Facilitation Skills

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. Instructional Designer-HELM USAID Project 2015

Pendahuluan

Dalam mengelola kegiatan pelatihan atau lokakarya diperlukan beberapa keterampilan memimpin atau memandu kegiatan yang efektif dan berhasil mencapai tujuan.  Keterampilan memimpin kegiatan tersebut antara lain keterampilan fasilitasi (facilitation  skills). Sebagai seorang fasilitator yang handal dituntut bukan hanya menguasai keterampilan komunikasi dan motivasi, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan menggerakkan partisipasi dari peserta pelatihan, serta mampu mencari alternatif solusi terhadap masalah yang kompleks dalam kelompok. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu kegiatan pelatihan adalah fasilitator mampu menerapkan pendekatan belajar orang dewasa, berperan dan bertanggungjawab menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pelatihan aktif, partisipatif dan produktif. Selain itu, fasilitator dapat berbagi ide, opini, pengalaman, dan keahlian untuk mencapai tujuan pelatihan.

Pengertian Fasilitasi

The word facilitation comes from the Latin word facil, which means to make easy. My hope is that this book will indeed make your next planning effort truly easy. -Michael Wilkinson

Menurut kamus, fasilitasi diterjemahkan making thing easy atau membuat sesuatu hal menjadi mudah.Dalam kehidupan sehari-hari di tempat kerja, fasilitator senantiasa mejadikan sesuatu hal semakin mudah dengan cara menggunakan serangkaian teknik dan metode untuk mendorong orang memberikan yang terbaik pada waktu mereka bekerja dan berinteraksi untuk mencapai hasil.

“Great facilitation produces real commitment to solving problems and to advancing your organization. That’s why we put special emphasis on the Drivers Model as we train our next generation of leaders”. Mark O’Connell, Director, Advanced Leadership Program, United Way Movement

Secara umum, fasilitator diharapkan membantu orang lain untuk mengambil keputusan dan mencapai hasil dalam suatu pertemuan, sesi pengembangan tim, serta pemecahan masalah secara berkelompok dalam kegiatan pelatihan.

Beberapa pengertian yang sering dipakai sebagai berikut:

  1. Fasilitasi adalah memungkinkan atau menjadikan lebih mudah.
  2. Fasilitasi adalah mendukung individu, kelompok atau organisasi melalui proses-proses partisipasi.
  3. Fasilitasi adalah proses sadar dan sepenuh hati membantu suatu kelompok multipihak supaya sukses mencapai tujuan kelompok dan kelompok benar-benar berfungsi sebagai kelompok dengan cara taat pada prinsip-prinsip partisipasi dan dinamika kelompok.

Berikut ini perbedaan secara singkat antara pelatih (trainer), konsultan (consultant) dan fasilitator(facilitator) dalam aspek-aspek fungsi, relasi, fokus dan kegiatan.

Tipe Fasilitasi

Terdapat 3 (tiga)  tipe fasilitasi untuk pelatihan bagi orang dewasa sebagai berikut:

  • Tipe fasilitasi prosedur (procedural)
  • Tipe fasilitasi perilaku (behavioral)
  • Tipe fasilitasi pemecahan masalah (problem solving)

Fasilitasi Prosedur

Fasilitator dalam tahap ini menyiapkan kelompok atau tim untuk bekerjasama mencapai tujuan yang ditetapkan

Prosedur—Persiapan Sesi

Apakah yang  harus Anda lakukan dalam persiapan sesi fasilitas ?

Membuat Agenda Fasilitasi

Menggunakan form agenda yang standar dan agenda berorientasi hasil     

Pembukaan Sesi

Berikut beberapa tips dalam membuka sesi dan menggunakan agenda untuk keberhasilan pelatihan

· Datang lebih awal untuk menjamin ruang telah siap dan peserta datang untuk menyambut peserta
· Menetapkan aturan main dan norma dalam kelompok.
· Memilih dan menunjuk peserta  untuk mengambil peran dan  tanggungjawab sebagai: Recorder, Timekeeper & Facilitator
·  Mereview tujuan dan agenda sesi
·   Memberi kesempatan peserta untuk berbagi pengalaman dan harapan
·   Mereview konsep ‘parking lot’ dengan peserta untuk menampung ide diluar konteks pada flip-chart dan Post-It

Fasilitasi Perilaku

Fasilitator menciptakan perilaku yang efektif dan  aktif sebagai model peran bagi peserta.

Karakteristik Perilaku Fasilitator Efektif

  • Memiliki pemikiran positif
  • Memiliki sikap fleksibel
  • Memiliki rasa humor
  • Menempatkan posisi netral
  • Menjadi pendengar yang ak

Fasilitasi Pemecahan Masalah

Fasiltator membantu mencari alternatif solusi dari masalah yang dihadapi dengan menggunakan berbagai teknik pertanyaan.

Pertanyaan Tertutup, contoh:

  • Pertanyaan dengan jawabn Ya atau Tidak
  • Buatlah pertanyaan dengan “apakah anda…”

 Pertanyaan Terbuka (5W 1H), contoh:

  • Buatlah pertanyaan dengan “Untuk apa…”
  • Buatlah pertanyaan dengan “Siapa saja…”
  • Buatlah pertanyaan dengan “Sejak kapan…”
  • Buatlah pertanyaan dengan “Dimana…”
  • Buatlah pertanyaan dengan “Mengapa…”
  • Buatlah pertanyaan dengan “Bagaimana…”

Pertanyaan Eksplorasi, contoh:

“Apa yang pendapat Anda tentang hal ini?” atau “Mengapa Anda merasa begitu?”

Pertanyaan Klarifikasi, contoh:

“Saya ingin lebih yakinkan pemahaman. Apakah yang Anda maksud adalah…?”

Pertanyaan Refleksi, contoh:

“Tampaknya tidak semua setuju, tapi Anda terus lanjut ke topik berikut……….”

Teknik Fasilitasi Efektif
Ada banyak teknik fasilitasi yang efektif untuk pelatihan yang produktif, partisipatif,  dan menyenangkan diantaranya adalah.

  1. Think Pair Share

Peserta secara berpasangan saling berpikir dan mendengarkan serta berbagi  atau tukar menukar ide

  1. Brainstorming

Curah pendapat dengan banyak ide yang menarik untuk dicatat dan selanjutnya dibahsa bersama.

  1. Check in conversation / Galery walk

Cara lain mendengar pendapat  dari semua orang dengan cara bertamu ke kelompok lain.

  1. Mind Maps

Memetakan konsep dalam bentuk gambar yang mudah dipahami (i-Mindmap : Buzan.

  1. Affinity grouping

Menulis kalimat atau pertanyaan tentang situasi tertentu pada post it, lalu ditempel di dinding atau flipchart.

  1. Question storming

Curah pendapat daftar isu, masalah atau solusi yang prioritas yang ditulis dalam pertanyaan.

  1. Six Thinking Hats
  • Putih: fakta, angka dan informasi.
  • Merah: perasaan, sensasi, intuisi.
  • Hitam: kritik, protes.
  • Kuning: ide baru, saran perbaikan.
  • Hijau: kreatif, inovatif.
  1. World Café

Kelompok asal dibagi menjadi  4-5 orang, selanjutkan beberapa orang peserta ditugaskan mengunjungi kelompok lain untuk membahas isu yang spesifik, dan kembali lagi ke kelompok asal untuk memberikan saran dan solusi.

Tips untuk Fasilitator

1. Menyederhanakan apa yang dikatakan seseorang yang berbicara berulang-ulang sehingga membantu orang berpikir lebih fokus (paraphrase).

2. Membantu mereka yang bicaranya terpatah-patah dengan cara mengajak mereka megungkapkan secara perlahan atau probing (menggalai lebih dalam)

3. Mengulang kembali gagasan yang dilontarkan peserta yang pemalu supaya mendapat perhatian dari semua orang ( mirroring), dan

4.  Menangani interupsi dengan tegas dan hormat, dengan meyakinkan orang yang interupsi bahwa fasilitator akan mengangkat isu yang diangkat setelah selesai diskusi.

Referensi

 

0 Responses to “Facilitation Skills”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




July 2016
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pages

Categories

Blog Stats

  • 275,492 hits

%d bloggers like this: