Monitoring & Evaluation: ICM School

By Dr. Adie E. Yusuf, MA. Head of Quality Assurance, ICM BSD 2016.

PENDAHULUAN

Sejak didirikan tahun 2010 dan mulai efektif menyelenggarakan pendidikan tahun 2011, Insan Cendekia Madani (ICM School)   telah banyak meraih capaian baik akademis maupun non akademis. ICM mendapat pengakuan dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) dengan Akreditasi “A”. ICM merupakan salah satu unit Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 31 Tahun 2014, sehingga dapat mengintegrasikan  Kurikulum Nasional Tahun 2013, Cambridge International dan Kurikulum Islam  yang disebut Kurikulum Madani.  ICM memiliki visi  yaitu menjadi sekolah terdepan yang mengembangkan keunikan siswa untuk menghasilkan pemimpin berkarakter Islami dan turut bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat madani. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka dirumuskan misi sebagai berikut: 1) Membentuk siswa berkarakter pemimpin Islami dan memberikan manfaat untuk orang lain serta lingkungannya, 2) Membentuk  siswa yang mampu membaca, menghafal, memahami, beribadah dan berakhlak sesuai Al Qu’ran dan As’sunnah, 3) Membentuk siswa yang mampu mengembangkan dan memanfaatkan potensi khasnya masing-masing, 4) Menyelenggarakan sekolah berstandar global yang mampu membentuk siswa berpikir ilmiah, kreatif, inovatif dan solutif, 5) Menjadikan civitas akademika sebagai perwujudan (role model) budaya masyarakat madani. Selain itu, terdapat nilai-nilai yang melandasi kultur organisasi ICM, yaitu  1) Hanya menggunakan sumber-sumber dana yang halal dan thayyib, 2) Memberikan layanan terbaik untuk segenap stakeholder meliputi guru, staf, siswa, orang tua/wali, mitra dan masyarakat, 3) Bekerja keras, ikhlas, cerdas dan tuntas, 4) Mengedepankan aspek keteladan, cinta dan kasih saying, 5) Pembelajar yang terbuka terhadap pengetahuan baru dan berguna bagi kemaslahatan umat manusia serta alam semesta.

Upaya mencapai visi dan misi ICM tersebut, maka diwujudkan nilai-nilai karakter berlandaskan kepribadian Islami yaitu 1) aqidah salimah, 2) ibadah salihah, 3) jujur, amanah dan integritas, 4) menghargai diri sendiri dan orang lain, 5) optimis, berprasangka baik pada Allah SWT, 6) bertanggung jawab dan kerja keras, 7) pengendalian diri, 8) peduli, 9) pemimpin dalam kebaikan, 10) pembelajar sepanjang hayat.

Visi dan misi ICM merupakan arah tujuan yang akan dicapai dan langkah-langkah bagaimana pencapaiannya, guna membantu manajemen dan pimpinan serta warga sekolah dalam  mengambil keputusan dan menyusun rencana dan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan penyeenggaraan pendidikan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi pendidikan dan pembelajaran sangat penting dilakukan untuk menjamin keterlaksanaan visi dan misi ICM.

Monitoring dan evaluasi pendidikan dan pembelajaran di ICM perlu dilakukan secara berkelanjutan. Khususnya, monitoring dan evaluasi proses pembelajaran, merupakan upaya penjaminan mutu pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai standar kompetensi lulusan ICM, yaitu 1) Karakter Kepribadian Islami, 2) Tahsin & Tahfidz, 3) Ketuntasan Belajar (minimal 80), 4) Aktualisasi Diri, 5) Komunikasi, 6) Riset, dan 7) Lulus Cambridge Test.

Monitoring dan Evaluasi (M&E) pembelajaran didasarkan pada prinsip-prinsip tanggung jawab dan kewenangan, periodik, demokratis, terbuka, dan keberlanjutan, dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengarahan dan bimbingan serta umpan balik. M&E proses pembelajaran merupakan suatu layanan dari Manajemen Pendidikan ICM dan Tim Quality Assurance (QA) untuk mengembangkan mutu pendidikan dan pembelajaran menjadi lebih baik. Melalui M&E proses pembelajaran, maka diharapkan sekolah ICM akan semakin maju dan modern serta proaktif dalam menghadapi tantangan global.

Adapun tujuan dari pelaksanaan M&E proses pembelajaran di ICM adalah:

  1. Mengetahui persiapan mengajar guru yang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan)
  2. Mengkaji efektifitas pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas dan asrama sesuai rencana yang telah ditetapkan.
  3. Mengkaji tugas dan fungsi wali kelas sebagai “classroom manager”.
  4. Memberikan umpan balik tentang model dan metode serta penilaian pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan inovatif serta solutif.

Manfaat yang diharapkan dari M&E proses pembelajaran di ICM adalah sebagai berikut:

  1. Bahan masukan bagi manajemen dan pimpinan dalam pengambilan keputusan dan strategi perbaikan terhadap mutu layanan pendidikan dan pembelajaran yang efektif dan efisien.
  2. Acuan bagi Kepala Sekolah dan warga sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal.
  3. Meningkatkan mutu pembelajaran dalam rangka menjamin keberlanjutan (sustainability) penyelenggaraan pendidikan serta kemajuan sekolah.

TINJAUAN PUSTAKA

Monitoring dan Evaluasi (M&E) merupakan bagian terintegrasi dari sistem manajemen pendidikan, baik di tingkat mikro (sekolah), meso (lokal), maupun makro (nasional).  Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas tujuan program atau memantau perubahan yang fokus pada proses dan keluaran. Evaluasi adalah suatu proses sistemik untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Monitoring dan evaluasi proses pembelajaran adalah kegiatan yang menyertakan proses pengumpulan, pencatatan, penganalisisan, pelaporan dan penggunaan informasi manajemen tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 19, ayat 1 menyatakan:  “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”. Sedangkan karakteristik proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta prakarsa adalah:

  • Berpusat pada siswa (student-centered learning)
  • Belajar yang menyenangkan (joyfull learning)
  • Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competency-based learning)
  • Belajar secara tuntas (mastery learning)
  • Belajar secara berkelanjutan (continuous learning)
  • Belajar sesuai dengan kekinian dan kedisinian (contextual learning).

Selain itu, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 31 Tahun 2014 pasal 12 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa proses pembelajaran pada SPK memenuhi standar proses yang diperkaya dengan standar pendidikan Negara lain yang memiliki keunggulan. Penggunaan Teknologi Informasi & Komunikasi (ICT) dilakukan dalam proses pembelajaran mata pelajaran yang sesuai.

Para ahli pendidikan seperti Hattie (1992), Hattie, Biggs & Purdie (1996), Wang, Haertel & Welberg (1993), telah mengkaji pentingnya proses pembelajaran yang efektif  berbasis pengetahuan.  Danielson (2007) menyampaikan domain pembelajaran efektif yang penting dalam pembelajaran efektif, yaitu:  “1) Planning and preparation, 2) The classroom environment, 3) Instruction, and 4) Professional responsibilities”.  Sementara itu, Marzano, Frontier & Livingston (2011) mengemukakan domain pembelajaran efektif, yaitu “1) Classroom strategies and behaviors, 2) Planning and preparing, 3) Reflecting on teaching, and 4) Collegiality and professionalism”.

Adapun kriteria dan indikator proses pembelajaran efektif untuk keempat domain tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: “Domain 1, these are organized into routine segments, content segments, and segments that are enacted on the spot. Domain2, addressed planning and preparing for lessons and units, planning and preparing for the use of materials and technology, and planning and preaparing for special needs of students. Domain 3, involves evaluating personal performance, and developing and implementing a professional growth plan.Domain 4, involves promoting a positive environment, promoting the exchange of ideas and strategies, and promoting district and school development”.

Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan seperti  sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif (Lois V.Johnson & Mary A. Bany, dalam Salman 2011). Peran wali kelas ini agak lebih spesifik karena melibatkan proses bimbingan secara akademis maupun non-akademis. Wali kelas berasal dari guru yang mengajar di kelas dan ditunjuk oleh Kepala Sekolah melalui prosedur tentu pada awal tahun pelajaran. Secara struktural sekolah,  wali kelas merupakan perpanjangan tangan Kepala Sekolah dalam mengelola kelas yang berfungsi sebagai manajer kelas.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2015 bahwa beban tugas  wali kelas  adalah 2 jam pelajaran per minggu dengan tugas sebagai berikut:  1) Pengelolaan kelas, 2) Berinteraksi dengan orang tua/wali peserta didik, 3) Penyelenggaraan administrasi kelas, 4) Penyusunan dan laporan kemajuan belajar peserta didik, 5) Pembuatan catatan khusus tentang peserta didik, 6) Pencatatan mutasi peserta didik, 7) Pengisian dan pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.

ICM telah menetapkan tugas wali kelas sebagai bagian dari tugas tambahan guru sebagai berikut:

1) Memberikan arahan, bimbingan dan motivasi siswa kelasnya dalam mencapai target pembelajaran (akademik, non akademik, kebersihan, kemandirian , tatakrama, sopan santun, tata tertib baik di sekolah maupun di luar sekolah)

2) Mengerahkan siswa di kelasnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah seperti klinik, KBS, sholat, puasa, lomba, upacara bendera, ekstra kurikuler.

3)  Melakukan kontroling terhadap kegiatan siswa di kelas dan asrama

4)  Membuat jalinan komunikasi yang baik terhadap orang tua

5) Bersama LSC, Wali Asrama dan Wakil kesiswaan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada siswanya

6)  Melakukan Home Visit (kunjungan ke rumah / orang tua atau keluarganya)

7) Menginput seluruh data di Sistem SIAS (evaluasi perkembangan siswa, absensi) dan data buku bimbingan kelas (jurnal).

8)  Mengelola dan Mengecek kelengkapan sarana dan prasarana kelas setiap 2 minggu sekali (menggunakan form cheklist)

9) Menyelenggarakan segala bentuk administrasi kelas: Daftar Piket Kelas, Daftar Pelajaran di kelas, Struktur Organisasi Pengurus Kelas, Tata Tertib siswa di kelas, Buku Bimbingan kelas/ Kasus siswa, Buku Rapor, Buku laporan Siswa Ekskul dan Berprestasi.

METODOLOGI

Metode yang digunakan dalam Monitoring dan Evaluasi (M&E) proses pembelajaran adalah survey melalui visitasi dan observasi kelas. Populasi adalah seluruh kelas di SMP dan SMA ICM. SMP yang terdiri atas Kelas VII sebanyak 5 kelas, Kelas VIII sebanyak 5 kelas dan Kelas IX sebanyak 5 kelas. SMA terdiri atas Kelas X sebanyak 3 kelas, Kelas XI IPA sebanyak  kelas, XI IPS sebanyak   2 kelas, XII IPA sebanyak  2 kelas, XII IPS sebanyak 2 kelas. Penentuan sampel dilakukan secara acak (proportional random sampling) di SMP dan SMA ICM.

M&E proses pembelajaran dilaksanakan pada semester genap dalam periode bulan Oktober s/d Desember tahun 2016.

Data M&E proses pembelajaran dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan berdasarkan domain pembelajaran dari Danielson (2007). Instrumen M&E pembelajaran terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) dan Observasi kelas (Classroom observation). Indikator instrumen Lesson Plan adalah 1) competency, indicator, 2) learning objective, 3) learning model, 4) assessment, 5) vocabulary, 6) questions, 7) session plan, 8) learning resources, 9) reflection, 10) evaluation & action plan. Sedangkan indikator instrumen Classroom Observation adalah 1) classroom management, 2) classroom climate, 3) instruction, 4) classroom interaction.

Analisis data hasil M&E dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif berdasarkan kriteria penilaian skala “Rating scale”. Instrumen Lesson Plan menggunakan skala 1 sampai 3, dimana skor 1 adalah Tidak Lengkap, skor 2 adalah Kurang Lengkap, dan skor 3 adalah Lengkap. Sedangkan instrumen Observasi Kelas menggunakan skor 1 sampai 4, dimana skor 1 adalah Tidak Efektif (Beginning), Skor 2 adalah Kurang Efektif/Butuh Perbaikan (Development), Skor 3 adalah Efektif (Applying), dan Skor 4 adalah Sangat Efektif (Innovating).  Skor 1 adalah tidak lengkap

HASIL DAN PEMBAHASAN

Persiapan Lesson Plan yang dilakukan guru mencantumkan pernyataan-pernyataan secara lengkap yaitu 1) kompetensi (competency), 2) indikator (indicator), 2) tujuan (objective), 3) metode dan model pembelajaran (model & method), 4) penilaian (assessment), 5) terminologi (vocabulary), 6) soal (question), 7) rencana sesi (session plan), 8) sumber belajar (learning resource), 9) refleksi/tindak lanjut (reflection & action plan), dan 10) evaluasi dan rencana tindakan (evaluation & action plan). Kriteria penilaian kelengkapan persiapan Lesson Plan sebagai berikut: Skor 2.5-3.0 adalah lengkap. Skor 1.7-2.4 adalah kurang lengkap. Skor 1.0-1.6 adalah tidak lengkap.

Berdasarkan data Lesson Plan SMP, menunjukkan bahwa pernyataan kompetensi inti dan kompetensi dasar dan kompetensi ICM dengan skor 2.5, artinya sudah lengkap dan memenuhi syarat. Sedangkan pernyataan metode dan model pembelajaran, terminologi, dan sumber belajar berada dalam rentang skor 1.7 sampai 2.4 adalah kurang lengkap dan perlu perbaikan.  Sementara itu, pernyataan indikator, tujuan, penilaian, soal, rencana sesi, refleksi dan rencana aksi adalah di bawah skor 1.6, adalah tidak lengkap. Artinya perlu peninjauan kembali.

Berdasarkan data Lesson Plan SMAs, menunjukkan bahwa pernyataan kompetensi inti dan kompetensi dasar dan kompetensi ICM dengan skor 2.5, artinya sudah lengkap dan memenuhi syarat. Sedangkan pernyataan indikator, tujuan, metode dan model pembelajaran, terminologi, dan sumber belajar berada dalam rentang skor 1.7 sampai 2.4 adalah kurang lengkap dan perlu perbaikan.  Sementara itu, pernyataan indikator, soal, rencana sesi, refleksi dan rencana aksi adalah di bawah skor 1.6, adalah tidak lengkap dan  perlu peninjauan kembali.

Proses pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru, meliputi aspek-aspek pengelolaan kelas (classroom management), suasana kelas (classroom climate),  pembelajaran (instruction) yang terdiri atas rencana pembelajaran (plan), metode pembelajaran (method), materi pembelajaran (content), media pembelajaran (media) dan penilaian pembelajaran (assessment), dan interaksi di kelas (interaction). Kriteria yang digunakan untuk observasi pembelajaran di kelas, yaitu : Skor 3.5-4.0 adalah sangat efektif (very effective). Skor 2.5-3.4 adalah efektif (applying). Skor 1.5-2.4 adalah perlu perbaikan (need improvement). Skor 1.0-1.4 adalah tidak efektif (beginning)

Berdasarkan data observasi kelas SMP, menunjukkan bahwa pengelolaan kelas skor 2.0, suasana kelas skor 2.4, rencana pembelajaran skor 1.6, metode pembelajaran skor 1.7, materi pembelajaran skor 2.1, media pembelajaran skor 1.6, dan interaksi di kelas skor 1.8 adalah kurang efektif atau perlu perbaikan.

Sementara penilaian pembelajaran di kelask dengan skor 1.4 adalah tidak efektif. Artinya guru belum menerapkan penilaian otentik yang disertai rubrik.

Berdasarkan data observasi kelas SMA, menunjukkan bahwa pengelolaan kelas skor 2.6, suasana kelas skor 2.8, dan materi  pembelajaran skor 2.6 adalah efektif dan berjalan dengan baik.

Sedangkan rencana pembelajaran (lesson plan), metode pembelajaran, media pembelajaran, penilaian pembelajaran dan interaksi di kelas berada dalam rentang skor 1.5 sampai 2.4 adalah perlu perbaikan. Artinya guru belum menyiapkan lesson plan dengan baik, kurang efektif dalam menerapkan metode dan media, serta kurang optimal menggunakan penilaian otentik beserta rubriknya.

Observasi pelaksanaan tugas wali kelas dilakukan di SMA dan SMA dengan jumlah 10 kelas, yaitu Kelas SMP: 7a, 7b, 8b, 9a, 9b, dan Kelas SMA: 10-IPS2, 10-IPA4, 11-IPA3, 11-IPS2, 12I-IPA1. Data hasil observasi terhadap tugas wali kelas di kelas SMP dan SMA menunjukkan bahwa tugas wali kelas sebagian besar (60%) kurang efektif terutama pada  aspek memberikan arahan bimbingan dan motivasi, melakukan kontrol kegiatan siswa, komunikasi dan kunjungan (home visit) baik langsung atau media sosial, evaluasi perkembangan siswa, absensi dan jurnal berkala serta pengecekan kelengkapan sarana dan prasarana kelas serta administrasi kelas secara tertib.

 KESIMPULAN

  1. Proses pembelajaran di SMP dan SMA secara umum sudah berjalan baik sesuai dengan rencana kurikulum yang telah ditetapkan. Namun demikian, beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh warga sekolah ICM, yaitu penyiapan lesson plan, metode pembelajaran active learning, pemanfataan media dan sumber belajar (ICT), dan manajemen kelas yang kondusif.
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau Integrated Lesson Plan secara umum sudah disiapkan oleh guru, namun masih ada beberapa komponen rencana pembelajaran yang perlu perbaikan, khususnya rumusan indikator kurikulum madani ICM, rencana sesi, metode dan model pembelajaran serta instrumen penilaian otentik.
  3. Pelaksanaan pembelajaran di SMP dan SMA perlu ditingkatkan. Masih ditemukan beberapa guru belum menyiapkan atau tidak membawa lesson plan dalam mengajar. Beberapa guru masih menggunakan metode tradisional seperti ceramah, tanya jawab dan diskusi. Akibatnya, masih ada siswa yang kurang motivasi dan semangat untuk belajar. Metode yang inovatif belum diterapkan secara optimal seperti metode active learning dan model constructivism. Teknologi (iPad) yang dimiliki siswa belum dimanfaatkan secara optimal melalui metode interaktif dengan digital content. Pada kenyataannya, beberapa guru lebih berperan sebagai penceramah sehingga suasana belajar mengajar kurang kondusif.
  4. Peran wali kelas tampak belum maksimal dan kurang koordinasi dengan guru mata pelajaran dan wakil kepala sekolah terutama dalam pengaturan waktu kegiatan ekstra kurikuler, disiplin dan ketertiban siswa, penataan ruangan. Kadang ditemukan wali kelas tidak berada di tempat pada saat proses pembelajaran dimulai. Selain itu, masih ada guru yang tidak hadir di kelas dan terlambat dilaporkan kepada Waka Kurikulum, akibatnya para siswa berkeliaran di luar kelas tanpa pengawasan.

REKOMENDASI

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi ICM serta memenuhi standar kompetensi lulusan, maka hasil M&E proses pembelajaran merekomendasikan sebagai berikut:

  1. Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum/Asrama mengarahkan para guru sekolah dan asrama untuk 1) Menyiapkan Lesson Plan dan menerapkan rencana tersebut dalam pembelajaran di kelas, meliputi rumusan tujuan pembelajaran, pengembangan materi pembelajaran, penentuan metode dan evaluasi pembelajaran di kelas, dan 2) Penyusunan Lesson Plan dilakukan per kelompok mata pelajaran (MGMP) dengan bimbingan yang terarah sebelum memulai semester baru/tahun ajaran baru, 3) Pertemuan guru mata pelajaran atau guru agama (MGMP) untuk review dan umpan balik per minggu (weekly review).
  2. Melaksanakan secara berkelanjutan program pengembangan profesi guru melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru sekolah dan asrama yang fokus pada 1) Pecapaian target kurikulum (termasuk kurikulum Madani: Tahsin/Tahfidz), 2) Penerapan metode/model pembelajaran yang aktif, kreatif efektif, inovatif dan solutif (active learning), 3) Pengembangan sistem penilaian dan evaluasi pembelajaran yang otentik (authentic assessment), dan 4) Strategi manajemen kelas yang efektif dan efisien serta kondusif (classroom management).
  3. Melakukan pendampingan atau coaching bagi para guru untuk menjamin praktek pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) baik di kelas maupun di asrama. Pendampingan yang berkala dimaksudkan para guru dapat mendidik siswa mampu berpikir kreatif, inovatif dan solutif, disiplin dan berakhlak serta bermanfaat bagi lingkungannya.
  4. Memberdayakan tugas dan fungsi wali kelas sebagai koordinator kelas yang bertanggungjawab terhadap efektifitas pengelolaan kelas, serta aktivitas belajar dan perilaku siswa. Di meja wali kelas sebaiknya disiapkan segala form penilaian aktivitas belajar siswa dan jurnal yang diisi secara berkala dan melakukan review (daily teaching-learning review) dengan para guru setelah pelajaran selesai.
  5. Melakukan tindak lanjut dengan mengembangkan Sistem Aplikasi Monitoring Kinerja Pembelajaran (e-Teaching learning monitoring system) yang fokus pada 1) Capaian kurikulum dan rencana pembelajaran, 2) Efektifitas metode pembelajaran, 3) Hasil penilaian otentik, 4) Manajemen kelas yang meliputi aktivitas kelas, perkembangan, kehadiran dan disiplin siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  • Undang – undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  • Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  • Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014, tentang Kerjasama Penyelenggaraan dan Pengelolaab Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia
  • Danielson, C. & McGreal T.L. (2000), Teacher Evaluation to Enhance Professional Practice. Alexandria VA: Association for Supervision and Curriculum Development.
  • Gabriel Amin Silalahi. 2003. Metodologi Penelitian dan Studi Kasus. Sidoarjo: Citra Media.
  • Marzano, R.J.,Frontier, T. & Livingston, D. (2011). Effective Supervision Supporting the Art and Science of Teaching. Alexandria VA: Association for Supervision and Curriculum Development.
  • Purwanto, M. Ngalim (2005), Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Raharjo, 2014, “Kontribusi delapan standar nasional pendidikan terhadap pencapaian hasil belajar”,  Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdikbud. Diunduh tanggal 25 April 2016. http://repositori.perpustakaan.kemdikbud.go.id/543/1/3.%20sabar.pdf
  • Salman, Rusydi. 2011. Prinsip-prinsip Manajemen kelas. Yogyakarta: Diva Prress Cet Pertama
  • Triwiyanto, Teguh, 2014, Standar nasional pendidikan sebagai indikator mutu layanan manajemen sekolah, diunduh 7 Mei 2016,  http://mbscenter.or.id/site/page/id/307

 

Advertisements

8 Responses to “Monitoring & Evaluation: ICM School”


  1. 1 Sunat Bayan Sobalely May 13, 2017 at 3:23 pm

    Setelah menyimak paparan singkat dari monitoring dan evaluasi di ICM School maka,saya melihat ada suatu perencanaan yang sistematis lewat Visi ICM School yang sangat terintegrasi dengan kurikulum Nasional 2013 yang menyangkut kompetensi dasar.hanya harus menjadi komitmen dari pendidik dan stakeholder untuk selalu monitoring dan evaluasi guna peningkatan mutu belajar.fungsi supervisi harus menjadi salah satu langkah untuk kemajuan ICM.dan yang lebih penting adalah pasca belajar dari ICM School sebagai ilmu yang tertanam dalam sikap maupun pengetahuan dan kemampuan.
    Dengan mutu ICM yang terus ditingkatkan serta SOP dan Metodologi yang tepat maka,dapat diukur bahwa ICM School akan menjadi sekolah terdepan di Asia Tenggara dengan mengedepankan pendidikan yang berbasis Religius. Tambahan,e_learning penting untuk monitoring pembelajaran,sebagai pengawasan orang tua maupun stakeholder

  2. 2 syarifmaulana1992 May 18, 2017 at 10:30 pm

    Syarif Maulana (062116026)
    Monitoring dan Evaluasi (M&E) merupakan dua kegiatan terpadu yang dipergunakan untuk mengendalikan suatu program yang dilaksanakan dalam sebuah organisasi. Walau saling terkait namun kedua kegiatan tersebut memiliki fokus yang berbeda. Jika monitoring lebih terfokus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan, yang bertujuan untuk menggali informasi berdasarkan indikator-indikator tertentu yang sudah ditentukan. Sedangkan evaluasi terfokus pada hasil akhir dari kegiatan pelaksanaan yang dilakukan untuk mencari kekurangan dan memperbaiki kekurangan tersebut. dalam praktiknya monitoring dan evaluasi (M&E) sangat tepat jika diimplementasikan dalam organisasi pendidikan seperti yang dilakukan oleh ICM School. Proses monitoring dilakukan dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan yang sedang berlangsung sudah sesuai dengan perencanaan dan prosedur yang telah disepakati sebelumnya, indikator yang dipertimbangkan pada proses monitoring mencakup aktivitas dan target yang telah ditetapkan pada saat perencanaan. Jika proses monitoring dilakukan secara tepat dan benar maka hasil yang didapat berupa informasi valid yang dapat digunakan oleh menejer sekolah (kepala sekolah) sebagai arah dalam proses evaluasi. Sehingga hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi (M&E) yang dilaksanakan oleh ICM School dapat dipergunakan oleh kepala sekolah dalam mengambil keputusan mengenai manajemen sekolah setiap tahunnya dan menjadi kegiatan rutin yang sifatnya dapat meningkatkan mutu pendidikan sekolah.

  3. 3 Yeti_NPM 072116027_AP II.1_Pasca Unpak May 19, 2017 at 5:56 am

    Dari apa yang sudah saya baca mengenai monitoring dan evaluasi di sekolah insan cendikia madani school, disana terlihat jelas bahwa visi dr ICM adalah menjadi sekolah terdepan yang mengembangkan keunikan siswa untuk menghasilkan pemimpin yang berkarakter islami dan turut bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat madani. Dari visi tersebut ICM menyiapkan para siswanya agae kelak dapat menjadi pemimpin yang cerdas dan memiliki karakter islami. Untuk mencapai visi, misi, dan tujuan tersebut hendaknya pihak sekolah, yayasan untuk selalu melakukan M&E terhadap seluruh aspek pembelajaran dan stakeholder yang ada di ICM. M&E tersebut dapat dilakukan salahsatunya dengan melakukan supervisi berkala, terhadap guru dalam proses pembelajaran. Proses lesson study yg dilakukan d ICM sudah cukup baik dan agar selalu dilakukan dengan melakukan persiapan yg cukup matang mulai dari tujuan, lesson plan , pelaksanaan sampai pengawasan terhadap proses lesson study tersebut. Beberapa kesimpulan dari apa yang sudah saya baca antara lain :
    1. ICM sudah melakukan proses monitoring dan evaluasi dengan cukup baik dan semoga bisa berkelanjutan
    2. Proses lesson study yang d lakukan di ICM secara keseluruhan sdh cukup baik. Agar siswa tidak jenuh mungkin bs d tambah dengan pembelajaran d luar kelas yang menarik
    3. Agar lesson study berjalan dengan baik guru harus menyiapkan lesson plan dengan sebaik mungkin sehingga tujuan bisa tercapai
    4. Dalam lesson plan yang di buat guru hendaknya mencantumkan seluruh aspek dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
    5. Adanya kerjasama yang baik antara seluruh stakeholder dalam upaya pencapaian vis, misi sekolah
    Demikian sedikit ulasan saya semoga bermanfaat dan program M& E ini bisa berjalan berkelanjutan dan dapat di ikuti oleh sekolah lain. Terima kasih

  4. 4 Amirudin May 20, 2017 at 2:56 am

    Amirudin (072116002)
    Setelah menyimak dan memahami penjelasan mengenai Monitoring & Evaluation ICM yang dimana ICM (Insan Cendekia Madani) merupakan salah satu unit pendidikan berbasis islami di Indonesia yang saat ini telah banvak meraih prestasi di bidang akademis maupun non akademis. Hal ini menjadi pencapaian yang sangat balk bagi ICM karena sesuai dengan visinya yaitu mengembangkan keunikan siswa untuk menghasilkan pemimpin yang berkarakter islami. Tercapainya kemajuan ini pun didasarkan atas misi yang dimiliki ICM salah satunya adalah membentuk siswa berkarakter pemimpin islami serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa. Pelaksanaan M&E harus dilakukan secara bekelanjutan artinya peningkatan yang terjadi saat ini tidak akan bertahan apabila kedepannya program tersebut tidak berjalan dengan semestinya. Adanya tujuan serta manfaat yang diperoleh dari pelaksanaan M&E pada proses pembelajaran di ICM menunjukan keefektivan dan progres yang baik bagi ICM. Untuk kedepannya kegiatan yang dilakukan semoga dapat berjalan dengan baik sesuai degnan alur serta kurikulum yang berlaku saat ini. dari beberapa kemajuan yang significant diantaranya terdapat beberapa hal yang harus ditingkatkan dan diperbaiki kembali seperti rumusan indikator kurikulum madani ICM serta metode dan model pembelajaran yang otentik.

  5. 5 Rosanita sinulingga May 20, 2017 at 12:29 pm

    Setelah membaca tentang satuan pelajaran ICM, Saya dapat memberikan pandangan bahwa banyak hal yang perlu dicontoh dari sistem pendidikan yang ada disana seperti pelaksanaan pembelajan yg menerapkan kurikulum yg madani, siswa mendapatkan dua keilmuan sekaligus yaitu ilmu untuk masa depan mereka dan juga ilmu untuk memperdalam atau membentuk karakter mereka. Siswa yang tinggal diasrama tentu membutuhkan pengawasan yang ekstra. Secara keseluruhan proses kbmnya dapat menjadi twkomwndasi bagi sekola 2 lainnya yaitu untuk membentuk karakter siswa yg bisa memberi pengaruh yg baik bagi orang-orang disekitarnya setelah lulus dari ICM. Tapi ada hal-hal yang perlu diperbaiki diantaranya guru yg masih menggunakan metode pembelajaran yg klasik untuk bisa deberi masukan dan saran.

  6. 6 Yulfia May 21, 2017 at 4:44 am

    Yulfia Setyaningsih
    NPM 072116119

    Yth Bapak Dr. Adie E Yusuf

    Setelah saya baca artikel bapak menurut pendapat saya setiap sekolah harus mampu mengukur apakah visi dan misi sekolah tersebut sudah tercapai atau belum, karena keberhasilan suatu sekolah dapat terlihat dari bagaimana perencanaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai melalui suatu sistem dan mekanisme yang ada apakah sesuai.
    Untuk penjaminan mutu keberhasilan visi dan misi dari sekolah ICM perlu diadakannya monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi adalah hal yang harus dilakukan secara terpadu. Monitoring merupakan pengumpulan informasi yang dilakukan secara terus menerus untuk mengukur proses, kegiatan dan kondisi yang dilakukan oleh pihak dalam berdasarkan survey, dokumen internal dan laporan. Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan pihak dalam dan luar di akhir program atau strategi untuk mengukur kelangsungan suatu program atau strategi apakah dapat dilanjutkan atau tidak.
    Dengan monitoring dan evaluasi kita dapat mengenali masalah dan penyebab dari keberhasilan atau tidaknya suatu program, dapat memberikan solusi dari permasalahan yang ada, mendorong untuk menindaklanjuti informasi dan gagasan, memungkinkan pelaku untuk membuat perubahan positif, selain itu monev juga dapat dijadikan sebagai pengambil keputusan atau kebijakan bagi para pimpinan untuk meningkatkan mutu sekolah.
    Berdasarkan artikel yang bapak tulis, masalah yang paling dominan yang saya dapati adalah:
    1. Kelengkapan dan persiapan lesson plan berupa pernyataan indicator, soal, rencana sesi, refleksi dan rencana aksi mendapatkan skor 1.6 atau tidak lengkap dan perlu peninjauan kembali.
    2. Proses pelaksanaan pembelajaran berupa pengelolaan kelas dalam rencana pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran mendapatkan skor 1.6 atau perlu perbaikan, penilaian pembelajaran mendapatkan kor 1.4 atau tidak efektif karena guru belum menerapkan penilaian otentik yang di sertai rubrik.
    3. Observasi wali kelas 60% kurang efektif terutama pada aspek memberikan arahan bimbingan dan motivasi, melakukan kontrol kegiatan siswa, komunikasi dan kunjungan (home visit) baik langsung atau media sosial, evaluasi perkembangan siswa, absensi dan jurnal berkala serta pengecekan kelengkapan sarana dan prasarana kelas serta administrasi kelas secara tertib.
    Masalah di atas saya akan bahas dengan menggunakan metode fishbone.
    1. Guru tidak membuat lesson plan secara lengkap.
    A. Maka situasional analisis :
    – Man : guru banyak yang tidak kompeten
    – Material : Guru tidak menguasai materi pembelajaran
    – Methode : kurangnya pelatihan membuat lesson plan yang benar
    – Teknologi : Guru tidak menguasai teknologi
    – Money : tidak ada reward untuk guru yang membuat lesson plan secara lengkap dan benar
    – Machine: kurangnya review atau pengecekan lesson plan
    B. Solusi:
    – Mengadakan pelatihan dan coaching untuk guru-guru yng tidak kompeten
    – Memberikan reward untuk guru yang membuat lesson plan lengkap dan benar
    – Kepala sekolah atau wakil kepala sekolah mengecek lesson plan setiap satu minggu sebelum pembelajaran
    – Adanya review dari pemeriksa ke guru
    C. Potensial problem:
    – Anggaran untuk pengembangan pembuatan lesson plan akan bertambah
    – Memerlukan tenaga dan waktu yang lebih dalam melaksanakan pelatihan dan coaching
    2. Proses pelaksanaan pembelajaran berupa pengelolaan kelas dalam rencana pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran
    A. Situasional analisis
    – Man : guru banyak yang tidak kompeten
    – Material: guru tidak kreatif untuk menggunakan atau membuat media pembelajaran
    – Methode : kurangnya pelatihan menggunakan atau membuat media pembelajaran
    – Teknologi : Guru tidak menguasai teknologi
    – Money : tidak ada reward untuk guru yang kreatif
    – Machine: kurangnya supervisi dan review dari kepala sekolah
    B. Solusi:
    – Adanya seminar atau pelatihan untuk pengelolaan kelas dan pembuatan media pembelajaran
    – Berkunjung atau studi banding dengan sekolah yang sudah bagus pengelolaan kelas dan penggunaan media pembelajarannya
    – Adanya reward untuk guru-guru yang bagus pengelolaan kelas dan penggunaan media belajarnya
    – Membuat list kebutuhan guru untuk media pembelajaran
    C. Potential problem
    – Menambah anggaran untuk pengembangan penglolaan kelas dan media pembelajaran
    3. Wali kelas kurang efektif
    A. Situasional analisis
    – Man : jam mengajar yang terlalu banyak
    – Material : guru tidak memiliki pengetahuan tentang psikologi anak
    – Methode : kurangnya pendekatan kepada siswa
    – Teknologi : guru tidak memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan komunikasi dengan siswa
    – Money : tidak ada reward untuk guru yang memiliki integritas sebagai wali kelas
    – Machine: kurangnya supervisi
    B. Solusi:
    – Adanya jam mentoring atau jam wali kelas dan siswa untuk saling berdiskusi minimal 60 menit setiap minggu
    – Adanya pembukaan dan penutupan kegiatan belajar setiap hari dengan wali kelas minimal 15 menit
    – Adanya seminar atau pelatihan tentang perkembangan psikologi anak
    – Adanya reward untuk wali kelas yang menjalankan tugasnya dengan baik
    – Adanya supervisi dan coaching dari kepala sekolah
    – Membentuk rapat per grade untuk membahas perkembangan siswa dari guru ke wali kelas
    C. Potential problem :
    – Menambah beban kerja guru
    – Menambah anggaran sekolah untuk seminar dan pelatihan
    Demikian sedikit pendapat saya tentang artikel bapak. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan. Terimakasih untuk perhatian bapak

  7. 7 PICES RAHAYUONO May 21, 2017 at 12:52 pm

    Pices rahayuono ( 072116017 )

    Setelah saya cermati mengenai Monitoring dan Evaluasi ( M & E ) di ICM School, saya berpendapat bahwa ICM School merupakan sekolah unggulan dengan mengembangkan keunikan siswanya, yaitu untuk menghasilkan siswa yang berkarakteristik Islamic dan Madani. Hal ini terlihat dari Visi, Misi dan Tujuan yang tertata dan terprogram dengan baik dalam pengorganisaian. Penerapan monitoring terfokus dalam kegiatan yang sedang dilakukan , hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang sudah dituangkan kedalam indikator-indikator. Sedangkan evaluasi dilakukan pada akhir kegiatan untuk mendapatkan informasi kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu. Dalam pelaksanaan M & E, pihak yayasan dan pihak sekolah harus bersinergi dalam melaksanakan hak dan kewajibannya, diharapakn pihak yayasan tidak mengintervensi dalam keputusan-keputusan yang diambil atau dilakukan olek pihak sekolah, sehingga proses keberlangsungan proses pendidikan dapat berjalan lancar sesuai dengan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan. M & E dapat dilakukan secara berkala untuk memberikan umpan balik dalam proses KBM di ICM School. Seperti program lesson study dapat di M & E mulai dari tujuan, planning lesson study, pelaksanaan lesson study, sampai proses pengawasannya.
    Dapat disimpulkan, dengan adanya kerjasama dan saling menghormati baik antara pihak yayasan, pihak sekolah dan stakeholder, diharapkan ICM School dapat menciptakan atau menghasilkan siswa yang berkompeten, berkarakter madani didalam menggapai bcita-citanya serta dalam kehidupannya kelak.
    Demikian sedikit ulasan dari saya, semoga dapat bermanfaat, Aamiin….

  8. 8 Sendy Sunardi May 27, 2017 at 7:09 am

    Sendy Sunardi (072116022)
    A.P 2.1

    Setelah saya menyimak ulasan singkat mengenai Monitoring and Evaluation di Insan Cendekia Madani (ICM School), bahwa ICM merupakan satuan pendidikan yang mengintegrasikan dua kurikulum yakni Kurikulum Nasional tahun 2013, Cambridge International dan Kurikulum Madani dimana ICM ini telah banyak meraih prestasi baik akademis maupun non akademis.
    ICM juga memiliki visi yang menurut saya sangat inspiratif yaitu menjadi sekolah terdepan yang mengembangkan keunikan siswa untuk menghasilkan pemimpin berkarakter Islami dan turut bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat madani. Dari visi tersebut ICM ingin mewujudkan siswa berkarakter pemimpin yang islami, memiliki akhlakul karimah dan bisa menjadi role model budaya masyarakat madani
    Demi terwujudnya visi dan misi ICM perlu adanya monitoring dan evaluasi guna mencapai tujuan dari pendidikan agar prosesnya dapat terlaksana dengan baik, dan untuk mengetahui apakah sekolah mengalami kemajuan atau tidak. Monitoring dan evaluasi pada umumnya menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan oleh Kepala Sekolah.
    M&E di ICM sudah cukup baik dan diharapkan agar terus berkelanjutan.
    Kesimpulan saya:
    1.Dilihat dari segi lesson plan alangkah baiknya guru bisa menerapkan
    model/media pembelajaran yang lebih menarik atau bisa juga
    melaksanakan KBM diluar kelas agar siswa lebih termotivasi.
    2.Adanya bimbingan untuk para guru ICM melalui supervisi yang
    berkelanjutan, guru2 juga diharapkan mengikuti pelatihan, workshop
    mengenai kurikulum, manajemen kelas dan pembelajaran aktif.
    3.Adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara seluruh
    stakeholder ICM agar visi dan misinya terwujud sesuai dengan yang
    diharapkan.
    Demikian sedikit ulasan dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




May 2017
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 317,526 hits

%d bloggers like this: