Journal : The Implementation of ICT based Education in Elementary Teacher Education (PGSD) in Indonesia

By Adie Erar Yusuf, HUMANIORA, Vol.7 No.1 January 2016: 8-14

INTRODUCTION
For higher education institutions to fulfill their role as incubators of knowledge and for elementary, secondary and tertiary students to acquire and use knowledge in the 21st century, they need to be connected with the world through Information, Communication and Technology. To achieve the ideal situation, the cost of internet access must be affordable and equitable across diverse socio-economic sectors of society. The National education Strategic Plan stated that ICT literacy rate among lecturers and students in higher education by 2009 is expected to achieve 80% and 50% respectively. ICT literacy includes proficiency in the utilization of computer and related programs. Teacher education institutions should also reform their curricula by integrating ICT into teacher education programs to increase ICT competencies. (Brodjonegoro, 2006)
To overcome the problem of restricted connection and bandwidth as well as high cost internet access, Ministry of National Education has developed cooperation with Indonesian Telecommunication Company (Telkom) to offer JARDIKNAS programs for school communities. In fact, ICT has been utilized in schools even though relatively small in numbers. More and more internet kiosks, not only at the post office in capital cities in the provinces but also in the districts, are available. The community has also participated in the establishment of internet kiosk. The number of schools using the internet is also increasing. Continue reading ‘Journal : The Implementation of ICT based Education in Elementary Teacher Education (PGSD) in Indonesia’

Coaching Skills

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. USAID HELM Instructional Designer 2016

Sejarah Perkembangan Coaching

Coaching berasal dari kata dasar “coach”.  Istilah ini berasal dari nama sebuah desa kecil di Hungaria, yakni “Kocs” yang berarti  gerobak atau kereta kuda. Kocs ini  merupakan metafora dari proses coaching, yaitu membawa seseorang dari satu kondisi sekarang (present state) ke kondisi yang diinginkan (desired state). Menurut Erik de Haan, “coaching” berasal dari sebuah sarana transportasi berupa kendaraan kayu/besi yang ditarik oleh kuda di abad ke 15, maka sejak saat itu diaplikasikan ke dunia pendidikan dan pelatihan. Sarana transportasi itu adalah simbol yang dipakai untuk menjelaskan seorang coach yang membawa orang-orang ke “tempat” yang mereka inginkan. Tempat yang dimaksud bisa berarti berbagai hal, misalnya cita-cita, visi, target, potensi, kekuatan, solusi. Pada awalnya, istilah “coaching” diperkenalkan tahun 1830 yang menunjuk kepada seorang pelatih (trainer) atau instruktur. Penggunaan istilah “coach” juga berkaitan dengan olah-raga yang dipakai tahun 1831. Kata coach berarti melatih secara intensif dengan pemberian instruksi dan demonstrasi. Continue reading ‘Coaching Skills’

Breaking News: USAID HELM Leadership Forum Supports Leadership Capacity and Network Development

On June 9-10, 2015, USAID HELM convened a Higher Education Leadership Forum in Tangerang to gather more than 50 leaders from HELM’s HEI partners, including Deans, Vice-Deans, Heads of Department, and Heads of Study Program. The two-day forum aimed to support leadership development by building a network among the HELM General Leadership and Administration (GAL) course participants and focusing on networking and training of trainers. The forum also aimed to further increase the sustainability and the expansion of HELM’s leadership and management program. Continue reading ‘Breaking News: USAID HELM Leadership Forum Supports Leadership Capacity and Network Development’

Management of Training: Classroom Management

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. USAID HELM Instructional Designer 2015

Konsep Manajemen Kelas

Manajemen kelas adalah suatu seni mengoptimalkan sumberdaya kelas untuk menciptakan proses pemebalajar yang efektif dan efisien. Manajemen Kelas merupakan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan oleh fasilitator pelatihan baik individual maupun melalui orang lain seperti teman sejawat atau pihak lain untuk mengoptimalkan proses pelatihan. Perencanaan mengacu pada perencanaan pelatihan dan unsur pendukungnya, pelaksanaan mengacu pada proses pelatihan dan evaluasi mengacu pada upaya mengukur proses dan hasil pelatihan.

Manajemen kelas yang modern merekomendasikan bahwa pengelolaan kelas dengan pendekatan inovasi, sumber daya kelas selalu dalam kondisi yang dapat menimbulkan perhatian, motivasi dan suasana yang menyenangkan peserta dalam proses belajar. Manajemen kelas mencakup pengatuan manusia dan fasilitas pembelajaran. Tanggungjawab fasilitator pelatihan sebagai manajer kelas antara lain: Continue reading ‘Management of Training: Classroom Management’

Management of Training : Adult Learning Style (Andragogy)

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA, Instructional Designer-HELM USAID Project 2015

Pengertian Belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Sedangkan pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar peserta yang bersifat internal (Gagne & Briggs, 1979). Continue reading ‘Management of Training : Adult Learning Style (Andragogy)’

Management of Training and Learning

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. Instructional Designer, HELM USAID Project 2015

Pendahuluan

Pelatihan merupakan salah satu komponen utama yang harus diadakan dalam rangka pengembangan kapasitas SDM profesional secara berkelanjutan. Program Training of Trainers untuk fasilitator pelatihan merupakan salah satu unggulan dalam upaya mendukung program pengembangan kapasitas SDM profesional. Program pelatihan sebagai suatu sistem yang terintegrasi terdiri dari komponen-komponen fasilitator, peserta pelatihan, kurikulum, metode, media dan teknologi pembelajaran, proses pembelajaran,  sarana/fasilitas pembelajaran, waktu dan lingkungan. Continue reading ‘Management of Training and Learning’

Capacity Building for Training

Oleh: Dr. Adie E. Yusuf, MA. Instructional Designer-HELM USAID Project 2015

Pendahuluan

Dalam era pengetahuan ini, upaya pengembangan kapasitas (capacity building) menjadi faktor utama dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis pengetahuan. Pengembangan kapasitas dapat diterapkan baik secara formal maupun informal, baik di level pemerintahan, organisasidan institusi. Pengembangan kapasitas dalam organisasi dapat dilakukan melalui pengembangan SDM, pengembangan sistem manajemen. pengembangan sarana dan fasilitas. Pengembangan kapasitas SDM, khususnya  di bidan pendidikan  menjadi penting untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas secara profesional. Dalam konteks perbaikan mutu pendidikan, maka pengembangan kapasitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemenuhnan standar mutu pendidikan. Continue reading ‘Capacity Building for Training’


December 2016
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 275,492 hits