Tinjauan Kode Etik Profesi

Oleh: Dr. Adie Erar Yusuf, MA. (adie_yusuf@yahoo.com)

Setiap profesi di dunia kerja memiliki sebuah aturan atau kaidah yang sudah ditentukan, yang disebut dengan etika profesi. Secara umum etika adalah serangkaian kepercayaan, standar, atau pemikiran yang dimiliki seorang individu, kelompok atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab kepada masyarakat atas perilaku profesi masing-masing.
Berbeda dengan moral yang lebih universal, maka etika relatif berbeda untuk setiap bidang profesi dan kelompok masyarakat. Sebagai contoh komputer dengan perangkat lunak bajakan yang ilegal. Diperkirakan tahun 1994, 35% perangkat lunak di USA telah dibajak, dan angka ini meningkat 92% di Jepang dan 99% di Thailand. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pengguna komputer di Jepang dan Thailand kurang memiliki etika dibandingkan pemakai Amerika Serikat.
Sejatinya etika dan moral dimaksudkan untuk menjelaskan hakikat baik dan buruk, benar dan salah. Kadangkala kita sebagai manusia cenderung melakukan penilaian atas fenomena di sekitarnya, tanpa mengetahui tindakan dan perilaku tersbeut berkait dengan baik dan buruk atau benar dan salah. Suatu profesi tidak hanya menyangkut sebuah kepercayaan dari anggotanya, melainkan kepercayaan masyarakat. Sehingga kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat selain diatur oleh perangkat hukum, mutlak diatur juga dengan hati nurani dan mengikuti nilai-nilai moral dan etika yang tidak tertulis.

Profesi secara umum dibedakan dengan amatir, yang merupakan pekerjaan yang menuntut persyaratan dalam melakukannya seperti keahlian, pendidikan, pengalaman, dan dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. Ali Muhammad (2007) menyatakan bahwa suatu pekerjaan dapat disebut sebagai suatu profesi apabila pekerjaan tersebut memiliki ketentuan sebagai berikut:
(a) memberikan pelayanan tertentu (b) memberikan pelayanan tersebut memerlukan ilmu tertentu (c) ilmu tersebut diperoleh, melalui suatu proses pendidikan dengan memakan waktu yang relatif lama (d) memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaan tersebut (e) pekerjaan yang dilakukan lebih menekankan pada mutu pelayanan yang diberikan daripada keuntungan yang diperoleh (f) terdapat kontrol untuk masuk dan keluar dari profesi (g) memiliki kode etik profesi.

Seorang yang profesional selain memliki pendidikan dan keahlian tertentu, masih perlu nilai-nilai etika dan moral untuk menjamin keprofesionalannya melalui kode etika profesi. Akhir-akhir banyak terjadi pelanggaran profesi dan kejahatan profesi yang membawa para profesional ke dalam masalah hukum. Oleh karena itu, pemahaman kode etik profesi menjadi mutlak. Kode etik profesi akan membantu para profesional agar tidak mencederai profesinya sendiri.
Sejatinya terdapat tiga fungsi kode etik profesi yaitu : 1) Kode etik profesi sebagai pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas. 2) Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan, dan 3) Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Dengan berpegang pada tiga fungsi tersebut diharapkan tidak terjadi penyalahgunaan profesi yang merugikan semua pihak.

11 Responses to “Tinjauan Kode Etik Profesi”


  1. 1 asep supriadi November 20, 2015 at 1:02 am

    Guru sebagai salah satu pilar pelaksana pembangunan dalam bidang pendidikan dituntut untuk memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi untuk itu penting sekali kode etik profesi untuk menjamin kepofesionalannya.

  2. 2 vera kusmayanti December 13, 2015 at 4:23 am

    Guru sebagai pekerja profesional harus memiliki kode etik. Guru dikatakan profesional karena tidak sembarang orang mampu menjadi seorang guru yang profesional, seorang guru yang profesional harus memiliki 4 kemampuan yaitu kemampuan pedagogik, kemampuan sosial, kemampuan kepribadian, dan kemampuan profesional. Peran guru amatlah penting diantaranya :
    a. Sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar, membimbing dan melatih.
    b. Bekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan
    c. Sebagai pekerja profesional yang memiliki fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik
    Melihat kemampuan dan peranannya maka kode etik guru dijadikan jalur agar guru tetap profesional terhadap profesinya.

  3. 3 Asri Pulungan December 15, 2015 at 5:24 am

    Beberapa fungsi kode etik diantaranya adalah

    1. Kode etik profesi sebagai pedoman setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas
    2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
    3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

    Guru sebagai profesi diatur dalam UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam pasal 1. Sertifikat pendidik adalah pengakuan atas keprofesionalan guru dan pengakuan atas hak memperoleh tunjangan profesi guru. Pada kenyataannya banyak penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru yang telah mengantongi sertifikat dan tunjangan profesi guru tidak lebih baik daripada guru yang belum bersertifikat.
    Dari sini terlihat bahwa guru yang telah bersertifikat dan mendapatkan tunjangan profesi belum dapat menunjukkan kinerja sesuai dengan tuntutan profesionalitas mereka. oleh karena itu perlu perhatian serius dari semua pihak agar memberikan kontribusi sesuai porsi nya masing-masing baik dari pemerintah, masyarakat, guru ybs agar dapat meningkatkan performa sebagai tenaga pendidik dalam meningkatkan kinerja dan profesionalitasnya.
    Penelitian tersebut adalah bukti adanya kontrol masyarakat atas profesi guru.

  4. 4 Asri Pulungan December 15, 2015 at 8:14 am

    Guru sebagai suatu profesi diatur dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut mengimplikasikan pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional yang dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik adalah pengakuan atas keprofesionalan guru dan pengakuan atas hak untuk memperoleh tunjangan profesi guru.
    Pada kenyataannya banyak penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru yang telah bersertifikat pendidik dan mendapatkan tunjangan profesi guru tidak lebih baik daripada guru yang belum bersertifikat dengan kata lain belum menunjukkan kinerja sesuai dengan tuntutan profesionalitas.
    Penelitian tersebut adalah bukti adanya kontrol masyarakat atas profesi guru.
    Berkaitan dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa guru-guru peneriman tunjangan profesi yang kinerjanya tidak profesional telah melakukan pelanggaran Kode Etik Guru No.VI/Kongres/XXI/PGRI/2013.
    Apakah seharusnya yang dilakukan oleh organisasi profesi, pemerintah, masyarakat dan guru ybs. dalam menyikapi pelanggaran tersebut?

  5. 5 eko santoso January 22, 2016 at 2:27 pm

    Saya sepakat bahawa etika dan moral merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahan.
    Etika dan moral seyogyanya dapat mengarahakan individu menuju prilaku yang baik dan bertanggung jawab, tetapi pada kenyataanya etika dan
    moral ini sangat sulit di terapkan, apalagi untuk menuju ke arah profesional.
    ini merupakan PR besar bagi para pendidik, khususnya di Bumi Pertiwi. bagaimana mengajarkan etika dan moral sejak dini, dari lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat. Dengan semangat dan kerja keras para pendidik semoga kedepan bumi pertiwi ini di isi oleh mausia yang mempunyai etika dan moral yang baik.Trimakasih.
    Nama: Eko Santoso
    NPM:072115027
    Kelas:AP 1.1

  6. 6 FOUR MEIYANTI February 20, 2016 at 8:01 am

    Saya sepakat dengan etika profesi harus dilakukan oleh setiap orang yang bekerja dengan profesinya masing-masing.
    Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
    Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil yaitu keluarga sampai satu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok diharapakan akan mempunyai tata nilai untuk mengtur kehidupan bersama. Salah satu golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tertulis(yaitu kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya. Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan etik pada masyarakat profesi tersebut.
    Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
    Prinsip-prinsip etika profesi
    1. Tanggung jawab
    2. Keadilan
    3. Otonomi
    Kode Etik Profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
    Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi.
    Dari uraian dan penjelasan tentang etika, etika profesi, dan keprofesionalan diatas akan mendasari kinerja guru dalam berkinerja pada profesi pendidikan. Dalam berkinerja guru perlu adanya Penilaan Kinerja (PK). Pelaksanaan PK dengan berdasar etika, etika profesi, dan keprofesionalan bertujuan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu. Melalui PK guru dapat dilaksanakan secara tepat kegiatan guru dilaksanakan dalam kelas, dan sewlanjutnya membantumereka untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya, hal ini akan memberikan kontribusi secara langsung pada peningkatan kuailitas pembelajaran yang dilakukan, sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional. Sehingga guru dalam berkinerja penuh kedisplinan, kejujuran, berkreatifitas, beretika, dan profesoinal.
    Nama : Four Meiyanti
    Kelas : S3/A6

  7. 7 Revrina Sukma Agusti March 10, 2016 at 8:47 am

    Setiap profesi mempunyai kode etik yang menjadi pedoman dalam melaksanakan profesinya bagi masyarakat itu menjadi tolak ukur menilai seseorang pada profesi tertentu. Kode etik itu berguna sebagai pelindung bagi setiap orang yang berada dalam profesi tersebut. Oleh sebab itu sosialisasi kode etik guru harus lebih instens contohnya adanya kasus-kasus penyimpangan prilaku guru karena kode etik guru tidak tersosialisasi dengan baik. Untuk pembuat kebijakan bisa memahami dengan benar profesi guru sehingga dalam membuat kebijakan untuk guru sesuai dengan harkat dan martabat seorang guru.

    Nama : Revrina Sukma Agusti
    Kelas : Administrasi Pendidikan / E13

  8. 8 farah indrawati March 18, 2016 at 6:13 pm

    Ass Wr Wb Prof Adie,

    Saya setuju dengan prof Adie, bahwa seorang profesional harus mempunyai pendidikan, keahlian serta nilai etika dan moral untuk menjamin keprofesionalannya melalui kode etika profesi. Hal ini sangat diperlukan, terutama dalam dunia pendidikan, karena kode etika profesi merupakan pedoman sikap dan perilaku pendidik yang dapat menentukan mutu generasi penerus bangsa. Jika pendidik mempunyai kontrol dan standar diri yang baik, maka mutu peserta didik dapat ditingkatkan seutuhnya, sehingga dapat bersaing secara kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta tidak akan ada lagi penyelewengan profesi yang merugikan semua pihak.

    Farah Indrawati (S3A6)

  9. 9 rahmawati alwi March 29, 2016 at 7:13 am

    Nama : Rahmawati Alwi
    Kelas : S3 A6

    Saya sangat setuju setiap profesi apapun harus mempunyai kode etik apalagi Jabatan profesi guru yang tidak sama seperti profesi-profesi pada umumnya. Bahkan boleh dikatakan bahwa profesi guru adalah profesi khusus luhur. Mereka yang memilih profesi ini hendaknya menyadari bahwa daya dorong dalam bekerja adalah keinginan untuk mengabdi kepada sesama serta menjalankan dan menjunjung tinggi kode etik yang telah diikrarkannya, bukan semata-mata karena melihat dari segi materinya belaka. Komitmen guru dalam mengajar guna pencapaian tujuan mengajar guru harus memiliki loyalitas terhadap apa yang ditentukan oleh kode etik profesi keguruan.
    Jabatan Guru Sebagai Suatu Jabatan guru dapat dikatakan sebuah profesi karena menjadi seorang guru dituntut suatu keahlian tertentu (mengajar, mengelola kelas, merancang pengajaran) dan dari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagi kehidupan selanjutnya. Di lain pihak profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur. Dengan kode etik seorang guru akan lebih memahami dalam melaksanakan profesinya dituntut adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi.

  10. 10 Theresia Sulastri - November 7, 2016 at 7:41 am

    Nama :Teresia Sulastri
    Kelas.S2 Admintarsi Pendidkan

    Profesi apa pun harus mempunyai kode etik,apa lagi profesi sebagai Guru. Guru tidak jauh-jauh dari simbol “Tut Wuri Handayani” sampai kapan pun.Guru harus melekat dalam hati simbol ini karena profesi guru sangat menentukan kemajuan peserta didik. Guru akan mengajar dengan hati untuk menstransfer ilmu ke peserta didik. Kita sebagai Guru tidak akan kehilangan strategi bila menghadapi peserta didik yang berbagai macam sifat dan latar belakang yang berbeda. Guru memang dituntut untuk lebih berkompeten karena seiring perkembangan jaman. Namun ,guru juga tidak boleh lepas dan lengah dari kode etik dimana pun guru berada sampai di ujung dunia pun Guru adalah Guru. Selain guru sebagai Profesi,guru juga sebagai Panggilan Hidup karena dengan sadar dan janji dalam hati untuk menjadi seorang guru. maka dengan sendirinya kode etik sebagai guru bukan hanya sebagai pengetahuan,melainkan untuk dipahami dan dihayati.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




November 2015
M T W T F S S
« Mar   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 275,492 hits

%d bloggers like this: