Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan

PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN: KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU

Oleh: Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A.

Dosen Pasca Sarjana UNPAK dan Quality Management Representative SEAMOLEC

1. Latar Belakang

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) di era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan. Isu-isu pendidikan di Indonesia seperti kualitas dan relevansi pendidikan, akses dan ekuitas pendidikan, rentang geografi, manajemen pendidikan, otonomi dan akuntabilitas, efisiensi dan produktivitas, anggaran dan sustainabilitas, tidak akan dapat diatasi tanpa bantuan TIK. Pendidikan berbasis TIK merupakan sarana interaksi manajemen dan administrasi  pendidikan, yang dapat dimanfaatkan baik oleh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, efektifitas dan akses pendidikan.

Perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga sepertI Singapura, Malaysia dan Thailand. Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk memanfaatkan TIK di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan baik pemerintah maupun masyarakat dalam rangka pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat urgen dan mutlak dilakukan secara terintegrasi, sistematis dan berkelanjutan. Dalam makalah ini khususnya akan dibahas bagaimana kebijakan dan standarisasi mutu penyelenggaraan pendididkan berbasis TIK. Apa standarisasi mutu yang disyaratkan untuk penyelengganan pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien serta akuntabel.

2. Konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi

Secara sederhana Elston (2007) membedakan antara Teknologi Informasi (IT) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT), yaitu “IT as the technology used to managed information and ICT as the technology used to manage information and aid communication”. Sementara itu, UNESCO (2003) mendefinisikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai berikut: “ICT generally relates to those technologies that are used for accessing, gathering, manipulating and presenting or communicating  information. The technologies could include hardware e.g. computers and others devices, software applications, and connectivity e.g. access to the internet, local networking infrastructure, and  video conferencing”.

Dalam praktek di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, TIK meliputi komputer, laptop, network komputer, printer, scanner, video/DVD player,  kamera digital, tape/CD, interactive whiteboards/smartboard. Dengan demikian, perlu ditegaskan bahwa peran TIK adalah sebagai enabler atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran. Jadi TIK merupakan sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.

Morsund dalam UNESCO (2003) mengemukakan cakupan TIK secara rinci yang meliputi sebagai berikut:

  • piranti keras dan piranti lunak komputer serta fasilitas telekomunikasi
  • mesin hitung dari kalkulator sampai super komputer
  • perangkat proyektor / LCD
  • LAN (local area network) dan WAN (wide area networks)
    • Kamera digital, games komputer, CD, DVD, telepon selular, satelit telekomunikasi dan serat optik
  • mesin komputer dan robot

Sejatinya TIK memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan khususnya di bidang pendidikan. Rencana cetak biru TIK Depdiknas, paling tidak menyebutkan tujuh fungsi TIK dalam pendidikan , yaitu sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standard kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, dan sebagai infrastruktur.

UNESCO telah mengidentifikasi  4 (empat) tahap dalam sistem pendidikan yang mengadopsi TIK, yaitu :

1) Tahap emerging; yaitu perguruan tinggi/sekolah berada pada tahap awal. Pendidik dan tenaga kependidikan mulai menyadari, memilih/membeli, atau menerima donasi untuk pengadaan sarana dan prasarana (supporting work performance)

2) Tahap applying; yaitu perguruan tinggi/sekolah memiliki pemahaman baru akan kontribusi TIK. Pendidik dan tenaga kependidikanu menggunakan TIK dalam manajemen sekolah dan kurikulum (enhancing traditional teaching)

3) Tahap infusing; yaitu melibatkan kurikulum dengan mengintegrasikan TIK. Perguruan tinggi/sekolah mengembangkan teknologi berbasis komputer dalam lab, kelas, dan administrasi. Pendidik dan tenaga kependidikan mengekplorasi melalui pemahaman baru, dimana TIK mengubah produktivitas professional (facilitating learning).

4) Tahap Transforming; yaitu perguruan tinggi/sekolah telah memanfatkan TIK dalam seluruh organisasi. Pendidik dan tenaga kependidikan menciptakan lingkungan belajar yang integratif dan kreatif (creating innovative learning environment) melalui TIK.

Dewasa ini pemanfaatan TIK dalam pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai mode yang dikenal dengan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Bates (2005) membedakan pendidikan terbuka, pendidikan jarak jauh dan pendidikan fleksibel sebagai berikut: “Open learning is a primarily a goal. An essential characteristics of open learning is the removal of barriers to learning. In distance learning students can study in their own time, at any place and without face-to-face contact with a teacher. Flexible learning is the provision of learning in a flexible manner”.

PTJJ merupakan alternatif model dalam  proses pembelajaran yang memberikan kesempatan yang luas bagi peserta didik untuk belajar “kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja”.

3. Kebijakan Pemanfaatan TIK Pendidikan

3.1. Tantangan Pendidikan Nasional

Pendidikan nasional memiliki banyak tantangan baik dari sisi input, proses maupun output. Beberapa tantangan pendidikan nasional tersebut adalah sebagai berikut:

  • Banyak anak usia sekolah yang belum dapat menikmati pendidikan dasar 9 tahun. Anak usia 7 – 12 tahun masih dibawah 80% yang telah menikmati pendidikan (APK SMP 85,22, dan APK SMA 52,2).
  • Tidak meratanya penyebaran sarana dan prasarana pendidikan/sekolah sebagai contoh: tidak semua sekolah memiliki telepon, apalagi koneksi internet.
  • Tidak seragamnya dan rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang sekolah yang ditunjukkan dengan masih rendahnya tingkat kelulusan Ujian Nasional dan nilai Ujian Nasional.
  • Rendahnya jumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ( PTN – 82 dan PTS – 2.236 (Dikti,2003))
  • Rendahnya daya tampung dan tingkat partisipasi kuliah (Daya tampung sekitar 3,2 juta mahasiswa dengan tingkat partisipasi  12.8%. Padahal, Filipina mencapai 32% dan Thailand telah mencapai 30%.
  • BAN sebagai penentu kualitas pendidikan menginformasikan bahwa hampir 50% pendidikan tinggi berakreditasi C (46,35% program diploma dan 47.97% PTN dan PTS).
  • Rendahnya Tenaga Pengajar Non Formal (PLS). Kebutuhan guru PLS mencapai angka 519.790 orang. Sementara  yang ada hanya sebesar 113.622 orang  atau 22%. Sehingga diperlukan 406.168 guru atau 78%.  (PMPTK 2006).
  • Rendahnya tenaga pendidik yang belum memenuhi syarat sertifikasi (dari  2.692.217 orang guru yang ada, 727.381 orang (27%)  memenuhi syarat sertifikasi, sisanya 1.964.836 (73%) belum memenuhi syarat sertifikasi.
  • Berdasarkan survey HDI th 2005, Indonesia menduduki ranking 112 dari 175 negara (jauh berada di bawah Malaysia dan Bangladesh).
  • Rendahnya tingkat pemanfaatan TIK di sekolah/kampus (Digital Divide), yang ditunjukkan dengan kondisi dimana tidak semua sekolah mempunyai sarana TIK.  Sekalipun ada, jumlahnya terbatas dan pemanfaatannya masih belum optimal.

3.2. Peran Strategis TIK untuk Pendidikan

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pemanfaatan TIK dalam pendidikan melalui Pendidikan Jarak Jauh  bahwa “(1) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan, (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler, (3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam bentuk, modus dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan. Jadi sistem pendidikan jarak jauh telah menjadi suatu inovasi yang berarti dalam dunia pendidikan nasional. Sistem pendidikan jarak jauh yang dimulai dengan generasi pertama korespondensi (cetak), generasi kedua multimedia (Audio, VCD, DVD), generasi ketiga pembelajaran jarak jauh (telekonferensi/TVe), generasi keempat pembelajaran fleksibel (multimedia interaktif) dan generasi kelima e-Learning (web based course), akhirnya generasi keenam pembelajaran mobile (koneksi nirkabel/www).

Seperti tercantum secara eksplisit dalam Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005 – 2009, terlihat jelas bahwa TIK memainkan peran penting dalam menunjang tiga pilar kebijakan pendidikan nasional, yaitu:(1) perluasan dan pemerataan akses; (2) peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; dan (3) penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik pendidikan, untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu, akuntabel, murah, merata dan terjangkau rakyat banyak.

Dalam Renstra Depdiknas 2005 – 2009 dinyatakan peran strategis TIK untuk pilar pertama, yaitu perluasan dan pemerataan akses pendidikan, diprioritaskan sebagai media pembelajaran jarak jauh. Sedangkan untuk pilar kedua, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, peran TIK diprioritaskan untuk penerapan dalam pendidikan/proses pembelajaran. Terakhir, untuk penguatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik,  peran TIK diprioritaskan untuk sistem informasi manajemen secara terintegrasi.

3.3. Infrastruktur Jaringan dan Konten TIK Depdiknas

Depdiknas telah memiliki infrastruktur backbone teknologi informasi dan komunikasi yang cukup besar dan siap untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya baik untuk kebutuhan pendidikan, penelitian, maupun adminisitrasi.

Jardiknas dikategorikan kedalam tiga zona, yaitu:

  • Zona Personal/Komunitas; yang diperuntukkan sebagai akses personal bagi  guru, dosen, dan siswa.
  • Zona Perguruan Tinggi; yang diperuntukkan bagi seluruh Perguruan Tinggi dan Kopertis; dan
  • Zona Kantor Dinas/UPT/Sekolah; diperuntukkan bagi sekolah, Dinas Pendidikan Kab/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan Unit-unit Kerja Depdiknas.

Infrastruktur ini akan diisi oleh konten yang dikelompokkan dalam dua ketegori yaitu:

  • Kontent e-learning; konten e-learning dapat meliputi konten yang dikembangkan oleh Pustekkom, Ditdikdasmen, Ditjen Dikti, Setjen, atau unit-unit lain.
  • Konten e-administration; e-content administration meliputi online transaction proccessing (OLTP), data center warehouse (DCW) dan online analysis processing (OLAP)

4. Pembelajaran Berbasis TIK (e_Learning)

Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut. Pertama, e-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua, e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer), sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Ketiga, e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, Kapasitas peserta didik amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas peserta didik yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.

Pembelajaran berbasis TIK atau e-Learning adalah sumber pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti Internet, Intranet, CDROM, video tape, DVD, TV, Handphone, dan PDA

Pola-pola seperti di atas semua berbeda satu dengan yang lain. E-learning lebih luas dibandingkan dengan online learning. Online learning hanya menggunakan Internet/intranet/LAN/WAN tidak termasuk menggunakan CD ROM.

Dalam pembelajaran berbasis TIK terdapat perbedaan komunikasi antara pembelajaran langsung (syncronous) dan tidak langsung (ansyncronous), dengan sebuah terminologi untuk mendeskripsikan bagaimana dan kapan pembelajaran berlangsung.

4.1. Pembelajaran Langsung (Syncronous Learning)

Dalam pembelajaran langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dalam waktu yang sama (real time) walaupun pendidik dan para peserta didik secara fisik berada pada tempat yang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh yaitu:

1. Mendengarkan siaran Radio.

2. Menonton siaran Televisi

3. Konferensi audio/video.

4. Telepon Internet.

5. Chatting

6. Siaran langsung Satelite dua arah.

4.2. Pembelajaran Tidak Langsung (Ansyncronous Learning)

Dalam pembelajaran tidak langsung, proses belajar dan mengajar berlangsung dengan adanya delay waktu (waktu yang berbeda) dan pendidik dan peserta didik secara fisik berada pada tempat yang berbeda. Sebagai contoh yaitu:

1. Belajar sendiri menggunakan internet atau CD-Rom.

2. Kelas belajar menggunakan video tape.

3. Presentasi web atau seminar menggunakan audio/video.

4. Rekaman suara.

5. Mentoring tanya jawab.

6. Membaca pesan e-mail.

7. Mengakses content online

8. Forum diskusi

Karakteristik dari pembelajaran tidak langsung (ansyncronous) adalah pendidk harus mempersiapkan terlebih dahulu materi belajar sebelum proses belajar mengajar berlangsung. Peserta didik bebas menentukan kapan akan mempelajari materi belajar tersebut.

Contoh TIK yang digunakan dalam komunikasi pembelajaran secara syncronous dan asyncronous sebagai berikut:

Asyncronous Learning Syncronous Learning
Fax Telephone
E-Mail Screen Sharing
Knowledge Base Chat
Newsgroups Web conferences
Computer Based Training Online Seminar
Quick Reference Guide Compressed video classes

Sedangkan karakteristik e-learning dapat dikemukakan sebagai berikut:

Karakteristik Penjelasan
Non-linearity Pemakai (user) bebas untuk mengakses (browse) tentang objek pembelajaran dan terdapat fasilitas untuk memberikan persyaratan tergantung pada pengetahuan pemakai.
Self Managing Pemakai dapat mengelola sendiri prosespembelajaran dengan mengikuti struktur yangtelah dibuat.
Feedback-Interactivity Pembelajaran dapat dilakukan dengan interaktifdan disediakan feedback pada prosespembelajaran.

5. Standarisasi Pendidikan Berbasis TIK dari SEAMOLEC

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pasal 35, menyatakan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Standarisasi pendidikan mutlak diperlukan untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan. Pada dasarnya SNP merupakan persyaratan minimum yang ditetapkan UU, namun secara teknis diperlukan perumusan standar mutu dalam sistem pendidikan seperti Sistem Manajemen Mutu – ISO 9001:2008 / IWA 2.

McGee, Carmean dan Jafari (2005) menyatakan pentingnya standard dan spesifikasi dalam pendidikan berbasis TIK, karena memungkinkan terjadinya pembelajaran sebagai berikut: 1) Interoperability, sistem berinteraksi dengan sistem lain dalam organisasi, 2) Reusability, sumber / objek belajar mudah digunakan dalam kurikulum, latat, profil peserta didik yang berbeda, 3) Manageability, sistem telusur informasi tentang peserta didik dan konten, 4) Accessibility, semua peserta didik memiliki kemudahan menerima konten setiap saat, dan 5) Sustainability, teknologi terus berkembang sesuai standar untuk menghindari keusangan.

  1. Simpulan dan Saran

Pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harus dibangun untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien. Implementasi pendidikan berbasis TIK dapat dilakukan melalui model hybrid (dual system) yang mengkombinasikan pembelajaran klasikal (face 2 face) dengan belajar terbuka dan jarak jauh (on line). Sedangkan pembelajaran berbasis TIK dapat dilaksanakan secara lansung (syncronous learning) dan tidak langsung (asyncronous Learning). Hal ini tergantung dengan kondisi teknologi dan jaringan yang tersedia. Standarisasi dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat penting untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan.

Beberapa saran yang dapat dikemukakan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK sebagai berikut.

  1. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan pendidikan yang makin kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi.
  2. Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
  3. Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui  pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
  4. Standarisasi mutu penyelenggaran pendidikan berbasis TIK perlu ditindaklanjuti dengan standarisasi konten untuk menjamin kualitas, aksesibilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK.
About these ads

184 Responses to “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan”


  1. 1 ismulyana djan April 30, 2010 at 8:44 am

    Comment:
    Pemamfaatan ICT dalam Pendidikan: Kebijakan dan Standarisasi mutu (Dr. Adie e Yusuf, MA)

    Having read it, I agree with your statement, Sir !!

    Kenyataan dilapangan masih ditemukan upaya-upaya meng- eleminir
    peranan TIK pada dunia pendidikan, dengan berbagai macam alasan
    dan latar belakangnya, padahal semakin menghindar maka akan
    semakin jauh kita tertinggal(karena begitu pesatnya perkembangan
    teknologi saat ini).
    Kunci utama suksesnya peranan TIK dalam pendidikan di Indonesia,
    jika saya analog-kan adalah e-learning, maka selain faktor
    hardware dan software juga peranan perencanaan infrastruktur
    yang betul-betul handal, mengingat letak geografis dan
    demografis yang tidak merata malah jauh dari pemerataan, namun
    hal ini jangan menjadi kendala yang terus-menerus dibesar-
    besarkan. Dan Berikutnya adalah Policy, (political Power
    /political will) ada nggak ? keinginan dari pengambil kebijakan
    untuk men-sukseskan program TIK dalam pendidikan kita, atau
    hanya merupakan simbol-simbol pemanis saja, (beberapa waktu
    lampau Mendiknas RI pada saat itu Bambang Sudibyo: mengeluarkan
    maklumat yang sedikit memaksa agar sekolah-sekolah tidak boleh
    menjual buku dan disiapkan oleh pemerintah secara gratis,
    e-books namanya, sampai saat ini memang masih ada. But… political will/political power not support it.

    Ada 4 pertanyaan yang diajukan oleh Boettcher and Kumar (2000):
    guna mendukung suksesnya perencanaan infrastrukutr e-learning;

    1. Teknologi dan kemampuan teknis apa yang diperlukan untuk mendukung e-learning?
    2. Keterampilan penting apa yang dibutuhkan oleh pengguna e-learning, instruktur, dan staf pendukung untuk selalu sukses dalam perubahan lingkungan pembelajaran secara digital ?.
    3. Standar dan pedoman apa yang harus dikuasai ?.
    4. Kebijakan apa yang harus dijalankan untuk suksesnya infrastruktur e-learning?

    Demikian, mohon maaf jika comment ini begitu lancang,
    Semoga sukses selalu untuk Pak Adie.
    Nuhun
    ISMULYANA DJAN – MHS S-3 Unpak

    • 2 komalaade73Komala March 12, 2013 at 9:03 am

      ADE KOMALA DS /072112033
      PROGRAM S2 / KELAS D7 CILEGON
      Assalamualaikum Wr. Wb. Salam silaturahim……..!
      Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A
      Saya seorang Guru Sekolah Dasar. Pada suatu saat diberi kepercayaan untuk memberikan materi tentang ” Memotifasi Diri ” dalam rangka persiapan ujian siswa/i SMP yang ada di lingkungan saya bekarja. Karena keterbatasan waktu yang ada, dan ingin seluruh materi dapat di sampaikan juga menarik untuk dimaknai .maka saya memilih menggunakan beberapa media yang berkaitan dengan ICT seperti infokus dan kelengkapan lainya.
      Alhasil , dengan menggunakan media ICT penyampaian saya berhasil sesuai tujuan di atas. Dari ketertarikan anak-anak terhadap media ICT,maka timbul keseriusan dalam memahami materi tsb.
      Jadi kaitan dengan artikel yang bapa tulis ,sangat erat sekali dan sangat menunjang terhaoap kegiatan belajar mengajar . Dengan penggunaan ICT akan mendorong siswa lebih semangat dalam belajar. Karena media ICT menarik secara bentuk ,juga kebaradaan fungsinya sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang sedang dibutuhkan siswa maupun guru tsb. Sehingga ICT menjadi kunci menuju model sekolah terdepan yang bisa mengimbangi kemajuan jaman di era teknologi ini. Begitu pula ICT bisa menghilangkan batasan ruang dan waktuyang selama ini membatasi ruang gerak di dunia pendidikan.
      Dengan ICT peserta didik mendapat kesempatan belajar kapan saja, di mana sdaja, dan dengan siapa saja , bahkan belajar apapun dapat diakses dari internet.
      Dalam menghadapi era globalisasi, sistem informasi sangat dibutuhkan oleh lembaga- lembaga pendidikan , khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi,kontrol kwalitas, dan kerja sama dengan pihak lain.
      Namun ada beberapa hal yang saya amati , dari pembelajaran melalui ICT ini terlihat ada kelemahan . Diantaranya ;
      – Kelemahan dalam etika berinteraksi , ttidak seperti pada saat pembelajaran melalui tatap muka.
      – Kelemahan kedua, belajar melalui ICT hanya bersifat kognitif saja.dak adanya transformasi nilai-nilai sikap / moral.
      – Kelemahan ketiga , tingkat akurasi pada saat anak mengadakan tes online akan diragukan. karena bisa saja orang lain yang mengerjakannya.
      Walaupun demikian adanya ,untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan tsb maka peran guru dalam pembelajaran tatap muka tetap diperlukan..
      Keberadaan media ICT untuk di tingkat SD belum lengkap dan terbatas jenisnya dan jumlahnya , sehingga dalam menggunakannyapun masih terbatas . begitu pula keilmuan tetang ICT untuk guru- guru Sd di lingkungan saya bekerja baru taraf mengenal. Namun demikian saya berusaha ingin maju seperti guru-guru yang ada di lingkungan kota yang sudah maju. Semoga saja belum terlambat untuk memiliki keinginan menjadi guru yang bisa mengikuti perkembangan jaman dengan tidak melupakan etika-etika yang perlu ditanamkan.

  2. 3 lulus tri wahyuni May 19, 2010 at 6:03 am

    I absolutely agree with your previous statement,
    all of us have known that nowdays the role of ICT in organisation or institution is very important.. Banya aktifitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi.Tak hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun sistem informasi telah banyak diterapkan di mana-mana, seperti di kantor, di pasar swalayan, di bandara, perbankan dan bahkan di rumah ketika pemakai bercengkrama dengan dunia internet. Entah disadari atau tidak, sistem informasi telah banyak membantu manusia.
    Keberadaan sistem informasi pada dunia pendidikan tidak hanya bermanfaat bagi lembaga / satuan pendidikan tetapi juga bagi para siswa dan masyarakat. contoh berkat sistem informasi para siswa dan orang tua bisa mendapatkan informasi tentang program-program sekolah, nilai siswa, keuangan, kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler juga dapat mendaftar sebagai siswa baru pada saat penerimaan siswa baru(PSB) secara on line. Namun manfaat besar keberadaan ICT pada dunia pendidikan belum menyeluruh karena banyak faktor penyebabnya, diantaranya sarana prasarana pendukung ICT, sumber daya manusia pendidikan yang berkompeten di bidanag ICT juga sistem dan aturan yang relevan.

  3. 4 Ratna Dewi June 22, 2010 at 12:25 am

    Dengan membaca blog yang bapak buat, saya sebagai praktisi pendidikan mendapatkan pemahaman dan informasi baru tentang metode pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

    Namun demikian, untuk pemanfaatan ICT dalam pendidikan di Indonesia masih terdapat kendala antara lain disebabkan dengan terjadinya disparitas/keragaman mutu pendidikan yang berkaitan:

    a. Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum
    memadai secara kuantitas, kualitas dan kesejahteraannys.
    b. Sarana prasarana belajar yang belum memadai
    c. Pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu
    pendidikan
    d. Kesenjangan antara penduduk

    oleh karena itu, pemanfaatan ICT dalam pendidikan di Indonesia pada saat ini belum optimal karena masih terdapat disparitas, selama keragaman tersebut masih terjadi hanya lembaga pendidikan/sekolah/perguruan tinggi tertentu yang dapat memanfaatkan ICT dalam pembelajaran.

    Mohon maaf apabila komentar ini kurang tepat sukses selalu untuk Bapak.
    Ratna Dewi, (Mahasiswa Pascasarjana S-3) UNPAK

  4. 5 anita barkah September 29, 2010 at 7:46 am

    Assalamualikum WrWb
    Yth. Bpk. Adie

    Allhamdulillah pak akhirnya saya sekarang sudah punya blog sendiri , ini semua atas saran dari bapak sewaktu memberikan materi matrikulasi di Unpak tgl. 25 September yang lalu, mudah-mudahan sebagai seorang guru SD saya mampu memanfaatkan media ini sebagai sarana dalam meningkatkan kompetensi saya. selanjutnya saya mohon petunjuk dari bapak sebagai pemula saya mohon diberi petunjuk hal apa saja yang dapat saya simpan di blog, terima kasih

    Anita Barkah
    Mahasiswa S2 Unpak

  5. 7 jamaluddin October 2, 2010 at 2:03 pm

    trimakasi telah membuat saya jadi tahu dan semakin cerdas disaat telah membaca bagaimana penggunaan ITC. semoga kedepan saya semakin bergairah demi perkembangan pendidikan kedepan.

  6. 8 sopan guniadi October 4, 2010 at 1:51 am

    Assalamualaikum Wr.wb

    Bp. adie yang terhormat,
    saya adalah salah satu guru pamong SMA terbuka dengan sekolah induk di SMA Negeri 1 Leuwiliang , yaitu sma terbuka yang di rintis oleh pustekom, apa yang bapak tulis tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan terutama untuk pembelajaran jarak jauh memang sangat berguna dan pernah saya gunakan.tetapi kenapa program yang sangat bagus dari pustekom tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat sehingga program tersebut tidak berjalan dengan baik, padahal ketika saya bertemu dengan guru-guru pamong di luar jawa mereka sangat terbantu dengan adanya SMA terbuka yang memakai cara pembelajaran jarak jauh,mungkin itu curhat saja pak mudah-mudahan bapak bisa mengusulkan kembali ke pemerintah pusat atau tetap dikelola oleh pustekom dengan bantuan dari pemerintah pusat.terima kasih pak.

    sopan guniadi
    MP Unpak 2010

  7. 9 galihtresnandika October 4, 2010 at 6:20 am

    saya sangat setuju bahwa teknologi informasi memang seharusnya sudah menjadi pemikiran Bangsa Indonesia, sebab wawasan dapat berkembang cepat dengan pemanfaatan media-media yang tersedia secara maksimal. namun pada kenyataannya, sistem informasi yang berkembang tidak diimbangi oleh pengembangan pola pikir individu. seseorang akan merasa “ah saya sudah tua” atau “ah saya tidak bisa” keinginan untuk terus belajar hingga akhir hayat, kurang melekat. untuk media-media yang sifatnya simple penggunaannya (tidak memerlukan cara-cara yang banyak), contohnya televisi, radio, koran, mungkin dapat berkembang. namun untuk internet, atau mungkin handphone (yang memerlukan pengetahuan lebih untuk memanfaatkan media tersebut secara maksimal), akan mengalami kesulitan untuk berkembang sebelum pola pikir pembelajar dikuasai oleh individu pengguna media tersebut.

    jadi, hal yang menurut saya harus dikembangkan terlebih dahulu bukan sarananya tetapi pola pikir pembelajar bagi individu-individu pengguna multimedia tersebut.

  8. 10 fajar syah alam October 5, 2010 at 2:39 pm

    Dengan membaca tulisan bapak akan semakin jelas pentingnya kegunaan TIK dalam pengembangan pendidikan di indonesia. Namun perkembangan penggunaan TIK ini masih banyak masalah yang dihadapi oleh seorang pendidik khususnya guru disebabkan :
    1. masih minimnya kompetensi guru dalam menggunakan komputer
    2. masih kecilnya daya beli guru terhadap PC/notebook
    3. Masih terbatasnya jaringan komunikasi terutama di daerah terpencil
    4. belum adanya dukungan seutuhnya dari seorang pimpinan di sekolah

  9. 11 junaidi /npm.072110015 October 6, 2010 at 8:37 am

    Saya tertarik sekali dengan apa yang bapak adie bahas dlm penggunaan ICT bagi dunia pendidikan. Saya sangat setuju sekali bahwa semua sekolah dan perguruan tinggi sudah seharusnya menggunakan IT didalam pengajarannya. ICT sebenarnya adalah sebagai sarana pembelajar siswa, guru, dan juga dosen, dimana pada zaman yang telah menggunakan kekuatan daipada ICT ini, guru dan dosen bukanlah satu satunya yang dapt dijadikan sebagai sumber dari ilmu Pengetahuan. Para siswa dan mahasiswa sekarang dapat menjelazah dunia yang tanpa batas dab ruang waktu untuk mendapatkan sumber sumber lain dari Ilmu pengetahuan dan sains. Tetapi teori yang ada tidaklah semanis praktek lapangannya yang maa banyak sekali kedala, hambatan hambatan untuk dapat menjalankan penggunaan ICT diseluruh sekolah, perguruan tinggi di Indonesia. Faktor geografis dan demografis , ditambah dengan banyaknya sekolah swasta yang berdiri, serta infrastruktur sekolah/PT yang blm memadai, semua ini memerlukan anggaran yang tidak sedikit, dan apabila Pemerintah yang harus memikulnya sendiri dengan hanya 20% anggaran untuk pendidikan yang disishkan dari APBN, ini masih sangat jauh dari mencukupi. Saya tidak terlalu setuju dengan pendapat pak adie yang mengatakan bahwa sekolah masih kurang, yang pada kenyataannya sekolah khususnya dipulau jawa sangaylah menjamur, bahkan ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa. Menurut pendapat saya bukan sekolahnya yang kurang, tetapi manajemen sekolah yang harus dibenahi serta prioritas untuk mereka mereka yang tidak mampu harus lebih di akomodir. Sekian terima kasih..

    From : Junaidi pasca S2

  10. 12 amat aswandi October 6, 2010 at 1:55 pm

    alhamdulillah yang bapak tulis ternyata se-ide/sepemahaman dengan saya, sejak disekolah kami memiliki sebuah (hanya satu) proyektor dan diilhami betapa enaknya orang menyampaikan presentasi menggunakan proyektor, saya termasuk yang segera memanfaatkan perangkat ICT tersebut dalam pembelajaran, dan sungguh terasa efktif dan efisiennya menggunakan ICT tersebut, sehingga kalo ngajar tanpa alat tersebut terasa menjadi repot (sekarang sekolah kami sudah memiliki 7 buah proyektor).
    berdasar pengalaman tersebut, saya juga mencoba melakukan peneltian dalam bentuk PTK (class action research) dengan judul “MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR KIMIA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DI KELAS XII IPA-1 SMAN 1 MEGAMENDUNG” di luar dugaan ternyata respon siswa sangatluar biasa.
    selain itu, saya sudah beberapa tahun juga membuat blog yaitu “amataswandi.blogspot.com”, cuma yang jadi masalah gimana ya pak cara memeliharanya, karena saya kurang terampil untuk membuat karya tulis yang indah, panjang, enak dibaca. adanya buntu melulu setiap mau menulis. terima kasih sarannya.
    Sukses untuk Pak Adie E ………… wasalamu’alaikum

  11. 13 ridwan October 7, 2010 at 3:30 am

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Bapak adie yang terhormat

    mengenai Pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat setuju, memang sudah sangat dibutuhkan terutama di bidang manajemen pendidikan, akan tetapi untuk proses KBM menurut saya tidak mutlak seluruhnya menggunakan TIK karena akan berdampak pada masalah pengembangan proses sosialisasi dan interaksi anak2.
    kemudian budaya dan paradigma para pemegang kebijakan disekolah merupakan tantangan yang paling berat yang harus dirubah. karena program yang sudah lama dicanangkan sampai sekarang belum terlaksana juga, untuk itu harus diciptakan para pemegang kebijakan disekolah yang paradigmanya mendudkung pelaksnaan TIK di sekolah

    Ridwan
    MP. 2010/2011

  12. 14 erbypratama October 7, 2010 at 3:00 pm

    yang terhormat pak adie, ketika kita berbicara tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berkembang dengan cukup pesat di era sekarang ini, sebagai tenaga pendidik yang cakupan sehari-hari bekerja di dunia pendidikan, kita sangat perlu sekali menambah pengetahuan kita mengenai IPTEK ini dalam hal implementasi terhadap dunia kerja sebagai pendidik. Penerapan TIK di sekolah menurut saya sangat penting sekali. Selain untuk menunjang terlaksananya administrasi yang baik, TIK juga merupakan suatu sarana yang bisa diterapkan pada kegiatan belajar mengajar. Penggunaan TIK juga bisa memotivasi siswa unntuk lebih semangat belajar dikarenakan TIK sebagai suatu media yang bisa memancing perhatian siswa. Tetapi, permasalahannya tidak semua sekolah mempunya sarana untuk menunjang penggunaan TIK. Terutama sekolah – sekolah yang terletak di pelosok-pelosok daerah yang mungkin kurang mendapat sorotan baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Sorotan yang saya maksud adalah tentang pemerataan, baik itu bersifat informasi maupun tunjangan – tunjangan, terutama tunjangan sarana dan prasarana yang memadai. Terimakasih pak.

    Erby Pratama Putra / A1.1 (072110010)
    MP

  13. 15 Kelas A.I.3 October 9, 2010 at 5:30 pm

    Perkenalkan Pak, Kami Mahasiswa baru Pasca Pakuan ..
    mohon izin untuk mencopy makalah/artikel bapak, blog kami.

    Saya pribadi terkesan dengan pertemuan pertama ketika matrikulasi dan apa yang ada di blog ini sangat menambah wawasan, khusus bagi kami sebagai mahasiswa. terima kasih sebelumnya

  14. 16 Mukhammad Ridwan October 11, 2010 at 8:01 am

    Ass.Wr.Wb

    Yang terhormat Bpk Adiee

    Setelah saya membaca tulisan bapak, secara garis besar ada beberapa hal yang memang harusnya menjadi pemikiran kita bersama.Bahwa saat ini TIK memang sudah menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar dalam dunia pendidikan. Secara ideal TIK sebagai media pembelajaran harusnya mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan, akan tetapi saat ini perkembangannya belum begitu berimbang secara kuantitas pemakaiaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang menjadi kendala dalam aplikasi dilapangan, mulai dari daya beli sekolah yang mampu mengadakan TIK,sebagai sarana pembelajaran, pengajar yang terampil tidak tersedia atau bahkan ketidak perdulian pimpinan sekolah akan hal ini. Tetapi itu semua tidak akan berarti bila kita selaku praktisi pendidikan berkomitmen dan mempunyai keinginan untuk maju.

  15. 17 katrin kaniawati October 16, 2010 at 12:08 pm

    asalamualaikum,,
    saya sehari-hari bekerja sebagai guru SD,tepatnya di SDN KIARAPANDAK 01 kecamatan Sukajaya bogor,,tempat saya bekerja merupakan salah satu desa terpencil di Bogor.saya tertarik dengan isi tulisan yang bapak buat,bahwa teknologi merupakan sarana informasi yang paling cepat diterima oleh masyarakat,dalam hal ini tentunya peserta didik.akan tetapi kenyataan dilapangan,jangankan memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar bagi siswa,gurunya sendiripun “MASIH” belum paham dengan TIK itu sendiri.terlebih lagi di SD,khususnya daerah tempat saya bertugas fasilitas seperti itu belum ada,kami memiliki komputer hanya untuk mengerjakan laporan dan administrasi sekolah saja.saya sebagai pendidikpun sangat jauh ketinggalan dibandingkan teman-teman satu profesi di tempat lain(dalam hal ini daerah perkotaan),jadi bagaimana pendidikan itu bisa merata dan menjangkau semua daerah jika sarana yang digunakannyapun tidak mendapat perhatian dari pihak pemerintah.
    saya berharap,dengan segala keterbatasan yang kami miliki saat ini tidak menjadi penghalang bagi kami (sebagai pengajar) untuk mendidik “anak-anak” kami menjadi lebih maju dan sejajar dengan yang lainnya.terimakasih untuk blog nya

  16. 18 Dr Cand Kun Nurachadijat MBA March 27, 2011 at 6:06 am

    Saya pikir, program Wide Area Network(WAN) Kota yang telah dikembangkan pada tahun 2002 hingga tahun 2003 pada akhirnya dirasakan hanya menitikberatkan kepada aspek perangkat keras dan jaringan saja, sedangkan pengamatan saya pengembangan TIK tidak hanya terdiri atas kedua aspek tersebut.

    Pengembangan SDM sekaligus institusi yang mewadahinya mutlak diperlukan. juga hanya berputar kepada institusi yang menjadi lokasi Wide Area Network (WAN) tingkat Kota, sehingga seharusnya kini mulai dipikirkan untuk memperluas fungsi dan tugas dari WAN Kota menjadi sebuah institusi lain yang mampu menjadi pusat TIK di daerah dan bermanfaat secara luas bagi masyarakat di sekitarnya.

    Maka Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten/Kota hrus digalakkan secara dramatis.

  17. 19 SUMIRTA ADHI March 31, 2011 at 12:23 pm

    SUMIRTA ADHI
    Mahasiswa Pascasarjana S.3 UNPAK 2010

    Information and Communication Technology (ICT) dengan dunia pendidikan bukanlah bidang yang saling berseberangan sebagaimana bidang-bidang lain dengan ICT. ICT laksana sebuah tools yang kehadirannya menambah kesempurnaan proses pendidikan.

    Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung dengan internet sebagai media utamanaya telah mampu memberikan kontribusi yang demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas. Dan ICT yang menjadi kunci untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.

  18. 20 agus indro w. March 31, 2011 at 1:59 pm

    Ass.Wr.Wb.
    Yth.Bpk. Dr.Adie E.Yusuf,MA.
    Dunia internet telah mendorong perombakan total konsep klasik tentang pendidikan yang selama ini berlaku, sedikit demi sedikit mulai berubah. Teknologi informasi dengan mudah telah menghilangkaan batasan ruang dan waktu yang selama ini membantasi dunia pendidikan. Seperti diungkapkan oleh John Chambers, seorang pakar teknologi dari Cisco System, Amerika: The next big killer application for the internet is going to be education”. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi dari hal tersebut adalah;
    1.Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses mata kuliah apa saja di seluruh penjuru dunia tanpa batasan institusi dan Negara;
    2.Mahasiswa dpat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminati;
    3.Kuliah dapat dengan mudah diakses dari penjuru dunia tanpa bergantung di mana lokasi universitas tersebut.
    Arti dari semua ini adalah konsep pembelajaran atau perkuliahan tidak harus berjalan secara rigid “ Full Paper” . Saya tertarik dengan konsep perkuliahan yang bapak sampaikan, yaitu perkuliahan dengan sistem Paperless . Dari apa yang telah saya baca dari tulisan bapak di blog, bagaimana kalau bapak menyediakan fasilitas atau media tanya jawab ( FAQ,Frequently asked questions). Terima kasih Pak Adie tulisan Bapak tentang peemanfaatan ICT dqalam pendidikan begitu inspiratif dan memberikan banyak pemahaman.Wassalam.

    Agus Indro W.

    MP.2011

  19. 21 Agus M. Solihin/073110001 April 1, 2011 at 2:38 am

    Pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan memang mutlak dibutuhkan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pemerintah terkait dengan optimalisasi pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan, antara lain:
    (1)Contents; banyak fasilitas website dari Lembaga Pemerintah di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan menyediakan informasi beragam namun hanya sekedar berita saja, kurang memberikan inspirasi bagi para pembacanya untuk melakukan sesuatu dalam upaya meningkatkan kemampuan diri, ataupun kemampuan anak didiknya, khusus untuk para pendidik. Hal ini terkait dengan tujuan dalam Renstra Depdiknas 2005 – 2009 pada pilar pertama, yaitu perluasan dan pemerataan akses pendidikan, diprioritaskan sebagai media pembelajaran jarak jauh. Dan pilar kedua, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, peran TIK diprioritaskan untuk penerapan dalam pendidikan/proses pembelajaran. Kalaupun tersedia, informasi tersebut diperoleh di website pribadi ataupun organisasi non pemerintah, yang secara legalitas atau konten akademik kurang dapat dipertanggung jawabkan. Seperti pada informasi Ujian Nasional, yang ditampilkan hanya sekedar wilayah dengan tingkat kelulusan, nilai rata-rata, dan seterusnya. Belum menyinggung masalah “contents”, terkait dengan materi apa yang dinilai susah oleh peserta didik, kemudian metode apa yang harus digunakan oleh pendidik sehingga peserta didik memahami materi tersebut, dan permasalahan lainnya.
    (2)Consistency; salah satu manfaat ICT adalah mudahnya orang mengakses dan mencari informasi, namun apabila informasi yang tersedia tidak “up to date”, akan terasa kurang bermakna dan berdampak pada keengganan seseorang untuk mencari informasi di dunia maya. Hal ini terjadi, dikarenakan belum konsistennya organisasi pemerintah untuk mengelola website, tidak hanya terkait dengan masalah dana, namun juga masalah kurangnya SDM yang handal, dan yang benar-benar focus secara konsisten melakukan updating data dan informasi.
    (3)Classification; merujuk kepada tahapan menurut UNESCO dalam system pendidikan, maka perlu diidentifikasi dan diklasifikasikan kondisi perguruan tinggi/sekolah berdasarkan tahapan: (1) emerging; (2) applying; (3) infusing; dan (4) transforming. Hal ini untuk mempermudah perencanaan program ke depan, yang dilakukan berbasis data, dan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Sehingga terjadi efisiensi dan efektivitas pengoptimalan pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan.
    (AGUS MOHAMAD SOLIHIN/NPM.073110001/PPS S3 UNPAK)

  20. 22 mastur Thoyib April 1, 2011 at 6:24 am

    Tanggapan terhadap makalah Pak Adie Yusuf :
    PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN : KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU
    Oleh : Mastur Thoyib, Drs., M.M., M.Pd.
    ( Mahasiswa Program S-3 Manajemen Pendidikan Universitas Pakuan Bogor)

    Renungan 1 :

    Allah berfirman :
    “Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi ) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan sulthon (kekuatan)”
    ( Q.S. Ar Rahman [55] : 33 )

    Renungan 2 :

    Mari kita renungkan sepotong syair Ibnu Zaidun ,

    “Jadilah keadaan saling menjauh itu
    suatu pengganti
    dari saling mendekat
    di antara kita

    Dan digantikanlah
    berbagai pertemuan kita
    dengan keadaan saling menjauh
    di antara kita “

    ( Awadi Manshur, 1993 : 23 )

    Renungan 3

    John Daniel menengarai bahwa,

    -1-
    “Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT)
    dalam waktu yang sangat singkat
    telah menjadi salah satu fondasi bangunan bagi masyarakat modern.
    Sebagian Negara saat ini menganggap pemahaman tentang ICT
    dan penguasaan keahlian-keahlian dasar dan konsep-konsep ICT
    sebagai bagian dari jantung pendidikan,
    bersama dengan membaca, menulis dan berhitung.

    ( Unesco , 2009: v)

    Setelah membaca dan merenungkan tulisan Pak Adie Yusuf, tergerak hati saya untuk memberikan tanggapan dalam rangka kepedulian dan tugas akademik sebagai berikut :

    1.Apa itu Sulthon ?
    Pasca perjalanan Isra’mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW., masyarakat Arab terpecah menjadi tiga golongan, yaitu : Mu’min ( Percaya bahwa Nabi telah melakukan Isra’ mi’raj); Kafir ( mereka yang mengingkari); dan Munafiq (mereka yang tak berpendirian, tetapi memancing di air keruh ). Bagi mereka yang beriman, mudah saja mempercaya peristiwa itu. Pertama, karena Muhammad adalah Nabi yang memiliki mukjizat. Kedua dengan mu’jizat itu Allah dengan Kuasa-Nya memberikan “sulthon”, sebagai mana diungkapkan dalam surat ar Rahman, ayat 55 (renungan 1 ). Tetapi bagi mereka yang kafir ( dan munafik) tetap saja matanya buta, telinganya pekak, dan hatinya tertutup terhadap kebenaran.
    Itu peristiwa lebih dari empat belas abad yang lalu. Tetapi nampaknya, peristiwa jahilah (kebodohan) yang sama dipertontonkan oleh si PONA.. Si PONA ( Person of No Account ), ialah seseorang yang tidak memiliki akses ke cyberspace, seseorang yang tidak pernah online. Istilah ini merupakan istilah yang banyak berkembang di dunia cyberspace dan kata-kata ini digunakan untuk menyebut – atau mengejek- seseorang yang sama sekali buta terhadap teknologi internet.( Aep Kusnawan, 2004: 121-122)
    Hari gini masih jadi si PONA, apa kata dunia !

    -2-

    2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah ibarat pisau bermata dua.
    Meluasnya akses terhadap fasilitas komunikasi masa dan alat informasi, termasuk internet dalam beberapa dekade terakhir ini telah menciptakan transformasi yang besar dalam interaksi sesama manusia. Ibarat pisau bermata dua – teknologi apapapun – termasuk teknologi informasi dan komunikasi – membawa dampak positif maupun negatif.
    Pertama , dampak positif yang dapat dipetik atau dinikmati , antara lain (a) e-mail (correspondence, surat elektronik) , yang memudahkan seseorang mengirim pesan secara cepat, (b) Chat (chatting ,berbincang), yang memungkinkan berkemunikasi dengan orang lain di belahan dunia manapun, (c) Take / send information (download/ upload), seseorang dapat mengakses informasi apapun, (d) Using technology “teleconference” , yang memmungkinkan banyak orang berkomunikasi interktif dengan sesamanya, (e) Gatting the entertainment (hiburan ) , memnungkinkan orang mendapatkan hiburan yang murah dari berbagai tayangan, (f) software, memungkinkan seseorang menyimpan atau mendistribusikan , serta menggunakan data/ informasi secara mudah dan cepat. (Endang Kurniawan, 2011 dari berbagai sumber )

    Kedua, dampak negative, antara lain : (a) Pornography. Walaupun berbagai produk “browser” melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat diakses, tetap saja pornografi dapat menerobos, (b) Violence and Gore (kekejaman dan kesadisan), (c) Fraud, penipuan, (d) Carding , yaitu aktivitas pembelian barang di internet dengan menggunakan kartu bajakan, (e) Gambling,Perjudian.
    Selain itupun , ada beberapa dampak negative lainnya yang dilihat secara konseptual : (a) information anxiety (informasi terlalu banyak, sehingga sulit memilih mana yang benar atau salah., (b) dehumanization , hilang atau turunnya penghargaan atas nilai-nilai kemanusiaan, (c) health issues, keadaan stress yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan aplikasi berbasis TIK, (d) lost of privacy, identitas digital membuat keberadaan kita selalu terdeksi, (e) cookies, banyaknya informasi yang ditampilkan

    -3-
    diinternet yang membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang,
    (f) digital gap, kesenjangan yang terjadi antara komunitas yang menguasai TIK dan yang tidak, (g) possible massive unemployment, berdampak pengangguran besar-besaran., (h) impact of globalization on culture, hilangnya kultur local digantikan culture global.( Endang Kurniawan, 2011 dari berbagai sumber )

    3. TIK bukan segalanya
    Ada yang berpandangan bahwa bahwa isssu pendidikan tidak dapat diatasi tanpa bantuan pendidikan . Tetapi pandangan lain mengatakan bahwa isssu pendidikan akan dapat diatasi tanpa bantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), walau lamban.
    Bagaimana mungkin dikatakan demikian, kata yang berpandangan kedua ini- sedangkan isu-isu pendidikan yang dimaksud telah muncul sebelum digunakannya ICT.

    Demikian juga bila dikatakan bahwa pemanfaatan TIK bersifat mutlak, sejatinya tidak demikian. Karena dengan memutlakkkan TIK, artinya sama dengan menegasikan praktek pendidikan di masa lalu.

    Poin satu dan dua menunjukkkan bahwa TIK bukan sekali-kali tujuan itu sendiri, melainkan alat. Bila TIK merupakan alat, maka tidaklah bersifat imperatif (keharusan, mutlak) , melainkan alternatif (ada banyak pilihan)

    4.Dengan TIK, peserta didik mendapat kesempatan belajar “kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja”, bahkan “belajar apa”, akan memicu suatu kontroversi, karena :

    Pertama, bagi orang dewasa tidaklah merupakan masalah, karena mereka telah memiliki kematangan dalam berfikir, merasa dan bertindak. Tetapi bagi peserta didik yang masih belum dewasa, akan potensial menimbulkan kerawanan.

    -4-
    Kedua, istilah “kapan saja”, memang merupakan keleluasaan peserta didik untuk dapat memilih waktu. Tetapi kesadaran mengelola waktu, tidaklah bersifat given. Oleh karena itu perlu ada sosialisasi atau pembiasaan melalui pendidikan anak usia dini.

    Ketiga, istilah “di mana saja” , juga merupakan keluluasaan peserta didik untuk memilih tempat yang disukai atau diminati. Ternyata bila kita mengacu pada “wajar 9 tahun”, ada pembatasan bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama , selanjutnya di sebut Pendidikan Dasar, yaitu menyangkut lembaganya, yang disebut lembaga pendidikan Formal atau yang setara, seperti paket A dan B atau Home Scooling.
    Wajar 9 tahun –pun sesungguhnya istilah yang tidak pas untuk pengertian wajib mengikuti pendidikan sembilan tahun. Karena “sivil efek” berupa ijazah, masih merupakan persyaratan bagi lulusanya. Jadi istilah yang tepat adalah “Wajib Sekolah sembilan tahun” atau “Wajib mengikuti pendidikan pada lembaga pendidikan luar sekolah / paket A dan B, selama sembilan tahun”.

    Keempat, istilah “siapa saja” mungkin saja untuk pendidikan yang bersifat kognitif. Tetapi bagaimana dengan yang bersifat nilai dan sikap, di mana subyek (pendidik maupun peserta didik) sangat menentukan. Misalnya untuk pendidikan agama Islam, mempersyaratkan bahwa pendidik dan peserta didik haruslah beragama Islam pula.(UU SPN nomor 20 tahun 2003 )
    Kelima, perlu ditambahkan pula istilah “apa yang diajarkan”. Sudah dimaklumi bersama, bahwa “tidak semua dapat ditranferkan semua”

    4. Mengenai Tantagan Pendidikan Nasional
    Tantangan Pendidikan Nasional kita, di samping apa yang telah dikemukakan oleh penulis, juga ada tantangan lain yang sifatnya laten. Misalnya maraknya hal- hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang bersifat ilahiyah.

    -5-
    Pertama, kita belum memprioritaskan pendidikan yang berorientasi keselamatan dan kebaikan.
    Keselamatan akan dicapai apabila kita melaksanakan kehendak Ilahi, yaitu dengan menjalankan yang diperintahkan serta sekaligus menjauhi yang dilarang. Sementara kebaikan hanya ada, apabila syarat di atas (taqwa) telah dipenuhi, dan itu akan mengarah pada dua pencapaian (dunia dan akherat).

    Kedua, ilmu dan teknologi, tidaklah akan memiliki arti apapun, tanpa adanya nilai ilahiyah. Di sinilah pentingnya menyadarai bahwa tak ada ilmu dan teknologi yang netral atau bebas nilai.Satu contoh klasik adalah semir sepatu. Walaupun semir itu diberi nama “netral”, tetap saja warna semir itu tidak netral.
    Ketiga, karena ilmu dan teknologi apapun bersifat tidak bebas nilai, maka kita harus mengantisipasi setiap produk dari ilmu dan teknologi. Dengan demikian kita harus memilah dan memilih, mana ilmu dan dan teknologi yang sejalan dengan nilai ilahiyah yang kita anut, serta mana yang tidak sejalan.

    5. Pendidikan Jarak Jauh
    Dari satu sisi pendidikan jarak jauh (atau apapun namanya) adalah baik karena alasan-alasan yang telah dikemukan penulis . Tetapi dari segi yang lain, ada beberapa hal yang harus dikritisi, antara lain :

    Pertama, adalah kelemahan interaksi yang mekanistik, sehingga bersifat tidak manusiawi;
    Kedua, adalah kemahan dalam proses belajar mengajar yang hanya bersifat kognitif dan ketidak mampuan PTJJ melakukan transformasi nilai-nilai dan sikap.

    Ketiga, adalah kelemahan proses evaluasi yang hanya mampu mengungkap ranah kognitif saja, itupun diragukan akurasinya, apabila dilakukan “melulu” melalui soal-jawab yang bersifat “on line”. Bagaimana mengetahui siapa yang menyoal dan siapa yang menjawab.
    -6-
    6. Pentingnya Sistem informasi pendidikan.
    James Cash menunjukkan pentingnya system informasi pendidikan sebagai berikut :
    Pertama, terlepas dari beberapa kekurangannya, dalam dunia pendidikan, keberadaan system informasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri.
    Kedua, domain ini memiliki tingkat ketergantungan yang cukup tinggi dalam membentuk karakteristik dunia pendidikan tersebut. Manajemen dalam menggambarkan hubungan kedua aspek tersebut di mana pendidikan sebagai penggerak (drive) terhadap system informasi pendidikan, sedangkan system informasi pendidikan akan menjadi penentu kinerja [ performance] pendidikan. Dalam hal ini terdapat perspektif yang melihat bahwa dunia dan system informasi pendidikan berada dalam dalam lingkungan mikro lembaga-lembaga pendidikan, juga [ dari sisi lain] merupakan bagian makro dunia pendidikan secara keseluruhan. Peranan masyarakat, pemerintah, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi , kebutuhan masyarakat, dan globalisasi merupakan beberapa contoh komponen makro yang perilakunya tidak dapat [ atau sulit] oleh sebuah lembaga pendidikan . Kedua perspektif di atas harus dapat dipelajari dan dianalisis agar dapat memberikan gambaran mengenai keberadaan lingkungan mikro dan makro tempat beroperasinya sistem informasi pendidikan. Lebih jauh lagi hal ini dapat membantu para pengambil kebijakan bidang pendidikan dalam memutuskan strategi apa yang tepat untuk diterapkan dalam melakukan pengendalian dan monitoring terhadap komponen-konponen pendidikan.

    Ada sebuah kerangka pemikiran yang dapat melihat di mana sebenarnya posisi system informasi dalam kerangka mikro dan makro lembaga pendidikan.Lembaga pendidikan memiliki komponen-komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan , seperti siswa/ mahasiswa, sarana-prasarana, struktur

    -7-
    organisasi, proses, sumber daya manusia (tenaga pendidik), dan biaya organisasi.
    Adapun system informasi terdiri dari komponen-komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan informasi yang dibutruhkan pihak pengambil keputusan saat melakukan aktivitas pendidikan.

    Sistem informasi terbentuk dari komponen-komponen perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan perangkat manusia (brainware). Dalam teori manajemen untuk menjalankan sebuah lembaga pendidikan, strategi lembaga pendidikan dan strategi system informasi pendidikan harus saling mendukung sehingga dapat menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage) lembaga pendidikan yang bersangkutan. Jika dilihat dari perspektif makro, di luar lembaga pendidikan terlihat ada dua domain, yaitu lembaga pendidikan pesaing dan system informasinya yang memiliki komponen yang sama. Selain itu terdapat komponen pemerintah sebagai penyusun kebijakan dan peraturan bidang pendidikan, masyarakat , dan lain sebagainya. Komponen lembaga pendidikan eksternal ini secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap komponen lembaga pendidikan secara internal. Dari sisi system informasi , factor eksternal yang ada adalah perkembangan teknologi , baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. ( Eti Rochaety, 2008: 14-15)

    7. Jangan Ibarat Jalan di tempat
    Ada satu kelhilafan yang dilakukan oleh pelaku TIK, yaitu lebih mementingkan “ritual” teknologinya, dari pada misi atau substansinya. Inilah yang disebut jalan di tempat. Secara fisik kelihatan ia berjalan, bahkan berlari. Berlari sangat cepat, tetapi lintanasannya berbentuk lingkara, sehingga ke mana dia lari dari situ dia berangkat. Berangkat dari nol, pergi munuju ke tiik nol. Inilah yang diingatkan dengan bijak oleh Eliot.

    Renungan 4:

    -8-
    T.S. Elliot dalam Four Quartets-nya melukiskan ,

    “We shall not cease from exploration
    And the and of all exploring
    Will be to arrive where we started
    And know the place for the first time”

    ( Kita takkan berhenti untuk menjelajah
    dan akhir semua penjelajahan
    adalah ketika kita tiba di mana kita memulai
    dan mengetahui tempat itu untuk pertama kalinya )

    ( Deddy Mulyana, 2008 : 14-15)

    Bogor, 1 April 2011

    Mastur Thoyib/ e-mail : mastur.thoyib@yahoo.co.id/ Hp. 088808360726

    -9-

  21. 23 Sutriyantono April 2, 2011 at 6:12 am

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Ysh. Bpk. Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A.
    Beberapa saran Bapak antara lain bahwa penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
    Saran Bapak tersebut sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh PT Telkom, yaitu bahwa salah satu dukungan Telkom terhadap pendidikan di Indonesia diwujudkan dengan menyerahkan bantuan koneksi internet untuk 100 sekolah yang merupakan sekolah binaan Kemdiknas pada bulan Januari 2011 yang lalu dari Telkom kepada Kemdiknas demi percepatan pendidikan di Indonesia . Hal tersebut sebagai wujud dukungan Telkom dalam meningkatkan infrastruktur di dunia pendidikan Indonesia dengan harapan akan memberikan dampak yang optimal, khususnya bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, bila infrastruktur telekomunikasi sudah tergelar dengan baik, maka akan berdampak pada pertumbuhan aspek lain, bahkan ke dunia pendidikan.
    Sekedar sharing informasi bahwa mengenai implementasi e-Learning, sudah lama Telkom menerapkan Telkom e-Learning, sebagai media pembelajaran jarak jauh berbasis web yang dikelola oleh unit organisasi Diklat Telkom: Unit Multimedia Based Learning Divisi Learning Center Telkom, dengan slogan ”Solusi Belajar Sambil Bekerja”. Telkom e-Learning dapat dilakukan kapan dan di mana saja, menyediakan track record progress peningkatan pembelajaran peserta melalui tracking aktivitas pembelajaran, sistem assessment (ujian) dan sertifikasi, serta menyediakan daftar pelatihan yang sesuai dengan stream kompetensi karyawan yang bersangkutan.
    Adapun fasilitas yang tersedia pada Telkom e-Learning adalah:
    o Media pembelajaran online yang dilengkapi dengan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) untuk mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran.
    o Penyebaran informasi (sosialisasi) kebijakan perusahaan / unit kerja.
    o Aktivitas Online, meliputi Test Online dan Sertifikasi Online, merupakan media online yang dapat dipergunakan oleh management atau unit tertentu yang mengetahui tingkat kemampuan karyawan pada suatu kompetensi tertentu.
    o Selain Test Online dan Sertifikasi Online, Divisi Learning Center Telkom juga dapat menyediakan layanan tambahan untuk men-support aktivitas online lainnya tergantung kesepakatan antara Unit Kerja terkait.
    Demikian sekedar sharing informasi di perusahaan tempat saya bekerja, ucapan terimakasih saya kepada bapak Adie E. Yusuf bahwa makalah Bapak sangat bermanfaat dalam menambah wawasan saya tentang Pemanfaatan ICT Dalam Pendidikan, khususnya tentang Kebijakan dan Standarisasi Mutu

  22. 24 arief rachman badrudin April 8, 2011 at 3:45 am

    ARIEF RACHMAN BADRUDIN PROGRAM S.3 UNPAK NPM. 073110014
    Tanggapan terhadap makalah PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU OLEH DR. H. ADIE E.YUSUF, M.A

    Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukkan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru yang disebut dengan era reformasi ekonomi (digital econimoc).

  23. 25 Ramadhan E Hardi September 18, 2011 at 9:45 am

    Salam,

    Sangat hebat memang saya akui untuk pemanfaatan ict dalam dunia pendidikan. Namun yang terjadi sekarang adalah bagaimana pemanfaatan tersebut lebih menuju ke arah pembebasan lisensi dari sebuah perangkat lunak. Tidak sedikit tenaga pengajar (dosen atau pun guru) yang menanamkan aplikasi bajakan pada alat kerja elektroniknya seperti laptop (notebook).

    Menurut saya, jika ingin menciptakan siswa / mahasiswa yang handal dan menghargai HAK CIPTA, maka mulai lah setidaknya dari yang paling dekat dulu yaitu pengajar untuk mempergunakan aplikasi berlisensi. Dan jika tidak mampu membeli maka gunakan lah aplikasi bebas (opensource).

    Terima Kasih

  24. 26 P. Cahyono March 24, 2012 at 5:40 am

    Salam kenal, bagus blog pak Adie. Melalui blog ini saya menginformasikan blog yang saya kelola kiranya tidak keberatan untuk mampir di http://pcahyono.blogspot.com/

    Salam kreatif…

    • 27 Performance Tech Adie March 27, 2012 at 6:36 am

      Yth pak Cahyo, saya terkesan dengan blognya sangat interaktif. Mungkin kita perlu lebih jauh tentang aplikasi ICT khususnya dalam pembelajaran.
      Salam sukses..

  25. 28 euis nur'aidah pasca sarjana ciangsana kelas G.3 May 7, 2012 at 2:50 pm

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Bapak adie yang terhormat
    Saya setuju dan support penulisan artikel ini, informasinya sangat bermanfaat :
    – Sebaiknya kita sebagai pendidik yang sebagai agen/pembuat perubahan( the change agent/maker)dapat mengimplementasikan penggunaan TIK dalam perencanaan, proses pembelajaran yang menarik, mudah dimengerti dan belajar tidak hanya dibatasi oleh ruang dan waktu tetapi peserta didik dapat memanfaatkan sistem informasi yang ada sebagai sumber belajar, alat bantu dan fasilitas/media pembelajaran serta untuk mengevaluasi hasil penilaian,pemberian tugas lewat E-mail dan Blog-Spot yang dimiliki oleh pendidik.Sehingga kualitas output/lulusan dapat bersaing ditataran regional, nasional dan internasional di era informasi dan globalisasi yang serba kompetitif.
    – Orang tua dan siswa secara mudah mendapatkan informasi mengenai program-program sekolah di Website masing-masing sekolah misalkan pada saat ingin mencari sekolah yang baik dan berkualitas
    – Sarana mempermudah komunikasi sekolah dengan orang tua dengan melihat perkembangan prestasi akademik yang diperoleh oleh anaknya.
    – Mempermudah pendaftaran siswa baru dengan penggunaan sistem on line walau selalu di tunggangi dengan muatan politik.
    Di sekolah saya sudah memanfaatkan TIK dalam sistem pendidikan yang ada pada tahap Infusing, dimana sekolah sudah 2 tahun ini mengembangkan kelas yang berbasis IT, kelas yang dilengkapi sarana pembelajaran in focus, LCD, hotspot area serta SDM pendidik selalu ditingkatkan wawasan pengetahuan IT-nya dengan mengadakan workshop dan setiap pendidik harus menerapkan dalam proses pembelajaran di kelas.
    Saya pribadi berharap apa yang menjadi harapan dari penulisan pemanfaatan ICT dalam pendidikan dapat terealisasi dengan baik. TIK menjadi sarana mencapai tujuan dalam meningkatkan kualitas hasil pendidikan, akses pemerataan pendidikanbaik secara persamaan (equality) maupun secara berkeadilan(equity)mampu menjangkau kepelosok daerah terpencil tidak hanya di perkotaan, di P. Jawa maupun hanya untuk kalangan masyarakat yang borju/kaya. Khusus daerah pelosok di luar P. Jawa, pedesaan dapat dilaksanakan/diterapkan belajar terbuka dan jarak jauh (on line). Sedangkan pembelajaran berbasis TIK juga dapat dilaksanakan secara tidak langsung (asyncronous Learning), seperti yang telah Bapak paparkan.
    Dalam menghadapi globalisasi, sistem informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi dalam lembaga pendidikan, kontrol kualitas, dan menciptakan aliansi atau kerja sama dengan pihak lain yang dapat meningkatkan nilai lembaga pendidikan tersebut.

  26. 29 Hadijah (Kelas G 4, Ciangsana) May 8, 2012 at 2:10 am

    Perkembangan Tehknologi informasi dan komunikasi dewasa ini memang sangat pesat dan tidak mudah dibendung. Hal ini tentu sangat baik diupayakan dalam meningkatkan mutu pendidikan diseluruh jenjang pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan IPTEK bagi siswa. Namun, dalam upaya nya diharapkan tidak melunturkan budaya dan ciri khas yang ada. Dalam kajian TIK didalam blog ini sangat bermanfaat, baik untuk pribadi saya maupun untuk perkembangan karier serta pendidikan di sekolah yang saya bina. Saya mengenal ITC memang belum lama karna beberapa faktor usia, kesibukan, pekerjaan. Karena saya masuk UNPAK S2 ini, saya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan belajar mengenal mulai dari perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Alhamdulillah saat ini saya dapat membuka dan menutup komputer, notebook serta mengenal lebih jauh tentang segala perangkat ITC lainnya. Dan saya berusaha memperdalamnya agar tidak ketinggalan dengan rekan saya di sekolah. Dengan masukan ilmu yang saya dapat dari bapak saya sangat bersyukur bisa mengenal lebih jauh makna serta pemanfaatan ITC. Terima Kasih. Salam Super.

  27. 30 Sabbiani Manik May 10, 2012 at 1:23 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yth. Bapak Dr.H. Adi E. Yusuf, M.A.

    Setelah membaca artikel Bapak mengenai Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan : Kebijakan dan Standarisasi Mutu yang Bapak tulis dalam Blog Bapak, saya mendapatkan pencerahan tentang ICT dalam dunia pendidikan.

    Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena dengan kemajuan tersebut akan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakannya.
    Sejarah dan kemajuan bangsa – bangsa di dunia membelajarkan pada kita, bahwa bukan sumber daya alam (SDA) melimpah yang dominan mengantarkan bangsa tersebut menuju kemakmuran, tetapi ketangguan daya saing dan keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat berperan penting membuat bangsa tersebut sejahtera, bahkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai IPTEK cenderung memanfaatkan teknologi untuk menguasai SDA bangsa lain.
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigm baru dalam pendidikan. Kehadiran ICT dalam dunia pendidikan merupakan inovasi baru yang mudah-mudahan menghasilkan ide perubahan mengenai input, proses dan produk dalam dunia pendidikan.

    “ICT in Education” adalah kependekan dari Information Communication Technologies yang digunakan dalam dunia pendidikan.

    Penggunaan ICT atau TIK dalam pendidikan memang mutlak harus dilakukan, karena pembelajaran tidak lagi terpaku pada kegiatan berbicara atau transfer pengetahuan yang lebih dikenal dengan teacher centered tetapi dengan dinamika perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat proses belajar mengajar harus tertuju pada peserta didik atau student centered, yang mana mendorong guru untuk lebih bertindak sebagai coaching atau fasilitator dalam proses tersebut.

    Keuntungan dari ICT (TIK) dalam dunia pendidikan dapat kita rasakan seperti:
    1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
    2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
    3. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
    4. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

    Pembelajaran berbasis TIK ini bisa berjalan dengan maksimal sesuai UUSPN No. 20 tahun 2003, jika inovasi sarana dan prasarana memadai.
    Tampaknya dunia pendidikan kita masih mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran berbasis TIK, dikarenakan sarana dan prasarana TIK yang dibutuhkan belum sepenuhnya dberikan oleh pemerintah, anggaran APBN 20% yang dikhususkan untuk baya pendidikan habis hanya membanyar gaji guru, sehingga sarana dan prasarana untuk pendidikan terabaikan. Bukan itu saja kendala yang dihadapi dunia pendidikan kita, kalo ditiinjau dilapangan apakah guru-guru sudah siap sepenuhnya melaksanakan pembelajaran berbasis TIK? Apakah guru-guru kita sudah profesional menggunakan alat-alat TIK? Apakah peserta didik punyai kemaun / keahlian dalam menggunakan TIK dan siap berkompetisi serta bersaing di era globalisasi? Ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan kita, dan ini yang pertama seharus dijawab oleh pemerintah kita.
    Jika ini sudah teratasi maka pendidikan berbasis TIK dapat terlaksana dan meningkatkan mutu pendidikan kita.

    Kemajuan teknologi memang sangat menguntungkan bagi dunia pendidikan, bila ini dilaksanakan dengan sarana prasarana yang memadai, guru yang professional dan peserta didik yang siap berkompetensi, maka pendidikan berbasis TIK ini dapat :
    1. Menyediakan kesempatan kepada guru untuk mempelajari isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada tercantum dalam kurikulum.
    2. Mengarahkan guru sebagai pelatih/fasilitator dari pada sebagai penyalur pengetahuan.
    3. Menyajikan bahan ajar yang komplek.
    4. Memberikan peserta didik untuk menemukan dan memahami konsep-konsep yang lebih komplek/berat.
    5. Menuntut guru siap menghadapi era globalisasi.
    6. Membuka lebih luas perbedaan-perbedaan individual dan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam pembelajaran.
    7. Menemukan kebutuhan individual peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
    8. Menantang peserta didik untuk siap berinovasi, bersaing dan trampil dalam menggunakan teknologi.
    9. Menciptakan profesinalisme dalam dunia kerja.
    10. Membangun budaya nilai dan mutu untuk siap bersaing di era globalisasi.

    Terima kasih Banyak Pak.

    Sabbiani Manik
    Kelas G3 Ciangsana

  28. 31 Nurul Faridha Pasca UNPAK Kelas Ciangsana May 12, 2012 at 1:41 pm

    Assalamualaikum wr. Wb

    Alhamdulillah..
    setelah membaca blog yang bapak muat maka saya mendapat tambahan pemahaman yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Apalagi disekolah saya saat ini sudah ada kelas baru yaitu kelas IT (kelas Teknologi Informasi) yang sudah berjalan 1 tahun untuk kelas X dan kelas XI.
    Dengan adanya kelas baru (kelas IT) maka penyelenggaraan pendidikannya berbasis TIK . dimana TIK memiliki potensi yang besar untuk dapat dimanfaatkan khususnya di dunia pendidikan , yaitu sebagai sumber belajar , alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, membuat inovasi – inovasi baru yang dapat dikerjakan oleh guru atau siswa – siswi di sekolah kami. Sekarang kami sebagai pengajar dituntut harus bisa memanfaatkan dan menggunakan TIK dengan baik .

  29. 32 chasanovaeriani May 13, 2012 at 1:16 pm

    Alhamdulillah setelah saya membaca postingan bapak saya merasa senang dan bangga, karena bapak dengan suka rela membagi ilmu secara sukarela kepada saya, karena sesuatu dan lain hal yang membuat saya kadang kala merasa gamang untuk memulai.
    mudah – mudahan dengan adanya postingan ini dapat membuat sesuatu dan lain hal yang selama ini saya rasakan semakin menjauh dan menjauh dari saya insyallah.
    sukses selalu buat pak Adie.

    Eriani Chasanova
    mahasiswa pascasarjana UNPAK semester 2

  30. 33 Solihin G3 May 14, 2012 at 12:36 pm

    Yth Bapak Dr. Adie E Yusuf, MA

    “Pemamfaatan ICT dalam Pendidikan”

    Dari :
    Nama : Solihin, NPM : 072111213. UNPAK

    Setelah membaca postingan Blog Bapak ini, saya Banyak mendapatkan ilmu dari tulisan ini tentang “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan”

    Sejatinya teknologi itu Memudahkan, Mendekatkan, dan membantu kinerja manusia jika di manfatkan dengan baik.
    Ketika masyarakat cerdas dalam penggunaan ICT banyak sekali manfaat yang bisa kita raih termasuk dalam dunia pendidikan,
    media internet, bisa menjadi salah satu kunci untuk membuka jendela dunia. Dengan menggunakan media internet kita bisa banyak mendapatkan ilmu dan mengetahui perkembangan dunia dengan mudah dan menyenagkan, dewasa ini pemerintah dan institusi pendidikan sudah mulai menerapkan pola belajar yang cukup baik/efektif, diterapkan bagi masyarakat yang memiliki kendala dengan jarak dan waktu untuk mendapatkan informasi terutama informasi dalam dunia pendidikan. Salah satu metode yang mulai diterapkan yaitu pembelajaran distance learning. Metode distance learning merupakan suatu metode alternatif dalam pemerataan kesempatan di bidang pendidikan. hal ini diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ada. Metode distance learning sangat membantu siswa atau masyarakat dalam mempelajari hal-hal atau ilmu-ilmu baru dengan tampilan yang lebih menarik, menyenagkan, dan mudah untuk dipahami.

  31. 34 susilowati May 16, 2012 at 2:58 am

    Assalamualaikum .wr wb….
    SUSILOWATI,KELAS G.3 UNPAK , NPM 072111217
    Perkembangan Tehknologi informasi dan komunikasi dewasa ini memang sangat pesat dan bukanlah hal yang mudah untuk menolaknya walaupun kita tahu ada faktor positif dan negatif tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya .Salah satu controh yang positif adalah dalam hal peningkatkan mutu pendidikan diseluruh jenjang pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan IPTEK bagi siswa. Namun, dalam upaya nya diharapkan tidak melunturkan budaya dan ciri khas yang ada. dalam kajian TIK didalam blog ini menurut saya sangatlah bermanfaat, baik untuk pribadi saya maupun untuk perkembangan karier serta pendidikan di sekolah yang saya bina. saya mengenal ITC Memang lumayan lama karena didalam bidang studi yang saya ajarkan ( Pendidikan Geografi SMA ) kebetulan ada strandar kompetensi dan kompetensi dasar yang mengharuskan saya untuk mengenal ITC lebih lanjut terutama dalam bahasan mengenai SIG ( Sistem Informasi Geografi ) saya dituntut untuk lebih jauh mengenal perangkat lunak( soft ware misalnya ILWIS ,ERDAS ART INFO, ART MAP Dll),hard ware serta managemen data yang digunakan, saya berusaha mengajarkan mengenai SIG ( Sistem Informasi Geografi ) dengan baik sehingga fenomena mengenai sebaran geografi dapat di mengerti siswa sehingga siswa dapat menggunakan hasil pengamatan dengan menggunakan metode SIG secara maksimal dan berhasil guna, dengan membaca postingan bapak ,saya menjadi termotivasi untuk mempelajari lebih dalam lagi hal yang berhubungan dengan ICT . Sehingga orang-orang disekitar kita menjadi melek tehnologi dan tidak lagi gaptek, terhadap hal yang berhubungan dengan informasi computer. Terima kasih semoga bermanfaat….. wass

  32. 35 Usman May 16, 2012 at 3:27 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yth. Bapak Dr.H. Adi E. Yusuf, M.A.
    Saya Mahasiswa G3 Usman NPM 072111219

    Setelah membaca artikel Bapak mengenai Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan : Kebijakan dan Standarisasi Mutu yang Bapak tulis dalam Blog Bapak, saya mendapatkan pencerahan tentang ICT dalam dunia pendidikan. bahwa jaman sekarang ketika kita beraktifitas , baik mengajar maupun yang lainnya kita tidak akan pernah bisa lepas dari tehnologi, saya seorang guru Olahraga di SMAN 14 Kota Bekasi, saya meraskan sekali kemudahan dalam mentransper ilmu pendidikan ke peserta didik sebelum melakukan praktek dengan tehnologi, memudahkan anak memahami pembelajaran tersebut, anak lebih mudah mencari tambahan wawasan tentang keolahragaan, tetapi benar apa yang dikatakan bapak bahwa pemerataan pendidikan khususnya tentang tekhnologi memang masih sulit, jangankan di desa, ataupun daerah terpencil yang jauh dari pemantauan pemerintah pusat, di kota pun tidak dipungkiri bahwa masih banyak guru-guru yang enggan menggunakan ICT, karena malu dan juga karena tidak bisa, memang pemerintah harus menyiapakan SDM nya terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh melalui proses guru propesional, agar pemampaatan tehnologi bagi guru-guru khususnya guru olahraga dapat dimampaatkan dengan maksimal, terimaksih pa Adie Yusuf, kami akan membagikan informasi ini untuk kemajuan pendidikan melalui MGMP yang ada di daerah kami, semangat terus , olahraga maju dan pendidikanpun semakin maju. Bekasi sehat cerdas dan ihsan

  33. 36 Neneng Hartawati May 20, 2012 at 8:45 am

    Assalamualaikum pa Adie..
    Saya Neneng Hartawati , Kelas G3 UNPAK Ciangsana, NPM 072111205

    Saya telah membaca postingan bapak berjudul ” Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan “. Sebuah tulisan yang sangat penting untuk dibaca bagi siapa pun terutama para pendidik.

    Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi. ICT bukan lagi menjadi sesuatu yang asing dalam dunia pendidikan tapi sudah menjadi bagian yang urgent dan sangat mendukung dunia pendidikan.Saya sangat setuju bahwa ICT memiliki peran penting dalam menjunjung tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang termaktub dalam Renstra Depdiknas 2005 – 2009, hal ini mengingat Kondisi geografis Indonesia yang sangat luas. Contohnya, Untuk berbagai Informasi yang diperlukan bagi lembaga pendidikan yang berada di daerah, kini cukup mengakses segala sesuatunya dengan ICT, melalui Internet, Email, dsb.

    Dalam sebuah lembaga pendidikan ICT merupakan “sahabat” yang tidak dapat dilepaskan.Bagaimana tidak, Kini segala sesuatu yang harus dilaksanakan memerlukan ICT . Karena dengan ICT semua menjadi mudah ,efektif dan efisien antara lain.
    * ICT memudahkan guru untuk melaksanakan persiapan mengajar.
    Perangkat pembelajaran dapat diedit jika ingin ada perbaikan untuk tahun
    berikutnya.
    * Melalui ICT guru dapat mengakses pengetahuan yang begitu luas di
    Internet ,yang dapat digunakan sebagai bahan untuk proses kegiatan
    belajar mengajar.
    * Dengan ICT guru dapat mengolah hasil evaluasi siswa dengan cara yang
    lebih efektif dan efisien.
    * Dengan ICT tenaga kependidikan atau tata usaha sekolah dapat
    melaksanakan tugas dengan lebih tepat waktu dan tepat guna.
    * ICT memudahkan lembaga pendidikan untuk mempersiapkan siswa/i
    dalam pendaftaran peserta Ujian Nasional .
    * Dengan ICT pendaftaran siswa secara on line dapat dilaksanakan. Hal ini
    memudahkan orang tua murid untuk mendaftarkan putra/i nya dalam
    melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bagi siswa
    SMU yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi , kini cukup mendaftar
    secara on line di rumah masing-masing, jadi tidak perlu datang
    langsung untuk antri di perguruan tinggi yang ingin dituju.

    Masih banyak lagi tentunya manfaat yang positif bagi berkembangnya ICT . Saya berterima kasih atas posting yang telah bapak sajikan karena telah menambah wawasan saya tentang ICT. Jazakumullah pa Adie…Wassalam.

  34. 37 satari May 22, 2012 at 2:52 am

    Assalamualaikum Wr..Wb…
    Bapak Dr. H. Adie E. Yusuf yang saya hormati, saya Satari NPM: 072111253, mahasiswa pascasarjana UNPAK kelas G-4 Ciangsana.
    Setelah membaca artikel bapak yang berjudul PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN: ICT dalam dunia pendidikan amat sangat menunjang dalam proses pembelajaran di setiap jenjang, dengan pemanfaatan ICT pembelajaran di kelas dapat dengan mudah di serap oleh peserta didik. saya pernah melakukan pembelajaran mata pelajaran fisika di kelas X SMAN 11 kota bekasi dengan media internet, dengan mengakses internet e-edukasi.net semua materi pokok telah tersedia lengkap dengan animasi simulasi pembelajarannya yang dilengkapi dengan simulasi contoh soal. dari hasil evaluasi pembelajaran dengan media Internet, siswa 95 % mendapat nilai tuntas. ini menunjukan bahwa materai pembelajaran dapat diserap dengan siswa lebih baik, dikarnakan adanya media pembelajaran yang komunikatif dan interaktif, sehingga tingkat partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sangant baik.
    Dari artikel yang bapak tuliskan diatas pembelajaran berbasis ICT dapat dilakasankan secara langsung (Syncronous Learning) dan tidak langsung (asyncronous Learning). kedua model pembelajaran ini dapat dilakukan dengan baik apabila semua sarana dan prasarananya terlah terpenuahi dengan lengkap. Pembelajaran secara langsung (syncronous learning) dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, tapi pembelajaran tidak langsung ( asyncronous learning) akan sedikit ada kendala, mungkin saja sarana dan prasarananya yang belum lengkap ataupun SDM-nya yang masih kurang. dalam rangka pemerataan pendidikan dengan menggunakan ICT bisa dilakukan jika semua sarana dan prasarannya telah terpenuhi, untuk di daerah terencil yang belum terjamah dengan ICT tentunya amat sangat sulit untuk dilaksanakan pembelajaran tidak langsung (asyncronous learning), kalaupun ada sarana dan prasaranaya tentunya harus didukung pula oleh SDM yang ada di tempat itu. karena untuk mengoperasikan teknologi ICT perlu ada SDM yang mumpuni di bidang itu, kalaupun ada SDM yang mumpuni biasanya tidak mau tinggal di daerah terpencil yang jauh dari keramaian, hal inilah yang merurut saya pemerataan pendidikan amat sangat sulit dilaksanakan dengan baik. dengan demikian untuk pemerataan pendidikan dengan pembelajaran jarak jauh melalui media ICT, pemerintah harus menyiapkan satu paket, baik insfrastrukur maupun SDM yang mumpuni dibidang itu sebagai pasilitator di daerah itu jika terdapat permasalahan pengoperasian internet. Dengan demikian proses pembelajaran jarak jauh secara tidak langsung (asyncronous Learning) dapat terlaksana dengan baik.
    Pembelajaran Jarak jauh secara tidak langsung melalui media internet, akan berdapmak negatif terhadadap peserta didik, penggunaan internet tanpa didampingi guru/instruktur bisa disalah gunakan peserta didik untuk membuka situs-situs yang didak mendidik.
    Menurut hemat saya pembelajaran tidak langsung diaerah terpencil dengan sarana ICT sebagai implentasi pemerataan pendidikan dapat terlakasana dengan baik apabila :
    1. Sarana dan prasarana ICT lengkap
    2. SDM yang mumpuni dibidang ICT harus ada berdomisli di tempatu itu
    3. Pembelajaran tidak langsung harus ada monitoring berkala
    4. adanya evaluasi berkala
    5. adanya tutorial secara berkala.

    Demikian pak pendapat saya, untuk artikel bapak diatas tadi.

  35. 38 sriyativenus May 25, 2012 at 3:32 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Yth. Bapak Dr.Edi E. YUsuf,MA.

    I can say that i absolutely agree with you sir, You have presented a valuable knowledge as well as issue to understand and be followed up. ICT is something an urgent need to have in this global decade and apply it in our education field. The master of ICT can show of a skilled educator or a teacher. It’s a must for teacher to apply ICT on teaching learning process to get the better result of learning.
    In the other hand, government and institution, related to the education, must support to this case ( ICT program ) well done by supporting an adequate infrastructure and tools and skilled instructors as well to get the ideal goals.

    E-learning is one of the advantages of the ICT use in education field especially. In this case the teacher will be helped to get interesting and variety learning materials and in the other hand the students will get different style of learning that of course it will make them interested and get more challenge to do the learning by her/ himself. This program also can improve the way of conventional learning and enrich it by getting the more source by browsing the supported materials by the internet access . It will run well if it’s supported by sufficient tools, skilled teacher and students that supplied by sufficient IT talent.

    Moreover, the good concept, policy and carrying out program of the government hoped it will be accompanied by the relevant application to send this program to object – learner so it will bring a succeed one.
    Unfortunately we also have some barriers such as the unspread phone link well as well as the internet access to every institution or school, limited skilled instructors, trainers or teachers and the unsufficient fund allocated for this program from the government.

    Ketersediiaan dan kesiapan berbagai aspek dan pihak yang mendukung terlaksananya pembelajaran berbasis IT sangat menentukan dalam tercapainya tujuan dan pemerolehan hasil out put yang diharapkan yaitu lulusan / out put yang terampil, berwawasan luas memiliki integritas tinggi dan berdaya saing global.

    Terimakasik bapak, makalah bapak telah memperkaya pengetahuan dan memotivasi kami untuk sadar bahwa penguasaan dan penerapan IT dalam pembelajaran sangatlah urgent.Ini merupakan bekal untuk kami terapkan dan turunkan kepada anak didik kami dalam menghadapi kehidupan dunia nyata yang penuh tantangan karna kemajuan IT itu sendiri.

    Terimakasih
    Thanks for this space

    Sriyati
    NPM : 072111214
    Kelas G3 Ciangsana

  36. 39 Lucia Christyanti May 29, 2012 at 12:46 pm

    Lucia Christyanti
    Bapak Adie Yth. Saya mahasiswa G3 Unpak Ciangsana (NPM 702111202)

    Setelah saya membaca artikel bapak mengenai Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan, saya sangat setuju. Karena merupakan suatu keharusan bagi kita menguasai ICT, mengingat kemajuannya yang sangat pesat, dimana informasi apapun akan semakin mudah kita dapatkan.

    Menjawab tantangan globalisasi, di sekolah kami SMAN 6 Kota Bekasi telah mulai membuka web class, yaitu :3 kelas IT untuk kelas X, dan 1 kelas IT untuk kelas XI , yang merupakan embrio untuk nantinya menjadi Web School. Tentunya untuk menuju kesana, banyak persiapan yang telah dilakukan dari sarana prasarana, penambahan listrik,lan, fasilitas internet (hotspot), sampai dengan SDM pengajarnya yang terus menerus mendapat pelatihan dalam workshop/ inhouse training dengan mendatangkan nara sumber yang kompeten di bidang ICT.

    Sebagai salah seorang pengajar disana, mau tidak mau telah memaksa saya untuk belajar dan meyiapkan bahan ajar berbasis ICT. Mengingat bahan ajar saya adalah Biologi, tentunya banyak gambar-gambar dan animasi yang kaya warna dan imajinasi yang dapat ditampilkan. Respon siswa pun sangat bagus dan pelajaran lebih menggembirakan sehingga mudah diterima oleh siswa. Segala bentuk tugas sudah bisa diberikan melalui blog dan dikirim via email. Cepat dan akurat.

    Sebagai pendidik, tentunya saya dituntut untuk selalu mengembangkan kemampuan saya di bidang ICT. Dan melalui tulisan bapak ini, semakin menambah wawasan saya di bidang ICT. terimakasih pak. Salam.

  37. 40 Iin Rinawati June 19, 2012 at 12:41 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yth. Bapak Dr.H. Adie Yusuf, M.A.

    Setelah membaca artikel Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan : Kebijakan dan Standarisasi Mutu yang Bapak tulis dalam Blog Bapak, saya mendapatkan pencerahan tentang ICT dalam dunia pendidikan.

    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan suatu prasyarat yang tidak dapat kita hindari lagi di era globalisasi. Kemajuan IPTEK memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan dan tugas, serta memudahkan manusia menjalin koneksi tanpa harus berpindah tempat.

    Kemajuan bangsa – bangsa di dunia dibuktikan dengan kemajuan IPTEK-nya dan kemakmurannya dapat dilihat dari kemajuan teknologi yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
    Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam pendidikan. Kehadiran ICT dalam dunia pendidikan merupakan inovasi baru yang mudah-mudahan menghasilkan ide perubahan mengenai input, proses dan produk dalam dunia pendidikan.

    Penggunaan ICT atau TIK dalam pendidikan memang mutlak harus dilakukan, karena pembelajaran tidak lagi terpaku pada kegiatan berbicara atau transfer pengetahuan yang lebih dikenal dengan teacher centered tetapi dengan dinamika perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat proses belajar mengajar harus tertuju pada peserta didik atau student centered, yang mana mendorong guru untuk lebih bertindak sebagai fasilitator dalam proses tersebut.

    Keuntungan dari ICT (TIK) dalam dunia pendidikan dapat kita rasakan seperti:
    1.Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
    2.Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
    3.Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
    4.Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.

    Pemanfaatan ICT di dunia pendidikan kita tampaknya masih mengalami beberapa kendala, yang mana bisa kita rasakan bersama diantaranya :
    1.Sarana prasarana atau infrastruktur yang belum memadai
    2.Sumber daya manusianya belum siap
    3.Belum adanya keriusan dan tindak lanjut dari pemerintah dalam memprogramkan pendidikan berbasis TIK
    4.Kemanuan dari masyarakat masih kurang.

    Terima kasih Banyak Pak Adie

    IIN RINAWATI
    NIM.072111199
    Kelas G3_ Ciangsana

  38. 41 Performance Tech Adie June 20, 2012 at 2:01 pm

    Yth Bapak Ibu Mahasiswa
    Terima kasih atas tanggapannya yang sangat baik. Bahwa dewasa ini pemanfaatan ICT dalam pendidikan bukan lagi hal baru, terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.Yang menjadi tantangan kita di dunia pendidikan adalah bagaimana menciptakan pembelajaran bermakna dan konstruktif, membangun pengetahuan yang analitis dan kritis, mendorong kolaborasi dan partisipasi peserta didik melalui pembelajaran berbasis ICT. Salam

  39. 42 Eko Budi Cahyono June 25, 2012 at 5:28 am

    Yth. Bp. Dr.H.Adie E. Yusuf. M.A.
    saya sangat tertarik tulisan bapak, karena banyak ilmu pengetahuan yang saya dapatkan mengenai ICT dan sangat menggugah, memotivasi diri saya untuk lebih maju, walaupun menurut bapak, . dewasa ini pemanfaatan ICT dalam pendidikan bukan lagi hal baru, terutama dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih ini.
    Pak Adie yang terhormati,,Saya pernah masuk ke kelas kelas pada saat guru mengajar, saya bertanya ke guru, apakah bapak membawa RPP guru mejawab pak saya tidak bawa dan ada yang jawab pak saya bawa RPP. Guru yang bawa saya lihat di media pembelajaran tertulis menggunakan Laptop, LCD. Pada saat itu saya tidak melihat guru membawa Laptop,LCD, apalagi menggunakan. Saya katakan ke guru tersebut bapak coba tulisan yang di RPP diterapkan di kelas.
    Minggu berikutnya pada saat mengajar, saya masuk kelas tersebut, melihat guru membawa Laptop, LCD dan di gunakan.
    Akhir kegiatan KBM guru saya ajak ngobrol di ruang lain dan saya bertanya, gimana perasaan bapak pada saat mengajar dikelas tadi menggunakan media yang sesuai dengan RPP yang bapak tulis ? Kata guru, saya mengajar pada hari ini sangat senang, melihat siswa tidak ngantuk, sebagian besar siswa banyak yang aktif bertanya , dan banyak yang menaggapi , bahkan pada saat anak saya beri tugas melalui e mail; para siswa sebagian besar banyak yang senang,.
    Dengan demikian saya simpulkan pembelajaran memanfaatkan ICT sangatlah diperlukan, karena akan banyak yang didapakan pengetahuan-pengetahuan baru dan ketrampilan dibidang teknologi semakin bertambah
    Maaf pak, kegiatan ini.di . lakukan pada saat saya belajar membuat PTS. Terimakasih.
    Eko Budi Cahyono, Mahasiswa S2, kelas G3/Ciangsana

  40. 43 Nandang Hermawan July 9, 2012 at 8:51 am

    Assalamualaikum Wr.,Wb. Kepada Yth Bapak Dr. H. Adie Yusuf,
    Alhamdulillah setelah mempelajari mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Pendidikan dan membaca tulisan ilmiah Bapak mengenai hal terkait, saya tersadar untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi khususnya dalam tugas-tugas keprofesian saya sebagai guru Bahasa Inggris di SMPN 4, umumnya dalam pekerjaan keseharian saya di rumah tangga.

    Sejak 5 tahun terakhir ini sekolah kami sudah menerapkan pembelajaran berbasis ICT meskipun belum dilakukan secara menyeluruh dan masih berada pada tahap emerging karena fasilitas yang dibutuhkan disediakan secara bertahap. Karenanya belum semua guru menggunakan ICT pada setiap proses pembelajaran di kelas dan belum semua siswa menikmati pembelajaran dengan media tersebut. insyaAllah dalam 2-5 tahun ke depan sekolah kami akan mencapai pemanfaatan ICT sebesar 80 -100% dan akan mnuju pada tahap applying dan infusing. Semoga.

    Adapun kendala yang kami hadapi dalam penerapan ICT pada proses pembelajaran adalah sbb:

    1. Minimnya daya dukung finansial, terutama dari peserta didik. Karena rendahnya tingkat ekonomi orang tua peserta didik, maka jumlah siswa pemilik laptop baru mencapai 5% dari jumlah siswa seluruhnya.

    2. Minimnya kesadaran ber-ICT. Orang tua yang nota bene berasal dari keluarga mampu pun masih enggan untuk melengkapi kebutuhan ICT anak mereka. Kebanyakan dari mereka lebih mudah memfasilitasi anaknya dengan membelikan hand phone mahal atau sepeda motor daripada membelikan atau mengkredit laptop.

    3. Minimnya pengetahuan masyarakat akan penggunaan dan manfaat ICT terhadap proses pembelajaran dan karir anak bangsa, jangankan berpikir untuk membeli laptop dan memasang internet, cara memakai dan mengoperasikan komputer saja mereka tidak tahu.

    4. Minimnya kesadaran siswa dalam penggunaan media ICT secara bijak dan aman. Pada umunya siswa menggunakan laptop atau internet untuk hal-hal yang kurang bermanfaat seperti facebookan, berkirim e-mail yang tiak begitu penting, bahkan membuka situs-situs dan blog terlarang yang bukannya membawa manfaat namun justru merusak dan mendorong untuk berbuat maksiat.

    5. Minimnya perhatian dan kontrol pemerintah dalam mengawasi penggunaan Internet dan memproteksi situs-situs berbahaya serta mengeliminasi para hacker peretas situs tsb. Kalaupun ada pemblokiran pada beberapa situs berbahaya, namun ternyata tidak semua dari mereka terblokir karena masih banyak hacker yang dengan kepandaiannya berhasil membuka kembali situs tersebut untuk kepentingan sendiri maupun untuk tindakan kriminalitas.

    Mengingat beberapa kendala yang kami hadapi tersebut diatas, sudilah kiranya Bapak memberikan pemecahannya sehingga pemanfaatan ICT bisa secara universal dinikmati rakyat Indonesia dengan aman dan sesuai dangan harapan pemerintah, pelaku pendidikan, dan kita semua pada umumnya. Terimakasih. Wassalamualaikum Wr., Wb.

    Nandang Hermawan (E8) Pasca Sarjana UNPAK.
    NIM: 072111145
    MK. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM P)

  41. 44 nunungnurjanah July 10, 2012 at 3:51 am

    Mengutiip tulisam dari latar belakang di atas “Perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga sepertI Singapura, Malaysia dan Thailand. Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk memanfaatkan TIK di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.”

    sangatlah jelas pemanfaatan ICT/TIK dalam dunia pendidikan merupakan keharusan karena akan sangat mendukung usaha penigkatan mutu pendidikan.
    Beberapa masalah yang terjadi dilapangan yaitu Budaya ICT di lingkungan sekolah yang sedang dilakoni sangat lah baru sehingga pengenalan komponen-komponen ICT, seperti:

    1. Hardware
    2. Software, dan
    3. Brainware
    harus terus dilakukan secara berkesinambungan.

    Dalam menghadapi permasaiahan yang ada tentunya memerlukan perjuangan dan komitmen dari semua pihak terutama pada pengenalan dan pengaplikasiannya, penjabaran dan ilustrasi Sistem Informasi Majamen dari ICT terhadap manajemen sekolah, terhadap semua unit sekolah supaya menghasilkan kinerja berdasarkan ICT yang sinergi.

    Dengan kondisi permasalahan di atas sekolah kami masih belum sampai pada pembelajaran yang kolaboratif mungkin masih tahap infusing awal namun demikian usaha peningkatan mutu sumber daya terus dilakukan dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan atau work shop tentang penggunaan TIK di sekolah.

    Pak, baru ini yang dapat saya sampaikan.
    Terimaksih

    Nunung Nurjanah,Mahasiswa S2 UNPAK kelas E-8

  42. 45 Agus Ramdan H July 10, 2012 at 6:00 am

    Alhamdulillah setelah membaca Artikel ini wawasan saya menjadi lebih terbuka, saya telah bekerja sebagai pendidik selama 9 tahun dan selama itu juga dalam kegiatan pekerjaan saya selalu melibatkan ICT.

    Manfaat yang yang sangat besar saya dapatkan dari penggunaan ICT baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan di luar pembelajaran seperti pengerjaan Administrasi dan lain sebagainya. Dalam pembelajaran saya sangat terbantu dengan adanya ICT karena karakteristik Pelajaran yang saya ampu sangat khas, yaitu SEJARAH. Dalam pembelajaran saya harus menghadirkan suasana masa lalu yang sangat sulit untuk di hadirkan pada masa sekarang, tetapi dengan bantuan perangkat ICT saya bisa menyuguhkan suasana sebuah peristiwa sejarah kedalam kelas melalui pemutaran film-film dokumenter dan foto-foto dokumenter.

    Sehingga ketika menyajikan pelajaran Sejarah.. anak didik lebih tertarik dan selalu menagih kembali kapan sebuah peristiwa sejarah akan mereka lihat lagi..

    Dalam pengerjaan tugas juga siswa dapat dengan mudah mengakses informasi sejarah dari sumber-sumber luar negeri melalui internet. dan pengirimkan tugas dapat melalui Email.

    Tetapi di balik kemudahan itu semua masih terdapat hambata yang saya temukan di lapangan mengenai penggunaan ICT dalam pembelajaran diantaranya :
    1. masih rendahnya pengetahuan awal siswa mengenai ICT sehingga harus memberikan tambahan pelajaran mengenai internet.
    2. FAsilitas Internet dan ICT yang kurang memadai,
    3. masih kurang mengertinya orag tua siswa mengenai ICT
    4. MAsih kurangnya konten-konten pelajaran seperti sejarah .

    Itulah sekelumit pengalaman saya dalam menggunakan IT dalam pembelajaran

    Terima Kasih

    Agus Ramdan H
    Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNPAK
    kelas E 8.

  43. 46 Eli Nurlia Kls E.8 Sukabumi (S.2 UNPAK) July 10, 2012 at 12:29 pm

    Eli Nurlia Kls E.8 Sukabumi NPM. 072111128
    Komentar : Pendidikan di negara kita sudah saatnya mengimplementasikan ICT dalam semua jenjang pendidikan, karena pendidikan pada hakekatnya merupakan upaya mempersiapkan siswa menghadapi perubahan yang sangat pesat, dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan dan tantangan jaman yang semakin serba cepat, sehingga perlu mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik yang mampu menjawab tantangan jaman, mudah beradaptasi dengan perkembangan dan perubahan, siap bersaing dengan negara lain di era globalisasi.

    Dari 4 tahap sistem pendidikan menurut UNIESCO setiap sekolah saat ini mulai memasuki tahap 3 yaitu: mulai mengintegrasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran walaupun belum semuanya yang diakibatkan beberapa hal misalnya: kurangnya sarana prasarana, keterbatasan SDM yang menguasai ICT, kebijakan, komitmen organisasi, budaya organisasi, pendanaan, demografi, letak geografis, kepedulian masyarakat, dan motivasi.

    Saya rasa apabila semua stakeholder pendidikan memiliki komitmen yang sama, kendala apapun bisa diatasi, yang penting mau memulai walaupun dengan kondisi seadanya, berani mencoba, dan berupaya supaya pembelajaran lebih efektif, efisien, bermutu mengikuti perkembangan jaman, siswa lebih kreatip serta guru lebih termotivasi mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan harapan.

  44. 47 wiwih Kurniasih July 10, 2012 at 12:35 pm

    Yth. Bp. Dr.H.Adie E. Yusuf. M.A.
    Tulisan bapa sangat menarik ,karena sangat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi saya yang selama ini saya tahu kalau berbicara ICT hanya terbayang komputer laptop dan internet saja.mudah2an informasi tentang pemanfaatan ICT bisa di realisasikan disekolah saya mengajar dan tentu saja itu tidak akan semudah membalikan telapak tangan karena perlu dukungan dari semua komponen pendidikan yang berada disekolah kami,minimal tahapan emerging dan applying sudah ada walaupun pada tahapan yang kedua belum bisa mencakup semua standar yang ada di sekolah kami,tapi saya sangat optimis dengan potensi sdm yang ada dan dukungan dari pimpinan kami, sekolah kami akan bisa maju dengan mengaplikasikan pemanfaatan ICT.walaupun demikian kita sebagai tenaga pendidikan juga harus siap untuk mengantisipasi dampak negatif dari pemanfaatan ICT ini terutama dalam hal karakter bangsa dan nilai-nilai moral anak didik kita.
    akhirul kata saya ucapkan terimakasih ats informasi ini dan semoga bapa sukses selalu dan berada dalam lindungan allah swt,amin….
    Wiwih Kurniasih, Mahasiswa S-2 UNPAK Manajemen Pendidikan kelas E8(Sukabumi)

  45. 48 Yeti Susanti, S.Pd July 11, 2012 at 9:48 pm

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Bapak Adie yang terhormat, Setelah saya membaca artikel yang Bapak buat ternyata sekolah saya masih banyak jauh tertinggal. Saya merupakan salah satu karyawan swasta di sekolah dasar, saya pertama masuk ke sekolah tersebut pada tahun 2003. Komputer yang disediakan oleh sekolah pada tahun tersebut baru ada 5 unit sehingga anak yang mengikutinya baru kelas 5 dan 6. Dengan berjalannya waktu berkat ada dana bantuan operasional sekolah kami berusaha untuk menambah komputer , namun yang kami butuhkan bukan hanya komputer saja karena ada sarana prasarana yang lain yang harus dipenuhi sehingga sampai tahun ini baru ada 8 unit kompuer yang kami miliki.
    Dalam pelaksanaannya ruangan yang kami miliki juga harus bergantian dengan pelajaran agama karena di sekolah kami ada 3 agama sehingga pada saat ada pelajaran agama,ruang komputer jadi terpakai.
    Penerapan komputer kepada siswa baru kami terapkan di luar jam pelajaran mengingat ruangan yang kurang memadai serta guru yang
    ada juga masih perlu banyak pelatihan
    Terimakasik bapak, makalah yang bapak buat telah memperkaya pengetahuan kami dan mungkin akan jadi motivasi bagi saya khususnya, umumnya bagi karyawan yang ada di sekolah kami akan pentingnya penerapan ICT,dalam dunia pendidikan.
    Wassalamualiakum Wr.Wb

  46. 49 Tutus Rektono Wahyuningrum ( E-8 PASCA UNPAK) July 12, 2012 at 3:17 am

    Pendidikan berbasis TIK adalah syarat mutlak untuk meningkat kualitas pendidikan, dalam rangka globalisasi pendidikan . Saya adalah guru SMK, dalam landasan ekonomis KTSP SMK tercantum, bahwa Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didik menjadi manusia yang produktif yang dapat langsung bekerja di bidangnya setelah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi. Dalam menyiapkan lulusannya SMK harus responsif terhadap perubahan pasar kerja. Di era globalisasi, pasar kerja akan berstandar sama terutama bagi negara – negara penganut ekonomi global. Pendidikan menengah kejuruan harus dijalankan atas dasar prinsip investasi SDM (human capital investment). Semakin tinggi kualitas pendidikan dan pelatihan yang diperoleh seseorang, akan semakin produktif orang tersebut. Akibatnya selain meningkatkan produktivitas nasional, meningkatkan pula daya saing tenaga kerja di pasar kerja global. Untuk mencapai tujuan tersebut maka harus dimulai dengan pendidikan yang “meng-global” . Pendidikan yang “meng-global” dapat diciptakan dengan menyesuaikan standar global melalui pemanfaatan TIK. Seperti yang diungkapkan dalam makalah bahwa Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi, maka menjadi tugas guru sebagai tulang punggung pengelolaan pendidikan untuk membekali dirinya dengan kompetensi TIK sebagai dasar penyebar luasan ilmu kepada siswanya.

  47. 50 Nety Herawaty July 12, 2012 at 10:57 am

    Assalamualaikum. Wr. Wb.
    YTH Bapak Dr.H.Adie E.Yusuf M.A

    Setelah membaca artikel bapak tentang pemanfaatan tentang ICT dalam pendidikan, saya beranggapan memang sudah seharusnya dengan perkembangan ICT yang begitu luar biasa dan juga penguasaan ICT oleh anak – anak sekolah terutama di perkotaan, maka sangat dianjurkan disetiap sekolah untuk mengembangakan pembelajaran yang menggunakan pemanfaatan ICT.
    Tapi sayangnnya pemanfaatan ICT secara maksimal belum bisa dilaksanakan disekolah kami. Karena di Sekolah
    Dasar tempat saya bekerja peralatan penunjang untuk pembelajaran pemanfaatan ICT masih sangat terbatas. Sekolah kami baru mempunyai dua unit komputer dan satu neetbook.
    Jadi pembelajaran pemanfaatan ICT di sekolah kami terkendala oleh peralatan ICT yang mahal, serta perlunya waktu khusus untuk guru belajar ICT.
    Meskipun begitu, kami sudah mulai menggunakan media pembelajaran ICT menggunakan infokus walaupun baru untuk kelas V dan VI, dan baru pada mata pelajaran IPA dan IPS. Semoga di tahun mendatang sekolah bisa memfasilitasi peralatan menunjang yang lebih memadai, sehingga pemanfaatan pembelajaran ICT di sekolah bisa lebih berkembang.

    Terimakasih atas informasi yang bapak berikan mudah- mudahan bermanfaat bagi kita semua. Amin…

    Wassalamualaikum. Wr. Wb.

    Nama : Nety Herawaty
    Kelas : E.8, Pasca Sarjana Unpak
    NPM : 072111147

  48. 51 kusdinar kelas E8 072111141 July 12, 2012 at 3:54 pm

    Assalamualaikum wrwb.
    Saya mahasiswa S2 kelas E8 sukabumi
    Pada hemat saya, ICT memegang peranan penting dalam dunia pendidikan dan tidak dapat dipisahkan, karena pendidikan yang maju didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan integritas pengelolaan pendidikan berbasis ICT, sehingga merupakan penggerak dalam pembangunan suatu bangsa. Dengan kata lain kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut berarti bahwa pemerintah mempunyai komitmen dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Melalui pendidikan dapat dibangun suatu masyarakat Negara Indonesia yang berdaulat dan diterima keberadaannya dilingkungan internasional
    Dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan dan tenaga kerja sebagai akibat mekanisme pasar. Lembaga pendidikan harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu memenuhi tuntutan permintaan pasar tenaga kerja yang cenderung berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi.
    Kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia. Kualitas sumberdaya manusia juga ditentukan oleh kualitas pendidikan bangsa tersebut. Kenyataan menunjukan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus dipenuhi berbagai persyaratan salah satunya adalah memiliki sarana prasa prasarana yang memenuhi standar seperti pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Dengan hadirnya ICT dunia pendidikan bisa membawa dampak positif apabila teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi bisa menjadi masalah baru apabila sekolah tidak siap. Untuk itu, perlu dilakukan suatu kajian tentang dampak positif dan negatif dari pemanfataan Teknologi Komunikasi dan Informasi (ICT) sebagai media komunikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

    Perkembangan teknologi komunikasi begitu cepat sehingga berdampak pada berbagai sendi kehidupan manusia. Dalam memasuki ere globalisasi sekarang ini, lembaga pendidikan mempunyai tanggung jawab membersiapkan dan menghasilkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan perubahan yang ada disekitarnya yang berjalan sangat cepat. Bahkan sebagai dampak globalisasi mengakibatkan terjadinya persaingan secara bebas dalam dunia pendidikan maupun tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang bermutu yaitu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang dapat bersaing dalam menghadapi persaingan global. Karena itu pendidikan perlu diarahkan agar mampu menyediakan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman secara efektif sejak usia sekolah dengan memanfaatkan kemajuan terknologi.
    Dalam pendidikan, media komunikasi biasanya disebut sebagai media pengajaran. Media komunikasi dalam pendidikan merupakan segala bentuk alat dan sumber belajar yang digunakan untuk membantu memperlancar proses belajar mengajar. Sumber belajar meliputi buku-buku, majalah, manusia, perpustakaan, labolatorium dan ICT seperti internet dan lain-lain. Media pendidikan digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa (Nana Syaodih, 1996). Tanpa media pendidikan, efektifitas belajar maupun mutu pendidikan tidak akan tercapai, demikian pula dengan jika tersedia media pendidikan tetapi kita tidak memiliki kemampuan pemilihan media mana yang paling efektif dan efisien maka efektifitas pembelajaran pun tidak dapat tercapai.
    Masalah-Masalah dalam Penerapan Teknologi Komunikasi dan Informasi(ICT)
    Dampak positif teknologi terhadap dunia pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Berbagai pendapat pakar dari berbagai disiplin ilmu sepakat bahwa kehadiran teknologi baru seperti internet dan lain-lain akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun perlu disadari bahwa kehadiran teknologi tersebut di sekolah juga menimbulkan masalah baru apabila sekolah tidak siap antara lain :
    a. Sarana disekolah belum memadai
    b. Keterbatasan biaya dan tenaga operasional
    c. Kepala sekolah dan guru kurang sadar akan pentingnya media pendidikan
    d. Beban orang tua siswa lebih berat
    e. Kondisi keamanan sekolah kurang memadai
    f. Persepsi yang salah terhadap media pembelajaran
    g. Guru merasa terbebani.
    Demikian komentar saya Nama:Kusdinar no 072111141
    Kelas E8 sukabumi

  49. 52 Erlina W.I July 12, 2012 at 5:17 pm

    Yth. Bp. Dr.H.Adie E. Yusuf. M.A.

    Assalammualikum Wr. Wb.

    Setelah saya membaca tulisan bapak, saya semakin yakin betapa pentingnya TIK dalam kegiatan belajar mengajar, suka tidak suka, kita harus menerapkan TIK dalam segala bidang atau kita akan ketinggalan di era globalisasi ini. Namun seperti yang kita ketahui betapa banyak kendala yang kita hadapi dalam penerapan TIK, mulai dari SDM juga sarana dan prasarana yang mampu menunjang menerapan TIK dalam pembelajaran. Saya telah mengajar di SMPN 14 Kota Sukabumi selama hampir 18 tahun, penerapan TIK mulai diterapkan meskipun belum optimal mungkin baru tahapan emerging, applying, dan infusing, itu pun masih dalam tahapan 80%. Hal ini disebabkan terbatasnya sarana dan prasarana yang disediakan baik dari pemerintah, maupun swadana, begitu pula kesiapan pendidik, tenaga pendidik, siswa, orang tua, masih sangat terbatas. Dengan begitu masih banyak PR yang harus dibenahi, namun melihat animo semua lapisan saya sangat optimis, menerapan TIK di sekolah saya akan semakin maju seiring dengan kebutuhan akan teknologi dan informasi semakin meningkat. Semoga masyarakat sekitar sekolah baik sebagai orang tua siswa maupun yang duduk di komite dapat mendukung ketersediaan jaringan informasi di sekolah kami. Semoga tidak ada kepentingan politik dalam memasyarakatkan TIK di dunia pendidikan kita, karena saat ini dunia pendidikan selalu punya raport yang memprihatikan. semoga kesadaran akan pentingnya TIK dalam pendidikan memacu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan seluruh lini dengan cepat dan tepat. Begitu pun semoga kesadaran para insan dunia pendidikan akan pentingnya TIK memacu semangat untuk terus berinovasi dan berprestasi melalui penggunakan TIK dalam kegiatan KBM.

    Trima kasih

    Wassalammualaikum Wr. Wb.
    Erlina W.I.
    Kelas E.8 Sukabumi

  50. 53 Deti Juwita Kelas E8 NPM.072111124 July 13, 2012 at 4:54 am

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya ingin menyampaikan salam hormat saya pada Bapak, yang dikaruniai Tuhan dengan kesempatan untuk mampu menuangkan gagasan sebagaimana telah dipaparkan di atas.

    Selanjutnya, sebagaimana yang telah disampaikan Bapak, saya menyadari bahwa TIK memegang peran yang penting dan strategis bagi pengembangan dan capaian kemajuan dalam bidang pendidikan. Itulah sebabnya memang merupakan sebuah keharusan, bagi setiap orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan menguasai dan memanfaatkan TIK.

    Namun demikian, penghayatan saya sebagai user, TIK dalam wujud nyatanya sebagai perangkat keras maupun lunak masih menjadi sesuatu yang sangat ‘mewah’, pemeliharaan yang relatif mahal, dan lompatan kecanggihan yang luar biasa yang kadang sulit diikuti.

    Apabila hal tersebut dipahami sebagai sesuatu yang memang natural terjadi, maka tetap saja, kita akan menjadi bagian dari skenario ketergantungan sebagaimana dikehendaki oleh produsen TIK.
    Untuk itu, saya kira kita harus mengubah paradigma lama dengan paradigma baru berupa, bahwa TIK itu lumrah, murah, dan mudah. Mengapa? Karena, apabila TIK masih dilihat sebagai barang mewah dan tidak lumrah, maka kita hanya akan menjadi penonton saja. Demikian halnya kalau mahal, kita tidak akan pernah dapat memilikinya. Pun, kalau dia tidak mudah, kita menjadi sulit memanfaatkannya.

    Pada titik itulah pemerintah harus menjadi faktor yang mendorong, memfasilitasi, membuat regulasi yang berpihak pada user baik secara perorangan, kelembagaan, maupun organisasi lainya.

    Benarkah?
    Wamlohu.
    Wassalam.
    DETI JUWITA
    Kelas E8
    NPM.072111124

  51. 54 Rachmat Dharmadi July 13, 2012 at 7:54 am

    Ass. Wr. Wb.
    Setelah membaca paparan bpk, sy berharap semua pihak dapat mendukung program penggunaan ICT dalam pendidikan, karena pada era global sekarang ini kita harus mampu mengimbanginya. Sebetulnya melalui Peraturan Pemerintah RI nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan Pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi telah dicanangkan, program droping infra struktur ke sekolah sekolah sudah diselenggarakan dan hampir semua sekolah sudah memiliki Pusat Sumber Belajar TIK, Media pembelajaran Electronik dll. Namun yang menjadi kendala operasional di lapangan adalah SDM yang memiliki keahlian dalam mengelola ICT yang bisa standby siap melayani. Dengan melalui pelatihan yang kontinyu sebetulnya dapat dilaksanakan. Sekolah kami saat ini mungkin baru berada di tahap applying dalam arti sudah mengenal dan mulai mau mengubah sistem pembelajaran dan administrasi ke arah penggunaan ICT.
    Kami berharap kedepan ada solusi yang mampu mengoptimalkan penggunaan ICT di sekolah.

    Rachmat Dharmadi E8 NIM 072111150

  52. 55 Edi Sahroni S2 MP UNPAK Kelas E8 July 14, 2012 at 2:29 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yth. Bapak Dr.H. Adie Yusuf, M.A.
    Alhamdulillah setelah saya membaca tulisan bapak, banyak informasi yang saya peroleh dan saya pun berfikir bahwa pemanfaatan ICT dalam pendidikan dapat menjadi salah satu pilihan dalam upaya pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Menurut saya kekurangan jumlah tenaga pendidik di wilayah pedalaman dapat teratasi dengan melaksanakan sistem pendidikan jarak jauh, hanya saja tentu hal tersebut membutuhkan akses internet yang dapat menjangkau hingga ke wilayah pedalaman sehingga diperlukan anggaran yang sangat besar dan untuk mengatasinya maka pengadaan jaringan internet sampai ke wilayah pedalaman ini dapat dilaksanakan secara bertahap dan tentu saja pengadaan jaringan internet ini merupakan investasi besar bagi bangsa Indonesia.
    Disisi lain pemanfaatan ICT dalam pendidikan ini semakin meningkatkan jumlah penduduk Indonesia yang melek informasi global, dan hal ini harus dibarengi pula oleh peningkatan pembinaan mental bangsa agar dapat menyaring arus informasi yang masuk karena tidak semua informasi yang masuk sesuai dengan budaya Indonesia terutama bagi umat muslim.
    Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas paparan bapak semoga menjadi amal ibadah dan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Edi Sahroni
    Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNPAK Kelas E8

  53. 56 Cucu Rochmatiningsih July 14, 2012 at 12:31 pm

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bapak Adie yang terhormat
    Saya Cucu Rochmatiningsih , kelas E.8 UNPAK , NPM 072111121 .
    Setelah membaca dan merenungkan tulisan bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan , saya setuju dan berterimakasih karena mendapat informasi tambahan tentang pentingnya penggunaan TIK dalam proses pembelajaran , sehingga diharapkan kualitas dan peningkatan mutu dari pendidikan dapat lebih baik lagi , mampu bersaing di era globalisasi ini .
    Walaupun pemanfaatan TIK di sekolah saya , masih dalam tahapan dan beberapa applying pada tahapan infusing , namun masih memiliki kekhawatiran manakala kita belum memiliki filter untuk membendung rasa ingin tahu yang dimiliki anak didik . Ketika anak didik kita telah atau bahkan lebih mengusai penggunaan TIK , mereka akan semakin ingin memuaskan rasa ingin tahunya , dengan mengakses bolg , web , dan fasilitas lain yang belum pantas mereka lihat melalui internet atau hal itu belum boleh mereka akses , karena dengan ICT semua menjadi mudah , efektif , dan efisien .
    Mudah-mudahan kekhawatiran ini adalah sesuatu yang tidak perlu ..
    Saya berusaha untuk menyesuaikan diri dan berusaha mengenal segala sesuatu tentang ICT , untuk dapat memanfaatkan dan menggunakannya dalam proses pembelajaran saya disekolah sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal . Terimakasih , dan sukses selalu buat pak Adie .
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  54. 57 Rani Fitriani (kelas E8 NIM 072111151) July 14, 2012 at 10:21 pm

    Assalamualaikum wr wb
    yth, bapak Adie
    Saya Rani Fitriani kelas E8 Nim 072111151

    Setelah saya membaca pemanfaatan ICT dalam pendidikan di atas, memang masih banyak kekurangan yang harus dibenahi demi terciptanya pembelajaran yang optimal dalam penyampaian pembelajaran melalui ICT. terutama keterbatasan saya dalam wawasan penggunaan ICT.
    Banyak sekali manfaat yang saya peroleh dalam pembelajaran menggunakan ICT terutama dalam penyampaian pembelajaran mata pelajaran yang saya ampu yaitu Fisika. Dengan bantuan ICT pada mata pelajaran fisika siswa tidak cepat bpsen, lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran terutama dalam hal penyampaian materi apalagi dgn menambahkan tampilan banyak animasi. Tapi karena keterbatasan sarana di sekolah kami maka sering kali pembelajaran tidak berjalan dengan baik.
    Tetapi dalam benak saya sering terfikir mungkin banyak juga dampak negatif yang akan timbul bila siswa terlalu sering dan di lepas begitu saja dalam penggunaan ICT. oleh sebab itu pengawasan semua pihak kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah harus lebih aktif lagi demi pembelajaran yang tepat sasaran dan tercapainya pembelajaran sesuai yang diharapkan dan lebih optimal.
    mudah mudahan dampak negatif lebih di minimalkan,
    mudah-mudahan pembelajaran melalui ICT dapat memberikan lebih banyak lagi manfaat untuk ke depannya.
    terimakasih bapak atas informasi nya pada makalah di atas

    wassalamualaikum wr wb.

  55. 58 Iyus NPM 072111139 (E.8) July 15, 2012 at 2:44 am

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran sangat bermanfaat sekali penerapannya dalam rangka reformasi pembelajaran, sehingga guru sebagai fasilitator dapat mengintegrasikan teknologi; signifikansi peran positif teknologi (ICT) dalam proses pembelajaran makin dipahami dan disadari oleh guru sehingga siswa dapat belajar “dari” teknologi (CBI) dan “dengan” teknologi(constructivist learning tools).
    Teknologi juga memberikan kesenangan, kemudahan, dan kecepatan dalam belajar, dan melibatkan siswa dalam kecanggihan dan kemutakhiran teknologi (advanced skill).
    Salah satu kendala yang dominan khususnya pada jenjang SD mayoritas tenaga pendidik belum menguasai ICT sehingga menurut saya perlu adanya bimbingan teknis di tingkat gugus dengan harapan semua guru SD dapat menguasai ICT yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran, sehingga pada akhirnya proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan maksimal. Sekian Terima kasih.

  56. 59 zaenal arifin July 15, 2012 at 6:28 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Terima kasih pak atas pencerahannya. Semoga ilmunya menjadi ilmu yang bermanfaat.
    Teknologi pada dasarnya dihasilkan untuk mempermudah berbagai kegiatan manusia, termasuk di bidang pendidikan. Dimana pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan.
    Hanya saja dalam implementasinya menghadapi berbagai kendala, diantaranya:
    1. Sering terjadi ketidaksinkronan antara kebijakan pemerintah dengan infrastruktur yang tidak mendukung
    2. Sumber daya manusia yang tidak mendukung, dimana etos kerja dan daya adaptasi yang rendah. Sebagai contoh dalam sebuah lembaga pendidikan, pihak manajemen sekolah berusaha mengkondisikan pembelajaran dan pengolahan data berbasis ICT. Mulai dengan diadakan:
    a. pelatihan ICT, penggunaan dan LMS dan elearning
    b. Reward bagi guru dan pegawai yang telah melaksanakan pembelajaran dan pengolahan data berbasis ICT .
    Tapi ternyata hanya sebagian kecil saja yang menerapkan ICT(< 20%). Mungkin ini terkait dengan guru dan karyawan yang berusia lanjut yang tingkat adaptasi teknologinya rendah, disamping etos kerja(ketidak tekunan, kerajinan, kesungguhan) dari guru atau karyawan yang relative masih muda untuk secara aktif menerapkan ICT. Hal ini menjadikan program penerapan ICT dalam lembaga tersebut tersendat. Hal ini secara umum dialami oleh banyak lembaga pendidikan di Indonesia.

    Saya sangat setuju dengan saran yang bapak sampaikan. Semoga pihak-pihak yang terkait dapat membaca dan tergugah untuk dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara aktif sehingga penggunaan ICT. Dan semoga dengan membaca artikel ini dan artikel lain tentang ICT, reakan-rekan pendidik dapat mengetahui pentingnya ICT dan fungsinya secara proporsional dalam dunia pendidikan untuk dapat menerapkan ICT dalam pembelajaran tanpa harus merasa berat, uguh agah, atau bahkan memberikan penolakan, melainkan sebaliknya berperan secara aktif secara proporsional juga. Sehingga dengan peran serta dan dukungan berbagai pihak sehingga penggunaan dalam dunia pendidikan di Indonesia dapat berlangsung efektif dan efisien demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Semoga!.

    Zaenal Arifin
    Mahasiswa Pasca UNPAK
    Kelas E8
    0721111059

  57. 60 Deden Sumiarsa Pasca Sarjana E-8 July 15, 2012 at 10:06 am

    Terimakasihsayaucapakankarenasetelahmembacatulisanbapakdapatmenambahwawasantentangpembelajaranberbasis TIK
    Sayasetujudengan saran yang bapakkemukakanpemanfaatan TIK dalampendidikanmenjadihalmutlakmengingatkondisipermasalahan yang semakinkomplek.Pembelajaranberbasis TIK dapatdigunakansebagaisalahsatucarapemecahanmasalahdalammengejarketertinggalan Indonesia darinegara lain. Semogahalinidapatdisadaridandirealisasikanolehsemuakalangan yang berkecimpungdalamduniapendidikan.Kondisisekarangsebenarnyalebihbaikdarisebelumnya, perhatianpemerintahlebihbaikdalampenangananpembelajaranberbasis TIK terbuktidenganadanyaalokasianggarandanaalokasikhusus (DAK) untuk media pembelajaranbanyak yang berbasisTIK.BantuanOperasionalSekolah yang dikucurkansecaraterjadwaljikaadakemauandanpenggunaananggaran yang benardisetiapakhirtahunanggaranbisadigunakanuntukpengadaan/ pembelianperangakatalatpembelajaran TIK, kuncinyatinggalkemauandanpenggunaananggaran yang benar.

  58. 61 Kania Dewi July 15, 2012 at 2:34 pm

    Kania Dewi
    NPM. 072111140 / Kelas E. 8 Sukabumi

    “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan”

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa penggunaan ICT dapat mempermudah dan mempercepat kita dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan. Salah satu contoh manfaat dari keberadaan Sistem Informasi pada Dunia Pendidikan adalah ketika kita melakukan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. Penggunaan Sistem Informasi ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi lembaga / satuan pendidikan saja, tetapi calon siswa/orang tua/ bahkan masyarakat pun dapat memperoleh berbagai macam informasi tentang sekolah mulai dari profil, struktur organisasi, prestasi, kegiatan ekstrakurukuler, dll. tanpa perlu bersusah payah mendatangi sekolah yang dimaksud, selain itu melalui kegiatan PPDB on line juga dapat mendorong masyarakat untuk mulai mengenal dan memanfaatkan ICT.
    Kegiatan belajar mengajar pun akan semakin menarik dan menyenangkan ketika kita menggunakan ICT. Kita dapat menggunakan internet untuk browsing artikel / gambar dalam kegiatan pembelajaran bercerita / diskusi / memberikan komentar.
    Mengirim tugas melalui email, membuat Power Point, dll. dapat melatih siswa untuk lebih memanfaatkan ICT sehingga kemampuan siswa terhadap penggunaan ICT semakin bertambah.
    Hal ini dapat terus kita laku sebagai salah satu upaya mempersiapkan peserta didik yang berkualitas sehingga mampu menghadapi perubahan yang sangat pesat di era globalisasi.
    Hal yang harus diperhatikan oleh lembaga/satuan pendidikan dalam meningkatkan pelayanan terhadap siswa diantaranya:
    1. melengkapi sarana prasarana pendukung ICT.
    2. mengoptimalkan penggunaan ICT dalam kegiatan pembelajaran
    3. meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga
    memiliki kemampuan dalam bidang IT.
    4. menjalin kemitraan dengan sekolah lain dalam hal peningkatan
    kemampuan ICT.
    Semoga kita dapat terus meningkatkan kemampuan dalam bidang ICT sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

    Terima kasih

    Wassalamualakum Wr. Wb.

  59. 62 Evi Laela Ulfah July 16, 2012 at 2:09 pm

    Ikut comment juga nih sedikit,……
    Seiring dengan berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin dituntut juga kita untuk dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Apalagi hal yang paling penting, teknologi dapat diterapkan disetiap sekolah akan membuat semakin cerdasnya dan semakin siapnya para peserta didik kita untuk bisa bersaing dengan negara lain saat nanti mereka terjun dilapangan. ICT yang saat ini sedang digalakkan demi untuk tercapainya tujuan yang diharapkan terutama oleh pemerintah.
    Sekolah Dasar salah satu konsumen yang paling dasar untuk tercapainya tujuan tersebut.Apabila disetiap Sekolah Dasar dapat melaksanakan sistem pembelajaran dengan menggunakan sisten ICT tersebut, dalam 10 tahun kedepan anakna Indonesia pasti sudah siap dalam menerima teknologi yang akan terus menerus berkembang.
    Namun hal yang tidak mudah juga untuk mengajarkan tentang teknologi komputer tersebut kepada para siswa Sekolah Dasar. Banyaknya kendala pasti akan ditemui dalam pembelajaran tersebut. Bukan hanya kemampuan daya pikirnya saja yang menjadi kendala tapi masih tidak meratanya sarana yang didapat disetiap sekolah. Dan tidak disetiap sekolah juga siswa mempunyai sarana tersebut.
    Hal ini juga yang menjadi ketertarikan apabila yang diharapkan pemerintah dapat terwujud mulai dari pendidikan tingkat dasar meskipun pada kenyataannya masih terpusat pada pendidik yang tidak semua dapat menggunakan ICT tersebut.
    Mudah-mudahan apa yang ada dibenak dan pikiran saya yang notabene sebagai pengajar di Sekolah Dasar menjadikan sebuah semangat untuk membuat cakrawala baru didunia pendidikan Sekolah Dasar yang masyarakatnya hanya dari kalangan menengah ke bawah agar mereka juga mampu menggunakan teknologi sesuaikemampuannya setelah saya menemukan pencerahan pada materi kuliah yang pada semester 2 ini saya terima.

    Terima Kasih

    Evi Laela Ulfah
    072111135, Kelas E. 8 Sukabumi

  60. 63 riya ropianti July 20, 2012 at 10:02 am

    Assalamualikum Wr.Wb……….

    Saya sangat setuju dengan artikel yang bapak sajikan, karena pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan sekarang ini memang sangat dibutuhkan. dengan pemanfaatan ICT banyak keuntungan yang di dapatkan diantaranya yaitu informasi yang dibutuhkan baik oleh pendidik maupun peserta didik akan mudah dan cepat di dapat, pekerjaan akan lebih cepat selesai bahkan dalam proses pembelajaranpun akan lebih menyenangkan karena bisa disajikan dengan lebih variatif.

    Namun, Kenyataan yang saya rasakan di sekolah Dasar khususnya, ICT belum dapat direalisasikan secara optimal karena terdapat banyak sekali hambatan diantaranya yaitu :
    – masih terbatasnya sarana dan prasarana yang tersedia
    – belum siapnya SDM (khususnya pendidik dan tenanga kependidikan) karena masih minimnya pelatihan yang diperoleh tentang ICT
    – Kurangnya dukungan dari orang tua murid karena berbagai faktor terutama karena tingkat ekonomi mereka yang berada di level menengah kebawah.

    walaupun demikian setelah membaca artikel bapak saya sebagai pendidik dan tenaga kependidikan lebih termotivasi lagi untuk terus berusaha mengoptimalkan fasilitas dan potensi yang ada meskipun dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan, dengan harapan pembelajaran berbasis ICT akan ter wujud secara optimal.

    Terima kasih

    Riya Ropianti

    072111152, kelas E.8 Sukabumi

  61. 64 N.yuyun yuhanah July 27, 2012 at 11:25 pm

    N.Yuyun Yuhanah
    July 28, 2012
    kepada Yth.Bapak Dr.H.Adie Yusuf,M.A

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Alhamdulillah, Setelah saya membaca tulisan ilmiah yang Bapak tulis, Saya semakin memahami dan menyadari akan pentingnya peran ICT dalam pendidikan. Sebenarnya, di sekolah tempat saya mengajar sudah dilaksanakan pembelajaran berbasis ICT (e-learning), tapi belum optimal.Hal ini disebabkan beberapa kendala yang kami hadapi, antara lain :

    1. Budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar atau mengikuti pembelajaran melalui komputer masih rendah

    2. Penyampaian materi melalui e-learning perlu dikemas dalam bentuk yang learner-centric dan saat ini disekolah kami kesiapan perangkat pembelajaran yang sudah didesain menjadi paket pelajaran e-learning masih belum memadai.

    3. Tenaga teknisi dan operator sistem e-learning masih terbatas dan pengelolaannya masih rendah.

    4. Penguasaan IT dari tenaga pendidik dan kependidikan masih rendah

    5. Fasilitas IT yang dimiliki siswa masih terbatas ( tidak semua siswa memiliki fasilitas IT di rumahnya).

    Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dengan harapan semoga sekolah kami kedepan dapat mengoptimalkan ICT dalam pendidikan. Terima kasih atas ilmu yang Bapak berikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.Amiin YRA.

    N.Yyuyun Yuhanah NPM: 072111144 Kelas E8

  62. 65 susi haryati Kelas E8 Program MP PAKUAN July 28, 2012 at 4:52 am

    Assalamu’alaikum Wr… Wb….
    Yth. Bapak Adie E. Yusuf

    saya setuju dengan adanya ICT, dengan ICT kita akan lebih mudah dan cepat dalam menyelesaikan berbaai macam pekerjaan. dengan pemanfaatan ICT kita memperoleh banyak keuntungan, antara lain apabila kita memerlukan informasi mengenai pendidikan ataupun segala sesuatu yang diperlukan oleh peserta didik akan diperoleh dengan mudah dan cepat. bahkan di dalam proses pembelajaran pun kita akan dapat menyajikannya dengan lebih menyenangkan, karena penyajiannya bisa lebih inovatif.
    namun demikian, pemanfaatan ICT di sebagian lembaga sekolah belum dapat direalisasikan secara optimal karena masih terdapat banyak sekali hambatan antara lain :
    1. Belum lengkapnya sarana prasarana yang mendukung ICT;
    2. Belum optimalnya penggunaan ICT dalam pembelajaran;
    3. Kurangnya kemampuan kita sebagai pendidik dalam mengoprasionalkan ICT;
    Hal inipun yang merupakan ketertarikan saya terhadap artikel mengenai ICT yang kemudian bisa saya peajari dalam pemanfaatannya.
    semoga dengan adanya artikel yang bapak tulis, bisa membantu saya khususnya dan kami semua guru pada umumnya dalam bagaimana kita memanfaatkan ICT dengan cara yang benar dan tepat.

    Terima kasih.

  63. 66 Eti Kustiati July 29, 2012 at 3:14 am

    Aslm.Wb..
    Yth Bpk Adie E Yusuf

    ITC memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu
    1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), sebagai alat bantu bagi pengguna (user) atau siswa untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata, mengolah angka, membuat unsur grafis, membuat database, membuat program administratif untuk siswa, guru dan staf, data kepegawaian, keuangan dan sebagainya.
    2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science). Dalam hal ini teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa.
    3. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini komputer telah diprogram sedemikian rupa sehingga siswa dibimbing secara bertahap dengan menggunakan prinsip pembelajaran tuntas untuk menguasai kompetensi. dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai : fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator.

    Eti Kustiati
    Kelas E8

  64. 67 erik July 29, 2012 at 7:18 am

    ass wr wb.
    pa nama saya erik herdiyana 072111169 pindahan dr kls E9.
    membaca artikel bapa kalau bagi saya ini sanagat baik dan sanagat bermanfaat bagi kami sebagi pelaku pendidik, ini dapat merangsang semua teman – teman untuk dapat terus meningkatkan kualitas kita dalam bidang it.
    artinya ketika bidang ini bisa menjadi dasar kemampuan semua teman – teman pengajar sebagai basic kemampuan untuk semua bidang. saya yakin semua peserta didik akan mendapat semua materi pemblajaran yang menyenangkan sehingga hasil belajar itu akan menghasilkan long term memory bagi semua peserta didik.

    dan yang paling terpenting bagi saya artikel bapa sebagai bahan refleksi diri untuk terus meningkatkan potensi diri agar dapat memberikan yang terbaik terhadap semua peserta yang sedang kami bina.
    Terima kasih……sukses selalu buat bapa

  65. 68 Iwan Setiawan August 6, 2012 at 3:18 pm

    Assalamualikum.

    Salam kenal kembali, walau hanya 5 jam perkulian yang Bapak berikan di Hotel Graha dhinar saya sangat terkesan dan dapat membantu saya, nama saya Iwan setiawan kelas B peserta PLPG VIII 2012.
    Saya sangat berharap peserta PLPG mampu menggunakan tehnologi sebagai pendidik dan pengajar . Kami adalah fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator generasi muda tapi kami sebagian masih gatek ter ( Gagap tehnologi ).
    Dan yang terpenting buat kami kegiatan-kegiatan yang serupa dengan PLPG ini dapat di tingkatkan terus.
    Salam dari rekan-rekan PLPG hanya ucapan terima kasih yang dapat kami berikan. Amin

  66. 69 endang kusumah widiastuty August 11, 2012 at 11:55 am

    ENDANG KUSUMAH WIDIASTUTY, KELAS E8, PROGRAM MP

    Assalamualaikum wr. wb.,
    Yth. Bpk. Adie E Yusuf

    Pendidikan berbasis ICT di Indonesia memang sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas pendidikan itu sendiri. Karenanya untuk mendukung pemanfaatan ICT dengan merata di sistem pendidikan Indonesia, diperlukan dukungan yang kuat dari pemerintah maupun pihak swasta yg concern akan pendidikan di Indonesia.
    Seperti yang telah dibahas dalam makalah diatas, perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia belum optimal, dikarenakan masih kompleknya permasalahan dan kendala yang berhubungan dengan penerapan ICT ini.Permasalahan tersebut memang berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, serta yang paling menarik bagi saya adalah kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
    Untuk kendala yang berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, sebagian besarnya adalah tugas pemerintah dan staf staf ahli dikarenakan bukan kapasitas saya unutk berbicara mengenai masalah tersebut. Namun sebagai tenaga pengajar, yang berinteraksi langsung dengan sistem kegiatan belajar mengajar, saya merasa memang kondisi tenaga pengajar untuk menerapkan ICT sekarang masih jauh dari kata siap. Hal ini dikarenakan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan sendiri belum sepenuhnya mendukung ke arah sana. Alangkah baiknya, seiring dengan persiapan infrastuktur jaringan dan konten, kultur sumber daya manusianya sendiri, yang akan menerapkan ICT ini diperbaiki, contohnya banyaknya training dan pembelajaran yang terkonsentrasi untuk bisa memanfaatkan ICT secara maksimal di lingkungan sistem pendidikan.
    Dengan sumber daya yang mendukung ditambah dengan siapnya infrastuktur jaringan dan konten yang kuat, niscaya ICT ini dapat diterapkan secara maksimal, dan Indonesia pun akan lebih mudah mengejar ketertinggalnnya dari negara lain.

  67. 70 NENDEN YUSTIANI, G3 CIANGSANA August 29, 2012 at 1:54 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Yth. Bapak Dr.H. Adi E. Yusuf, M.A.
    Setelah membaca blog bapak saya sangat setuju dengan pendapat bapak mengenai pentingnya pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Namun dalam hal ini masih banyak kendala dalam pengembangan dan pemanfaatan ICT itu sendiri. untuk contoh yang ada di sekolah:
    – kurangnya sarana dan prasarana yang dapat mendukung pengembangan ICT sehingga baik guru maupun peserta didik tidak dapat memanfaatkan ICT secara maximal.
    – Kurangnya kompetensi guru dalam hal ICT sehingga guru memberikan mata pelajaran ICT yang itu itu saja yang akan membuat peserta didik bosan. karena pada kenyataannya peserta didik mempunyai pengetahuan ICT lebih banyak daripada guru
    – Dana untuk mengembangkan ICT mungkin lebih mahal sehingga tidak semua sekolah bisa memberikan materi tentang ICT lebih luas lagi, khususnya di daerah yang jauh dari sumber informasi.

  68. 71 Neneg Ani Afyani August 29, 2012 at 2:43 am

    Yth. Bapak Adie E Yusuf

    Saya setuju dengan pemanfaatan ICT disekolah. Dengan adanya ICT pembelajaran disekolah akan lebih efektif. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu kelengkapan sarana penunjang ICT seperti komputer dan jaringan internet. Untuk sekolah yang berada di perkotaan mungkin tidak ada kendala dalam pengadaan sarana, namun untuk sekolah yang berada di wilayah pelosok hal ini masih menjadi kendala. Perlu peran pemerintah maupun swasta dalam penyediaan sarana untuk ICT.
    Pemanfaatan ICT seperti e-learning dapat memudahkan penyampaian materi dan tugas namun untuk pemahaman materi perlu diteliti terlebih dahulu. Secara teknis pemahaman mata pelajaran non eksak tidak ada masalah dengan menggunakan e-learning, namun untuk mata pelajaran eksak contohnya matematika perlu dilakukan suatu kajian agar pemanfaatan ICT dapat maksimal.

    Neneng Ani Afyani
    072111146
    Kelas E8

  69. 72 Indah Pujiastuti September 16, 2012 at 4:22 am

    Indah Pujiastuti KELAS A.1.1 NPM 072112071 PROGDI AP

    Assalamualaikum pak Adie..
    Setelah membaca artikel bapak tentang PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN: KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU semakin menyadarkan saya betapa pentingnya seorang pendidik untuk menguasai ICT. Disadari atau tidak dengan perkembangan jaman beserta perangkat teknologi dan komunikasinya seorang pendidik mau tidak mau, suka dan tidak suka wajib mengikuti dan mempelajari semua yang berhubungan ICT agar tidak tertinggal dengan siswanya. Sebagai pendidik kita dapat memanfaatkan media ICT ini sebagai alat atau media pembelajaran bagi siswa siswi kita disekolah. Pengalaman saya sebagai pendidik selama beberapa tahun kebelakang ini, saya sangat memanfaatkan ICT ini tidak hanya sebagai media pembelajaran saja tetapi juga melatih para siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam penguasaan ICT mereka supaya berkembang menjadi lebih baik. ICT ini saya pergunakan didalam kelas walaupun dengan sarana dan prasarana yang terbatas karena saat ini di sekolah hanya menyediakan 2 in fokus jadi kami harus bergantian tuk memakainya. Tetapi itu tidak menghalangi saya untuk tetap menggunakan ICT ini sebagai media yang paling ampuh agar peserta didik tidak bosan. Salah satu contohnya adalah ketika saya meminta mereka (para siswa) untuk mengirimkan tugas mereka (dalam bentuk tulisan) melalui e-mail kepada saya. Selain daripada itu, dengan media ICT ini kita dapat mengawasi peserta didik kita tidak hanya in the classroom tetapi kita juga dapat mengawasinya dalam dunia maya . Sebagai contoh pada saat ini trend jejaring social seperti facebook atau twitter yang sedang digemari oleh siswa siswi kita. Mereka menggunakan jejaring social ini sebagai tempat curahan hati mereka . Kadangkala mereka lebih mempercayakan media tersebut untuk mengungkapkan isi hati mereka daripada bercerita kepada orangtua ataupun guru. Bahasa yang mereka gunakan pun kadang tidak terkontrol bahkan cenderung membuat yang membaca miris. Bagaimana kita bisa memahami dunia mereka bila kita selaku pendidik tidak ikut ke dalam dunia mereka (mengikuti facebook atau twitter) . Peran kita sebagai pendidik yang mengontrol mereka baik dalam bahasa maupun dalam berkarakter. Dengan kata lain ketika para siswa kita mengupdate status atau mentwitt dengan kata kata yang tidak sopan dan cenderung menyinggung seseorang ataupun SARA maka peran kita sebagai pendidik lah mengingatkan dan memberi pemahaman kepada mereka untuk menggunakan bahasa yang santun dan baik serta tidak menyinggung seseorang ataupun SARA. Selain daripada itu kita pun dapat memberikan pembelajaran atau motivasi kepada para siswa kita melalui jejaring sosial ini. Kadangkala informasi yang berkaitan dengan pembelajaran ataupun yang berhubungan dengan sekolah bisa saya sampaikan melalui jejaring sosial ini. Dan alhamdulillah so far so good dan para siswa pun menerimanya dengan senang hati yang dibuktikan dengan koment positif dari mereka. Sehingga pendidikan karakter pun dapat terbentuk tidak hanya dalam pembelajaran didalam kelas tetapi juga melaui jejaring sosial dengan memanfaatkan IT. Hal ini sesuai dengan Grand Design Pendidikan karakter yang menyatakan Secara mikro pengembangan nilai/karakter dapat dibagi dalam empat pilar, yakni kegiatan belajar-mengajar di kelas, kegiatan keseharian dalam bentuk budaya sekolah (school culture); kegiatan ko-kurikuler dan/atau ekstra kurikuler, serta kegiatan keseharian di rumah, dan dalam masyarakat. (Draft-Revisi 25 Februari 2010)
    Jadi kalau bisa saya simpulkan penguasaan dan pemanfaatan ICT bagi para pelaku pendidikan sangat penting agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan dapat mengawasi peserta didik kita didunia maya sehingga menciptakan pribadi yang cerdas dan berkarakter seperti harapan kita semua. Semoga para stakeholder juga mendukung terciptanya sarana dan prasarana ICT ini. Terimakasih buat pak adie yang telah menginspirasi saya untuk membuat blog sendiri. Sukses selalu buat bapak.
    Wassalam
    INDAH PUJIASTUTI

  70. 73 fitri sulastri September 16, 2012 at 9:08 am

    assalamu’alaikum, wr, wb
    perkenalkan saya mahasiswa baru pasca ap. a.1.1

    pemanfaatan ICT di sekolah meemang penting, terutama untuk memperkenalkan dan mengembangkan tekhnologi informasi untuk siswa. namun pada kenyatannya ini sangat sulit terrealisasikan, apalagi untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah/pelosok karena berbagai macam kendala, jangankan untuk fasilitas belajar memperkenalkan dan memberikan pengetahuan tentang tekhnologi informasi kepada siswa, untuk penyediaan fasilitas adm di sekolahpun sangat minim.

    Yth. Bpk Edie, saya terkesan dengan perkuliahan perdana pasca tgl 15-9-2012.. semoga dapat banyak memberi manfaat dan ilmu untuk saya. terimakasih.

    fitri sulastri (cianjur)
    kelas A.1.1

  71. 74 Sadarmanah September 19, 2012 at 3:22 pm

    Assalamualaikum Wr. wb
    Bp. Adie yang terhormat

    Menurut saya penggunaan ICT diera globalisasi ini sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan.
    Karena ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan, alat bantu pembelajaran dan sebagai mata pelajaran TIK, namun pengaruh buruk Teknologi komputer diantaranya mampu mengakses internet yang informasinya buruk hingga dapat mempengaruhi, juga terlalu sering bermain komputer hingga kecanduan yang memicu malas melakukan hal yang positif. Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak , akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Selain itu pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pemahaman terbaik serta pemerintah juga sebagai pengendali semua sistem penyedia informasi harus lebih aktif dalam mengontrol penggunaan ICT untuk generasi anak bangsa.

    Sadar atau tidak sadar teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap generasi penerus bangsa. Alhamdulilah Bapak telah memberikan pemahaman tentang ICT mudah-mudahan kita selaku pendidik dapat ikut andil memberikan pengaruh terbaik kearah perubahan positif. Demi meningkatkan mutu pendidikan , sekian terimakasih.

    Wassalamualaikum. Wr. wb

    Nama : Sadarmanah
    Kelas : A. 1.1
    NPM : 072112082

  72. 75 indra sari September 21, 2012 at 1:43 am

    Assalamu alaikum Wr Wb

    saya ucapkan terima kasih atas tugas yang telah diberikan karena telah menambah wawasan saya tentang ICT. Saya sangat setuju apabila TIK diintegrasikan ke dalam program pendidikan guru untuk meningkatkan kompetensi ICT. Dengan program HyLite guru dapat meningkatkan kualifikasinya selayaknya berbagai permasalahan yang ada dalam pelaksanaan program ini dapat disikapi. Guru tidak perlu merasa khawatir dengan ketakutan-ketakutan menggunakan perangkat komputer dalam menyampaikan pembelajaran karena ICT bisa pelajari, asalkan guru mempunyai kemauan keras untuk terus belajar dan tak mudah menyerah. Apabila kompetensi guru meningkat dapat dipastikan kualitas pengajaran dan mutu pendidikan juga akan mengalami peningkatan dan out put yang kita hasilkan pun mutunya akan meningkat. kendala fisik yang terjadi pada program ini hendaknya dapat diatasi oleh pemerintah. program yang bagus ini tidak akan berarti apabila tidak dijalankan dengan teratur dan berkelanjutan, dibutuhkan kerjasama semua pihak, yaitu kesiapan pemerintah dan kesiapan guru sendiri.
    Wassalamu alaikum Wr Wb

    Indra sari NPM 072112172 kelas A.1.1 Pasca Unpak

  73. 76 Joko Isworo September 24, 2012 at 6:18 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Penggunaan ITC pada saat ini menjadi keniscayaan hal ini bisa dipahami karena pendidikan akan selalu membutuhkan sentuhan teknologi terkini. Tanpa teknologi informasi dan komunikasi dapat dipastikan bahwa proses pembelajaran akan berjalan kurang optimal dan berjalan semakin tertinggal oleh jaman.

    Saat ini pendidik disamping harus meningkatkan kompetensi yang ada pada dirinya juga dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan ICT dalam batas-batas yang bersinergi dengan bidang/ilmu yang digelutinya. Rasanya sudah bukan jamanya lagi seorang pendidik dalam menyampaikan pelajaran di depan kelas hanya mengacu kepada buku pelajaran tanpa memperkaya wawasan/bahan pelajaran dari sumber lain.
    Menurut saya dalam kegiatan pembelajaran seorang pendidik memerlukan ICT minimal dalam tiga fungsi yaitu sebagai berfungsi sebagai alat (tools) dimana ICT digunakan sebagai alat bantu bagi untuk membantu proses pembelajaran, kedua sebagai ilmu pengetahuan (science)dimana ICT bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai oleh siswa. Serta sebagai alat bantu untuk pembelajaran (literacy) dimana ICT dimaknai sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah ilmupengetahuan baru.

    Alhamdulillah selama ini saya sudah mengharuskan kepada para pendidik di sekolah kami untuk minimal menggunakan laptop dan infocus dalam setiap kegiatan dikelas. Para guru juga kami harusnya untuk lebih banyak menjadi fasilotator untuk kegiatan diskusi terutama kelompok mata pelajaran produktif. Saya percaya dengan banyak melakukan inovasi terutama dengan memanfaatkan ICT, siswa akan lebih cepat menangkap dan mengaplikasikan seluruh bahan yang disampaikan oleh guru mereka.

    Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah penguasaan dan pemanfaatan ICT bagi para pelaku pendidikan sangat penting agar proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan melibatkan emosi dari seluruh peserta didik. Itu barangkali tanggapan saya, mudah-mudah di dalam kelas nanti kita bisa lebih unya banyak waktu untuk mendiskusikan masalah ini, terima kasih.

    Wassalamu’alaikum

    Joko Isworo
    AP A 1.1 (072112064)

  74. 77 nunie maswanih September 26, 2012 at 5:29 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Era globalisasi saat ini memang menuntut kita untuk bisa memanfaatkan Teknologi Informasi. Begitu banyak manfaat dari Teknologi Informasi yang dapat membantu kegiatan pembelajaran.

    Menjadikan Teknologi Informasi dalam setiap pembelajaran tentu memerlukan dukungan dari semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru dan orang tua. Sarana dan prasarana yang harus dibenahi, Sumber Daya Manusia dalam hal ini guru yang harus terus meningkatkan kompetensinya dengan mengikuti perkembangan ICT, serta orang tua yang mendukung sepenuhnya program-program sekolah.

    Kita berharap, kemajuan Teknologi Informasi tidak hanya menambah wawasan pengetahuan, tetapi juga dapat menambah keimanan dan ketaqwaan.

    Wa’alaikumsalam Wr.Wb.
    Terimakasih Pak Adie, salam super …

    Nunie Maswanih NPM 0072112074 kelas A.1.1 Unpak

  75. 78 Hartini September 29, 2012 at 2:37 am

    Ass.wr.wb
    Setelah membaca uraian yang Bapak tulis saya ingin menanggap bawwa Ict bisa meningkatkan potensi peserta didik di sekolah, tetapi kadang fasilitas di sekolah bisa membawa pengaruh terhadap penggunaan ICT . Sehingga peserta didik kadang tidak benar-benar memahami penggunaan ICT tersebut.

  76. 79 NANANG ROHENDI/072112226/Kelas G5 Ciangsana September 30, 2012 at 12:09 am

    Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran tidak berarti merupakan penentu keberhasilan peserta didik dalam belajar, sebab banyak faktor lain yang turut menentukan proses belajar, diantaranya adalah motivasi belajar, keadaan sosial ekonomi, dan pendidikan keluarga, situasi pada saat belajar, kurikulum, dan guru.

    Dalam penggunaan multimedia apabila seorang peserta didik faham dan terampil, maka aktifitas akan berjalan dengan baik dan berhasil menguasai bahan pelajaran dengan baik pula, sedangkan apabila sebaliknya maka media tersebut bukan mempermudah bahkan akan menghambat keberhasilan

  77. 80 ate amir hamzah kelas A.1.1 NSM 072112061 October 3, 2012 at 1:52 pm

    Assalamu’alaikum wr.wb
    setelah menyimak tulisan bapak tentang ICT saya mempunyai pandangan bahwa penggunaan ICt untuk kegiatan belajar mengajar sangat membantu sekali baik untuk tenaga pendidik maupun peserta didik. peserta didik di perkotaan maupun di pedesaan layanan ICt sekarang sudah bisa dinkmati oleh semua.

  78. 81 erostika0 October 10, 2012 at 2:16 am

    Assalamu’alaikum pak Adie……………….
    Salam kenal
    ICT pada era sekarang ini sangat penting sekali dikuasai oleh berbagai kalangan baik oleh pendidik maupun peserta didik karena kenyataan yang ada di lapangan sekarang ini hampir semua kegiatan menggunakan ICT termasuk di lingkungan siswa yang masih di tingkat TK sekalipun karena mereka sudah mengenalnya sejak dari lingkungan rumah jadi tidak boleh tidak sebagai pendidiknyapun harus lebih menguasainya dan membaca artikel dari bapak saya sangat terbantu sekali terima kasih

  79. 82 Sri Rahma ekowati/072112247/G5/Ciangsana November 9, 2012 at 1:45 am

    Assalamu’alaikum
    P.Adie yth,
    Di jaman yang global ini, kami sebagai guru tidak boleh lari dari kenyataan atau menghindar dari kemajuan TIK, apapun alasannya, Karena TIK merupakan salah satu alat untuk menyajikan pembelajaran yang PAIKEM dan penyajian pembelajaran yang demikian merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yaitu kompetensi paedagogi, Ironisnya di lapangan banyak teman guru yang dengan berbagai alasan enggan untuk menguasai teknologi tersebut. Seperti p.Adie paparkan bahwa UNESCO mengidentifikasi ada 4 tahap sisitem pembelajaran yang berbasis TIK, saya pikir masih banyak guru ataupun lembaga yang belum berada di tahap pertama yaitu tahap emerging, bagaimana mungkin pendidik berada di tahap applying, dst. Mestinya dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah, tunjangan profesi guru, dan dana-dana lain yang dikucurkan oleh pemerintah, tenaga pendidik maupun lembaga pendidikan mau dan mampu untuk pengadaan sarana TIK yang memang sangat urgent keberadaannya.
    P.Adie saya mohon tips dari bapak, bagaimana cara yang tepat untuk memotivasi teman-teman (tenaga pendidik di lingkungan saya bekerja) untuk dapat menguasai TIK?
    Terima kasih, Wassalam….

  80. 83 adebadrutaman November 11, 2012 at 2:23 am

    adebadrutaman
    g5 ciangsana
    npm 072112212

    Tahun 2009 pemerintah menggulirkan dana blok grant untuk kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) BERMUTU. Beberapa kabupaten/kota di provinsi jawa barat mendapatkan dana tersebut. Alhamdulilah sudah dua tahun berjalan, sekarang menginjak tahun ke tiga.
    saya dipercaya sebagai pengurus KKG bermutu di gugus 04 Cileungsi Bogor sekaligus sebagai pemandu.
    pada bahan Belajar mandiri BERMUTU di pertemuan 8 ada materi ICT, alhamdulilah para anggota kami seluruhnya adalah guru PNS maupun honorer antusias menerima materi ICT.
    ada beberapa hal positif yang diterima para guru, antara lain:
    1. anggota KKG kami berjumlah 60 guru 80 % memiliki komputer (laptop dan notebook), ada yang beli cash maupun kredit. dan ada fasilitas sagusala (satu guru satu laptop) yang digulirkan Bupati Bogor berupa stimulus uang DP kredit laptop sebesar 1.000.000.
    2. kemamupan ICT mulai meningkat, dari belum bisa apa-apa saat ini sudah melek ICT. anggota KKG sudah mampu mengoperasikan komputer, seperti membuat surat, membuat ulangan harian dan lain sebagainya.
    3. materi yang diajarkan meliputi, mic word, excel, power poin, membuat email, serta akses internet
    saya pikir di era globalisasi ini ICT bukan lagi kebutuhan mewah, ICT tidak akan terlepas dari kehidupan sehari-hari.

  81. 84 jaja jalaludin November 14, 2012 at 4:33 am

    Jaja Jalaludin
    administrasi pendidikan D7
    NIM. 07211205

    Beberapa waktu lalu, (Nopember 2012) saya membuka salah satu berita online nasional di jaringan internet sekolah. Sepertinya saya betul-betul harus bilang “wow” untuk berita yang saya baca. Bagaimana tidak, pelajar-pelajar di India akan dengan mudah memperoleh komputer tablet yang diproduksi oleh negaranya. Harganya cukup terjangkau sekitar Rp. 200.000,- (harga khusus pelajar).

    Angan ini seolah melayang ke negeri bollywood sana, lalu coba saya bandingkan dengan sebagiann besar sekolah di Indonesia, khususnya sekolah tempat saya mendidik. “cukup jauh tertinggal, bahkan sangat jauh”

    Namun, saya tidak pernah menertawakan bangsa sendiri di depan murid-murid. “jangan takut nak, kita akan mengejar kemajuan negara lain. Asal bangsa ini mau belajar”. Rupanya iklan Chairul Tanjung di anak singkong cukup membakass di anak-anak, manusia biasa yang bisa luar biasa. Ya, setidaknya harapan anak-anak tidak punah begitu aja melihat ketertinggalan bangsanya dalam teknologi.

    Mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia ini mutlak harus dilakukan. Tentunya ini menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945 mengenai pendidikan maupun UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Ini harus ada political will dari pemerintah untuk membuat program-program pendayagunaan TIK di sekolah—sekolah.

    Meskipun sudah ada program Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) ini belum dirasa efektif dan mengenai sasaran secara keseluruhan. Memang ini bukan perkara yang mudah dibalik “kusutnya kondisi pendidikan di Indonesia”

    Namun demikian, harus kita garis bawahi mengenai manfaat TIK dalam pembelajaran agar logika tujuan bisa tercapai.

    1. TIK sebagai Gudang Ilmu Pengetahuan
    Dalam kelompok ini TIK dimanfaatkan sebagai sebagai Referensi Ilmu Pengetahuan Terkini, Manajemen Pengetahuan, Jaringan Pakar Beragam Bidang Ilmu, Jaringan Antar Institusi Pendidikan, Pusat Pengembangan Materi Ajar, Wahana Pengembangan Kurikulum, dan Komunitas Perbandingan Standar Kompetensi.
    2. TIK sebagai Alat bantu Pembelajaran
    Dalam dalam kelompok ini sekurang-kurangnya ada 3 fungsi TIK yang dapat dimanfaatkan sehari-hari di dalam proses belajar-mengajar, yaitu (1) TIK sebagai alat bantu guru yang meliputi: Animasi Peristiwa, Alat Uji Siswa, Sumber Referensi Ajar, Evaluasi Kinerja Siswa, Simulasi Kasus, Alat Peraga Visual, dan Media Komunikasi Antar Guru. Kemudian (2) TIK sebagai Alat Bantu Interaksi Guru-Siswa yang meliputi: Komunikasi Guru-Siswa, Kolaborasi Kelompok Studi, dan Manajemen Kelas Terpadu. Sedangkan (3) TIK sebagai Alat Bantu Siswa meliputi: Buku Interaktif , Belajar Mandiri, Latihan Soal, Media Illustrasi, Simulasi Pelajaran, Alat Karya Siswa, dan media Komunikasi Antar Siswa.
    3. TIK sebagai Fasilitas Pembelajaran
    Dalam dalam kelompok ini TIK dapat dimanfaatkan sebagai: Perpustakaan Elektronik, Kelas Virtual, Aplikasi Multimedia, Kelas Teater Multimedia, Kelas Jarak Jauh, Papan Elektronik Sekolah, Alat Ajar Multi-Intelejensia, Pojok Internet, dan Komunikasi Kolaborasi Kooperasi (Intranet Sekolah). dan
    4. TIK sebagai Infrastruktur Pembelajaran
    Dalam dalam kelompok ini TIK kita temukan dukungan teknis dan aplikatif untuk pembelajaran – baik dalam skala menengah maupun luas – yang meliputi: Ragam Teknologi Kanal Distribusi, Ragam Aplikasi dan Perangkat Lunak, Bahasa Pemrograman, Sistem Basis Data, Komputer Personal, Alat-Alat Digital, Sistem Operasi, Sistem Jaringan dan Komunikasi Data, dan Infrastruktur Teknologi Informasi (Media Transmisi). Berangkat dari optimalisasi pemanfaatan TIK untuk pembelajaran tersebut kita berharap hal ini akan memberi sumbangsih besar dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia yang cerdas dan kompetitif melalui pembangunan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society). Masyarakat yang tangguh karena memiliki kecakapan: (1) ICT and media literacy skills), (2) critical thinking skills, (3) problem-solving skills, (4) effective communication skills, dan (5) collaborative skills yang diperlukan untuk mengatasi setiap permasalahan dan tantangan hidupnya.

    kondisi ideal pendidikan adalah harapan saya, mungkin kita semua. kata Mao, seribu langkah dimulai dari langkah pertama. semoga

  82. 85 zaenal abidin December 14, 2012 at 12:50 pm

    Orang Indonesia untuk masalah Teori memang jagonya sehingga Referensi dari manapun dia kejar contoh Skripsi, Tapi Nihil dalam Praktek, pantes saja banyak gudang-gudang skripsi tulisan saja tanpa berwujud hasil, berbeda dengan zaman dulu dia menulis teori karena sudah praktek. inilah Indonesia, contoh jurusan Otomotif belum ada yang bisa menandingi jepang, Komputer dsb,kita bisa otak kita sama cuma wadahnya belum ada yang disiapkan para penguasa untuk generasi Muda. IT bukan segalanya hanya sebagai alat belajar seperti buku tulis, Alat tulis dsb, esensinya adalah Keilmuan dari sang Guru dan Dosen.

  83. 86 zaenal abidin December 14, 2012 at 12:54 pm

    IT hanya lah sebagai Roda Kendaraan untuk belajar, bukan Tujuan untuk belajar. karena dulu walaupun tidak pakai IT bisa menghasilkan Lulusan Menjadi Orang Besar. Soekarno, Laskar Pelangi, Jadi kembali lagi proses belajar mengajar dari Sang Guru dan Orang Tua Keridoannya

  84. 87 zaenal abidin December 14, 2012 at 12:56 pm

    Didiklah Peserta Didik untuk Kenal Budayanya, Bangsanya, dan Orang Tuanya, yang utama Agamanya agar tidak tergerus arus budaya luar yang masuk ke Bumi Pertiwi

  85. 88 SetiaWahyuni_Jambi January 24, 2013 at 11:51 am

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Yth.Bapak Dr.H.Adie Yusuf,M.A

    Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah SWT atas Keluasan Ilmu yang dilimpahkan dan dikuasai oleh para penerus bangsa ini.

    Bapak Adie Yusuf yang terhormat,
    Saya telah membaca dan mencermati setiap kalimat yang bapak sajikan di blog bapak. Saya ingin menyampaikan bahwa tulisan bapak sangat inspiratif dan solutif. Saya sangat setuju dengan saran yang bapak sampaikan pada akhir makalah, yaitu ;
    1.Pengelolaan Pendidikan berbasis TIK secara terencana, sistematis dan terintegrasi
    2.Penataan dan pengelolaan Kebijakan, Standarisasi Mutu, Infrastruktur Jaringan dan Konten, Kesiapan dan kultur SDM secara efektif dan efisien.
    3. Kolaborasi pemerintah dan Swasta dalam menjembatani keterbatasan fasilitas dan anggaran untuk Penyelenggaraan Pendidikan berbasis TIK.
    4. Standarisasi mutu harus sejalan dengan standarisasi konten untuk menjaga kualitas, aksesabilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK.

    Dalam kesempatan ini pula, saya ingin menyampaikan bahwa Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Di Kota Jambi yang merupakan Basis Penguasaan TIK di Provinsi Jambi, sudah berkembang secara signifikan sejak tahun 2008, dan saat ini sebagian besar Sekolah Negeri telah dilengkapi dengan jaringan Internet dan juga sekolah swastanya. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan Dinas Pendidikan Kota telah melakukan upaya yang signifikan untuk memfasilitasi perluasan Akses dan penyebaran informasi / Komunikasi melalui Pembangunan Jaringan, Pelatihan SDM dan Lomba Sekolah dan Guru-guru Kreatif dalam memanfaatkan TIK dengan berlomba-lomba melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan elearning dan online learning.
    Kami menyimpulkan bahwa Saat ini, kita telah mengarah dari tahap applying menuju infusing.
    Kami sangat terkesan dan merasakan manfaat yang sangat besar dengan keterlibatan dari SEAMOLEC dalam penyebaran informasi dan pelatihannya sejak undangan Guru-guru dari Jambi ke SEAMOLEC UT Pondok Cabe , Oktober 2008 sampai saat ini.

    Upaya-upaya tersebut tentunya harus dilakukan secara berkesinambungan terencana dan mengacu kepada standar Nasional Pendidikan. Sebab apa pun upaya yang di persiapkan dengan TIK ini, intinya adalah mensejahterakan bangsa ini dalam pendidikan.

    Demikianlah dari saya.

    NAMA : SETIA WAHYUNI
    NIM : 073111061
    MAHASISWA PASCASARJANA S3 UNIVERSITAS PAKUAN
    KELAS S3.B-1 JAMBI
    Email : setiawahyuni61@gmail.com

  86. 89 A. Khalil 073111039 January 26, 2013 at 9:17 am

    Assalamu’alaikum, Wr. Wb.
    Saya nama Abdul Khalil, Mahasiswa Program S.3 Universitas Pakuan Bogor, Nomor Induk Mahasiswa 073111039. Menanggapi tulisan Bapak yang berjudul : Manfaat ICT dalam pendidikan : Kebijakan dan Standarisasi Mutu.
    1. Tulisan ini sangat penting artinya dalam dunia Komunikasi, terutama dalam koneksi dengan dunia luar mau di Indonesia , hal ini merupakan cara komunikasi dengan secara terbuka dan tidak dapat dihambat dengan apapun.
    2. Teknalogi sangat di dambakan semua orang, terutama teknologi ICT, TIK dan IT, selain komunikasi dengan dunia luar juga berguna untuk proses belajar mengajar antara guru dengan siswa, mahasiswa dengan dosen.
    3.Dunia yaitu Negara maju telah lama memanfaatkan IT, ICT dan TIK untuk komunikasi dan sumber belajar, namun kita beru akan memasuki dan memanfaatkan untuk teknolagi pemberjaran, mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini akan dapat memberi berkah kepada yangmenggunakan.
    Assalamu’alaikum, WR.WB.
    Saya nama Abdul Khalil, Mahasiswa Program S.3 Universitas Pakuan Bogor Nomor Infuk Mahasiswa 037111039

  87. 90 fahrizal January 29, 2013 at 10:01 am

    Tugas utama seorang Manager adalah mengembangkan sistem dan mengimplementasikannya secara efektif untuk menciptakan proses bisnis yang efisien dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan. Demikian juga karyawan yang berprestasi (talent). Kalau ada Manager, bahkan General Manager sekalipun, yang mengunggulkan dirinya dengan membuat keputusan – keputusan cerdas, selama itu tidak tertanam dalam sistem organisasi, maka semuanya adalah sia – sia belaka.

    McKinsey menyebutkan ada 7 S yang harus dimiliki organisasi untuk berhasil dan 3 di antaranya dipandang sebagai infrastruktur organisasi (hardware), antara lain: strategi, struktur dan sistem. Sistem memegang peranan penting untuk menstandarisasi pekerjaan sehingga bisa menghasilkan produk atau jasa (pekerjaan) yang bisa dipercaya dan diandalkan. Ketika perusahaan menggunakan ISO sebagai pedoman pembuatan sistem mereka, maka perusahaan harus menuliskan apa yang mereka lakukan dan melakukan apa yang mereka tuliskan.

    daoaikrnsklfnsdfo
    sdfsarfas
    srasr

  88. 91 junarsomtk January 30, 2013 at 8:25 am

    Bpk Dr.Adie yang terhormat,
    Tulisan Bapak mengenai pemanfaatan ICT dalam pendidikan sangat inspiratif. Saya sangat sependapat dengan Bapak, bahwa dewasa ini perkembangan ICT yang demikian pesat adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. ICT sudah masuk tidak saja ke kantor-kantor, bahkan sudah sampai ke rumah kita, ke kamar-kamar kita dan anak-anak kita, ke dalam genggaman kita. Karenanya pemanfaatan ICT dalam bidang pendidikan menjadi sangat urgen.
    Namun ICT juga dapat seperti pisau bermata dua. Sisi satunya dibutuhkan untuk membelah dunia, mendapatkan informasi dan networking, namu di sisi lain dampak negatif terhadap perkembangan mental anak didik juga sangat mencemaskan para orang tua. Banyak kasus-kasus kriminal yang juga karena penyalahgunaan ICT.
    Karenanya menurut opini saya, pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan harus bijak dan proporsional. Disesuaikan dengan taraf perkembangan mental dan psikologis peserta didik, sertatetap dalam pemantauan dan pengawasan para pendidik.

    Junarso, NPM: 073111052
    Mahasiswa Pascasarjana S3 Unpak, Manajemen Pendidikan.

  89. 92 Sofyan February 5, 2013 at 10:02 am

    Ass Pak Adi, membaca tulisan Bapak tentang pemanfaatan ICT biagi dunia penddikan, saya sangat tertarik dengan uraian yang bapak sampaikan bahwa pemanfaatan ICT untuk mempercepat ketercapaian akses dan pemerataan pendidikan sangat tepat, namun dalam praktiknya ICT hanya sebagai media untuk mendapatkan informasi pendidikan, bukan merupakan sebuah lembaga pendidikan yang legalitasnya diakui oleh user terhadap lulusan dari warga yang mendapatkan pendidikan melalui fasilitas ICT. Karena itu sangat lebih arif pemerintah membuat peraturan di bidang pendidikan, dengan menyebutkan Bahwa lembaga pendidikan terbagi menjadi beberapa jenis yakni lembaga pendidikan formal (sekolah tatap muka, sekolah dengan menggunakan ICT, paket c, sekolah terbuka) dan sekolah non formal, serta home school). Namun .pada surat tanda tamatnya tidak lagi menyebutkan paket c dll, disamakan saja dengan sekolah formal dengan sebumtan nomenklaturnya sma I, 2, dll. Karena tercantumnya nama sekolah paket c, dll, ini yang membuat user kurang tertarik untuk menggunakan tamatannya. Mohon maaf bila ada kata tidak tepat dalam respon ini.

  90. 93 Akhirudin February 17, 2013 at 3:42 am

    Akhirudin
    NPM 073111001

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Setelah saya membaca tulisan Bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Saya ingin mengatakan bahwa tulisan Bapak sangat Inspiratif dan untuk kegiatan belajar mengajar sangat membantu sekali baik untuk tenaga pendidik maupun peserta didik. peserta didik di perkotaan maupun di pedesaan layanan ICt sekarang sudah bisa dinkmati oleh semua. Sehingga kegiatan pendidikan bisa lebih berjalan dengan baik.

  91. 94 Supramono February 17, 2013 at 3:52 am

    Supramono
    NPM 073111065

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Yth.Bapak Dr.H.Adie Yusuf,M.A

    Setelah saya membaca tulisan Bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Saya sangat tertarik dan menurut saya tulisan Bapak begitu penuh Inspiratif dan solutif, memang pada jaman modern sekarang sangat penting ICT dalam dunia pendidikan, Sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan lebih optimal.
    Dengan pemanfaatan ICT kita memperoleh banyak keuntungan, antara lain apabila kita memerlukan informasi mengenai pendidikan ataupun segala sesuatu yang diperlukan oleh peserta didik akan diperoleh dengan mudah dan cepat. bahkan di dalam proses pembelajaran pun kita akan dapat menyajikannya dengan lebih menyenangkan, karena penyajiannya bisa lebih inovatif.

  92. 95 Monlex Azwari March 3, 2013 at 3:30 am

    Assalamualaikum Wr Wb.
    bpk Adie yang terhormat, setelah saya membaca tulisan bpk sy sangat setuju tentang pentingnya pemanfaatan TIK dalam pendidikan bahkan sekarang sudah mendesak dan harus dimanfaatkan, kita tidak bisa statis dalam menjalani hidup dan pasti akan tertinggal, dimana setiap hari bahkan dalam hitungan waktu selalu terjadi perubahan.
    Sekolah tempat sy mengajar jika melihat identifikasi UNESCO kami berada di tahap infusing. dimana sistem pengisian Raport siswa sudah komputerisasi dan hasilnya sangat meringankan tugas Guru (walikelas).
    Dengan perkembangan TIK memacu kita untuk lebih memanfaatkan sehingga sistem informasi akan lebih cepat tersampaikan. mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menggunakan sistem online untuk penerimaan siswa baru. Amin
    Terimakasih Wassalam…

    Monlex Azwari Ch
    NPM : 72112018
    Kelas D6 Karawang

  93. 96 Reny Damayanti March 3, 2013 at 8:59 am

    Reny Damayanti
    Npm : 072112044
    D7 UNPAK

    Ass,
    Yth, Bapak Dr.H.Adie Yusuf.MA

    Membaca tulisan bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, saya sangat setuju karna betapa sangat bermanfaatnya tehnologi informatika pada saat ini. Melalui ICT dengan mudah kita mendapatkan informasi pengetahuan secara luas dengan mudah dan cepat namun kita juga harus berhati hati dengan penyalahgunaan ICT pada pembelajaran yang mungkin akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mohon penjelasan dari bapak bagaimana cara untuk mengurangi penyalahgunaan ICT tersebut Terimakasih Pak..

    Wass.

  94. 97 Hafidullah, SE (D7 UNPAK) NIM. 072112052 March 3, 2013 at 9:21 am

    Assalaamu’alaikum wr. wb.

    Salam hormat….

    Saya sangat setuju pak ICT dikembangkan sebagai pendukung Pendidikan, karena Perkembangan ilmu dan teknologi terutama pada pendidikan saat ini terus bekembang. Modernisasi pada pendidikan membuat segala sesuatunya menjadi lebih lancar dan mudah, beberapa faktor pendukung pendidikan adalah internet, fasilitas Wifi, dan komputer atau laptop yang dijadiikan sebagai penunjang kemajuan pada pendidikan. Dunia pendidikan dituntut untuk terus-menerus mengikuti alur perkembangan ilmu dan teknologi yang kian berkembang pesat, karena pendidikan yang tetap pada instruksional kurikulum hanya akan menjadikan ketidak selarasan terhadap kemajuan teknologi yang semakin tak terhindarkan.

    Semoga dengan pemanfaatan teknologi di dalam dunia pendidikan, diharapkan akan semakin memberdayakan proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif dan kompetitif. Dalam konteks pendidikan, akhir-akhir ini telah banyak diperkenalkan model pembelajaran berbasis teknologi, sebagai contoh yang pertama adalah Pembelajaran berbasis Komputer, Komputer adalah alat yang kompleks dan mempunyai banyak kelebihan.

  95. 98 Yelly Rozalinda March 4, 2013 at 4:46 am

    NAMA ; YELLY ROZALINDA
    NPM ; 072112050
    KLS ; D 7

    Assalamualaikum Wr Wb
    Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A

    Saya sangat setuju sekali dengan tulisan bapak yang menyebutkan bahwa Pendidikan berbasis TIK merupakan sarana interaksi manajemen dan administrasi pendidikan yang dapat di manfaatkan baik oleh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik dalam meningkatkan kualitas, produktifitas, efektifitas dan akses pendidikan.
    Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila di kelola dan di tangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi.
    terima kasih ….. Wassalam

  96. 99 WIWIN WIDIASTUTI March 6, 2013 at 2:49 pm

    WIWIN WIDIASTUTI
    NPM ; 072112049
    KELAS : D7- UNPAK BOGOR

    Assalamualaikum Wr Wb
    Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A

    Setelah membaca makalah bapak tentang ” PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN : KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU ” saya sangat tertarik dengan makalah bapak dan sangat setuju dengan pemanfaatan TIK dalam pendidikan.
    TIK didalam era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan. Penggunaan ICT dalam pendidikan harus dillakukan karena pembelajaran tidak lagi terpaku pada kegiatan berbicara/transfer pengetahuan ( teacher centered), tetapi dengan dinamika perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat proses pembelajaran harus tertuju pada peserta didik ( student centered), yang mana mendorong guru lebih bertindak sebagai coaching / fasilisator dalam proses tersebut.
    Tetapi dalam benak saya sering terfikir mungkin banyak juga dampak negatif yang akan timbul bila peserta didik terlalu sering dan di lepas begitu saja dalam penggunaan ICT. oleh sebab itu pengawasan semua pihak kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah harus lebih aktif lagi demi pembelajaran yang tepat sasaran dan tercapainya pembelajaran sesuai yang diharapkan dan lebih optimal.
    ICT memiliki 3 fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yaitu :
    1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools0
    2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science)
    3. Teknologi berfungsi sebagai bahan/alat bantu untuk pembelajaran.

    Terimakasih ………wassalamualakum wr wb.

  97. 100 Konaah March 8, 2013 at 11:57 pm

    Nama : Kona’ah
    NPM : 072112014
    Kelas D6 Karawang

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setelah saya membaca blog Bapak tentang Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan, perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi memberikan kontribusi yang begitu besar dalam berbagai lini kehidupan.

    Saya seorang guru, saya sangat menyambut baik konten-konten ICT yang begitu progressive dan inovatit tersebut . Sekarang permasalahannya adalah tinggal bagaimana sikap kita sebagai guru dan bagian dari masyarakat dalam memanfaatkan kondisi tersebut.

    Saya berharap semoga para pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan khususnya, dapat memanfaatkan media/konten-konten ICT tersebut dengan baik dan optimal.

    Namun menurut pendapat saya permasalahan pemanfaatan ICT dalam pendidikan (khususnya guru) di dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di dalam kelas yaitu :
    1. Adanya keterbatasan kompetensi guru dalam menggunakan media ICT.
    2. Keterbatasan perangkat atau sarana ICT di sekolah- sekolah
    khususnya di Sekolah Dasar.
    3. Tidak semua daerah terjangkau oleh jaringan internet khususnya
    sekolah-sekolah yang berada di daerah terutama daerah terpencil.

    Mungkin itu komentar yang bisa saya sampaikan kepada bapak, semoga pendidikan di Indonesia semakin maju dan bermutu sejajar dengan negara-negara lain yang sudah maju.

  98. 101 Kang Sam March 9, 2013 at 5:46 pm

    Nama : SAMBAS
    Kelas : D.6 Karawang

    Assalamualaikum, Wr wb…
    Mengomentari artikel Bapak Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A. tentang Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan saya berpendapat bahwa tulisan tersebut sudah menjawab apa yang sebenarnya harus dilakukan saat ini untuk dunia pendidikan. Namun saya ingin mengaris bawahi bahwa “TIK merupakan sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.” di lingkungan saya sendiri.
    Perkembangan TIK/ICT melaju cepat seiring perkembangan tuntutan jaman, dunia pendidikan merupakan motor terjadinya sebuah perubahan secara sistematis. Di dalamnya ada penggerak yang merupakan energi pendidikan itu sendiri yaitu guru. Dengan demikian guru harus memiliki kompetensi untuk menguasai softwere dan hardwere TIK sehingga TIK menjadi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan.
    Namun dewasa ini khususnya di jenjang pendidikan dasar TIK bagi sebagian guru merupakan tujuan. Ini terjadi karena ada beberapa hal yang harus di sikapi, yaitu :
    1. Tidak ada pelatihan khusus untuk penguasan TIK yang diperuntukan semua guru.
    2. Guru yang sudah berusia lanjut (50 tahun ke atas walaupun tidak seluruhnya) sudah terbiasa dengan pembelajaran model yang klasik, sehingga kurang menghiraukan perubahan dan pergantian paradigma. Bahkan TIK dianggapnya menjadi beban.
    Dengan dua hal tersebut di atas pun ini akan berdapak pada beberapa hal, di antaranya:
    1. Penguasaan TIK untuk sarana mencapai tujuan akan lambat karena tidak jelasnya standar kompetensi yang harus dikuasai guru, bahkan sebagian besar dikuasainya secara aoutodidak. Dengan cara ini guru akan tertingggal jauh oleh muridnya yang senantiasa mengutak-atik media komputer dan sejenisnya. Apabila terjadi demikian, akan terjadi hal yang berbahaya, karena guru tidak bisa mengontrol kegiatan siswanya. Bahkan mungkin akan terjadi manipulasi yang dilakukan siswanya guru tidak tahu.
    2. Adanya guru yang tidak mau merubah paradigma dalam dunia pendidikan ini akan menghambat lajunya prestasi pada peserta didik. Dengan TIK peserta didik akan lebih tertantang untuk mencari lebih tahu, sehingga pengetahuan akan lebih cepat bisa ditangkap dan tersimpan dengan bermakna. Tapi hanya dengan penggunaan pembelajaran model klasik tak akan berubah banyak, sebagaimana pengalaman lalu-lalu yang telah terjadi bertahun-tahun.
    Dengan kondisi saat ini serta dampak yang terjadi bisa disimpulkan bahwa:
    – Perlunya pembinaan kepada guru-guru secara terencana dan sistematis tentang penguasaan kompetensi TIK sesuai dengan standarisasinya.
    – TIK jangan menjadi beban bagi guru tetapi menjadi kebutuhan untuk menunjang rutinitas dalam proses pembelajaran. Dengan demikian TIK merupakan sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri

    • 102 Nunun Nurlaela E.10 (072112195) Mahasiswa Pascasarjana UNPAK March 12, 2013 at 2:36 am

      Nunun Nurlaela E.10 (072112195) Mahasiswa Pascasarjana UNPAK

      Assalamu’alaykum wr wb
      terimakasih pak adie atas sharing ilmunya,sangat bermanfaat.
      saya setuju dengan pernyataan bapak, mengingat zaman terus berkembang maka TIK menjadi sangat penting dalam menunjang keberhasilan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya yaitu dalam dunia pendidikan.

      Sekedar sharing, di tempat saya mengajar, memang penggunaan TIK bisa dikatakan belum optimal.Kalau dari sarana prasarana alhamdulillah sudah mencukupi, namun tenaga yang kompeten (profesional mengoperasikan, paham software-hardware dsb) belum banyak. Pengetahuan IT pada pengajar non bidang IT pada umumnya masih bersifat dasar saja seperti mengoperasikan program microsoft office dan internet browser. Dengan demikian, perlu diadakan training/pelatihan-pelatihan secara intensif untuk tenaga pengajar dan staff, untuk kemudian diaplikasikan dalam proses pembelajaran dan manajerial sekolah.

      Dengan fasilitas TIK ini, harapannya mempermudah sistem pendidikan bukan malah jadi mempersulit. Oleh karena itu, diperlukan rancangan standarisasi serta kurikulum yang jelas, efektif, efisien dan aplikatif.Juga harus dipikirkan upaya untuk meminimalisir dampak negatif dari adanya TIK ini bagi siswa.

  99. 103 sri wahyuningsih March 10, 2013 at 6:03 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    SRI WAHYUNINGSIH / D7
    NPM : 072112037

    Setelah membaca artikel Bapak tentang Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan, saya semakin menyadari pentingnya pemanfaatan ICT di era globalisasi saat ini.
    Keberadaan ICT alias TIK telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia sehari-hari.
    ICT bagaikan pisau bermata dua, bisa menguntungkan dan sebaliknya malah bisa merugikann. Menguntungkan dalam konteks pendidikan, jika pemanfaataanya diarahkan dan auaat dikondisikan sebagai sarana hiburan, pendidikan dan informasi secara seimbang alias proporsional. Merugikan jika tidak diarahkan atau dikondisikan secara utuh sehingga terintegrasi secara utuh dalam proses pembelajaran.

  100. 104 NANA MARIYANI D7 March 10, 2013 at 6:08 am

    Nana Mariyani D7 Unpak

    Di era global seperti sekarang ini, sudah banyak digunakan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini disebabkan karena teknologi tersebut telah mempengaruhi hampir keseluruhan aspek kehidupan sehari-hari manusia. Oleh karena itu, sebaiknya semua orang tidak ‘gagap’ teknologi. Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa siapa yang terlambat menguasai informasi, maka terlambat pulalah memperoleh kesempatan-kesempatan untuk maju. Informasi sudah merupakan ‘komoditi’ sebagaimana layaknya barang ekonomi yang lain. Peran informasi menjadi kian besar dan nyata dalam dunia modern seperti sekarang ini. Hal ini bisa dimengerti karena masyarakat sekarang sedang menuju ke era masyarakat informasi (information age) atau masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society). Dengan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat, internet telah menjadi suatu medium belajar dan mengajar yang perlu diperhitungkan kemanfaatannya. Internet mempunyai potensi yang besar dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar, media, maupun pendukung pengelolaan proses belajar-mengajar
    Mengingat berbagai ragam informasi tersedia di internet dan dapat diakses secara lebih mudah, kapan saja, dan di mana saja sehingga internet menjadi suatu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengguna internet juga dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak lain secara mudah melalui teknik e-moderating yang tersedia di internet

  101. 105 Mardiyah March 10, 2013 at 6:15 am

    Coment
    Asalàmualaikum, wr wb.

    Pemanfaatan ICT, dalam pendidikan. :Kebijakan dan standarisasi mutu.

    ICT di era globalisasi sekarang ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa di pandang sebelah mata, di bidang pendidikan menjadi urgen bagi seorang pendidik untuk belajar memanfaatkan ICT karena masalah pendidikan semakin komplek, peran pemerintah pun harus mengarahkan standarisasi mutu pendidikan berbasis ICT yang efektif dan efisien.
    Di blog ini di jelaskan begitu urgen ICT dalam pendidikan sehingga seorang pendidik harus memanfaatkan sisi positif ICT dalam proses KBM, sehingga tercapai mutu lulusan yang potensial sesuai dengan jamannya.
    Demikian. Mohon maaf,
    Sukses selalu.

    Mardiyah, D7 / AP
    NPM 072112040

  102. 106 IIN AISAH March 10, 2013 at 6:22 am

    NAMA : IIN AISAH
    NPM : 072112038
    KELAS : D7

    Assalamualaikum wr. wb.,
    Yth. Bpk. Adie E Yusuf

    Pendidikan berbasis ICT di Indonesia memang sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas pendidikan itu sendiri. Karenanya untuk mendukung pemanfaatan ICT dengan merata di sistem pendidikan Indonesia, diperlukan dukungan yang kuat dari pemerintah maupun pihak swasta yg concern akan pendidikan di Indonesia.
    Seperti yang telah dibahas dalam makalah diatas, perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia belum optimal, dikarenakan masih kompleknya permasalahan dan kendala yang berhubungan dengan penerapan ICT ini.Permasalahan tersebut memang berkaitan dengan kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan dan konten, serta yang paling menarik bagi saya adalah kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.

  103. 107 Asep Sutisna March 10, 2013 at 7:17 am

    Assalamu alaikum wr. wb.
    Terkait artikel yang Bapak muat dalam blog bapak, saya sangat tertarik dan merasa perlu untuk unjuk pendapat.
    Saat ini perkembangan ICT demikian membumi, namun sangat disayangkan bahwa belum semua pihak dapat menerima booming ICT tersebut, termasuk para insan di dunia pendidikan yakni para guru.
    kendala yanbg dihadapi diantaranya :
    1. Sarana dan Prasarana di setiap sekolah belum merata
    2. Fasilitas Pendukung seperti Jaringan, belum menjangkau semua wilayah
    3. Para pendidik yang sudah mendekati masa pensiun tidak mau mengubah paradigma pembelajaran
    Demikian urun pendapat yang saya sampaikan, mohon maaf bila kurang berkenan di hati Bapak.
    Terima kasih.
    Wassalamu alaikum wr. wb.

  104. 108 Mira Mariana Agustini March 11, 2013 at 9:54 am

    Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan merupakan hal penting dan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Setiap aktivitas di sekolah yang saya geluti sangatlah tergantung pada pemanfaatan ICT ini, sebagai contoh persiapan mengajar secara administratif semuanya sudah rapi diketik dengan komputerisasi mulai dari Prota, Prosem, KKM, Silabus, RPP, dll. Persiapan media/sumber belajarpun sebagian besar berasal dari pemanfaatan ICT, misalnya browsing materi dari internet, menampilkan gambar/slideshow dengan proyektor yang terhubung ke komputer, atau menggunakan smartboard yang baru-baru ini menjadi salah satu alat belajar hasil sumbangan dinas pendidikan. Kadang-kadang jika terpaksa saya membolehkan peserta didik memanfaatkan HP untuk searching informasi. Pada beberapa praktikum sering digunakan lensa kamera yang terhubung antara mikroskop dengan komputer/proyektor untuk memunculkan gambar preparat yang real diperbesar. Atau beberapa alat praktik digital seperti termometer, sphygmomanometer, stopwatch, dll. Akhirnya hasil evaluasi belajarpun dianalisis menggunakan program komputer(misal:anatest). Keberadaan hotspot di Sekolah yang teregistrasi sangat membantu civitas akademi untuk mengakses segala informasi yang dibutuhkan selama pembelajaran. Namun, semua kebaikan yang dihasilkan dari pemanfaatan ICT ini tentunya masih memerlukan pengawasan yang baik agar dalam pemanfaatannya tidak menimbulkan dampak negatif yang cenderung membahayakan fisik maupun mental.
    Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

    Mira Mariana Agustini
    PPS-E.10

  105. 109 ade komala March 11, 2013 at 2:11 pm

    Assalamualaikum WWb. Salam Silaturohim……!
    Penerapan ICT di sekolah, sanfatlah penting. Di samping untuk kebutuhan administrasi yg efektif danefesien,jiga sebahai sarana dalam menunjang terselengfaranya kegiatan belajar mengajar berlangsung. Begitu pula penggunaan ICT akan memotifasi belajar lebih giat lagi,karena menarik pengginaannya dan fungsinya juga.Sehingga ICT merupakan kunci model sekolah yang berkembang sesuai pertumbuhan jaman di eranya.Sehingga dapat menghilangkan batas ruang dan waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan.
    Dengan ICT peserra didik mendapat kesempatan Belajar kapan saja , di mana saja , dan dengan siapa saja. Bahkan belajar apapinndapat diakses lewar interner.
    Dalam menghadapi era globalisasi,sistim informatika Sanga di butuhkan oleh lembaga pendidikan khususnya dalam meningkatkan kelancaran alaran informasi, kontrol kwaltas,dan menciprakan aliansi dalam kerjasama dengan pihak lain .
    Namun ada beberapa kelemahan l yang saya rasakan , dari pembelajaran melalui ICT itu diantaranya :
    – Kelemahan dalam etika berinteraksi tidak nampak sertiada saat tatap muka.
    -Belajar melalui ICT,hanyanbersifat kognitif saja. Tidak adanya tranformasi nilai-nilai sikap.
    -Akurasi pengguna diragukan keasliannya,mungkin saja ketika melaksanakan evaluasi orang lain yg mengerjakannya.
    Dengan demikian kita sbg orang tua dan guru perlu menjadi pendamping yang baik pada saat anak-anak kita menggunakannya , walaupun terkadang orang tua atau guru , kurang maksimal pemahaman dan kurang trampil dlm penggunaannya ICT tsb.
    Demikian komen saya tentang pemanfaatan ICT dlm dunia pendidikan.
    Trimakasih atas ilmu nya , sangat bermanfaat sekali bagi saya. Walau saya seorang guru SD yg ada di daerah, saya ingin maju seperti orang2 yang ada di kota. Mudah-mudahan belum rerlambat.
    Wassalamualaikum WWb.

  106. 110 Siti Fatum March 12, 2013 at 2:53 am

    Nama : Siti Fatum
    NPM : 072112024
    Kelas : D6 Karawang

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Keberadaan ICT telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan
    manusia sehari-hari. ICT berfungsi sebagai sarana Informasi, sarana pendidikan dan hiburan. Sebagai sarana Pendidikan ICT pegang peranan yang sangat penting, sebagai sarana pembelajaran yang kreatif, efektif dan fun.
    Tulisan bapak diatas merupakan sumbangan yang bernilai tinggi bagi dunia pendidikan dalam proses pembelajaran yang efektif melalui sarana ICT.
    Mudah-mudahan semua yang berkepantingan terhadap peningkatan mutu pendidikan dapat membaca dan memahami tulisan bapak tersebut. Sehingga permasalahan tentang kebijakan, standarisasi, infrastruktur, sumber daya manusia menjadi pemikiran bersama dan segera dapat teratasi.

  107. 111 yulihartati2012 March 12, 2013 at 11:48 pm

    Ass.Wr.Wb.
    Yth.Bp.H.Dr.Adie e.yusuf.MA.
    Pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan dalam artikel yang bapak tulis adalah hal yang tidak bisa kita pungkiri di era modernisasi sekarang ini,karena banyak sekali manfaat yang kita rasakan baik dalam proses pembelajaran maupun administrasi.Saya sependapat dengan bapak bahwa Standarisasi dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat penting untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan ,akan tetapi pemanfaatan TIK bukan satu-satunya jalan, ada hal yang tidak kalah pentingnya untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu eksperimen di laboratorium/lapangan sebagai landasan psikomotor agar peserta didik tidak hanya dibekali pemahaman kognitif tetapi juga dibekali ketrampilan proses. Belakangan ini perhatian pemerintah pusat maupun daerah sudah berkurang terhadap pemberdayaan sarana/prasarana yang menunjang pembelajaran praktikum di laboratorium khususnya pelajaran IPA ini ditandai dengan minimnya bantuan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran praktikum tersebut.
    Pengalaman pribadi saya pembelajaran berbasis TIK atau e-learning baik yang secara langsung (Syncronous Learning) maupun tidak langsung (Ansyncrounous) masih menemui kendala khususnya untuk mata pelajaran hitungan, karena peserta didik biasanya lebih tertarik interaktif secara langsung dari pada menggunakan media sebagai perantara karena dengan tatap muka mereka bisa langsung bertanya, membahas masalah yang mereka hadapi secara aktif dari siswa kesiswa,siswa keguru atau guru kesiswa, artinya proses pembelajaran memang harus menggunakan metode yang bervariasi ,disatu sisih kita harus menggunakan TIK tapi disisih lain kita harus eksperimen atau tatap muka secara langsung.
    Untuk ini mohon kepada bapak selain membahas kelebihan pembelajaran dengan TIK, juga membahas kekuranganya/kendala yang dihadapi serta cara mengatasinya sebagai bahan pengayaan bagi saya dan juga teman-teman dalam menghadapi permasalahan dilapangan.Seperti yang bapak ungkapkan dalam simpulan dan saran bahwasanya pendidikan berbasis TIK membutuhkan dukungan semua pihak pemerintah,swasta dan masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi.Kenyataan di lapangan dari pihak pemerintah pusat /daerah masih menemui kendala birokrasi,dari pihak masyarakat terhalang dengan kebijakan sekolah gratis yang tidak boleh memungut biaya sedangkan dari pihak swasta sudah terikat pada bantuan lewat CSR (Corporate social responsibility ) sehingga sulit untuk mendapatkan bantuan sarana secara langsung. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.Semoga artikel-seperti ini dapat menggugah hati pengambil kebijakan sehingga kendala kami dilapangan dapat teratasi,Trima kasih.
    Nama : Yuli Hartati
    NIM : 072112051
    Pasca Sarjana Kelas D-7
    UNPAK

  108. 112 Puji Nurani March 13, 2013 at 1:33 pm

    Assalamualaiku wr wb
    Yth Bapak DR H. Adie E Yusuf, M A

    Era globalisasi menciptakan sebuah situasi dimana arus informasi dari berbagai penjuru dunia menyerbu kita melalui berbagai media . Semua informasi itu dapat dengan mudah diakses dengan berbagai gadget yang tingkat kecanggihannya semakin tinggi dari waktu ke waktu. Informasi yang barkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologipun dengan sendirinya sangat mudah diakses oleh setiap orang. Ibaratnya jika seseorang mengenggam gadget baik berupa ponsel yang dilengkapi dengan fitur internet browser, smartphone, tablet, dan lain-lain, maka segala informasi tentang perkembangan iptek telah ada dalam genggamannya.

    Jika fenomena tersebut dikaitkan dengan dunia pendidikan, maka sangat naif jika proses belajar mengajar di kelas tidak melibatkan ICT di dalamnya. Karena bagaimanapun ketika seorang guru menjelaskan sebuah materi pelajaran di hadapan murid-muridnya, dalam waktu yang bersamaan tidak tertutup kemungkinan para siswa melalui gadgetnya, telah lebih dahulu mengetahui segala informasi yang sedang dijelaskan Guru tsb, bahkan dengan tampilan informasi yang lebih lengkap dan menarik. Namun demikian, setiap siswa memiliki perbedaan dalam kemampuan mencari, mendapatkan, mengolah dan memahami informasi yang didapat melalui searching di internet. Disinilah peran Guru sebagai sumber informasi sangat dibutuhkan. Guru tidak hanya melakukan verifikasi atas semua informasi yang didapat para siswa, namun sekaligus menjadi orang yang mengkonfirmasikan apakah sebuah informasi layak/ boleh/ bermanfaat untuk digunakan ataukah tidak

    Menerapkan TIK atau ICT dalam proses pembelajaran seringkali terkendala oleh berbagai hal, seperti yang diungkapkan dalam artikel Pak Adie tsb, yakni kendala yang berkaitan dengan sarana prasarana, kecepatan akses jaringan, tingkat kestabilan tegangan listrik, bahkan pada tingkat kemampuan TIK yang dimiliki oleh SDM di sebuah sekolah. Namun seharusnya semua kendala ini tidak lantas menjadi penghambat pelaksanaan proses belajar mengajar dengan melibatkan TIK/ ICT di dalamnya. Sebagai ilustrasi, pemanfaatan ponsel dengan fitur internet browser boleh dibilang telah merata hingga ke pelosok daerah terpencil, dengan pengguna dari berbagai tingkat usia. Maka asumsinya, setiap sekolah seharusnya dapat memanfaatkan ponsel tersebut sebagai salah satu alat untuk mendapatkan sumber belajar yang paling sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Guru sebagai fasilitator dan pengelola kelas dapat mengatur masalah penggunaan ponsel tersebut dengan efektif dan tepat guna. Dengan demikian, tidak boleh ada satu sekolahpun di negeri ini megalami ketertinggalan karena adanya berbagai kendala yang memang kadang sangat sulit untuk diatasi.

    Pemerintah dalam hal ini Kemendiknas sebagai pihak yang sangat bertanggung jawab dan memegang kewenangan teritinggi atas keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, tentu saja harus terus berupaya agar semua kendala yang berkaitan dengan pemanfaat TIK/ ICT di sekolah dapat diatasi dengan baik. Di lain pihak Guru sebagai aktor yang sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan, harus terus berupaya meningkatkan kemampuannya di bidang TIK, dengan berbagai cara dan dengan berbagai media.

    Alhamdulillah di sekolah tempat saya mengajar, yakni SMA Pesantren Unggul Al Bayan – kabupaten Sukabumi, pembelajaran berbasis TIK/ ICT telah terbiasa digunakan dalam proses pembelajaran secara regular. Sebagai contoh, kegiatan belajar mengajar di kelas dilaksanakan dengan metoda campuran antara konvensional dengan pengayaan konten berbasis TIK, semua tugas-tugas yang harus dikerjakan para siswa dikumpulkan melalui Email, pembelajaran dengan E-learning telah dilaksanakan meski belum semua mata pelajaran memanfaatkannya, tes online dengan program Moodle, dsb. Dan untuk berbagi dengan sekolah-sekolah yang letaknya bertetangga dengan sekolah kami, Direktorat PSMA Kemendiknas sejak tahun 2010 telah menunjuk SMA Al Bayan sebagai salah satu sekolah Pusat Sumber Belajar, yang salah satu fungsinya adalah meningkatkan kemampuan para guru dalam bidang ICT di lingkungan interen SMA Al Bayan, dan mendesiminasi program pembelajaran kepada sekolah-sekolah mitra. Selain itu ICT pun digunakan dalam pengelolaan ketatausahaan dengan Software PAS (Program Adminstrasi Sekolah ) yang disediakan oleh Direktorat PSMA Kemendiknas, yang meliputi transfer SPP dan uang saku siswa ( kami adalah sekolah berasrama ), dan Penerimaan Peserta Didik baru secara Online. Berbagai kendala selalu ada di depan kami. Namun itu tidak menyurutkan tekad kami untuk menjadi sekolah terbaik dengan kualitas dan layanan terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan.

    Terimakasih atas sharing ilmu yang bermanfaatnya, Pak Adie . Jazakallah khair ..

    Waasalamualaikum wr wb

    Hj. PUDJI NURANI, SH
    Mahasiswa S2 – kelas E-10 – UNPAK
    NPM 072112200

  109. 113 Aam Suminarsih March 14, 2013 at 9:31 am

    Assalamualaikum Wr.Wb

    Aam Suminarsih
    NPM ; 072112032
    Kelas D7

    Yth : Bapak Dr. H. Adie Yusuf, M.A

    Setelah membaca tulisan Teknologi Pemanfaatan ICT dalam pendidikan, saya sangat interest dan mendukung tentang apa yang Bapak tulis tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Tulisan Bapak begitu berharga dan penting bagi dunia pendidikan karena banyak sisi positif akan didapatkan walaupun tidak terlepas dari sisi negatifnya diantaranya :
    – mudah mendapatkan informasi terkini mengenai pendidikan ataupun segala sesuatu yang diperlukan oleh peserta didik akan diperoleh dengan mudah dan cepat.
    – penyajian materi/bahan ajar lebih menarik/tidak monoton karena penyajian akan lebih inovatif dan kreatif yang dapat membuat siswa senang untuk belajar.
    – Lebih efisien dalam menyimpan data sehingga dapat menghemat biaya, tenaga.
    Demikian semoga bermanfaat terima kasih.

  110. 114 MAHDIAR March 17, 2013 at 2:06 am

    Ass. Wr.Wb
    Bpk. DR. Adie yang terhormat

    Terimakasih atas pengetahuannya, membaca tulisan bapak, saya jadi lebih memahami arti penting tentang pemanpaatan ICT untuk pembelajaraan. mudah-mudahan hal ini menjadi amalan sholeh buat bapak dan bapak selalu diberikan rahmat oleh Allah SWT. baik dunia dan akhirat. Semangat terus pak ………..demi perbaikan dunia pendidikan kita….. kami mendoakan……

    Hormat saya

    MAHDIAR
    PASCA UNPAK
    KELAS D.6
    NPM. 072112017

  111. 115 Sadiah Natanurlaela March 19, 2013 at 2:13 pm

    Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
    Yth. Bapak Adie

    Pemanfaatan ICT pada era globalisasi sekarang ini memang sangat penting, karena ICT merupakan sarana yang dapat digunakan dalam berbagai interaksi, serta memberikan kemudahan bagi orang yang memanfaatkannya.
    Begitu juga dalam dunia pendidikan, ICT merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan baik oleh Guru, Siswa maupun Tenaga Kependidikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Walaupun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum sepenuhnya mengaplikasikan ICT karena berbagai faktor.
    Meskipun demikian, kita tetap harus berusaha semaksimal mungkin dalam memanfaatkan ICT demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas dan mampu sejajar dengan negara-negara lain yang sudah lebih maju.

    Wassalam

    Sadiah Natanurlaela
    Kelas D6
    Npm. 072112022

  112. 116 Meti Setiawati March 19, 2013 at 2:33 pm

    asalamualaikum wr wrwb
    yth bapak DR adie E Yusuf MA

    Memfaatkan ICT di dunia pendidikan sangat penting terutama di indonesia supaya lebih mempermudah dalam mengakses pengetahuan.tetapi fasilitas ICT /cyberspace masih kurang di gunakan disekolah daerah terpencil karena fasilitas belum ada.dan pengetahuan guru masih terbatas tentang ICT.

    Bagi saya fasilitas inernet seperti use net,,file tranfer protokol,internet relay chat, whois, dll sangat penting ,
    untuk itu,saya sebagai seorang guru tk sangat memerlukan internet sebagai bahan pembelajaran seperti
    membuat pembelajaran dari mulai mebuat story board sampai pembuatan
    flowchart untuk membuat cd pembelajaran.

    Harapan saya semoga guru-guru dapat menguasai Ict .mungkin sekian dulu tanggapan saya ,
    terimakasih atas perhatianya.

    METI SETIAWATI
    NIM :072112190
    KELAS : E 10 SUKABUMI
    PPS UNPAK

  113. 117 erostika0e March 20, 2013 at 11:24 am

    Ass. Yang terhormat pak Adie terima kasih atas kesempatannya untuk memberikan komentar mengenai materi ICT yang telah saya baca ternyata memang begitu penting sekali pembelajaran dengan menggunakan ICT baik dari mulai jenjang pendididkan dasar bahkan jenjang PAUD saat ini sudah merambah dan sudah mengenal bahkan banyak yang sudah menguasai teknologi tersebut dengan latar belakang dari keluarga yang sudah mengenalkan sejak dini atau lingkungan keluarganya yang memang semuanya menggunakan alat teknologi tersebut. bagi saya sendiripun sebagai pendidik Anak usia dini jelasnya TK yang saat ini sebagai PAUD formal sudah mulai mengenalkan ICT tersebut dengan memasukan dalam setiap pembelajaran diantaranya dengan infocus dan laptop dengan menggunakan CD game educatif bagi anak usia TK dan ternyata pembelajaran lebih mudah diterima oleh siswa. Demian komentar saya semoga bermanfaat
    Wassalam
    Eka Rostika PPs Pasca UNpak kelas E.10

  114. 118 DEDE TRIANA March 20, 2013 at 1:39 pm

    Assalamualaikum wr. wb

    Yth Bp. Adie E Yusuf, MA

    Dengan membaca tulisan bapak semakin jelas akan pentingnya penggunaan ICT dalam pengembangan pendidikan di Indonesia.Penerapan ICT di sekolah sangatlah penting, selain sebagai sarana kegiatan belajar mengajar, penggunaan ICT juga dapat memotivasi siswa untuk lebih semangat belajar. Akan tetapi kenyataan di lapangan sangatlah berbeda sebagian besar guru belum menguasai cara mengoprasikannya, khususnya di sekolah kami. Dengan kondisi permasalahan di atas, sekolah kami belum sampai pada pembelajaran berbasis ICT. Dalam menghadapi permasalahan ini tentunya memerlukan perjuangan dan komitmen dari semua fihak, terutama pada pengenalan dan pengaplikasiannya dengan ICT.
    Semoga……….

    wassalam

    Dede triana
    Kls D6
    NPM : 072112006

  115. 119 sukandi setiabudi March 20, 2013 at 2:25 pm

    Ass.Wr.Wbr
    Pak, saya Sukandi Setiabudi kelas E.10 Sukabumi
    Setelah membaca tulisan Bapak, saya sangat tertarik .
    Betul Pak..bahwa pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan sangatlah diperlukan dan saya kata semua penduduk sudah mulai menggunakan ICT dalam pelaksanaan Pembelajaran.Dengan ICT , pelaksanaan Pembelajaran akan lebih menarik minat peserta didik dibandingkan pembelajaran tanpa ICT. Hal ini sudah saya buktikan di lapangan.
    Aya ambil contoh saja, misalnya pada mata pelajaran IPS , kita akan menjelaskan tentang sejarah perjuangan melawan penjajahan , dengan menggunakan vcd anak akan lebih terarik , daripada guru yang bercerita.
    Sebenarnya apabila guru aktif dan kreatif, saya rasa pembelajaran mencapai tujuan yang maksimal.
    Namun pak, kalaw boleh saya katakan, bahwa di lapangan masih banayak pendidik yang belum mampu menggunakan ICT dengan optimal, dan masih kekurangan sarana ICT.
    Saya berharap para pendidik yang membaca artikel Bapak ini , dapat tergugah untuk meningkatkan kemampuan penggunaan ICT dalam pembelajaran.

    Wassalam.
    Sukandi Setiabudi
    Kelas E.10 Semester 2
    NPM : 072112207

  116. 120 YATI SYAMSIYATI March 21, 2013 at 9:06 am

    Nama : YATI SYAMSIYATI
    NPM : 0721112030
    Kelas : D.6 Karawang

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Kepada Bapak Adie yang terhormat

    Menanggapi tulisan bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan ,saya sangat setuju dengan apa yang bapak tulis karena di era globalisasi ini,memang sudah seharusnya sekolah sekolah memanfaatkan ICT,terutama dalam pembelajaran,agar siswa lebih mengerti, lebih memahami dan dengan demikian tentu saja tujuan pembelajaran akan tercapai.
    Masalahnya, belum semua sekolah dapat memenuhi keinginan itu,karena diantara sekian banyak kendala yang paling utama adalah tidak semua tenaga pendidik dapat mengoperasikan fasilitas ICT, terutama bagi guru guru yang sudah “merasa tua”, banyak dari. mereka yang mengatakan “ah kita mah sudah tua,sok aja yang masih muda-muda “, Padahal dalam hati saya yang masih merasa muda (walau sebenarnya sudah tua juga) justru yang sudah senior harusnya memberi contoh kepada yang muda-muda.
    Padahal yang sesungguhnya tidak ada batasan usia untuk memulai sesuatu yang baru.
    Kalau begitu, bagaimana pendidikan kita bisa maju terutama untuk mengimbangi era globalisasi ini.
    Pada intinya semua kendala dapat diatasi jika tenaga pendidik mau belajar tidak hanya mengajar saja, seperti dalam agama Islam ” Belajarlah semenjak lahir sampai ke liang lahat”.
    Dengan demikian, saya menghimbau untuk semua tenaga pendidIk Ayo belajar belajar dan belajar, kemajuan pendidikan ada di tangan anda.
    “NEVER LATE TO LEARN”
    Majulah pendidikan Indonesia.

  117. 121 winirismayanti March 22, 2013 at 4:55 am

    aslkm pak
    pendapat saya terkait artikel bapak di atas, adalah begitu sulitnya melaksanakan pendidikan tanpa kerjasama antar semua pihak. Pihak pendidik tidak mungkin mampu melaksanakan pendidikan berbasis ICT ini tanpa bersinergi dengan pemerintah, seperti pada aspek pembangunan infrastruktur. Sebagai contoh, di tempat saya mengajar, dikarenakan blm ada jaringan telepon dan interenet, listrik ada namun lebih sering mati, menyebabkan pembelajaran berbasis ICT ini sulit terealisasikan. Apabila pendidikan tidak didukung aspek lain, maka akan sulit terlaksakan. Namun, apabila pembangunan infrastruktur telah mendukung, maka bukan tidak mungkin, seprti yng telah disebutkan, bahwa pemerataan pendidikan akan bisa dilakukan dinegera kita yang berpulau-pulau ini. Hal lainnya adalah dengan faktor ekonomi, tentunya pendidikan e-learning ini tidak lah murah, butuh biaya yg cukup besar, apabila masyrakat kita masih di bawah garis kemiskinan, dan sulit memiliki alat-alat elektronik, maka hal ini pun akan menghambat pembelajaran berbasis ICT tersebut.
    Hal lainnya yang ingin saya garisbawahi adalah bagaimana dengan kemampuan sosialisasi anak apabila e-learning ini dilaksanakan? padahal menurut saya, anak itu sangat penting melatih kemampuan sosialisasi mereka, agar mereka tau beretika, tidak hanya menghadapi benda mati. oleh karena itu, seperti pendapat bapak, bahwa segalanya harus dipikirkan secara holistik, bukan hanya terkait sistem informasi, tetapi dalam sistem pendidikan juga.
    Sekian pendapat saya pak, terimakasih
    Wasalamualikum
    Wini Rismayanti, kelas E.10 AP

  118. 122 lamsih March 22, 2013 at 6:59 am

    NAMA : LAMSIH
    NPM: 072112015
    KELAS D6 KARAWANG

    Assalamaualaikum wr. wr.

    Setelah saya membaca blog Bapak, saya berpendapat bahwa saat ini pemanfaatan ICT sangat penting dan sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung kualitas maupun efektifitas pendidikan.

    Namun pada kenyataannya penggunaan ICT di negara kita masih jauh tertinggal dari negara-negara lain. Mengapa hal ini terjadi ? salah satu faktornya adalah terbatasnya SDM kita di bidang IT.

    Hal ini berarti pemerintah harus mengambil langkah cepat dan akurat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya dengan cara :
    – Pembangunan infrastruktur tekomunikasi yang lebih merata sehingga
    dapat dijangkau oleh seluruh wilayah di Indonesia,
    – Mengadakan pendidikan dan latihan tentang penggunaan ICT bagi guru
    dan tenaga pendidik lainnya,
    – Membuat sistem komunikasi yang lebih solit,
    – Membuat koneksi internet murah, bahkan kalo bisa gratis.

    Demikian komentar yang dapat saya sampaikan terhadap masalah Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan. Maju terus pendidikan Indonesia !

    Terimakasih

    Assalamualaikum Wr. Wb.

  119. 123 Bunda Elis March 22, 2013 at 7:27 am

    Assalamu’alaikum, Wr.Wb.
    Yth. Pak Adie….
    Pendidikan sifatnya tentatif artinya pendidikan akan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Dengan kata lain sesuatu yg menjadi trend di dunia pendidikan pada masa lalu belum tentu masih relevan untuk saat ini.
    Dalam era globalisasi saat ini dunia pendidikan dituntut ddapat menjawab tantangan dimana pendidikan harus dapat melahirkan manusia-manusia yang mampu bersaing di mata dunia. Maka saya sangat tertarik dengan tulisan bapak tentang “Pemanfa’atan ICT dalam dunia pendidikan”. Hal ini sangat tepat sekali untuk kita bahas dan kita diskusikan mengingat ada 3 hal yang harus mendapat perhatian yang menjadi daya saing sebagai efek dari pengaruh era globalisasi, yaitu : (1) IPTEK, (2) SDM, (3) Manajemen. Saya pikir untuk ketiga hal ini, pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar di dalamnya.
    Yang ingin saya tanyakan, memakan waktu berapa lama kebijakan pemerinth mengenai pemanfa’atan ICT ini bisa terimplementasi dalam dunia pendidikan, mengingat sampai saat ini kita mengadopsi sistem TIK baru pada tahap Emerging.
    Demikian tanggapan saya dan mudah-mudahan bapak juga bisa memberikan tanggapan terhadap pertanyaan saya.
    Atas perhatiannya saya ucapkan Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.
    ELIS SAJAAH
    E.10 Semester 2
    NPM. 072112180
    PPs.UNPAK

  120. 124 CICIH RATNASIH March 22, 2013 at 10:13 am

    Nama : CICIH RATNASIH
    NPM : 072112005
    Kelas : D-6

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sebagai seorang pendidik saya setuju dengan tulisan Bapak. Saya mengharapkan pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan disemua jenjang pendidikan serta merata di seluruh wilayah tanah air, namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis ICT diantaranya :
    1. Kesiapan dari pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan ICT yang sangat pesat dan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga ICT dapat dimanfaatkan secara optimal
    2. Penggunaan ICT dapat dimanfaatkan sebagai sarana memotivasi belajar peserta didik
    3. Perlu mengantisipasi penyalahgunaan ICT yang tidak mendukung keberhasilan proses pendidikan

  121. 125 CICIH RATNASIH March 23, 2013 at 12:11 pm

    Nama : CICIH RATNASIH
    NPM : 072112005
    Kelas : D-6

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sebagai seorang pendidik saya setuju dengan tulisan Bapak. Saya mengharapkan pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan disemua jenjang pendidikan serta merata di seluruh wilayah tanah air, namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis ICT diantaranya :
    1. Kesiapan dari pendidik untuk selalu mengikuti perkembangan ICT yang sangat pesat dan memiliki kreatifitas yang tinggi sehingga ICT dapat dimanfaatkan secara optimal
    2. Penggunaan ICT dapat dimanfaatkan sebagai sarana memotivasi belajar peserta didik
    3. Perlu mengantisipasi penyalahgunaan ICT yang tidak mendukung keberhasilan proses pendidikan

  122. 126 Ose Warlina March 23, 2013 at 1:24 pm

    Assalaamu alaikum Wr.Wb
    Yth Bapak Adie Yusup

    Saya Ose Warlina mahasiswa E.10, Setelah membaca tulisan bapak saya merasa tertarik untuk memberikan masukan dan sedikit permohonan kepada bapak. Begitu penting dan berperannya ICT di era Globalisasi ini permasalahan pendidikan yang begitu rumit sudah mulai terselesaikan dengan adanya ICT, Namun sebaliknya bagi kami atau orang awam dengan adanya ICT menjadi lebih rumit dan merasa terbelakang yang ahirnya mereka merasakan minder atau menjauh dari ICT.
    Dengan adanya Uji Kopetensi Guru yang ONE Line ini memberikan udara segar bagi dinas pendidikan karena dengan semua ini guru-guru yang dapat dikatakan GAPTEK terutama guru yang ada dipeloksok dan mayoritas guru SD mereka berusaha keras untuk belajar / kursus pemakaian Computer. Dengan demikian mereka sadar bahwa ICT sangat penting dan berperan dalam dunia pendidikan khususnya.
    Menjelang pelaksanaan UN kami 90% mendapat inpo bahwa soal menggunakan sistem Barcot, jika ini benar berarti sistem pendidikan di Indonesia mulai menuju kearah kemajuan, menjauhkan dari kecurangan, namun kami harapkan terutama sama Bapak hal ini dapat ditindak lanjuti dengan serius, Maap yah pak ini permohonan.
    Hal Yang sangat mengejutkan bahwa mata pelajaran ICT di SMA dengan kurikulum baru akan dihapuskan, apakah ini benar ?. Jika ini terjadi sia-sia apa yang sudah dirintis sejak dulu, padahal Pemahan dan Pemakaian Computerisasi di SMA dibutuhkan bukan hanya untuk sekolah kejuruan..
    Bapak Yang terhormat , mohon maap jika komentar ini sifatnya permohonan dan curhat, mudah-mudahan bapak bisa memahaminya .
    Terima kasih Wasalaamu alaikum WR Wb..

  123. 127 Kania Aprianti March 24, 2013 at 2:42 am

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pa Adie yang saya hormati….., setelah saya membaca artikel Bapak mengenai Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan : Kebijakan dan Standarisasi Mutu yang Bapak tulis, Nampak semakin jelas bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) sangat besar pengaruhnya terhadap dunia pendidikan.
    Banyak negara-negara di dunia saat ini menganggap bahwa penguasaan ICT dan keahlian-keahlian dasar mengenai konsep-konsep ICT sebagai bagian dari jantung pendidikan, sama pentingnya dengan membaca, menulis dan berhitung.
    Keberadaan sistem informasi pada dunia pendidikan tidak hanya bermanfaat bagi satuan pendidikan, tetapi juga bagi para siswa dan orangtua. Contoh : dengan sistem informasi, para siswa dan orang tua bisa mendapatkan informasi tentang nilai siswa, keuangan, absensi kehadiran, kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler , program-program sekolah, serta sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) secara on line.

    Disamping itu, ICT juga merupakan sarana bagi siswa, guru, dan dosen, dimana guru dan dosen bukanlah satu satunya sumber dari ilmu Pengetahuan. Para siswa/mahasiswa saat ini dapat mencari pengetahuan-pengetahuan yang tidak didapat dari guru/dosen melalui internet serta dapat menguasai dunia yang tidak terbatas dengan ruang dan waktu.

    Tetapi, meskipun kita mengakui bahwa pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan itu sangat besar peranannya, kita juga masih harus memperhatikan pengaruh negatif yang ditimbulkan dari ICT tersebut, banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan dari ICT ini. Untuk meminimalisir penyimpangan tersebut, sebaiknya ada antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah dari pemanfaatan teknologi ini, terutama bagi siswa-siswa di sekolah, juga diperlukan tenaga edukatif sebagai pengontrol langsung dilingkungan akademik dan orang tua dilingkungan rumah untuk bersama-sama memberikan penjelasan secara terbuka kepada peserta didik. Sehingga dengan demikian mereka mendapatkan informasi yang tepat dan berguna.
    Saya berharap semakin banyak pelatihan-pelatihan bagi guru untuk mengimbangi pesatnya teknologi Informasi, karena pada saat ini tidak sedikit guru yang masih gaptek, mengenal komputer hanya sebatas words dan excel saja, tidak mau peduli dengan perkembangan TIK, dan merasa enjoy mengajar dengan kebiasaan lama. Hal ini tentu harus diperbaiki demi kemajuan pendidikan ke depan.

    Demikian komentar saya atas artikel bapak tentang Pemanfaatan ICT dalam pendidikan, mohon ma’af bila ada kesalahan dalam kata dan pemahaman yang saya sampaikan. Terimakasih.
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Kania Aprianti
    NPM 072112188
    Kelas E-10, Semester II PPS UNPAK

  124. 128 titi hayati March 24, 2013 at 3:35 am

    Titi Hayati
    D6
    NPM:072112029

    Tulisan Bapak mengenai “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan” sangat menarik dan saya setuju sekali bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi suatu kebutuhan dalam dunia pendidikan baik pendidik maupun peserta didik dalam efektifitas dan kualitas proses pendidikan.

    Salah satu contoh di SMKN 2 Pandeglang,tempat saya mengajar sudah menggunakan ICT/TIK yaitu mulai dari pembelajaran di kelas-kelas menggunakan infocus bahkan beberapa ruangan sudah menggunakan papan interaktif yang lebih canggih, kemudian kehadiran guru, murid, dan staf sudah menggunakan sistem sidik jari sehingga secara langsung kehadiran dapat direkap berdasarkan kelas masing-masing. Dan ini ada tugas PESBUK (Pengelolaan Bukti Kehadiran).

    Pemanfaatan ICT/TIK tersebut sangat penting dan untuk pelaksanaannya perlu keahlian dalam pendidikan TIK tersebut. Untuk itu perlu belajar atau mendalami bidang TIK/ICT supaya tidak gaptek.

  125. 129 aman rachman March 24, 2013 at 4:08 am

    AMAN RACHMAN/ 072112001
    PROGRAM S2 / kls: D6

    Assalamualaikum Wr. Wb. Salam silaturahim……..!
    Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A

    Membaca Tulisan Bapak mengenai “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan” sangat menarik dan bermanfaat, dan saya sepakat bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi suatu keharusan dan merupakan sebuah kebutuhan dalam dunia pendidikan baik guru sebagai pendidik maupun siswa sebagai peserta didik guna menunjang terjadinya proses KBM yang berkualitas, produktivitas, efektifitas dalam akses pendidikan.

    TIK merupakan sarana dan pasilitas yang harus kita manfaatkan dalam bekerja karena dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kita mampu bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas dengan efektif. salah satu contoh di SMAN 2 Kota serang kehadiran siswa dan guru sudah menggunakan komputerisasi dan finger scan (sidik jari). sehingga dengan demikian dapat memudahkan sekolah untuk memiliki arsip dan juga mudah dalam pengecekan.

    kemudian selain itu SMAN 2 kota serang juga menggunakan tekhnologi lain seperti penggunaan CCTV untuk memudahkan guru piket dan security, memantau keadaan kelas dan lingkungan sekolah meskipun pantauwan secara manual tetap dilakukan.

    jadi intinya bahwa TIK sangat penting namun walaupun begitu kebijakan dan standarisasi mutu penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK yang dibuat pemerintah, harus diiringi dengan fungsi kontrol dari pemerintahnya. Fungsi kontrol dilakukan secara kontinyu, bahkan dimasukkan ke dalam point penilaian akreditasi suatu sekolah.

  126. 130 hasanpadili March 27, 2013 at 2:01 pm

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya sangat setuju pak, ICT dikembangkan sebagai pendukung Pendidikan, karena Perkembangan ilmu dan teknologi terutama pada pendidikan saat ini terus bekembang. Penerapan TIK di sekolah menurut saya sangat penting sekali. Selain untuk menunjang terlaksananya administrasi yang baik, TIK/ juga merupakan suatu sarana yang bisa diterapkan pada kegiatan belajar mengajar. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memunculkan paradigma baru dalam pendidikan. Kehadiran ICT dalam dunia pendidikan merupakan inovasi baru yang mudah-mudahan menghasilkan ide perubahan mengenai input, proses dan produk dalam dunia pendidikan. Namun yang terjadi sekarang adalah bagaimana pemanfaatan tersebut lebih menuju ke arah pembebasan lisensi dari sebuah perangkat lunak. Tidak sedikit tenaga pengajar (dosen atau pun guru) yang menanamkan aplikasi bajakan pada alat kerja elektroniknya seperti laptop (notebook).
    Dengan demikian, TIK/ICT dalam pendidikan menjadi sebuah kebutuhan.

    Demikian komentar saya, terima kasih…

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    NAMA : HASAN PADILI
    NPM : 072112010
    KELAS D6 KARAWANG

  127. 131 Supriatman March 28, 2013 at 11:33 pm

    Assalamualaikum
    Yth. Bapak DR. H. Adie E. Yusuf, S.Pd, M.A

    Dari paparan bapak ini merupakan realita bangsa kita yang terpuruk dalam berbagai aspek kehidupan karena semua kebijakan berdasarkan kepentingan politik, terutama pendidikan kita di urutan 112 dan dibawah Bangladesh memang sangat memprihatinkan.
    Tapi saya yakin para pendidik di seluruh indonesia masih banyak yang memiliki moralitas, integritas terutama pengabdian yang tulus demi mendidik anak-anak bangsa agar kedepan bisa sejajar dengan Bangsa-Bangsa lain di Dunia, Karena Bangsa yang menguasai ilmu dan teknologi dialah yang akan menggengam Dunia ( Ilmu pengetahuan adalah jendela untuk menatap dunia)
    Diera Globalisai hubungan antara wilayah antar Bangsa- Bangsa di Dunia yag semakin dekat yang seolah tanpa sekat. Maka sebuah Bangsa tidak dapat menghidar perkebangan dan kemajuan teknologi serta budaya. Maka pemerintah harus memiliki kearifan dalam kebijakan dan kemauan politik, karena saya yakin otonomi daerah merupakan ujung tombak yang seharusnya memfasilitasi kemajuan dunia Pendidikan terkadang tidak berpihak hanya berdasar persepsi dan kepentingan politik sesaat.
    Yang jelas TIK merupakan sarana yang sangat penting dalam dunia pendidik, dan semua guru harus melek ICT karena model pembelajaran dengan teknologoni ini ;
    1. Dalam proses KBM lebih mudah
    2. Lebih menyanangkan / asik baik bagi guru dan anak
    3. Dan lebih mudah dipahami dsb.
    Saya yakin karena faktor kesempatan para guru di Indonesia tidak sama dalam mendapatkan teknologi komputer, kami termasuk guru yang beruntung bisa kuliah di UNPAK sangat termotivasi karena perkuliahan selalu menggunakan TIK termasuk tugas lewat e-mail sehingga saya bisa mengaplikasikan di sekolah kami, bahkan saya untuk KBM beli infokus sendiri yang jelas ada kreatifitas dan tantangan.
    Yah….termasuk kuliah dengan bapak yang sangat menyenangkan walau saya sedikit lelet, karena faktor usia ” alias giganya kecil” hee….hee…….
    tapi tidak menyurutkan saya untuk belajar untuk tahu dan bisa.
    Mudah-mudahan kita semua guru Indonesia akanmenyadi oase disetiap keberadaan kita, dan kita terus menjadi orang yang tetap di GUGU dan di TIRU.
    Untuk Guru saya tercinta Bapak Adie yusuf semoga sehat dan bahagia selalu bersama keluarga, amiin….

    #Ralat tadi tdk ada kelas nya

    Nama : SUPRIATMAN
    Kelas : D6
    NPM : 072112028

  128. 132 EnungHardiyati March 29, 2013 at 2:33 am

    Assalamualaikum
    Yth. Dr. H Adie e Yusup SPd MA
    Saya tertarik dengan pemaparan makalah Bapak. Saya setuju bahwa teknologi informasi (IT) menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan baik didalam proses belajar mengajar maupun dalam pengadministraasian Pendidikan

    Paradigma Dunia pendidikan Indonesia Dewasa ini sudah jauh banyak kemajuan dengan penggunaan Teknologi Informasi sebagai sarana multi media pembelajaran dalam KBM/PBM , walaupun dari hasil survey menunjukan posisi indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara lain.
    namun demikian kita tetap optimis bahwa Dunia pendidikan Indonesia akan dapat mengejar ketertinggalan .selanjutnya dituntut ekstra kerja keras Peran pemerintan untuk terus mendorong intansi-intansi Penyelenggara Pemerintahan tak terkecuali lembaga Penyelenggara pendidikan Untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan secara merata , sehingga kemajuan tidak terkonsentrasi hanya di salah satu daerah saja.Peran pemerintan yang lain dalam peyelenggaraan pendidikan adalah memberi Penilaian/dasar penilaian akreditasi suatu lembaga,hal ini akan membangkitkan budaya kompetisi yang sehat untuk meningkatkan kualitas kinerja,Peran pemerintah yang lain adalah fungsi Kontrol.yaitu kita harus menyadari bahwa setiap ada kelebihan atau keunggulan dari suatu teknologi tentu ada dampak negatif yang akan ditimbulkannya untuk itu fungsi pengawasan menjadi sangat penting.

    terima kasih ,Mata Kuliah SIM Pendidikan telah lebih memotivasi saya untuk terus belajar.

    Enung Hardiyati
    D6
    072112009

  129. 133 Siti Suherti March 30, 2013 at 2:22 am

    Assalamualaikum,wr.wb
    Yth,Bapak Adie E. Yusuf,M.A
    Saya Siti Suherti, Kls D6 . NPM 072112026

    Setelah saya membaca blog dari bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan,saya sebagai pendidik mendapatkan pemahaman dan informasi
    baru tentang metode pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.

    Di era globalisasi saat ini memang penting sekali diterapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pmbelajaran di sekolah-sekolah.
    Tetapi saya rasa untuk pemanfaatan ICT dalam pendidikan di Indonesia saat ini masih terdapat banyak kendala, diantaranya :

    1.Ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan di kita belum siap,jadi
    perlu adanya diklat-diklat tentang ICT secara berkesinambungan.
    2.Sarana prasarana belajar untuk ICT belum memadai,apalagi di daerah-
    daerah pelosok,
    3.Dan lain sebagainya

    Dalam menghadapi kendala-kendala yang ada,tentunya kita sebagai pendidik memerlukan perjuangan dan komitmen dari semua pihak terutama pada pengenalan dan pengaplikasiannya,penjabaran dan ilustrasi sistem informasi dari ICT terhadap Manajemen sekolah,supaya dapat menghasilkan kinerja berdasarkan ICT yang bersinergi.

    Dengan kondisi permasalahan di atas,sekolah kami belum sampai pada pembelajaran yang menggunakan ICT,hanya baru sampai pada pengadministrasian saja,itupun hanya dikerjakan oleh salah seorang guru yang ditugaskan sebagai operator sekolah,jadi belum semua guru dapat
    mengoperasikannya.

    Wassalamualaikum,wr.wb

  130. 134 Iswah Ismatullah March 31, 2013 at 12:31 pm

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Yth. Bapak Dr. Adie E. Yusuf, MA
    Setelah membaca tulisan bapak, terlihat jelas bahwa ICT sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia di muka bumi. ICT merupakan salah satu faktor penunjang bagi seseorang untuk dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan sehingga lebih efektif dan efisien.

    Dalam dunia pendidikan, pemanfaatan ICT sudah mulai digunakan beberapa tahun ke belakang. Penggunaan ICT dalam pendidikan membawa angin segar bagi para pendidik sebab dengan pemanfaatkan ICT dapat mendorong siswa lebih semangat dalam belajar.

    Penggunaan ICT sangat menarik baik secara bentuk maupun secara fungsinya. Berdasarkan fungsinya pemanfaatan ICT sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi guru ketika melakukan proses belajar mengajar. Selain itu, ICT dapat memberikan kemudahan proses mengajar dengan tidak terikat pada batasan ruang dan waktu yang selama ini membatasi ruang gerak di dunia pendidikan. Karena dengan memanfaatkan ICT siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja dan dengan siapa sebab dengan memanfaatkan ICT bahan belajar apapun dapat diakses melalui internet dan pemanfaatan e-learning.

    Kondisi yang tercipta dari pemanfaatan ICT di atas tidak akan terwujud apabila lembaga-lembaga pendidikan tidak memiliki perangkat ICT yang memadai untuk dimanfaatkan. Oleh sebab itu, perlu ada standarisasi dan kebijakan yang bersifat universal tanpa terhalang oleh jarak suatu daerah tertentu. Selain itu, perlu adanya penyiapan tenaga pendidik yang mampu mengoperasikan ICT. Dengan demikian proses belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya akan memberikan sumbangsih pada peningkatan kualitas pendidikan di Negara kita. Namun demikian, pemanfaatan ICT perlu diawasi dan dikontrol agar si pengguna tidak memamfaatkan ICT untuk hal-hal negatif.

    Terima Kasih.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    Iswah Ismatullah
    NPM. 072112185
    E.10, PPs UNPAK.

  131. 135 MURAD D 7 UNPAK April 10, 2013 at 5:39 am

    N A M A : M U R A D
    KELAS : D 7
    N I M : 072112055
    Assalamu`alaikuum Wr. Wb.
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) berkembang pesat saat ini dan telah menjadi bagian dari kehidupan setiap individu dewasa ini. Betapa TIK akan masuk membantu mempermudah pengelolaan kehidupan. Setiap orang akan membutuhkan dan terlibat dengan TIK. Memang betul ada sisi-sisi negatifnya, namun sisi positifnya tentu lebih banyak lagi.
    Sebagai pendidik tentu KBM akan lebih menarik dan lebih efisien dengan memanfaatkan ICT. ICT membantu kita untuk mengolah semua kegiatan Pembelajaran dan memudahkan kita untuk menampilkan dan menyimpan semua administrasi pembelajaran. Dengan ICT kita bisa melakukan pembelajaran yang optimal, pembelajaran yang menyenangkan dan sangat sesuai dengan PAIKEM , atau juga pembelajaran jarak jauh, mengirim pesan, mengirim gambar, dll, dan ini tentu menghemat biaya.
    Banyak sekolah-sekolah yang telah menyelenggrakan pembelajarannya berbasis ICT, atau paling tidak menjadikan ICT sebagai penopang KBM. Sehingga menjadikan kegiatan itu efisien dan menarik. Namun disisi lain, masih banyak juga yang masih tertinggal dan masih gagap teknologi (gaptek). Sehingga bagaimanapun kita harus memulai belajar dan memanfaatkan ICT.
    Namun disisi lain, kita sebagai pendidik jangan sampai terlena dengan ICT. Karena bagaimanapun ada efek negative yang seringkali lebih mudah diakses dan dicontoh oleh anak didik kita. Paling tidak guru harus selalu menasehati anak-anak didik kita dan lebih sering mengontrol aktivitas mereka, ketika sedang ada pembelajaran menggunakan ICT di lingkungan sekolah (misalnya dengan cara duduk mereka yang harus berbentuk O dan membelakangi guru. Thank you.

  132. 136 neng rika April 11, 2013 at 5:26 am

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Yang terhormat Bapak Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A.
    Artikel Bapak tentang “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan: Kebijakan dan Standarisasi Mutu”.

    Pendapat saya tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan adalah teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah memberikan orang banyak perubahan untuk kehidupan manusia di dunia. Manusia dapat menembus tempat dan waktu dengan menggunakan teknologi berbasis ICT. Menyebarkan informasi menjadi lebih luas dan dapat diaskes di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Melalui aplikasi ICT, komunikasi dapat dilakukan dengan cepat karena dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti teks, suara, atau teknologi lain berbasis multimedia. Manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, bisa kita nikmati dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Sekarang ini, komputer sudah mulai diperkenalkan di sekolah. Mulai dari pendidikan prasekolah (playgroup) sampai universitas. Bagi anak-anak playgroup dan taman kanak-kanak, sudah tersedia berbagai media pembelajaran melalui komputer yang memungkinkan pembelajaran secara interaktif tanpa meninggalkan sifat anak-anak, yaitu bermain. Secara umum, peran TIK dalam lingkungan pendidikan dapat dirasakan oleh para siswa, sekolah, dan orang tua. Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan saat ini.

  133. 137 Neng Rika Restiansari April 11, 2013 at 5:31 am

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Yang terhormat Bapak Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A.
    Artikel Bapak tentang “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan: Kebijakan dan Standarisasi Mutu”.

    Pendapat saya tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan adalah teknologi informasi dan komunikasi (ICT) telah memberikan orang banyak perubahan untuk kehidupan manusia di dunia. Manusia dapat menembus tempat dan waktu dengan menggunakan teknologi berbasis ICT. Menyebarkan informasi menjadi lebih luas dan dapat diaskes di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Melalui aplikasi ICT, komunikasi dapat dilakukan dengan cepat karena dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti teks, suara, atau teknologi lain berbasis multimedia. Manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan, bisa kita nikmati dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Sekarang ini, komputer sudah mulai diperkenalkan di sekolah. Mulai dari pendidikan prasekolah (playgroup) sampai universitas. Bagi anak-anak playgroup dan taman kanak-kanak, sudah tersedia berbagai media pembelajaran melalui komputer yang memungkinkan pembelajaran secara interaktif tanpa meninggalkan sifat anak-anak, yaitu bermain. Secara umum, peran TIK dalam lingkungan pendidikan dapat dirasakan oleh para siswa, sekolah, dan orang tua. Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan saat ini.
    Demikian komentar saya, terima kasih…
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb
    Neng Rika Restiansari
    Kelas E.10. Semester 2
    NPM: 072112193
    PPS UNPAK

  134. 138 Idris KELAS E.10 No. Absen 8 May 4, 2013 at 2:32 pm

    Yth. Bpk Adie
    Saya Idris Kelas E.10
    No. Absen :8
    setelah saya membaca artikel Bapak maka, saya berpandangan bahwa Keberadaan teknologi informasi bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pembelajaran. Pemanfaatan teknologi infomasi dalam pendidikan mempunyai arti penting dalam upaya pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan efektifitas pendidikan. Kontribusi SIM dalam dunia pendidikan sangatlah penting dan dapat memudahkan siswa, guru dan karyawan dalam melaksanakan kegiatan akademik maupun non akademik dalam peningkatan mutu pendidikan. SIM pendidikan diharapkan sangat bermanfaat tidak hany bagi para pengambil keputusan bidang pendidikan, tetapi sangat berguna bagi masyarakat sebagai salah satu subsistem dan control society, terutama dalam proses operasional lembaga pendidikan dan penyajian kualitas jasa pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan.

    SIM pendidikan merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang sangat memadai dalam berbaga aktivitas operasional lembaga pendidikan tersebut. sebagai sebagai salah satu contoh lembaga pendidikan (sekolah) yang telah menyajikan fasilitas untuk mengelola administrasi pendidikan seperti sarana prasarana, siswa, guru, dan sebagainya dalam bentuk PAS (Paket Aplikasi Sekolah) yaitu pengelolaan administrasi tersebut sepecara komputerisasi dengan aplikasi PAS. Hal ini dapat meningkatkan kinerja pegawai TU dalam mengelola administrasi pendidikan dengan cepat, tepat, dan mudah. pengelolaan manajemen pendidikan dengan aplikasi PAS secara tidak langsung dapat meningkatkan mutu dan kualitas sekolah tersebut. Mengikuti perkembangan zaman di era globalisasi, telah banyak lembaga pendidikan yang telah mengoptimalkan teknologi informasi pelaksanaan proses pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan. Sehingga sebuah lembaga pendidikan dapat melayani pelanggannya dalam secara efisien dan efektif dari segi waktu, biaya dan tenaga.

    hambatan utama yang saya temui di lapangan adalah :
    1. letak geografis sekolah yang mengakibatkan perbedaan yang sangat signifikan baik dalam segi fasilitas sarana prasarana maupun kualitas sumber daya manusia (SDM).
    2. Kurangnya ketersediaan sarana prasarana penunjang sistem informasi manajemen (SIM) di sekolah
    3. kurangnya sumber daya manusia (SDM) yaang handal dan berkualitas dalam mensukseskan program sistem informasi manajemen di sekolah
    4. lemahnya keseriusan pemerintah dan instansi terkait dalam mewujudkan program SIM di sekolah
    5. lemahnya peran serta masyarakat sebagai salah satu pendorong terwujudnya SIM di sekolah

    Wassalam
    Idris Kelas E.10
    No, Absen 8

  135. 139 Rudi Prihadi November 2, 2013 at 3:15 am

    Rudi Prihadi
    Mahasiswa S3A4 Unpak-Bogor

    Yth. Bapak Dr. Adie E. Yusuf, MA

    Memang sangat menarik ketika kita membahas tentang pemanfaatan information, communication dan technology (ICT) dalam konteks pendidikan di Indonesia, karena negara kita yang besar ini terdiri dari ribuan pulau yang dipisahkan oleh lautan yang luas pula. Keberadaan wilayah yang sangat luas dan terpisahkan oleh lautan tersebut sering menjadi kendala dalam upaya pemerataan kesejahteraan termasuk masalah pemerataan kesempatan kepada warga negara dalam mendapatkan pendidikan sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945.

    Masih banyak kendala yang kita hadapi dalam pendidikan, seperti sulitnya akses peserta didik untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena keterbatasan daya tampung lembaga pendidikan. Di sejumlah Negara maju permasalahan tersebut mungkin bukan merupakan hal yang serius, karena negara-negara tersebut telah memiliki teknologi untuk mengatasinya. Penerapan information, communication dan technology (ICT) seperti radio, televisi dan internet dalam pendidikan di negara-negara terbut bukanlah hal yang baru. Teknologi tersebut telah dikemas sedimikian rupa, sehingga menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi pemerataan kesempatan kepada warga negaranya untuk mendapatkan pendidikan sesuai dengan keinginannya.

    Sesungguhnya information, communication dan technology (ICT) pendidikan dalam bentuk pembelajaran di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi sarat sekali dengan informasi yang harus diolah para pendidik dan siswa sehingga menjadi sesuatu yang bermakna. Di sinilah teknologi informasi akan memegang peranan yang sangat penting bagaimana mengolah bahan ajar sebagai bentuk informasi sehingga menarik, mudah diterima dan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkannya.

    Pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan sangat erat kaitannya dengan penggunaan computer, TV, radio dan perangkat keras lainnya. Munculnya teknologi dunia maya melalui internet telah menyemarakan dan menyempurnakan komunikasi jarak jauh dalam pendidikan yang telah dirintis radio dan televisi. Namun demikian teknologi internet yang mebutuhkan jasa satelit komunikasi dan perangkat komputer masih terbilang mahal jika dibandingkan dengan radio dan TV. Aplikasi internet dalam dunia pendidikan telah mendukung system pendidikan dalam bentuk distance learning, web based education,e-learning atau bentuk virtual university.

    Pemanfaatan ICT dalam pendidikan secara menyeluruh di Indonesia masih jauh dari kenyataan. Berbagai hambatan realisasi penerapan ICT dalam pendidikan antara lain belum adanya kebijakan strategis nasional perencanaan penerapan ICT untuk pendidikan.

    Sudah banyak upaya yang dilakukan meskipun hanya terbatas pada aktivitas yang berbasis proyek yang cenderung tidak berkelanjutan dan tanpa tujuan jangka panjang. Karena pendidikan saat ini masih terbatas kepada penyediaan perangkat keras, pengembangan materi pelajaran dan penggunaan bahasa lokal. Rencana ke depan harus diperluas kepada penyediaan akses melalui perluasan infrastruktur ICT.

    Perluasan infrastruktur tersebut termasuk mengevaluasi ulang kebijakan sistem pertelokomunikasian Indonesia yang didominansi operator-operator telekomunikasi (PT Telkom dan Indosat), sudah memberikan kesempatan yang luas kepada pihak swasta. Kebijakan pemerintah dalam pertelekomunikasian seharusnya menganjurkan pihak swasta untuk mendirikan berbagai station akses internet.

    Diharapkan dengan tersedianya sarana pengaksesan internet di sekolah-sekolah akan meningkatkan jumlah pengguna internet melalui peran sertanya pengajar memanfaatkan teknologi dalam aktivitas pembelajaran.

    Demikian komentar saya, terima kasih.

  136. 140 noer hafifah November 15, 2013 at 4:18 am

    Assalamualaikum Wr..Wb.
    Saya Noer Hafifah NPM 072113048 mahasiswa Pasca Unpak jurusan AP kelas A.1.2. Setelah membaca artikel bapak, hal ini menambah dan menyegarkan pengetahuan saya sebagai pendidik. Memang pemanfaatan ICT atau yang lebih dikenal TIK (teknologi informasi dan teknologi) ini bukanlah hal baru,Tetapi dengan kurikulum 2013 inilah guru memang dituntut harus benar – benar selain dapat mengoptimalkan pemanfaatan TIK ini diharapkan pula guru dapat mengembangkan pembelajaran konstruktiv yang sangat bermakna.
    Sesuai tuntutan Kurikulum 2013 ini, pendidikan berbasis TIK adalah salah satu yang sangat dibutuhkan untuk diterapkan baik oleh pendidik ataupun siswa. Sebagai pendidik, yang mempunyai tanggung jawab dalam mempersiapkan dan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi semua tantangan di era global. Selain itu guru di tuntut pula bisa mengarahkan siswa untuk berperan aktif di dunia pendidikan dengan lebih memanfaatkan media TIK agar tujuan pendidikan bisa tercapai. Semoga kami para pendidik selalu bisa menberikan yang terbaik untuk para siswa. Amiin….

  137. 141 ani liani November 19, 2013 at 12:25 pm

    Assalamualaikum wr.wb

    setelah saya membaca blog yang bapak tulis, saya sangat setuju bahwa pada zaman sekarang yang serba modern ini ICT (Information Communication and Technology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, sekarang tinggal bagaimana caranya guru dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, agar pembelajaran dapat lebih efektif, kreatif dan inovatif, tapi mungkin disini masalahnya terbentur dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai dari pemerintah, padahal dengan TIK kita sebagai pendidik ataupun peserta didik dapat memperluas wawasan pengetahuan kita, jadi pembelajaran tidak hanya terfokus pada buku saja dan dengan pemanfaatan TIK yang baik, kita bisa menghasilkan output yang mampu bersaing di era globalisasi ini.
    wassalam

    Ani Liani NPM : 072113035 A.12

  138. 142 pareang November 22, 2013 at 3:41 pm

    Ass. Wr. Wb.
    Bapak Dr. H. Adie e yusuf, M A
    Kemajuan teknologi impormasi membawa pelaku pendidikan pada satu situasi dimana akses akan pendidikan itu dapat dirasakan dengan muah dimana saja kapan saja kita dapat mengakses layanan pendidikan itu baik melalui pelayanan konpensional maupun pelayanan langsung melalui internel seperti e learning. Kemajuan teknolodi inpormasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak fositifnya materi materi bisa didonload dengan mudah sesuai dengan kebutuhan kita tetapi dampak negatifnya juga banyak diantaranya menjamur sikap plagiat dikalangan praktisi pendidikan sehingga tidak lagi melihat kreatifitas seseorang. Dari tulisan singkat ini saya menyimpulkan interaktif komunikasi melaui dunia maya harus disokong dengan kode etik semua penggun agar lebih menghargai hasil pemikiran orang lain
    Wasalam
    Samsu Hizbulqhaqi
    Pasca sarjana S2 unpak
    A.1.2
    NPM 072113061

  139. 143 dhany November 25, 2013 at 2:31 pm

    Assalamu’alaikum,
    Pada era digital seperti saat ini, perkembangan Teknologi, Informasi serta Komunikasi (TIK) mempunyai pengaruh yang signifikan dalam dunia pendidikan. Salah satunya penggunaan internet bagi para pelajar untuk mengetahui beberapa informasi mengenai tugas yang diberikan oleh seorang guru. Mulai dari jenjang pendidikan SD sampai Perguruan Tinggi, mereka sudah sangat familiar dengan dunia cyber, baik itu menggunakan media social untuk bersosialisasi, bertukar informasi di forum online atau berbagi cerita di blog serta mengirim jawaban dari tugas yang diberikan oleh guru melalui surat elektronik (email). Dari ujung pulau sumatera sampai ujung pulau papua, pemanfaatan internet dapat dirasakan oleh para pelajar dan guru walaupun kecepatan aksesnya masih dirasa lebih lambat dibanding dengan negara lain di kawasan asia tenggara. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah agar seluruh rakyat dapat menikmati layanan internet dimanapun dan kapanpun secara nyaman.

    Dalam pemanfaatan TIK khususnya bidang Informasi dan Teknologi (IT), Kita diharuskan untuk dapat menggunakannya secara bijak. Karena ibarat pisau, IT selain dapat digunakan untuk kebaikan juga dapat digunakan sebagai media melakukan kejahatan (cybercrime). Maka dari itu dengan semakin berkembangnya teknologi saat ini tentu akan banyak menimbulkan pengaruh/dampak dari teknologi itu, sehingga perlu adanya sebuah pelajaran yang menjelaskan tentang teknologi beserta dampak baiknya yang dimulai dari usia dini. Dengan dibuatnya pelajaran khusus itu maka para pelajar akan lebih berpikir kedepan dan tidak menggunakan jalan singkat. Dan juga peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengarahkan anak mereka menggunakan teknologi ke yang positif
    Wassalamu’alaikum

    Dhany Rahadian Yudisthira
    A.1.2
    072113041

  140. 144 Muhammad Ginanjar Ganeswara December 2, 2013 at 1:09 pm

    Nama: Muhammad Ginanjar Ganeswara
    NPM :072113053
    kelas : A12

    assalammua’laikum wr.wb.
    Yth. Bapak adie yusuf

    setelah membaca artikel yang telah bapak buat saya menjadi lebih paham secara spesifik tentang pembelajaran ICT di bidang pendidikan. sesuai dengan latar belakang yang dibahas dalam artikel ini masih banyak permasalahan di Indonesia tentang pendidikan khususnya TIK. untuk masalah kebijakan, standarisasi, infrastruktur jaringan sepertinya memang hal umum yang sering ditemukan di sekolah khususnya di daerah yang terpencil. jauhnya lokasi sekolah yang terlepas dari pengamatan pemerintah menjadikan beberapa sekolah di Indonesia tidak tersentuh bantuan infrastruktur, jangankan untuk masalah teknologi, kelayakan sekolah masi jauh untuk mejadi standar nasional. ini menjadi PR baru bagi pemerintah indonesia dalam memajukan dunia pendidikan, jangankan teknologi kelayakan sekolahpun masi tidak diperhatikan.

    akan sangat diharpkan pula jika 4 tahap sistem pendidikan yang dicanangkan UNESCO ( emerging,applying, infusing, transforming) dapat terlaksana dengan baik, sistem pendidikan berbasis TIK akan menjadikan masyarakat indonesia khususnya generasi muda dapat berpikir secara dinamis mengikuti perkembangan jaman yang semakin bersaing.

    teknologi informasi dan komunikasi dengan e-learning sangat membantu pembelajaran tidak perlu seseorang merasa bosan, karna penyampaian suatu materi pendidikan dapat dilakukan secara online, contohnya internet, video, dan banyak cara dengan menggunakan berbagai macam teknologi lainnys yang kian berkembang, sehingga dengan kita mempelajari teknologi rasa keingin tahuan meningkat karna masih banyak sekali informasi pembelajaran yang terkubur dalam ruang teknologi yang terus berkembang.

    sudah saatnya kita sebagai masyarakat yang ingin maju saling membantu di bidang pendidikan khususnya teknologi agar generasi bangsa indonesia kedepannya dapat bersaing dengan dunia luar.

  141. 145 isep rusmawan December 22, 2013 at 1:58 pm

    Isep Rusmawan
    Kelas : S3-E2 UNPAK
    NPM : 07311006

    Bismillahirrohmaanirrohiim.
    Ass. Wr. Wb

    Pemanfaatan ICT/ TIK dalam pendidikan dewasa ini memang merupakan kebutuhan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang semakin modern dan semakin kompetetitif dimana penggunaan ICT/TIK adalah adalah bagian dari proses pembelajaran aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan, sehingga konsep tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa (student cenrtis) bisa diaplikasikan secara langsung dan peran guru sebagai fasilitator bena-benar dapat dirasakan karena siswa sebagai peserta didik dapat mengakses berbagai ilmu pengetahuan tanpa batas sesuai dengan keiniginan mereka, sehingga mereka mendapatkan ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari semakin lengkap.

    Namun dalam implemetasinya penggunaan ICT/TIK dalam pendidikan bukanlah perkara yang mudah dan sederhana karena penggunaan ICT/TIK memerlukan biaya (anggaran) yang cukup besar serta terus menerus (kontinyu), juga sumber daya manusia (SDM) dalam hai ini guru dan tenaga kependidikan yang mumpuni.agar proses pemebelajaran yang menggunakan ICT/TIK ini benar benar sesuai dengan yang diharapkan dan dinginkan okeh semua pihak (stakeholder).

    Peranan pemerintah dalam hal ini institusi yang berkaitan erat dengan pendidikan (Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementrian Agama) harus lebih mendukung dengan kebijakan dan bantuan baik dari segi pengadaan komponen ICT/TIK yang berupa hard ware maupun soft ware nya, serta pelatihan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan agar pelaksanaan pendidikan dengan menggunakan ICT/TIK bisa lebih merata dan dapat dirasakan oleh semua peserta didik di seluruh lapisan masyarakat Indonesia sesuai dengan pilar- pilar pendidikan nasional.

    Terlepas dari kelebihan maupun kekurangan tentang pendidikan yang berbasis teknologi, peranan ICT/TIK dalam pendidikan akan semakin besar dan akan semakin digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan baik tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi di indonesia karena kedepan tantangan untuk mencerdaskan kehidupan bagsa (Pembukaan UUD 45) tidak akan terlepas dari yang namanya teknologi dalam hal ini fungsi dan peranan ICT/TIK dalam dalam proses implentasi pendidikan.

  142. 146 RIANTO RITONGA January 13, 2014 at 5:37 am

    Selamat Siang Pak Dr. Adie E. Yusuf, M.A. Saya Rianto Ritonga dari Kelas S3A4 Unpak, mencoba memberi komentar mengenai PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN. Kebetulan sejak Tahun 1991 (hampir 23 tahun) saya mengajar di SMK Bisnis Manajemen. Selama kurun waktu tersebut saya melihat bahwa masih banyak Guru yang menggunakan Sistem Pembelajaran tradisional yaitu pertemuan antara pelajar dan pengajar untuk melakukan proses belajar mengajar di kelas. Konsep ini menghadapi kendala yang berkaitan dengan keterbatasan tempat, lokasi dan waktu penyelenggaraan dengan semakin meningkatnya aktifitas pelajar dan pengajar. Pergeseran paradigma sistem pembelajaran mulai nampak pada proses transfer pengetahuan. Proses pembelajaran yang ada sekarang ini cenderung lebih menekankan pada proses mengajar (teaching), berbasis pada isi (content base), bersifat abstrak dan hanya untuk golongan tertentu (pada proses ini pengajaran cenderung pasif).
    SMK sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan perlu membekali siswa dan lulusannya dengan keterampilan yang memadai termasuk kompetensi ICT. Tuntutan yang harus dilaksanakan sekolah dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menghadapi berbagai kendala yang tidak sederhana.
    Masalah utama yang seringkali dihadapi oleh pihak sekolah dan guru adalah:
    1. keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia dan sumber belajar.
    2. keterbatasan sumber daya, baik sumber daya fisik, sumber daya manusia maupun sumber belajar berbasis teknologi komputer dan telekomunikasi.
    Data Departemen Pendidikan Nasional menunjukkan bahwa sebanyak 95% SMK telah memiliki komputer. Namun demikian, kurang dari 25% SMU dan 10% SMK yang telah terhubungan dengan Internet (Mohandas, 2003). Berkaitan dengan implementasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, terutama pemanfaat e-learning sebagai media alternatif pembelajaran, sekolah perlu melakukan analisis kebutuhan, penyiapan kebutuhan yang diperlukan, perancangan model pembelajaran serta pengembangannya.
    Saat ini Guru-guru di sekolah tingkat SMK sudah mulai menggunakan komputer dalam merencanakan pembelajaran dan mengajar di kelas. Ada beberapa kegiatan yang biasa dilakukan oleh para Guru tersebut:
    1. Membuat perencanaan pembelajaran (lesson plan)
    2. Membuat presentasi untuk mengajar
    3. Memasukkan data nilai
    4. Menggunakan untuk keperluan pekerjaan lain misalnya membuat laporan
    5. Sebagai alat mengajar
    6. Menggunakannya untuk memutar slide presentasi di kelas
    7. Menggunakannya untuk memutarkan video clip di kelas

    Disisi lain dalam penggunaan ICT banyak guru yang senang menggunakan sosial media dalam kesehariannya berprofesi sebagai guru . Ada yang secara teratur melakukan update status dan berteman dengan siswanya di dunia social media. Sayangnya masih jarang yang secara penuh dan diniatkan menggunakan social media dalam pembelajaran.
    Hal ini patut disayangkan karena hampir semua siswa SMK dan SMA aktif menggunakan social media. Tampaknya belum ada kesadaran bahwa cara terbaik menggunakan ICT di sekolah adalah dengan melalui cara yang siswa sukai. Jika hal ini terjadi akan bagus sekali mengingat tugas guru akan mudah dalam mengajar dan membina siswa sebagai seorang pendidik.
    Adapun manfaat ICT bagi guru dalam proses Belajar Mengajar adalah:
    1. ICT terbukti memudahkan guru untuk melakukan persiapan dan melakukan proses mengajar.
    2. Dapat digunakan untuk menyimpan file bahan ajar tahun atau semester dengan atau tanpa modifikasi.
    3. Rumus-rumus yang ada program excel membantu ia menghitung nilai siswa.

    Sementara manfaat bagi siswa masih belum banyak. Hal ini dikarenakan guru masih belum banyak memberi penugasan siswa dengan cara siswa mencipta dan berkreasi menggunakan ICT. Seharusnya ketika guru mengajar dengan power point di kelas, penugasan guru kepada siswanya adalah siswa menjawab soal atau studi kasus dengan menggunakan ICT bukan masih dengan kertas. Dengan demikian siswa yang merupakan pengguna aktif ICT dengan senang hati akan melakukan tugas dari gurunya.
    Disamping itu ada beberapa kendala atau tantangan penggunaan ICT sebagai dasar pembelajaran kreatif:
    Dari sisi sekolah;
    1. Peralatan yang terbatas serta akses internet yang masih belum merata di sekolah-sekolah
    2. Peralatan ICT yang mahal
    3. Sekolah perlu menyediakan waktu khusus guru belajar ICT, menyediakan pinjaman lunak utk pembelian laptop, dan menyediakan akses internet di sekolah
    Dari sisi guru
    1. Guru perlu waktu untuk belajar ICT, hal ini akan cukup berat bagi guru yang berusia lanjut
    2. Guru sering mengaitkan penggunaan ICT dengan hal apa yang ia dapatkan jika ia memakai untuk mengajar di kelas (tambahan penghasilan misalnya)
    Guru masih merasa jika ia tidak mengajar mata pelajaran computer untuk apa ia mengajar dengan computer.
    3. Guru senang menggunakan social media untuk reuni dengan teman lama, namun belum punya kesadaran menggunakan social media sebagai wadah pembelajaran (kelas) online
    4. Guru masih merasa bahwa jika ia menyuruh siswa (penugasan dengan ICT) ia mesti menguasai dahulu, padahal siswa sekarang tanpa diajari pun mereka dengan mudah menguasai ICT.
    Inilah tantangan terbesar baik bagi Guru, Sekolah maupun Pemerintah. Jika kita menginginkan seluruh Guru di SMK dapat menguasai pemanfaatan Teknologi maka usaha yang perlu dilakukan adalah memberi Pelatihan dan melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung mereka untuk mau mengunakannya, disamping tersedia pula peralatan praktek di sekolah sebagai sarana belajar siswa.
    Terima kasih.

  143. 147 Omon Abdurakhman January 15, 2014 at 4:31 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Selamat pagi, dan semoga senantiasa sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Di Tahun 2014 ini semoga lebih berkah. Amin

    Pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan memang pada umumnya kita berada pada posisi proses emerging walaupun ada banyak yang sudah applying, infusing, atau bahkan transforming. Padahal begitu besar terasa kemanfaatannya ICT dalam proses pembelajaran – di mana kita tahu bahwa dunia pembelajaran hampir tidak dibatasi oleh ruang dan waktu belajar bisa dilakukan any where and any time itulah sejatinya kita belajar.

    Untuk kehadiran ICT yang telah difasilitasi oleh Depdikbud tadi sepatutnya kita bisa gunakan seoptimal mungkin agar ilmu yang kita miliki semakin terasa kebermaknaannya bagi semua insan.

    Akhirnya, saya pribadi maupun teman-teman sesama pendidik khususnya yang membaca komentar ini agar senantiasa memanfaatkan ICT sebagai sarana pembelajaran kita agar tujuan pembelajaran tercapai melebihi tujuan sesungguhnya yang diharapkan.

    Kepada Bapak, saya ucapkan “sukses selalu” dan mohon maaf jika ada kekeliruan.

    Wassalamuu’alaikum Wr. Wb.
    (Omon Abdurakhman-Mhs UNPAK Kelas S3-E2)

  144. 148 Zahra Fajardini February 22, 2014 at 2:26 am

    Thank you so much for such an inspiring article:)

    -I would like to view this article for my angle which is what can we done to disseminate the importance of ICT thru school cluster (gugus sekolah)
    indeed we can utilize school cluster as an vehicle to disseminate the importance of ICT effectively.
    -The benchmark that we can do is with our collagues in Brunei Darussalam who have been doing to use smart classroom with such a planned schedule that schools in the cluster can enjoy the hightech of smart classroom in the main school…. by taking turn, of course:). -In Indonesia, we have gugus sekolah (school cluster) which comprising of sekolah inti (main school) and sekolah imbas (school members). One cluster has one sekolah inti (usually the high performing school) and 4- 5 school members in one county (kecamatan). Sekolah Inti, as the high performing school, usually has computer room (s). -So, school cluster may discuss and decide how the role of sekolah inti and school members…what is/ are the goal (s)..how depth is the material of ICT (intro until advance), how the involvement of school members (cost sharing, etc), how about the schedule and how often is evaluation? how is the role of superintendent. In fact, this program also as the imlementation of peer mentoring (mentor sebaya) to develop leadership and team work skill as well.
    – I believe that if the role of school cluster (gugus sekolah) can be strengthened by tapping into the ICT area, the school quality can be developed simoultaneously, ….like what our collagues has been doing in Brunei Darussalam.
    – So, if our collagues in other country can do..why we can’t ?

    Zahra Fajardini (S3/ A4)

  145. 149 maria titik windarti March 11, 2014 at 4:40 am

    Selamat siang

    Yth: Bpk. Dr. H. Adie E. Yusuf, S.Pd., MA.

    Setelah saya membaca makalah Bapak, saya sangat tertarik dan setuju tentang Pemanfaatan ICT dalam pendidikan.

    Teknologi Informasi merupakan sesuatu yang patut kita syukuri karena ada, dan juga kita patut menikmati pada era saat ini. Hampir di semua bidang yang ada memanfaatkan dan menerapkan Teknologi Informasi. Hal ini karena keuntungan-keuntungan yang didapat. manusia mengalami kemudahan dan secara tidak langsung mengharuskan manusia manusia untuk menggunakannya dalam segala aktifitasnya.
    dalam dunia pendidikan pelaksanaan pembelajaran menjadi semakin maju dengan majunya ICT. namun juga masih disayangkan, dengan perkembangan jaman yang semakin modern dan perkembangan teknologi informasi yang luar biasa, masih ditemukan adanya pendidik-pendidik dan juga peserta didik yang belum cukup mampu mengoptrimalkan teknologi informasi ini dengan baik. dalam arti hanya mengenal dan tahu saja tetyapi belum menggunakan/mempraktekkan dengan optimal. Pada hal saat ini pendidik dituntut untuk mampu menggunakannya. Agar tidak tertinggal, mari kita meningkatkan kemampuan dalam penggunaan ICT sebab akan membantu kita untuk dapat mengimbangi kemajuan jaman di Era Teknologi ini.
    Trimakasih.

    Salam,
    Maria
    kelas S3A4
    NPM 073112011

  146. 150 Syamsuri March 18, 2014 at 7:25 am

    Assalamu’alikum wr. wb.

    yth. Dr. H. Edi E Yusuf

    1. pemanfaatan ICT sangat penting di dalam pendidikan. karena dapat memudahkan memberikan informasi kepada siswa, orang tua, dan stakeholder.

    2. ICT sangat membantu dalam proses PPDB online yg dilakukan di kota Bekasi yg bertujuan untuk menjaga transparansi, kemurnian, dan kualitas calon siswa.

    3. ICT sangat berperan penting dalam mengakses data, yg berkaitan dengan administrasi secara tepat dan singkat.

    4. perlu inovasi diseluruh aspek yg ada kaitannya dengan pendidikan karena akan lebih menarik dan memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.

    5.Untuk daerah terpencil ICT diakses secaraoptimal karena keterbatasan sarana dan SDM yg ada. Solusinya, diharapkan adanya tanggapan dari pemerintah untuk memenuhi sarana yg dibutuhkan dan pelatihan ICT bagi lembaga pendidikan tersebut.

    Nama : H Syamsuri
    E3S3
    Bekasi

  147. 151 Moudy E.U Djami April 14, 2014 at 3:55 am

    Salam sejahtera pak Adi, terimakasih sudah berbagi dalam blog bapak khususnya artikel ttg ICT dalam dunia pendidikan, yang tentunya menambah wawasan saya yang bisa dibilang baru bergelut dalam dunia pendidikan sebagai pendidik. Saya setuju bahwa TIK sudah tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia dewasa ini, bukan hanya di dunia pendidikan, tetapi dalam semua bidang. Dampak dari globalisasi, dunia sudah tidak bulat tetapi flat karena segala informasi dapat diperoleh semudah membalik telapak tangan.
    Dapat dibayangkan ketika internet tidak dapat diakses dalam sehari, maka satu hari tersebut akan sangat tergangu. Mau ke bank, tidak bisa transaksi karena off line, uang tidak dapat di ambil, mau ngajar, tidak dapat membuat bahan ajar yang up to date karena tidak dapat mengakses jurnal terbaru secara on line dan yang paling penting adalah free aces :D….. Yang paling memalukan ketika ditanya mahasiswa dan kita tidak dapat memberikan jawaban yang diharapkan karena tidak dapat mengakses mbah google…. hal lain pun demikian, sebelum membeli sesuatu, biasanya saya mencari informasi tersebut terlebih dahulu di internet, supaya harganya, spec dll sesuai dengan apa yang diharapkan ketika berbelanja nanti. Jadi kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi kebutuhan berbagai kalangan.
    Dalam dunia pendidikan, hal ini juga dapat membantu para pendidik dalam proses pembelajaran. Selain para siswa sudah dapat mempelajari dahulu topik yang akan dibahas di kelas, informasi terbaru juga dapat segera kita ketahui serta metode seperti ini sangat disukai siswa karena tidak monoton. Generasi sekarang ini sangat aktif dan tidak suka sesuatu yang tidak dinamis dan tidak menarik. Selain itu, sesuatu yang dilakukan karena disukai, hasilnya biasanya maksimal karena tidak hanya dilakukan dengan otot dan otak, tetapi juga dari hati sehingga mereka akan berusaha secara maksimal. Apalagi secara psikologis mereka/remaja dalam fase dimana pengakuan dari teman sangat penting, sehingga apabila hasil karya mereka bagus diantara teman dan juga para gurunya, motivasi belajar akan meningkat dengan sendirinya dan prestasi belajar pun akan lebih baik.
    Tantangan yang seperti bapak paparkan diatas, memang masih ada, tetapi jika disikapi secara positif dan semangat untuk maju, satu demi satu tantangan tersebut akan di lalui dengan baik. Misalnya dengan mulai dari diri sendiri, belajar untuk tidak sungkan memanfaatkan kecanggihan TIK tersebut, mau meluangkan waktu untuk terus mencoba dan tentunya bekerja dengan niat baik. Pasti dibukakan jalannya oleh Yang Kuasa karena kita melakukan dengan niat yang baik, agar kita tidak dijajah terus oleh kebodohan dan kemalasan kita.
    Biasanya manusia akan menaruh perhatian jika kita terus menerus berbuat baik, dan mereka akan mengikuti apa yang baik yang telah dilakukan. Hal ini terbukti dengan adanya organisasi besar yang berkembang pesat karena niat baik untuk kemanusiaan.
    Mungkin demikian komentar saya pak, terima kasih

    Regards

    Moudy E.U Djami (NPM : 073113009)

  148. 152 Nelly Rizanaty April 27, 2014 at 2:44 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Salam sejahtera,
    Yth, Bapak Dr. Edie E. Yusuf, MA.

    Menarik setelah membaca tulisan Bapak tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pendidikan. Terlebih bahwa TIK atau ICT (Information Communication and Technology) memiliki fungsi sebagaimana yang tertuang dalam cetak biru Depdiknas. Fungsi tersebut meliputi: TIK sebagai sumber belajar, alat bantu belajar, fasilitas pembelajaran, standar kompetensi, sistem administrasi, pendukung keputusan, dan sebagai infrastruktur. Karenanya peran TIK sangat menunjang dalam proses pembangunan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.
    Idealnya, seperti yang juga sudah Bapak sampaikan diatas, fungsi-fungsi tersebut mestinya juga ditopang dengan Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien. Hingga dapat dimanfaatkan baik oleh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, efektifitas dan akses pendidikan.
    Seperti yang kami rasakan di lingkungan pendidikan SMP, pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran belum sepenuhnya berjalan efektif. Selain dari kondisi sumber daya tenaga pengajar, sarana dan prasana belum menjadikan TIK sebagai bagian terintegrasi dalam sistem pendidikan secara menyeluruh. Pelatihan untuk peningkatan kapasitas tenaga pendidik berbasis TIK dilaksanakan berkala. Namun hal tersebut juga menemui kendala dalam kemampuan daya tangkap anak didik yang tidak merata dalam proses belajar mengajar menggunakan TIK.
    Terima kasih atas tulisan Bapak, yang sedikit banyak menginspirasi dan menambah wawasan kami dalam memajukan dunia pendidikan. Terkhusus dalam pengembangan dan pemanfaatan TIK dalam pendidikan. Semoga dapat terus berkarya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Nelly Rizanaty
    AP Ciangsana G6 smt 2
    072113164

  149. 153 fajar w May 10, 2014 at 1:13 am

    Poco poco dalam pendidikan kita. Sesuai perkembangan zaman maka TIK adalah kebutuhan mutlak ada bagi seluruh insan pendidikan baik guru, siswa, ataupun pembuat kebijakan pendidikan. Seperti mempaersiapkan jalan tol walaupun kendaraan belum banyak, sehingga orang akan mudah melakukan aktivitas karena insfrastuktur sdh dipersiapkan. Akan tetapi di kurikulum 2013 pelajaran TIK d smp di hilangkan! Hal ini pastinya akan membuat semakin jauh dari paradigma pendidikan sekarang. Issue paradigma pendidikan di asia pasifik : globalisasi, lokalisasi dan individual akan semakin jauh karena keterbatasan penguasaan TIK. Adapun jika siswa diharapkan mengausasi TIK sendiri dapat mrk lakukan akan tetapi apakah aman bagi perkembangan mereka ? Perlu renungan lebih dalan agar SIM benar benar dapat di terapkan.

  150. 154 lukman hakim May 12, 2014 at 1:16 am

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Yth. Bapak DR. H. Adie E. Yusuf, S.Pd, M.A
    Dari pernyataan bapak mengenai pendidik yang telah menggunakan dan sekaligus merasakan manfaat dari TIK/ICT yang akhir-akhir ini sangat menjadi kebutuhan primer khususnya dalam pembelajaran, saya setujuh kalau memang dalam, perjalannya dapat digunakan secara optimal bukan hanya ada di perkotaan saja, tapi diwilayah pelosok desa pun seharusnya dapat merasakan manfaatnya juga, tetapi dalam kenyataannya masih banyak di wilyah pedesaaan/ pelosok tidak pernah mereasakannya. jangankan merasakan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, untuk belajar pun mereka meras tidak nyaman, dikarenakan banyak faktor, semisal tempat yang kumuh, kotor bahkan bukan lagi menjadi rahasia, banyak diantaranya mempunyai gedung yang hampir roboh. kalau kondisi dan relitanya seperti ini maka amat disayangkan pembangunan di Indonesia tidak akan dapat merata disebebkan pendidikan yang kurang merata dalam pemanfaatan ICT.
    Tetapi ironisnya adanya internet dan media online lainnya justru banyak disalah gunakan bukan hanya oleh orang-orang yang mengatas namakan intelektual tetapi sudah merambah ke wilayah pedesaan yang akhir-akhir ini prilaku dan kebiasaanya telah berubah dengan signifikan,
    Itulah sebuah konsekuensi dari perkembangan zaman serta dari globalisasi yang telah masuk dengan derasnya sehingga masyarakat kita pun bukan lagi hanya mengambil sebuah manfaat sari pekembangan tersebut tetapi ada pula madhoratnya.
    Terelapas dari itu saya sangat setujuh bila dalam dunia pendidikan terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman yang ada, karena sesungguhnya agama Islam pun sangat dinamis dalam mendidik umatnya, yang paling substansi dalam metode ICT adalah guru/pendidik bahkan dosen sekalipun bukanlah satu-satunya media murid/ mahasiswa mendapatkan ilmu karena masih banyak media-media lain yang dapat digali dalam dunia pendidikan serta mengajarkan bahwasanya Al-alim itu adalah Allah, guru, dosen adalah orang-orang yang telah Allah titipkan sedikit pengetahuan sehingga kita yang mendapatkan amanat itu tidak lagi merasa kita orang pandai dan pintar apalagi sampai besikap sombong, karena pada hakekatnya itu adalah sebuah titipan.Khalik kepada mahluk

    Wasalam

    Lukman Hakim
    NPM: 072113155
    Kelas G-6

  151. 155 anisa mutiasari May 12, 2014 at 8:19 am

    Assalamualaikum Wr.Wb,

    Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A

    Sebagai Kepala Sekolah di salah satu sekolah dasar, saya cukup merasakan dampak manfaat dari TIK tersebut. menurut tulisan Bapak diatas. Menurut saya, sekolah kami berada pada tahap 3 Infusing dari 4 tahap yang dikeluarkan UNESCO.

    Alhamdulillah,,,Peserta didik kami sudah mulai aktif menggunakan Mulai kelas 1 sampai kelas 6. dan PTK yang ada di sekolah mulai terbiasa menggunakan TIK dalam proses KBM seperti yang kita masukan dalam kurikulum di sekolah mulai tahun 2008.

    kini menjadi tugas rumah saya bersama rekan-rekan sekolah, untuk menularkan pemanfaatan TIK kepada sekolah lain yang berada dibawah binaan Gugus kami.

    Demikian komentar yang bisa saya berikan, intinya saya sangat setuju mengenai pemanfaatan TIK tersebut dan tulisan Bapak bisa menjadi inspirasi bagi kami didunia pendidikan pada umumnya dan disekolah kami pada khususnya.

    Wassalamualaikum.

    best regand,

    ANISA MUTIASARI
    / 072111229
    PROGRAM S2
    / KELAS : G6 CIANGSANA

  152. 156 YEYEN69 May 13, 2014 at 11:28 am

    Assalamualaikum wr.wb
    Yth : Bapak Dr.H.Adie E.Yusuf,M.A.

    Setelah membaca artikel Bapak tentang pemanfaatan ICT dalam pendidikan, saya mempunyai pendapat bahwa jika Depdiknas memiliki Renstra memanfaatkan peran strategi TIK dalam pendidikan, sebaiknya mulailah pada pendidikan yang paling dasar, yaitu sekolah dasar. Berilah latihan / kursus pada guru-guru SD, agar tidak gagap teknologi. Sehingga mereka dapat memanfaatkan TIK dalam PBM. Jika guru dan siswa sudah terbiasa memanfaatkan TIK dalam PBM di SD, maka pada jenjang selanjutnya juga para peserta didik sudah terbiasa memanfaatkan TIK sebagai sumber belajar dan alat bantu belajar.

    Pembelajaran jarak jauh yang sudah dilaksanakan pemerintah, baik melalui elearning maupun online learning patut diacungkan jempol, karena pembelajaran dengan cara ini memberikan kesempatan pada masyarakat di seluruh pelosok tanah air untuk menuntut ilmu dan memanfaatkan TIK.

    Wassalam
    Yeyen Salsiah
    NPM ; 072113158
    Kelas: G6 / Ciangsana

  153. 157 sanudin May 13, 2014 at 2:01 pm

    Ass…Wr…Wb…

    Yang terhormat Bpk Adie

    Setelah saya membaca tulisan bapak, secara garis besar ada beberapa hal yang memang harusnya menjadi pemikiran kita bersama.Bahwa saat ini TIK memang sudah menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar dalam dunia pendidikan. Secara ideal TIK sebagai media pembelajaran harusnya mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan, akan tetapi saat ini perkembangannya belum begitu berimbang secara kuantitas pemakaiaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang menjadi kendala dalam aplikasi dilapangan, mulai dari daya beli sekolah yang mampu mengadakan TIK,sebagai sarana pembelajaran, pengajar yang terampil tidak tersedia. Tetapi itu semua tidak akan berarti bila kita selaku praktisi pendidikan berkomitmen dan mempunyai keinginan untuk maju.

    Terima kasih

    NAMA ; SANUDIN
    NPM : 072113148
    KELAS : G 6 CIANGSANA

  154. 158 Kilah May 14, 2014 at 8:26 am

    Assalamu alaikum wr wb

    Yth.Bapak Dr.H. Adie E. Yusuf, M.A

    Setelah membaca artikel bapak, saya tertarik sekali dengan apa yang bapak bahas dalam penggunaan ICT bagi dunia penddikan.Pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan memang sangat berguna terutama dalam pendidikan jarak jauh,dan ternyata semakin jelas betapa pentingnya penggunaan TIK dalam pembangunan pendidikan di tanah air kita ini.Saya sangat setuju bahwa teknologi informasi memang kita harus menguasainya kalau tidak ingin ketinggalan.Demikian komentarar saya pa,dan artikel bapak sangat bermanfaat sekali bagi kita semua dan bagus sekali.

    Terima kasih

    Wasalamualaikum wr…wb…

    Nama : Kilah
    Nim ; 072113145
    Kelas : G 6 Ciangsana
    Semester 2

  155. 159 Arisanti Muara Kasih May 14, 2014 at 1:29 pm

    Arisanti Muara Kasih
    NPM : 072113177
    Pascasarjana G6

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) jika dilihat dari sisi kemanfaatannya memang sangat mendukung bagi efektifitas dan kualitas proses pendidikan, tetapi hal tersebut hanya bisa diterapkan di sekolah-sekolah tertentu yang memiliki fasilitas mumpuni dan sumber daya tenaga guru yang memiliki kemampuan ber-ICT, sedangkan sekolah tersebut di Indonesia persentasenya masih sedikit.

    Kondisi nyata sekolah di Indonesia jika diajak bertarung dalam era globalisasi sungguh masih jauh panggang dari api. hal ini dirasakan disekolah kami yang masih berkutat pada masalah-masalah mendasar seperti ruang kelas yang belum memadai, meja kursi anak yang mulai banyak yang rusak dimakan zaman, jaringan hotspot internet yang belum mampu kami pasang atau pun guru-guru yang belum menguasai perangkat computer.

    Menurut pendapat saya, pembelajaran berbasis ICT di Indonesia bisa terlaksana dengan baik jika hal-hal mendasar tadi terlebih dahulu dibenahi oleh kemendikbud, sehingga pembelajaran berbasis ICT bukan lagi berbicara pada tataran teoritis tapi sudah pada tataran praktis yang sesungguhnya.

    REKOMENDASI
    Agar pembelajaran ICT bisa diterapkan disekolah-sekolah di Indonesia secara menyeluruh sehingga pendidikan di Indonesia bisa ikut bermain bahkan memainkan peranan dalam era globalisasi maka hal mendesak yang perlu dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah secara bersinergi adalah:

    1. Adakan program gratis satu guru satu laptop.
    2. Program pemasangan hotspot internet disekolah.
    3. Lengkapi sekolah dengan perangkat-perangkat yang berhubungan
    dengan pembelajaran berbasis ICT.
    4. Adakan pelatihan bagi guru-guru untuk mengoperasionalisasikan laptop
    dan menyusun materi ajar berbasis ICT tersebut.

    Wassalam…

  156. 160 irma naninuryanti .Kls:G 6 Ciangsana May 20, 2014 at 4:20 am

    Assalaamu’alaikum.Wr.Wb:Setelah saya baca artikrl tentang ICT dalam pendidikan yang bapa tulis, menurut saya;ICT sangat diperlukan dalam pendidikan seiring kemajuan zaman yang emuanya serba canggih,yang semuanya serba berteknologi,ketika ICT itu di pakai dalam pendidikan maka semuanya akan serba mudah,walaupun sebetulnya kurang berkah,sekarang mencari ilmu tidak perlu beranngkat kesekolah,cukup di rumah,buka computer lalu akses internet, langsung bisa belajar,padahal kalo kita sambungkan dengan hakikat mecari ilmu menurut aturan islam,bahwa mencari ilmu itu dengan berjalannya ke tempat mencari ilmu itu adalah bagian daripada keberkahan ilmu,sementara dengan adanya teknologi canggih atau ICT,tidak perlu jalan sudah bisa langsung mengakses semua ilmu. Tapi kembali lagi pada kemajuan zaman yang begitu pesat,mau tidak mau pendidikan pasti mengikuti zaman.hanya itu coment dari saya,mohon maaf kalo comentnya ngawur,Wassalaam

  157. 161 Ariestya Widya May 22, 2014 at 8:19 am

    Assalamu alaikum wr. wb.
    Yth. Bp. Dr. H. Adie E. Yusuf, S.Pd,M.A

    Membaca blog bapak, saya setuju dengan pemaparan bapak mengenai pemanfaatan ICT dalam pendidikan. Saat ini, kemajuan ICT memang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan karena dapat mempermudah dan mempercepat informasi untuk kepentingan pendidikan, adanya e-learning ataupun online learning yang semakin memudahkan proses pendidikan, memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis tele-conference ataupun video-conference sehingga tidak mengharuskan pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan, serta meminimalisir penggunaan kertas sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.

    Namun, saya melihat adanya kemajuan ICT ini masih mempunyai kendala/kekurangan yang perlu kita semua perhatikan, seperti masih banyaknya para pendidik yang “gaptek” alias gagap teknologi sehingga menyulitkan proses pendidikan yang menggunakan sistem ICT, sarana dan prasarana yang tidak menunjang untuk diadakannya pembelajaran menggunakan sistem ICT, serta koneksi internet di Indonesia sangat lamban sehingga penerapan sistem ICT menjadi terkendala.

    Wassalam,

    Nama : Ariestya Widya
    Nim : 072113134
    Kelas : G 6 Ciangsana
    Semester 2

  158. 162 lusi susiandari May 29, 2014 at 1:26 pm

    assalamualaikum wr wb. salam hormat sy pak adie yusuf. saya sangat tertarik dengan paparan bapak mengenai peranan ICT dalam pendidikan. idealnya ICT dapat menanggulangi permasalahan pendidikan di Indonesia. salah satu yang menjadi perhatian sy adalah ketidakmerataan kualitas pendidikan antara satu daerah dengan daerah lainnya. ini tentu tidak terlepas dari kondisi geografis indonesia selain terkait faktor faktor lainnya, sebagaimana bapak jelaskan dalam tulisan bapak. maka hendaknya ICT dalam dunia pendidikan terus dilengkapi dengan sarana prasarana dan SDM yang unggul serta peraturan yang mendasari keberadaan ICT dalam pendidikan dan mampu menanggulangi segala kendala yang mungkin muncul di kemudian hari. Bagi guru-guru di indonesia perlu di berikan motivasi untuk terus memperbaharui kompetensi diri selain tèkait kimpetensi pedagogy dan profesional namun juga kemampuan memanfaatkan ICT secara mandiri dan bertanggung jawab. demikian pak pendapat saya. terimakasih
    Nama : lusi susiandari
    kelas : AP A.2.2
    NPM : 072113052
    2013-2014

    • 163 Dhany Rahadian Yudisthira June 6, 2014 at 4:46 pm

      Assalamu’alaikum Warrohmatullohi Wabaarokatuuh

      Yth. Bpk. Dr. H. Adie E. Yusuf, S.Pd,M.A

      Menurut saya pemanfaatan ICT dalam pendidikan di negara kita perlu ditingkatkan dan diperluas jangkauannya. Mengingat bahwa negara kita terdiri dari pulau-pulau dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai agar perkembangan ICT dalam pendidikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Information, Communication and Technology (ICT) can increase critical thinking”. ICT dapat meningkatkan pemikiran kritis kita, karena dengan banyaknya informasi-informasi yang tersaji dalam suatu web diperlukan kematangan pikiran serta tindakan yang bijak untuk menyaring/mengolah informasi tersebut. ICT juga mempengaruhi terjadinya transformasi pendidikan dari yang tradisional menjadi modern. Dimana proses belajar mengajar yang semula hanya bersumber dari apa yang disampaikan oleh guru, kini para peserta didik dapat memperoleh tambahan materi yang tidak disampaikan oleh guru di internet. Pemanfaatan ICT yang baik dapat meningkatkan efektifitas belajar serta efisiensi waktu dalam pembelajaran di dunia pendidikan. Dengan demikian ICT perlu diintegrasikan dalam proses pembelajaran supaya dapat membantu peran guru sebagai tenaga pengajar lebih efektif dan efisien.

      Assalamu’alaikum Warrohmatullohi Wabaarokatuuh

      Nama : Dhany Rahadian Yudisthira
      NPM : 072113041
      Kelas : AP A2.2

  159. 164 JUNI PURWANTI S.PD June 2, 2014 at 7:28 am

    Ass.Wr.Wb
    Yth. Bp. Dr. Adie E.Yusuf, MA.
    Pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan memang mutlak dibutuhkan, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh pemerintah terkait dengan optimalisasi pemanfaatan ICT dalam dunia pendidikan antara lain contents, consistency dan clasification.
    Perkembangan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) kususnya Internet :
    • Internet merupakan salah satu instrumen dalam era global telah menjadikan dunia ini menjadi lebih transparan, terhubung dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan dan kebangsaan.
    • Dalam kurun waktu yang amat cepat, beberapa dasawarsa terakhir ini telah terjadi revolusi internet di berbagai negara termasuk Indonesia, serta peng- gunaannya di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.
    • Menyadari peran internet sangat strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan termasuk didalamnya adalah mutu pembelajaran, maka pemerintah Indonesia dalam hal ini Depdiknas telah mengupayakan aplikasi / sarana / media pembelajaran berbasis internet seperti contoh : (1) E-book; (2) E-learning;(3) E-laboratory; (4) E-magazine (E-zine); (5) TV Edukasi (TVE); (6) Jardiknas; (7) ICT Center; dll. yang sewaktu-waktu dapat diakses dan dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk mendukung proses pembelajaran yang bermutu.
    • Untuk menunjang pembelajaran bermutu berbasis internet agar dapat terwujud dengan baik maka siswa dan guru perlu pembuatan dan pemanfatan aplikasi Blogsite , E-mail dan kegiatan Browsing Internet.

    TIK telah mengubah model pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional, yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa, baik di kelas maupun diluar kelas.
    Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran ada 3 (tiga) persyaratan yang harus dipenuhi yaitu :
    1. Siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas dan sekolah, sehingga siswa dan guru dapat memanfaatkan akses internet untuk mendukung proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
    2. Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, sehingga siswa dan guru dapat berkolaborasi secara baik dalam proses pembelajaran, dan kompetensi siswa dapat memenuhi tuntutan akademik. Sedangkan dukungan dukungan kultural bagi siswa dan guru sangat dibutuhkan, untuk menghilangkan pola pandang sebagian masyarakat (yang besifat tradisional), memandang internet dari sisi negatifnya, misal : (a). meng-akses internet hanya membuang-buang waktu dan boros (mahal); meng-akses internet akan merusak moral anak-anak karena penuh dengan situs porno. Pandangan semacam inilah yang harus dirubah agar masyarakat “ melek internet” sehingga dapat merubah pandangan tentang peran internet dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
    3. Guru harus mempunyai kompetensi (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital / internet untuk membantu siswa mencapai standar akademik, sehingga peran guru sebagai fasilitator, navigator pengetahuan, mitra belajar siswa dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

    Permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan khususnya disekolah kami antara lain :
    1. Sekolah kami baru berdiri sehingga sarana dan prasarana kurang
    2. Kurangnya tenaga guru khususnya yang menguasai komputer
    3. Dunia internet bagi siswa masih ada kendala .

    Demikianlah kendala yang dihadapi disekolah kami tetapi seiring perkembangan dan kemajuan tehnologi kususnya ICT masyarakat ,orang tua dan siswa penuh kesadaran sehingga ICT pada perkembangan dewasa ini menjadi satu kebutuhan dan tuntutan pada dunia pendidikan

    Pengirim:
    Juni Purwanti
    Klas G6 Ciangsana
    NPM : 072113143
    Semester : 2

  160. 165 Asep Darmawan June 4, 2014 at 2:26 am

    Asalamualaikum Wr. Wb.

    Setelah saya membaca blog yang bapak tulis, saya sangat setuju bahwa pemanpaatan ICT (Information Communication and Technology) atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) memang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Sekarang tinggal bagaimana caranya guru sebagai pendidik dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, agar pembelajaran dapat lebih efektif, kreatif dan inovatif. Tapi mungkin disini masalahnya terbentur dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai dari, padahal dengan TIK guru sebagai pendidik ataupun peserta didik dapat memperluas wawasan pengetahuannya. Dengan pembelajaran yang memanfaatkan TIK dengan baik, kita bisa menghasilkan output yang mampu bersaing di era globalisasi ini.

    Seperti halnya simpulan yang bapak buat bahwa pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan mutlak dilakukan untuk menjawab permasalahan di bidang pendidikan terutama akses dan pemerataan serta mutu pendidikan. Kebijakan dan standarisasi mutu pendidikan menjadi pondasi yang harus dibangun untuk mendukung pendidikan berbasis TIK yang efektif dan efisien. Implementasi pendidikan berbasis TIK dapat dilakukan melalui model hybrid (dual system) yang mengkombinasikan pembelajaran klasikal (face 2 face) dengan belajar terbuka dan jarak jauh (on line). Sedangkan pembelajaran berbasis TIK dapat dilaksanakan secara lansung (syncronous learning) dan tidak langsung (asyncronous Learning). Hal ini tergantung dengan kondisi teknologi dan jaringan yang tersedia. Standarisasi dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan sangat penting untuk menjamin mutu proses dan hasil pendidikan.

    Sebagai kepala sekolah pengelola satuan pendidikan yang berada jauh dari kota tentunya ini menjadi tantangan bagi saya untuk menyediakan sarana penunjang pembelajaran yang berbasis TIK ini, sehingga guru dan siswa di sekolah dapat menikmati indahnya pembelajaran pembelajaran yang berbasis TIK.

    Wassalam.
    Asep Darmawan
    Kelas G 6 Ciangsana
    NPM : 072113178

  161. 166 tanti1606 June 6, 2014 at 3:14 am

    Reblogged this on blog buat yang lagi belajar and commented:
    Berikut ini saya reblog tulisan P’Adi tentang ICT….dosen mata kuliah SIM semester 2….
    Saya mencoba komen diblog beliau tentang ICT, sayangnya masih “waiting moderator”..jd komen saya sepertinya belum terupload…^__^
    ICT…yang sudah dapat digapai semua orang telah berimbas ke berbagai sendi kehidupan.
    Sebagai agen perubahan, sudah seharusnya guru memanfaatkan ICT dalam pembelajaran, tuntutan ini bukan hanya aspek pemenuhan fasilitas saja, tetapi proses pembelajaran yang berlangsung dapat membuat pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga belajar dapat terwujud dimana saja dan kapan saja. Bukan terbatas pada dinding kelas, seluruh isi dunia ini adalah tempat belajar.

  162. 167 Dini Nurdiniah June 8, 2014 at 12:27 pm

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb
    Yth. Bapak DR. H. Adie E. Yusuf, S. Pd, MA
    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas ilmu yang selama ini sudah bapak berikan kepada kami. Setelah membaca blog bapak yang berisi peranan ICT dalam pendidikan, saya berpendapat bahwa aktivitas kependidikan itu pada dasarnya adalah aktivitas komunikasi multi dimensi dan multi media yang melibatkan berbagai sumber belajar, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, dan juga melibatkan banyak aktor, seperti tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan para pemangku kepentingan pendidikan, terutama para orang tua atau wali, para lulusan, para pengguna lulusan, tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), tokoh pendidikan (topen), dan tokoh pemerintahan (topem). Efektifitas semua dimensi komunikasi yang terjadi dalam proses pendidikan sangat ditentukan oleh aktor yang terlibat beserta sumber dan media komunikasi yang digunakan. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama yang kuat dari berbagai pihak yang berperan atau berkecimpung dalam pendidikan.
    Dengan dukungan ICT, proses komunikasi di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Jika diintegrasikan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan, ICT dapat menjadi instrumen yang sangat efektif, efisien, kreatif, produktif, dan menyenangkan. Sarana ICT dapat berperan sebagai instrumen utama bagi para pendidik dan peserta didik dalam mencari (searching), menghimpun (classifying), menghubungkan (connecting), menginterpretasi (interpreting), dan menyajikan (presenting) informasi secara cepat dan menarik, untuk ditransformasikan menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Fungsi-fungsinya yang begitu banyak dan perannya yang begitu penting dalam proses pembelajaran membuat ICT menjadi salah satu sarana utama yang harus ada di setiap lembaga pendidikan. Semua lembaga pendidikan perlu difasilitasi dengan sarana ICT yang up to date dan relevan dengan berbagai kebutuhan pelayanan pendidikan, baik pada aspek perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).
    Demikian tanggapan yang bisa saya berikan,,
    Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

    Dini Nurdiniah
    072113042
    AP. 2. 2

  163. 168 Irwan June 12, 2014 at 10:42 am

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Yth. Bapak DR. H. Adie E. Yusuf, S.Pd, M.A

    Melihat dan membaca artikel bapak saya sangat setuju, perkembangan teknologi pada saat ini sangatlah pesat, oleh karena itu kita sebagai orang yang terlibat harus dapat memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.

    ” orang yang kuat adalah orang yang mampu beradaptasi dan merespon perubahan dengan baik”
    teknologi merupakan salah satu perubahan yang positif jika di aplikasikan terhadap dunia pendidikan. Indonesia merupakan negara yang secara geografis merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang banyak tetapi dalam pemerataan secara pendidikan masih sangat kurang dikarenakan jangkaun dari pusat pemerintahan dari satu wilayah ke wilayah lainnya tidak dapat di jangkau denagan mudah, berdasarkan letak geografis tersebut saya kira sangatlah tepat teknologi di gunakan di Indonesia sebagai usaha pemerataan semua bidang terutama pendidikan.
    pengaplikasian TIK/ICT tersebut perlu persiapan dan perencanaan yang matang dan sesuai dengan program pemerintah diantaranya internet masuk desa.sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh informasi, siswa/i dapat memperoleh buku referensi dan materi pemebelajaran dengan mudah.
    ICT mempunyai peran penting dalam menunjang 3 pilar kebijakan pendidikan nasional, perluasan dan pemerataan akses, peningkatan mutu, dan penguatan tata kelola, akuntabiltas dan citra publik.
    ICT haruslah dipandang sebagai kebutuhan tidak hanya sebagai cara untuk mendapat sebuah informasi,
    peran utama pemerintah terkait dengan pengadaan sarana dan prasarana serta tenaga ahli yang siap ditempatkan di seluruh wilayah indonsia. tentunya kontrol dan evaluasi dari pemerintah haruslah berjalan dengan baik supaya tujuan dan sasaaran dapat tercapai.dengan ICT tersebut maka kesenjangan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dapat tertanggulangi.

    Wassalam…

    Irwan Kurniawan
    Kelas G 6
    NPM : 072113142

  164. 169 ilmiyati June 13, 2014 at 5:02 pm

    ilmiyati (NIM 072113180)
    Kls G6 – S2 Prodi AP

    Assalamu’alaikum Pak.

    Menurut saya Information Communication and Technology (ICT) memang mutlak dibutuhkan di era globalisasi ini. Termasuk dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan.

    Terutama untuk pendidikan jarak jauh dimana sekelompok masyarakat tertentu tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka.

    Hanya saja kendala seperti sarana dan prasarana yang tidak merata di tanah air, tenaga guru yang belum profesional di bidang ICT, padahal untuk penguasaan IT ini tidak hanya dituntut buat guru TIK saja, tapi semua bidang ilmu memerlukan keahlian di bidang IT ini, sehingga pemanfaatan TIK dalam pendidikan bisa saling terintegrasi antar bidang ilmu, sistematis dan berkelanjutan.

    Apalagi untuk kurikulum 2013, mata pelajaran TIK ditiadakan. Ini menyiratkan bahwa semua guru, untuk mata pelajaran apa-pun harus atau wajib menguasai bidang IT ini. Di sini peran pemerintah sangat besar dalam hal perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang terintegratif meliputi kebijakan, stadarisasi mutu, infrasturuktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.

    Akhirnya…Semoga. Setiap individu yang terlibat dalam dunia pendidikan kompeten dalam bidang TIK/IT ini. Aamiin…

    Wass. Wr.Wb.

  165. 170 Iin Masnah June 19, 2014 at 9:16 am

    Ass. Pak dengan membaca pemanfaan ICT dalam Pendidikan mulai terbukalah segala permasalahan permasalahan dalam penggunaanya baik dalam bidang pendidikan maupun yang lainya, pak ada yang saya tanyakan bagaimana untuk penggunaan ICT di daerah terpencil dg bebagai faktor kekurangan contohnya tidak adanya listrik signal dll. Terimakasih mohon penjelasanya
    Wss.
    IIN Masnah kls A22 S2 pakuan

  166. 171 Tari Sutirah June 21, 2014 at 2:09 pm

    Tari Sutirah
    UNPAK; NIM 072113064
    AP A.2.2

    Assalamu’alaikum wrwb;
    Bpk. Dr. Adie E Yusuf,M.A, mencermati tulisan Bapak tentang pembelajaran dengan memanfaatkan ICT, saya sepakat. Pendidikan memang harus mengikuti perkembangan zaman, tidak terkecuali pada pekembangan teknologi dan komunikasi. Sekolah sudah selayaknya menangkap hal ini sebagai keniscayaan dalam memberikan sarana pembelajaran bagi warga pembelajarnya. Sekolah yang tidak segera menyesuaikan diri dengan perkembangan ini, siap-siap saja akan ditinggalkan konsumennya.Ini bukan hal yang muskil, karena begitu mudah dan murah siswa bisa mendapatkan fasilitas untuk mengakses perkembangan jaman yang tersaji oleh kemajuan teknologi dan komunikasi. Dan, yang penting pula, guru harus melek pula akan ICT, untuk membantunya dalam mengelola proses belajar mengajar.

  167. 172 yulistianadewi July 1, 2014 at 3:07 am

    assalamualaikum wr.wb

    setelah saya membaca tulisan bapa pengetahuan saya tentang ICT menjadi bertambah. saya rasa pemanfaatan ICT pada zaman sekarang yang semakin modern memang sangat penting terutama dalam dunia pendidikan karena hampir semua sekolah sekarang ini sudah menggunakan ICT untuk semua aplikasi. tapi sayangnya penggunaan ICT kurang merata terutama disekolah-sekolah yang berada dipinggiran/daerah pedesaan, bagaimana pemerintah menyikapi hal itu apa upaya yang dilakukan pemerintah untuk pemerataan dan kita juga tau masih banyak pendidik yang masih belum bisa menggunakan komputer/internet dan seharusnya pemerintah memfasilitasi pendidik untuk belajar ICT agar semua guru dapat menggunakan komputer dan mengaplikasikan pembelajaran didalam kelas agar pembelajaran lebih mudah dan praktis

    yulistiana dewi
    AP 2.2

  168. 173 musrianti July 5, 2014 at 4:30 am

    Assalaamu ‘alaikum Wr.Wb
    Tulisan Bpk tentang ICT memberikan tambahan informasi untuk saya sehingga penggunaan teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa lebih ditingkatkan sesuai dengan tuntutan kurikulum khususnya kurikulum 2013 yang menuntut siswa dan guru mampu mencari dan mengakses informasi dari berbagai sumber, tidak hanya dari buku tapi bisa diperoleh dari media internet dan media teknologi lainnya. Peluang peserta didik untuk belajar juga tidak hanya dilakukan di dalam kelas/sekolah dengan tatap muka langsung tapi juga bisa dengan pembelajaran jarak jauh melalui berbagai fasilitas yang sudah disediakan oleh Kemendikbud.
    Ada beberapa kendala yang dirasakan di lapangan yang harus menjadi perhatian kita terutama yang dirasakan oleh para guru dan siswa yang ada di daerah terpencil yang agak sulit mengakses internet,sehingga diperlukan kebijakan yang menyeluruh dari kemendikbud untuk mampu menyediakan layanan internet disekolah-sekolah terpencil, sehingga penggunaan ICT bisa dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

  169. 174 emiliana July 13, 2014 at 2:34 pm

    Selamat malam Bpk. Adie .

    Terima kasih artikelnya tentang Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan.
    Ya, betul. Di era globalisasi dan perkembangan ICT yang demikian pesat dengan sendirinya berimbas pada dunia pendidikan.
    Dunia pendidikan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, dan mampu memanfaatkannya secara positif dan efektif.
    ICT dapat dimanfaatkan secara luas di dunia pendidikan, baik itu untuk kepentingan pembelajaran siswa, pengembangan keterampilan mengajar guru, manajemen administrasi dan lain-lain.
    Tinggal bagaimana lembaga dan insan pendidikan akan memanfaatkannya.
    Yang jelas ICT akan sangat membantu dalam pengembangan pendidikan secara efesian

    Emiliana S / A2.2/07211043

  170. 175 intannurraudoh July 13, 2014 at 10:52 pm

    Intan nur Raudoh
    UNPAK; NPM 072113048
    AP A.2.2

    Assalamu’alaikum wrwb;
    Bpk. Dr. Adie E Yusuf,M.A, yang terhormat
    Sebelumnya saya ingin berterima kasaih karena telah berbagi ilmu dengan kami. Setelah membaca tulisan Anda ini, saya jadi semakin mengerti betapa pentingnya IT dalam dunia pendidikan, apa lagi sekarang pemerintah telah menetapkan kurikulum 2013 yang menuntut semua aspek pendidikan memanfaatkan kecanggihan IT. Bahkan pelajar saat ini sudah sangat akrab dengan IT, tugas kita sebagai pendidikan mengarahkannya pada hal positif yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka. Namun, disamping segala kelebihan yang ada selalu ada kendala yang terselip. Kendala yang saya alami adalah belum meratanya fasilitas IT sehingga menghambat proses pembelajaran yang semestinya, selain itu kemampuan beberapa guru dalam menggunakan IT juga belum maksimal sehingga semakin sulit mencapai pembelajaran yang ideal sesuai dengan harapan kurikulum 2013. Semoga adanya kendala-kendala tersebut tidak mengurangi semangat para pendidik untuk terus memaksimalkan kemampuan IT sehingga pelajar kita mendapat pendidikan yang ideal dan mampu bersaing.

  171. 176 Nina Nurmasari September 21, 2014 at 11:54 am

    Assalamualaikum,
    Malam Pak Adie…

    Membaca tulisan Bapak, begitu banyak manfaat ICT dalam dunia pendidikan. Dalam dunia global saat ini penguasaan ICT memang menjadi syarat mutlak untuk menguasai dunia. Namun ada fenomena yang menarik dalam perubahan kurikulum dari kurikulum 2006 (KTSP) menjadi kurikulum 2013 dimana dalam kurikulum 2013 yang diterapkan sekarang ini mata pelajaran TIK ditiadakan. Dasar pemikiran dihapuskannya mata pelajaran TIK ini adalah TIK seharusnya sudah integrated dalam setiap mata pelajaran, sebagaimana yang juga Bapak tulis bisa sebagai sumber belajar, media pembelajaran, dll. Asumsinya seluruh pelajar di Indonesia sudah melek TIK sehingga tidak perlu pembelajaran TIK secara khusus. Barangkali asumsi itu benar pada pelaja-pelajar di perkotaan, namun tidak demikian yang terjadi di daerah pinggiran. Penguasaan TIK para pelajar di pinggiran masih sangat minim sehingga mereka belum sepenuhnya siap jika TIK diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Sebagian guru beranggapan bahwa TIK masih diperlukan sebagai mata pelajaran khusus di wilayah-wilayah tertentu. Apakah Bapak memiliki pandangan tentang hal ini? mohon masukan dan saran karena di lapangan kami menemui kendala tersebut.

    Trimakasih pak Adie, sukses selalu untuk Bapak.

    Wassalamualaikum,

    NINA NURMASARI
    npm 073114015
    KELAS S3A5
    Manajemen Pendidikan, PPS UNPAK

  172. 177 iyan Supiyan September 28, 2014 at 3:22 am

    Assalamualaikum.Wr.Wb.

    Dasar pemikiran permasalahan dimasyarakat sudah diketahui,kemudian tujuannya sudah jelas. dalam rangka meningkatkan SDM bangsa Indonesia
    jalan pemecahannya juga sudah jelas.

    Tinggal ada atau tidak adanya keseriusan Pemerintah untuk memajukan bangsanya, mau mendengar para pakar dari berbagai disiplin ilmu khususnya yang berkaitan dengan ICT.

    Terima kasih.
    Wasalam, Iyan S AP.1.2

  173. 178 Ridwan Maulana October 6, 2014 at 7:14 am

    Perkembangan IPTEK dan Era Globalisasi yang semakin deras menyebabkan Para Pendidik harus memaksimalkan Tools yang ada untuk mempersiapkan para peserta didik dapat bersaing (Nasional dan Internasional). ICT sebagai tools dalam membantu Tenaga Pendidik untuk memaksimalkan proses belajar sangat diperlukan dalam kondisi saat ini, karena komponen-komponen dalam ICT dapat dengan mudah kita jumpai dan kita miliki serta peserta didikpun sudah tidak asing dalam penggunaannya.
    Pemanfaatan ICT secara optimal dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) sangat diperlukan dalam kondisi saat ini.
    Pemamaparan yang bapak berikan tentang Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran di atas mencerminkan bahwa kita (Tenaga Pendidik) harus bisa berinovasi khususnya dalam ICT ini dalam kegiatan Proses Belajar-mengajar.

    Ridwan Maulana Yusuf
    Mahasiswa Pascasarjana UNPAK 2014

  174. 179 Mulyadi October 9, 2014 at 4:04 am

    Assalamualaikum.
    Yth. Bapak Adie
    Tulisan Bapak tentang “Pemamfaatan ICT dalam Pendidikan: Kebijakan dan Standarisasi mutu”, sangat berhasil memperkaya wawasan kami, khususnya saya sebagai pendidik.
    Saya sangat setuju dengan semua paparan Bapak. Saran-saran yang Bapak kemukakan sangat sesuai dan bisa menjawab banyak permasalahan pemanfaatan ICT di lapangan.
    Kondisi di lapangan, ICT yang seyogyanya menjadi sarana belajar siswa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan justru seringkali hanya menjadi sarana pemberi kesenangan semata. Berbagai fasilitas dan aplikasi berbasis ICT yang dipergunakan dengan salah telah merenggut banyak waktu, kebersamaan keluarga, cinta dan interaksi sosial lainnya. Bukan ICT-nya yang salah tapi kultur SDM-nya yang belum siap dan perlu dikelola dengan lebih baik lagi.
    Sekian, terima kasih.
    Assalamualaikum.
    Mulyadi (2014)
    AP Kelas 1.2

  175. 180 Teguh Eka Prahara October 10, 2014 at 11:19 pm

    Teguh E.P ( Pasca Unpak AP 1.2)
    Saya setuju sekali dengan apa yang bapak kemukakan dalam artikel ini. Suatu Bangsa dikatakan maju di dalam era informasi sekarang ini ditandai dengan kemampuan generasinya dalam menguasai minimal tiga hal berikut :
    1. Kemampuan generasinya dalam menguasai bahasa asing selain bahasa ibu, terutama dalam era sekarang ini, penguasaan bahasa inggris merupakan suatu hal yang wajib untuk generasi sekarang ini. Hal ini menjadi PR kita semua sebagai yang berkecimpung dalam bidang pendidikan karena sudah kita ketahui seluruhnya, generasi bangsa kita masih minim dalam hal penguasaan bahasa inggris
    2. Pengusaan Teknologi Informasi/ICT. Dalam era informasi sekarang ini dimana arus informasi yang begitu deras sehingga dibutuhkan sarana yang menunjang untuk menyerap informasi dengan cepat sesuai dengan perkembangan zaman. Bangsa yang maju, didalam era sekarang ditandai dengan “banyak tahu” dan “banyak kerja”.
    3. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terbarukan.

    dengan demikian, penguasaan ICT merupakan salah satu dari hal yang paling krusial yang harus dikuasai oleh suatu bangsa jika bangsa tersebut ingin maju.
    Terimakasih

  176. 181 adekomala March 12, 2013 at 8:11 am

    ADE KOMALA DS / 072112033
    PROGRAM S2 / kls: D7 CILEGON

    Assalamualaikum Wr. Wb. Salam silaturahim……..!
    Yth ; Bp DR H Adie E Yusuf M A

    Saya seorang Guru Sekolah Dasar. Pada suatu saat diberi kepercayaan untuk memberikan materi tentang ” Memotifasi Diri ” dalam rangka persiapan ujian siswa/i SMP yang ada di lingkungan saya bekarja. Karena keterbatasan waktu yang ada, dan ingin seluruh materi dapat di sampaikan juga menarik untuk dimaknai .maka saya memilih menggunakan beberapa media yang berkaitan dengan ICT seperti infokus dan kelengkapan lainya.
    Alhasil , dengan menggunakan media ICT penyampaian saya berhasil sesuai tujuan di atas. Dari ketertarikan anak-anak terhadap media ICT,maka timbul keseriusan dalam memahami materi tsb.

    Jadi kaitan dengan artikel yang bapa tulis ,sangat erat sekali dan sangat menunjang terhaoap kegiatan belajar mengajar . Dengan penggunaan ICT akan mendorong siswa lebih semangat dalam belajar. Karena media ICT menarik secara bentuk ,juga kebaradaan fungsinya sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang sedang dibutuhkan siswa maupun guru tsb. Sehingga ICT menjadi kunci menuju model sekolah terdepan yang bisa mengimbangi kemajuan jaman di era teknologi ini. Begitu pula ICT bisa menghilangkan batasan ruang dan waktuyang selama ini membatasi ruang gerak di dunia pendidikan.
    Dengan ICT peserta didik mendapat kesempatan belajar kapan saja, di mana sdaja, dan dengan siapa saja , bahkan belajar apapun dapat diakses dari internet.
    Dalam menghadapi era globalisasi, sistem informasi sangat dibutuhkan oleh lembaga- lembaga pendidikan , khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi,kontrol kwalitas, dan kerja sama dengan pihak lain.

    Namun ada beberapa hal yang saya amati , dari pembelajaran melalui ICT ini terlihat ada kelemahan . Diantaranya ;
    – Kelemahan dalam etika berinteraksi , ttidak seperti pada saat pembelajaran melalui tatap muka.
    – Kelemahan kedua, belajar melalui ICT hanya bersifat kognitif saja.dak adanya transformasi nilai-nilai sikap / moral.
    – Kelemahan ketiga , tingkat akurasi pada saat anak mengadakan tes online akan diragukan. karena bisa saja orang lain yang mengerjakannya.

    Walaupun demikian adanya ,untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan tsb maka peran guru dalam pembelajaran tatap muka tetap diperlukan..
    Keberadaan media ICT untuk di tingkat SD belum lengkap dan terbatas jenisnya dan jumlahnya , sehingga dalam menggunakannyapun masih terbatas . begitu pula keilmuan tetang ICT untuk guru- guru Sd di lingkungan saya bekerja baru taraf mengenal. Namun demikian saya berusaha ingin maju seperti guru-guru yang ada di lingkungan kota yang sudah maju. Semoga saja belum terlambat untuk memiliki keinginan menjadi guru yang bisa mengikuti perkembangan jaman dengan tidak melupakan etika-etika yang perlu ditanamkan.

  177. 182 Desi Trisnawati March 16, 2013 at 4:01 am

    Desi Trisnawati
    March 16, 2013 at 11:02 am
    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Yth. Bapak Adie

    Sangat menarik tulisan Bapak tentang “Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan”, terutama bagi saya sebagai seorang pendidik.
    Meretas dunia pendidikan perlu inovasi dan inspirasi dalam mengeksplorasi seluruh aspek yang ada. ICT mempunyani peran yang luar biasa. Berbagai piranti perangkat lunak seperti Microsoft Office atau Open Office memudahkan para pelajar dalam mengerjakan tugas, seperti laporan praktikum dan artikel, juga ketika mempresentasikan tugas di kelas.
    Sistem pengajaran berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) mampu menyajikan suatu topik bahasan menjadi menarik, tidak monoton dan mudah dimengerti. Seorang siswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program yang berbasis multimedia. Dengan sentuhan ICT, berbagai pelajaran yang sering dianggap sulit, seperti fisika ataupun matematika, dapat disajikan dengan cara yang menarik sehingga siswa menyenangi sekaligus memahaminya dengan lebih mudah.
    Teknologi internet ikut berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Belajar tidak lagi harus dilakukan di kelas, tetapi bisa dari mana saja, sepanjang komputer yang digunakan bisa terhubung ke internet.
    Berkat internet pula, berbagai buku dalam bentuk digital atau yang disebut sebagai ebook ataupun beragam hasil penelitian bisa diperoleh dengan mudah, sehingga memudahkan setiap orang yang bermaksud mencari atau mengembangkan pengetahuan.
    Dengan demikian, ICT dalam pendidikan menjadi sebuah kebutuhan.
    Demikian komentar saya, terima kasih…
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Desi Trisnawati
    Kelas E.10, Semester 2
    NPM: 072112177
    PPS UNPAK

  178. 183 Parida March 23, 2013 at 9:25 am

    Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
    Yth. Bapak DR. H. Adie E. Yusuf, S.Pd, M.A

    Saya sangat setuju, bahwa dalam era globalisasi TIK/ICT sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan. Pendidikan berbasis TIK merupakan sarana interaksi manajemen dan administrasi pendidikan, yang dapat dimanfaatkan baik oleh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, efektifitas dan akses pendidikan.
    Saya juga sangat setuju, memang perkembangan TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thiailand. Maka di sini pemerintah membuat kebijakan dan standarisasi mutu penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK.

    Tapi menurut saya, kebijakan dan standarisasi mutu penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK yang dibuat pemerintah, harus diiringi dengan fungsi kontrol dari pemerintahnya. Fungsi kontrol dilakukan secara kontinyu, bahkan dimasukkan ke dalam point penilaian akreditasi suatu sekolah. Dengan sering diadakannya fungsi kontrol dari atas, maka pendidik atau tenaga kependidikan dengan cara dipaksa terlebih dahulu, maka akan berusaha untuk belajar memanfaatkan ICT dalam pendidikan. Pemerintah juga harus sering mengadakan pelatihan-pelatihan secara merata. Jika pendidik/tenaga kependidikan sudah mulai merasakan manfaat dari TIK/ICT, maka dengan sendirinya akan menambah sendiri wawasan tentang TIK/ICT.

    Wassalam.
    Parida
    Kelas D 6
    NPM : 072112020

  179. 184 Suharya July 15, 2014 at 5:41 am

    Ass. War.Wab.
    Yth. Bp. Dr. Edie E. Yusuf, MA
    Alhamdulillah dengan telah membaca paparan bapak tentang Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, menjadikan saya memiliki tambahan wawasan, dan menantang saya untuk meningkatkan proses pembelajaran dengan menggunakan ICT.
    Seiring dengan meningkatnya perkembangan ICT ini menjadikan guru harus semakin kreatif, inovatif dan terampil bagaimana hal ini jadi manfaat untuk memudahkan pemahaman siswa dalam pembelajaran. Tapi kita juga harus ingat bagaimana nilai-nilai negatif harus kita bentengi, jangan sampai nilai negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan ICT melanda anak didik kita. Kita harus :
    1. ICT dijadikan sumber/Media untuk penambahan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan
    2. ICT dijadikan wahana yang positif untuk memudahkan kerja
    3 ICT dijadikan sarana positif untukmemudahkan komunikasi
    4. IVT dijadikan suatu sarana untuk penambahan ilmu yang menyenangkan.

    Hatur nuhun bapak atas paparannya!

    Wassalamu ‘Alaikum War. Wab.

    SUHARYA
    NPM: 072113063
    PPS UNPAK, KELAS A.2.2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




March 2010
M T W T F S S
« Jul   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 120,128 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 48 other followers

%d bloggers like this: