahagian, kebahagian dimaksud adalah kebahagian sempurna yang memuaskan manusia,baik jasmani maupun rohani dari dunia samapi ke akhirat melalui kebenaran filosofis, kebahagiaan sempurna adalah tujuan akhir manusia.

  16. 17 Ronal Janti Exaudi Siregar March 22, 2017 at 5:11 am

    Salam Damai Sejahtera,
    Nama : Ronal Janti Exaudi Siregar
    Prodi : Manajemen Pendidikan
    Kelas : S3-A9
    NPM : 073116043
    Program Pasca Sarjana Unpak

    Salam damai sejahtera Bapak Dr. Adie, Saya Ronal Janti Exaudi Siregar, Program Pascasarjana UNPAK.
    Jika saya mencoba masuk kepada pembahasan untuk setiap gagasan yang ada, menurut saya gagasan yang diajukan Bapak cukup logis dan teratur. Awalnya saya bertanya, “apa yang membuat penulis berani mengkaitkan etika, yang biasanya normatif dengan realitas atau sesuatu yang baik dalam kehidupan sehari-hari?”. Jika dalam pembahasan ini disebutkan, bahwa etika merefleksikan perilaku dari individu seseorang sesuai dengan moral dan standar norma yang berlaku, atau juga disebutkan bahwa pada dasarnya seseorang bertanggungjawab atas perilaku sosial di masyarakat yang seharusnya dilandasi oleh moral yang berlaku di masyarakat, lalu saya bertanya kembali, yaitu “apakah masyarakat yang dimaksud disini adalah yang sehat saja atau juga berlaku bagi mereka yang mengidap suatu penyakit khusus, seperti epilepsi misalnya?”.
    Saya bertanya demikian karena jika etika dan moral dihubungkan satu dengan yang lainnya, tentu dapat dikatakan bahwa etika dan moral memiliki objek yang sama, yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia selanjutnya ditentukan posisinya apakah baik atau buruk. Tapi, dalam beberapa hal antara etika dan moral mungkin memiliki perbedaan. Penentuan nilai perbuatan manusia baik atau buruknya pada etika menggunakan sumber atau tolak ukur akal pikiran atau rasio, sedangkan tolak ukur moral yang digunakan mungkin hanya sebatas norma-norma yang tumbuh kembang dan berlaku di masyarakat. Tentunya ini akan membuat etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam konsep-konsep, sementara moral berada dalam dataran realitas yang muncul dalam tingkah-laku yang berkembang di masyarakat. Sehingga dari pernyataan tersebut, saya melihat perbedaan yang terjadi antara etika dan moral yaitu pada sifat dan kawasan pembahasannya. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis, maka pada moral lebih banyak bersifat praktis. Saya melihat kesadaran moral berhubungan dengan hati nurani sehingga moral lebih mengacu kepada nilai atau sistem hidup yang diberlakukan dan dilaksanakan oleh masyarakat. Nilai atau sistem hidup ini tentu diyakini oleh masyarakat sesuatu yang memberikan harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman.
    Melihat dalam tulisan Bapak yang menyebutkan, bahwa etika dalam bekerja merupakan sikap yang diambil berdasarkan tanggung jawab moralnya, yaitu: (1) kerja keras, (2) efisiensi, (3) kerajinan, (4) tepat waktu, (5) prestasi, (6) energetik, (7) kerjasama, (8) jujur, (9) loyal. Saya melihat dari fungsi dan peranannya, bahwa etika, moral, susila dan akhlak sama, yaitu menentukan hukum atau nlai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik atau buruknya. Semua istilah itu sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai, dan tentram sehingga lahirlah damai sejahtera baik itu secara batiniah maupun lahiriah (baik itu pada individu sehat atau pun menderita penyakit khusus sekalipun). Demikianlah saya membaca dan merenungkannya, semoga hal ini (etika dan moral) bisa terpraktekkan dalam kehidupan yang nyata disetiap harinya, tanpa memunculkan stigma negatif dalam menjalin suatu hubungan di masyararakat yang majemuk. Terimakasih.

  17. 18 Mardiana April 23, 2017 at 2:10 pm

    Nama : Mardiana
    Kelas : S3E4
    Jurusan: Manajemen Pendidikan
    PascaSarjana Universitas Pakuan Bogor 2017

    Assalamualaikum WW…

    Menurut pendapat saya berkaitan dengan topik Landasan Etika dan Moral, bila kita membandingkan pengertian etika dan moral, maka kita akan menemukan persamaan arti dari keduanya, artinya satu sama lain memiliki keterkaitan yang hampir tidak bisa dipisahkan, walaupun terdiri dari dua kata berbeda “etika dan moral”. Dimana antara etika dan moral sama membicarakan tentang bagaimana seharusnya seseorang bertingkah laku, sehingga akan dapat dinilai baik buruk dan benar atau salah dari perbuatan seseorang tersebut. Sedangkan perbedaannya terletak pada tolak ukur yang dipakai. Moral mengukur tingkah laku manusia, seperti: adat istiadat, kebiasaan dsb nya yang berlaku di masyarakat atau digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai. Sedang etika digunakan untuk sistem nilai yang ada.

    Menurut K. Berten (Makawimbang, 2012: 199) mempertajam makna, Etika adalah: “Etika merupakan nilai dari norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengukur tingkah lakunya” .

    Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang jawa, etika agama Islam, etika agama Budha dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika disini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisa berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. Etika merupakan kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik. Contoh: kode etik jurnalistik.Etika merupakan ilmu tentang baik atau buruk.

    Berdasarkan keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa etika adalah aturan dan norma yang mengatur bagaimana seharusnya manusia itu bertingkah laku agar dapat dinilai baik buruknya. Etika juga merupakan cabang filosofis yang berurusan dengan prinsip-prinsip bertindak benar.

    Sedangkan Moral menurut Saifullah (2012:110) adalah: “Dari segi etimologi, moral berasal dari kata mores (bahasa Latin) yang berarti dapat kebiasaan atau cara hidup.” Lebih lanjut Makawimbang (2012:125) mendefinisikan bahwa: “Moral adalah keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

    Manusia sebagai khalifah dan pemimpin minimal bagi dirinya sendiri berkewajiban memiliki etika dan moral yang baik sebagai kepribadian nya yang akan menjadi karakter yang baik pula dalam setiap pekerjaan nya sehingga berlaku arif dan melahirkan rasa tanggungjawab dalam diri nya terhadap apa yang diperbuatnya.

  18. 19 yono April 26, 2017 at 4:50 am

    Nama : Daryono
    Kelas : S3E4
    NPM : 073116055
    Jurusan : Manajemen Pendidikan

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    YTH: Dr. Adie Erar Yusuf, MA.
    Seperti yang Bapak sampaikan bahwa moral dan etika tidak lepas dari tatanan kehidupan sosial. Keberadaan moral dan etika pun saling berkaitan. Etika dan moral , mengacu pada salah satu definisi “moral principles that govern a person’s behavior or the conducting of an activity .”, dasar dari etika dan moral akan mengarahkan individu dalam berperilaku dan dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan demikinan bisa disimpulkan betapa pentingnya etika dan moral pada setiap individu. Di sini jelas bahwa salah satu pembeda perilaku individu adalah moral yang dia miliki. Keberadaan moral dan etika pada individu akan membimbing dia untuk mampu membedakan mana yang benar dan yang salah, yang pantas dan yang tidak.
    Sekalipun domain moral berbeda di setiap kultur ataupun individu, namun secara umum nilai-nilai moral tetaplah universal. Mengutip dari tulisan Bapak, pendapat dari Robert Kreitner dan Angelo Kinicki (2010) bahwa: Ethics involves the study of moral issues and choices. It is concerned with right versus wrong, good versus bad, and the many shades of gray supposedly black-and white issues. Moral implication spring from virtually every decision, both on and of the job.
    Berhubungan dengan dunia pekerjaan maka 9 nilai yang bapak sampaikan akan sangat menentukan bagaimana kualitas individu di lingkungan kerja:
    (1) kerja keras,
    (2) efisiensi,
    (3) kerajinan,
    (4) tepat waktu,
    (5) prestasi,
    (6) energetik,
    (7) kerja sama,
    (8) jujur,
    (9) loyal.
    Nilai jujur, rajin, kerja keras, sangatlah universal. Baik sebagai individu maupun dalam kapasitas pekerja, nilai-nilai tersebut sangat dijunjung tinggi.
    Terakhir, nilai tanggung jawab individu terhadap dirinya dan terhadap lingkungan di mana dia bekerja akan menjadi rangkuman dari etika dan moral yang dia miliki.
    Terima kasih

  19. 20 Murniwati May 4, 2017 at 9:32 am

    Nama : Murniwati
    Kelas : S3E4
    NPM : 073116035
    Jurusan : Manajemen Pendidikan

    Asalamua’laikum,

    Menanggapi artikel Bapak Adie tentang Landasan Etika dan Moral, saya sangat setuju sekali, dan sebagai seorang yang berkecimpung di dunia pendidikan sebaiknya kita semua ikut memikirkan dan ikut andil dalam implementasi dilapangan.
    Menurut saya pokok atau akar permasalahan yang terjadi di Negara kita sekarang ini seperti : mengapa sering terjadi kriminal dimana-mana, demo buruh, mendemo pejabat, terjadi korupsi, dll.
    Salah satu penyebabnya berawal dari landasan etika dan moral yang belum tertanam kuat didalam diri generasi penerus bangsa kita, sehingga perlu dibuatkan mekanisme dan sistem pendidikan yang berhubungan dengan hal tersebut.
    Kurikulum yang menjadi dasar acuan pembelajaran harus mengandung dan menerapkan etika dan moral. Pendidikan karakter bukan menjadi sebuah kurikulum unggulan atau tambahan bagi sekolah-sekolah tertentu tetapi merupakan keharusan untuk semua sekolah dan semua jenjang pendidikan.
    Dengan demikian karakter akan terbentuk untuk semua individu di bangsa kita disetiap generasi.
    Apabila karakter sudah terbentuk maka hal-hal yang buruk diatas dengan sendirinya tidak akan terjadi dan kita akan menjadi bangsa yang bermartabat dan beradap.
    Demikian tanggapan saya semoga dapat diterima dan dapat menginspirasi kita semua untuk bergerak memajukan pendidikan bangsa Indonesia.

  20. 21 R Agus Sriyanta May 5, 2017 at 7:56 am

    R Agus Sriyanta
    kelas. A9
    NPM. 073116041

    Kata Etika berasal dari bahasa yunani kuno ethikos yang berarti kebiasaan, sedangkan Moral berasal dari bahasa latin Moralitas yang berarti tindakan manusia yang mempunyai nilai positif, sehingga antara etika dan moral menjadi kata yang saling berkaitan kalau dihubungkan dalam suatu tindakan atau misi institusi kususnya institusi pendidikan, saya akan mencoba menyoroti etika dan moral dari sisi pendidikan atau sekolah
    Pada dasarnya tugas sekolah atau pendidikan ada dua, pertama adalah menjadikan siswa cerdas dan yang kedua adalah merubah sikap dan perilaku. Kalau kita kaitkan dengan tugas pendidikan yang kedua yaitu merubah sikap dan perilaku ini tidak terlepas dari membangun atau memperbaiki etika dan moral siswa yaitu membangun kebiasaan yang baik yang mempunyai nilai positif, sehingga menurut saya untuk membangun etika dan dan moral yang baik dibutuhkan 3 langkah:
    Pertama adalah membangun kesadaran, implementasinya adalah menyadarkan peserta didik atau anggota organisasi pentingnya berbuat baik, pentingnya belajar untuk masa depan mereka, pentingnya menghormati Orang tua, pentingnya menghormati tetangga, pentingnya berbagi, tidak mengambil hak orang lain atau mencuri dan lain sebagainya.

    Kedua adalah membangun pola pikir, pola pikir yang bagaimana tentu saja pola pikir yang sesuai dengan identitas yang dikembangkan oleh sekolah / organisasi masing masing, misalnya sekolah yang mengembangkan konsep pendidikan Islam maka pola pikir yang dikembangkan adalah pola pikir yang Islami dan Qur’ani, seluruh pemikiran dan perilaku peserta didiknya harus mengacu pada ajaran agama islam berdasarkan Qur an dan Hadist, yaitu pola pikir yang toleran, selalu berbuat baik, suka berbagi, selalu menghormati orang tua, menghormati orang lain, disiplin dan lain sebagainya,
    Ketiga adalah membangun konsistensi / Istikomah, hal hal yang baik selalu dilakukan berulang ulang dan konsisten, misalnya mewajibkan siswa atau anggota organisasi untuk selalu mengucap salam pada saat bertemu, tersenyum, menyapa, mebiasakan membuang sampah pada tempatnya, membiasakan sholat tepat waktu, datang sekolah atau kerja tepat waktu dan lain sebagainya,
    Dari uraian singkat diatas menurut saya etika dan moral merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, caranya bagaimana ? caranya adalah dengan membangun Kesadaran, membangun pola pikir dan membangun konsistensi dalam berbuat baik atau tindakan yang bernilai positif secara terus menerus dan Konsisten agar etika dan moral yang baik terpatri dalam diri pesereta didik atau siswa.

    R Agus Sriyanta

  21. 22 Nixon May 9, 2017 at 11:22 pm

    Nama : Nixon
    Kelas:S3 – E4
    NPM:073116036

    Setiap masyarakat mengenal nilai-nilai etis dalam masyarakat dan norma-norma etis. Dalam masyarakat homogen dan agak tertutup, kemudian juga masyarakat tradisional, nilai-nilai dan norma nyaris tidak dipersoalkan. Nilai-nilai dan norma dalam masyarakat tradisional nyaris tinggal implisit saja, kemudian setiap saat menjadi eksplisit.
    Jika kita memandang ke dunia modern ada tiga ciri yang menonjol. Pertama kita melihat adanya pluralisme moral. Dalam masyarakat-masyarakat yang berbeda sering melihat nilai dan norma yang berbeda pula. Bahkan masyarakat yang sama bisa ditandai oleh pluralisme moral.Kedua sekarang banyak masalah etis baru yang dulu tidak terduga. Ketiga, dalam dunia modern tampak semakin jelas juga suatu kepedulian etis yang universal.
    Sebagai penerapan moral dalam dunia ilmu pengetahuan bisa kita lihat dalam pandangan seorang ilmuwan. Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penelitiannya dipergunakan untuk menindas bangsa lain meskipun yang mempergunakan itu adalah bangsanya sendiri. Sejarah telah mencatat bahwa para ilmuwan bangkit dan bersikap terhadap politik pemerintahnya yang menurut anggapan mereka melanggar asas-asas kemanusiaan. Ternyata bahwa dalam soal-soal yang menyangkut kemanusiaan para ilmuwan tidak pernah bersifat netral. Mereka tegak dan bersuara sekiranya kemanusiaan memerlukan mereka. Suara mereka bersifat universal mengatasi golongan, ras, sistem kekuasaan, agama, dan rintangan-rintangan lainnya yang bersifat sosial.
    Pilihan moral kadang-kadang memang getir sebab tidak bersifat hitam atas putih. Diperlukan landasan moral yang kukuh untuk mempergunakan ilmu pengetahuan secara konstruktif.

  22. 23 Martinus Gea May 11, 2017 at 1:22 pm

    Nama : Martinus Gea
    Kelas : S3 – E4
    NPM ; 073116025
    Prodi : Manajemen Pendidikan
    Program Pasca Sarjana UNPAK Bogor

    Salam…….!
    Secara pribadi saya sangat tertarik artikel Bapak DR. Adie E. Yusuf, M A. Tentang Landasan Etika dan Moral. Bicara tentang Etika dan moral tak akan terpisahkan saling melengkapi, walaupun memiliki arti yang berbeda.
    Etika adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat peran lain, kehendak pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk. Jika pengertiam Etika dan Moral tersebut dihubungkan satu dengan yang lainnya, kita dapat mengatakan bahwa antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya ditentukan posisinya baik atau buruk. Namun demikian dalam hal etika dan moral memiliki perbedaan, dengan demikian tolok ukur yang digunakan dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan dan lainnya yang berlaku ditengah-tengah masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai untuk system yang nilai yang ada. Teori moral mencoba memformulasikansuatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik.
    Bila dilihat dari sumber dan sifatnya, ada moral keagamaan dan moral Sekuler. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang, sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki dibidang moral. Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pada ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata. Bagi kita umat beragama, tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler.
    Etika berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai fisafat moral, etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlakutentang apa yang benar atau salah, baik atau buruk, yang secara umum dapat dipakai sebagai perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi kehidupan manusia. Moral diartikan mengenai apa yang dinilainya seharusnya oleh masyarakat, dan etika dapat diartikan sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. Oleh karena itu etika profesi khususnya pendidik Guru dan Dosen sebagai ujung tombak dalam menanamkan moral dan etika kepada siswa dan mahasiswa sebagai generasi penerus dan sesuai dengan Tujuan pendidikan Nasional
    Amin…..!

  23. 24 Anna Budiatmi May 12, 2017 at 2:28 pm

    Anna Budiatmi
    S3.E4
    NPM: 073416007
    Program Pasca Sarjana UNPAK Bogor

    Salam Hormat kami,
    Setelah membaca artikel Bapak tentang Landasan Etika dan Moral, kami akan memberikan komentar tentang pentingnya Landasan Etika dan Moral dalam suatu organisasi.

    Etika dan Moral adalah dua kata yang saling berhubungan , ketika berbicara etika tidak lepas dari kata moral. Etika bisa dikatakan sebagai tindakan yang sadar dan disengaja sedangkan moral adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan atau keburukan secara lahiriah atau kelihatan dari yang sebenarnya. Ukuran tindakan yang dilakukan itu dibutuhkan suatu alat ukur yaitu moral. Jadi keduanya saling terkait. Etika dan Morak keduanya membiarakan mengenaik bagaimana seharusnya seorang bertingkah laku, sehingga akan dinilai baik, buruknya dan benar atau salahnya dan moral sebagai tolak ukurnya.
    Dalam suatu organisasi kedua hal tersebut sangat diperlukan sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Etika memberikan tuntunan dan panduan bagi pemimimpin organisasi dalam menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai pemimpin serta bertingkah laku dan bermoral pemimpin. Pemimpin organisasi diharapkan dapat memperlakukan para anggota organisasi dengan baik, tidak bias dan tidak memihak. Keberhasilan memimpin organisasi diperlukan moral kepemimpinan, yang terkait dengan baik , tidak baiknya suatu tindakan, sikap dan tingkah laku seorang manusia, serta tindakan, sikap dan tingkah laku tersebut dapat diterima oleh semua orang sebagai suatu yang baik dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.Oleh sebab itu seseorang yang ingin menjadi pemimpin yang baik dan berhasil harus memiliki moral kepemimpinan.Dengan demikian moral kepemimpinan juga menjadi salah satu penentu atau prasyarat kualitas seorang pemimpin agar berhasil dalam menggerakkan pembangunan di segala bidang kehidupan, terutama pendidikan. Etika dan Moral yang baik adalah kunci kesuksesan seorang pemimpin dalam memimpin suatu organisasi , terutama organisasi pendidikan.

  24. 25 suparmanto, Mahasiswa : S3.e4 unpak bogor NPM;073116054 May 13, 2017 at 8:19 pm

    Wawasan keilmuan dalam khasanah pendapat para tokoh filsafat. Etika (bahasa yunani kuno; ethikos artinya timbul dari kebiasaan)” adalah dimana dan bagaimana cabang utama filsafat mempelajari nilai atau kualitas menjadi studi untuk mengenal standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab. St.John of Damascus abad ke 7 Masehi, menempatkan etika didalam kajian filsafat praktis (practical philosophy). Secara methodologis, tidak semua hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagi etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Etika sebagai suatu ilmu, obyek dari etika adalah tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Etika dibagi tiga; meta etika, etika normatif, dan etika terapan. 1. meta etika = studi konsep etika, 2.etika normatif = studi penentuan nilai etika, 3. etika terapan = studi penggunaan nilai etika.
    Moral dalam bahasa latin adalah moralitas. Istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lain pada tindakan memiliki nilai positif.
    Dictionary the moral of story is the lesson that story teaches about own to behave in the world. Moral comes from the latin mores, for habits the supposed to teach you how to be a better person. if moral used as an adjective, it means good, or ethical. if you have strong moral character, you are a good member society. In dictionary data web; vocabulary.com dictionary moralitas dalam pendapat ilmuwan filsafat agama buddha Sidharta Gautama; moral adalah sebuah sikap perilaku seseorang yang di lakukan secara sadar ataupun tidak sadar namun memberikan akibat bagi diri sendiri ataupun bagi banyak orang. jika ditinjau dari dampaknya adalah berhubungan dengan sebuah kondisi antara baik dan atau buruk bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain secara individu, kelompok kecil, kelompok menengah, dan kelompok luas yang tidak hanya sebatas antar manusiua saja, namun juga berdampak pada makhluk hidup lain dan lingkungan serta alam semesta ini. Solusinya menurut tokoh filsafat buddha gautama tersebut adalah seseorang harus berlatih dalam sebuah aturan yang berdamapak pada proses terbentuknya etika dan moral atau akhlak manusia dalam segala aktivitas hidupnya diantara yang lain pada alam kehidupan ini. Pada pelajaran buddha landasan bentukan etika moral itu adalah lima aturan dasar hidup dengan % latihan kemoralan hidup. Apakah itu?
    1.Aturan berlatih diri untuk tidak melakukan pembunuhan makhluk hidup. Kenapa kata buddha, hidup itu adalah milik dari orang yang melindungi hidup bagi setiap makhluk di kehidupan alam semesta ini. Pendalamannya agar bisa menjalankan aturan SILA / moaralitas ini, harus berlatih mengembangkan cinta kasih pada sesama makhluk hidup disetiap aktivitas hidupnya. Jika seseorang bisa melakukan ini, sudah pasti hidupnya bahagia.
    2.Aturan moral tidak mencuri sesuatu apapun milik orang lain yang tidak diberikan atau tanpa seijin pemiliknya. Artinya apa mengkondisikan sikap perilaku moralitas kasih sayang pada sesama, kenapa jikalau seseorang itu, memilik suatu benda yang sangat di sayang kemudian hilang, dia akan mengalami kegalauan, sedih, menderita, bahkan bisa timbul kemarahan. Suatu ketika, jika si pemilik barang ini, menemukan barangnya dicuri oleh si A, maka akan sangat marah, benci dan bahkan tidak sekedar tuduhan saja. Bisa saja si pemilik benda itu melakukan kekerasan, makian.
    3.Aturan moral tidak melakukan perbuatan Asusila pada lawan jenis yang bukan muhrimnya atau yang bukan hak milik sahnya. Jika hal ini dilakukan, kerugian dan penyesalan didapati namun sesal menyesal datang setelah semua terjadi, kenapa tidak sebelum terjadi menyesal lebih dahulu? Seseorang bermopral dan bijaksana, tentu akan sangat menjaga sikap moral kepribadian demikian, jikalau sudah bersuami beristri sumpah dan janji setia tidak akan dinodai dengan berbuat Asusila. Jika kesetiaan itu, dinodai tentu kerugian pada tidak dihargai dan tidak dipercaya oleh pasangannya pasti akan terjadi dan keluarga tidak bahagia lagi.
    4.Aturan moral untuk tidak berbicara bohong, berbicara memfitnah, berbicara penuh kebencian pada orang lain. Kenapa hal ini menjadi sebuah pelatihan hidup, karena pada dasar sekali setiap manusia tidak akan terima mendapat perlakuan seperti demikian. Oleh karenanya, dalam pelatihan moral ini untuk selalu ELING berbicara dengan penuh welas asih, kasih sayang dan cinta pada sesama. Hukum tanam tuai, jika kita menanam kata bicara baik penuh kasih sayang, akibatnya adalah mendapatkan perlakuan baik, kasih sayang dan welas asih juga sebagai hasilnya.
    5.Aturan moral tidak bermabuk-mabukan seperti minuman keras berakhohol, ataupun menggunakan obat obatan memabukkan Narkoba.
    Kenapa sebagai latihan yang harus dipahami untuk menjadi landasan seseorang menjadi beretika dan bermoral. Karena memahami suatu barang memang sudah diciptakan untuk memilik khasiat seperti itu, maka manusia bermoral paham tentang akibat dan dampak bagi tubuh dan mental kebatinannya akan buruk bahkan kecanduan sakit. Seseorang yang telah menjadi korban demikian sakit bagaimana akan bisa memberikan kasih sayang pada keluarga dan anak anaknya, mengurus diri sendiri saja gagal. Jika hal demikian dilatih secara mendalam dipastikan hidup seseorang akan damai, tenteram dan bahagia, dan bahkan menjadi orang yang dikatakan beretika dann bermoral berakhlak tinggi.
    Demikan komentar saya sekilas semoga memberikan sebuah wawasan lebih berarti pada pembaca.

    Referensi
    K.berteens, 2000, Etika, Jakarta Gramedia Pustaka Utama, p.25
    Eka Darmaputera, 1978, Etika Sederhana untuk Semua: Perkenalan Pertama, Jakart: BPK Gunung Mulia,p.94.
    Paul L. Lehmann, 1963, Ethicsin a Christian Context, New York:Harpercamp;Row Publish, p.25.
    A.B.Jongeneel,1980, Hukum Kemerdekaan, Jilid 1, Jakarta: BPK Gunung Mulia, p.15-16.

    Suparmanto bhiksu, S3,E4 Program Pascasarjana UNPAK BOGOR 2017.

  25. 26 Rifa Ariani May 18, 2017 at 12:50 pm

    Nama : Rifa Ariani Se, AK, M.pd
    NIM : 073116042)
    Kelas : S3E4

    Selamat malam,

    Menanggapi artikel dan beberapa ulasan tentang Etika dan moral yang ada dalam blog ini, saya pribadi sangat setuju dengan beberapa pendapat yang mengutarakan bahwa etika dan moral adalah suatu yang sangat penting, sangat mendasar untuk diperkenalkan dan diterapkan kedalam tatanan kehidupan seluruh bangsa kita. Dimana etika dan moral ini adalah menjadi tanggung jawab dari semua pihak, baik dari lingkungan yang terkecil yaitu tanggung jawab kedua orang tua sampai dengan lingkungan yang terbesar yaitu tanggung jawab Kepala Negara dan wakilnya.

    Disini system pendidikan ikut andil dalam pembentukan etika dan moral yang baik bagi para generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah. Tingkat keberhasilan penanaman karakter pada pesera didik akan tercermin pada lulusan atau alumni pada saat kelak mereka terjun kedalam kehidupannya di masyarakat. Implementasi penanaman karakter disekolah dapat dituangkan dalam kurikulum sehingga dapat menjadi panduan penyelenggaraan pendidikan.

    Setelah selesai dibangku sekolah dalam dunia kerja, etika dan moral dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengukur sebuah efektifitas dan produktifitas dari suatu perusahaan. Karyawan yang senantiasa berpegang kepada etika dan moral yang tinggi maka dalam menjalankan sistem kerja, akan cenderung bersikap jujur, tanggung jawab, loyal dan mempunyai etos kerja yang baik di dalam perusahaan. Kejujuran dan etos kerja yang baik dari para karyawan diperusahaan akan membantu pencapaian Visi dan Misi perusahaan tersebut secara maksimal.

    Etika dan moral juga yang bisa menjadi landasan penilaian peradaban sebuah bangsa, dalam hal ini akan sangat mudah untuk membedakan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. Negara yang beradap adalah negara yang menjunjung tinggi etika dan moral seluruh warga masyarakatnya. Ketika kita berkunjung ke sebuah negara maka akan sangat terasa perbedaan itu secara kasat mata seperti : tatanan kehidupan bernegara, pola kehidupan bermasyarakat, penerapan aturan dan tata tertib, pelayanan dan birokrasi, serta semua yang dapat dirasakan oleh pengunjung selama berada didalam negara tersebut.

    Demikian tanggapan dari saya, kurang dan lebihnya dapat semoga dilengkapi oleh yang lainnya.

    Terima kasih.

  26. 27 Dini Kurniani May 22, 2017 at 9:57 am

    DINI KURNIANI
    NPM : 073116011
    Kelas : A9
    PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR Angkatan 2016

    Saya sangat tertarik dengan ulasan Bapak tentang masalah Etika dan moral, karena saya ingin menjadikannya sebagai salah satu variabel Disertasi saya. Pendapat saya tentang Etika dan Moral berdasarkan yang saya baca dari beberapa sumber adalah :
    1. Etika merupakan nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang jawa, etika agama Islam, etika agama Budha dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika disini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisa berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
    2. Etika Moral, yaitu etika moral yang berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika ini dilanggar timbulah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral. Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai hak orang lain, menghormati orangtua dan guru, membela kebenaran dan keadilan dan menyantuni anak yatim/piatu.
    Karena saya seorang Kepala Sekolah SMP Negeri yang kondisinya dibilang jauh dari SNI ( Sekolah Baru ), saya merasa ada sebuah tantangan besar untuk menjadi seorang yang berjiwa Ethic Leadership, karena Etika dan Moralitas pemimpin pendidikan sangat berpengaruh pada efisiensi dan efektifitas kinerja lembaga pendidikan yang saya pimpin. Kepala sekolah yang menjaga etika dan moralitas yang baik akan menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan nyaman, selanjutnya keadaan seperti ini akan menunjang terciptanya kondisi pembelajaran yang efisien dan efektif.
    Tidak mudah melakukan hal tersebut bahkan kadang kala muncul semacam olokan dari teman kuliah, guru-guru atau manajemen BOS di Kabupaten sekalipun, tentang masalah penggunaan Dana BOS, bahkan kadang tanpa malu-malu mereka mengatakan …laporan BOS kan bisa di atur….atau Ibu Kuliah jangan-jangan pakai Dana BOS ya….. tapi semua itu bagi saya adalah hal yang tidak perlu saya tanggapi secara konfrontasi, karena akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Saya pikir tidak perlu beradu argumentasi ataupun marah, karena memang penyelewengan Dana BOS juga menjadi isu yang memprihatinkan. Akhirnya saya berfikir, apa yang disampaikan temnan-teman itu adalah suatu pesan moral yang luar biasa patut saya hargai sebagai Individu…yang punya banyak kelemahan, terimakasih… bagi siapa saja yang mengatakan itu, semoga Alloh selalu membimbing saya seperti harapan teman-teman.
    Bagi saya Seorang kepala sekolah tidak hanya berhubungan dengan guru, konselor, siswa dan tenaga kependidikan saja, mereka juga berhubungan dengan masyarakat luas. Langkah paling mudah untuk mewujudkan Kepemimpinan Etik adalah menjalankan etika sosial kepada masyarakat dan warga sekolah, dengan jalan berperilaku etis dan selalu berusaha melakukan segala sesuatu dengan baik, benar, dan transparan. Etika difungsikan sebagai penuntun dalam bersikap dan bertindak menjalankan kehidupan menuju ke tingkat keadaan yang lebih baik. Kepemimpinan beretika akan membuat suasana hubungan kerja dalam organisasi lebih nyaman dan terhindar dari konflik vertikal maupun konflik horisontal. Sebab, pelaku-pelaku organisasi menyadari keberadaan pedoman dan penuntun berupa prinsip-prinsip etika yang membatasi gerak bersikap dan bertindak. Imung (2012) menjelaskan bahwa manfaat etika berupa:

    1.Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
    2.Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah, sehingga dalam melayani tamu kita tetap dapat yang layak diterima dan ditolak mengambil sikap yang bisa dipertanggungjawabkan.
    3.Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
    4.Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai yang dibawa tamu dan yang telah dianut oleh petugas.
    Sementara itu, Mulyasa (2013:58) memaparkan bahwa: “Manfaat etika kepemimpinan kepala sekolah adalah untuk: memandu kepala sekolah dalam berperilaku, menghindari perilaku negatif dan destruktif, mengembangkan profesionalitas, membentuk citra kepala sekolah dan menghayati falsafah pendidikan.”
    Lebih lanjut, Kartono (2011:99) menyimpulkan bahwa: “Etika kepemimpinan memberikan landasan kepada setiap pemimpin untuk selalu:
    1.Bersikap kritis dan rasional, berani mengemukakan pendapat sendiri dan berani bersikap tegas sesuai dengan rasa tanggung jawa etis (susila) sendiri. Maka etika kepemimpinan menggugah pemimpin untuk bersikap rasional dan kritis terhadap semua peristiwa dan norma termasuk norma tradisi, hukum, etik kerja, dan norma-norma sosial lainnya.
    2.Bersikap otonom (bebas, tanpa dipaksa atau “dibeli”, mempunyai “pemerintahan diri”, berhak untuk membuat norma dan hukum sendiri sesuai dengan suara hati nurani yang tulus bersih). Dengan otonomi ini bukan berarti sang pemimpin dapat berbuat semaunya sendiri, atau bisa bertingkah laku sewenang-wenang, melainkan dia bebas memeluk norma-norma yang diyakini sebagai baik dan wajib dilaksanakan, untuk membawa anak buah pada pencapaian tujuan tertentu.
    3.Memberikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang adil dan harus ditaati oleh setiap lembaga dan individu. Yaitu oleh pemimpin, orang tua, keluarga, sekolah, badan hukum, lembaga agama, negara dan lain-lain.

    Dengan demikian, dapat dipahami bahwa etika memberikan tuntunan dan panduan bagi kepala sekolah terutama saya secara pribadi, dalam menjalankan kewajiban-kewajiban sebagai pemimpin serta bertingkah laku dan bermoral pemimpin. Kepala sekolah diharapkan akan memperlakukan para guru dan karyawan dengan adil, tidak bias dan tidak memihak.

  27. 28 supriyatna May 29, 2017 at 5:17 am

    Supriyatna
    NPM : 073116049
    Pogram Studi : Manajemen Pendidikan
    S3E4

    Ass

    Saya tertarik dengan tulisan pak Adie tentang landasar etika dan moral, menurut saya. etika dan moral itu suatu bawaan pribadi dari diri seseorang, semenjak lahir sudah tertuang bagaimana bawaan orang tersebut hingga dewasa. Pengertian Etika adalah adat perilaku, kebiasaan manusia dalam pergaulan atau kebiasaan manusia dalam lingkungannya. Bagaimana etika seseorang itu akan baik tercermin dalam diri orang tersebut apakan akan bertindak baik atau sebaliknya.
    Sedangkan moral adalah penilaian tingkah laku. kalau sikap dan perilakunaya seorang menunjukan baik maka dia juga memilik suatu moral yang baik. Moral sesorang dapat juga diliat dari sikap dan tingkah laku seseorang bearti dia menunjukkan jati dirinya bagaimana cara dia menempatkan diri menjadi seseorang yang baik dengan memiliki moral yang baik pula.
    Jadi menurut saya, pak Adie, etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, wss


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2015
M T W T F S S
« Mar   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pages

Recent Comments

rahmi astuti on Management of Training and…
irmina Catur Reno Am… on Guru “Tanpa tanda-jasa…
lugina wiyata on Management of Training and…
Pices Rahayuono on Management of Training and…
Yeti_NPM 072116027_A… on Management of Training and…

Categories

Blog Stats

  • 354,845 hits

%d bloggers like this: