The ICT Utilization (Study on Blended Learning)

The ICT Utilization in HYLITE Program

By Dr. Adie E. Yusuf, MA.

(adie_yusuf@yahoo.com)

1. Introduction

1.1. Background

For universities to fulfill their role as incubators of knowledge and for elementary, secondary and tertiary students to acquire and use knowledge in the 21st century, they need to be connected with the world through ICT. To achieve the ideal situation, the cost of internet access must be affordable and equitable across diverse socio-economic sectors of society.

The Ministry of National Education’ Strategic Plan stated that ICT literacy rate among lecturers and students in higher education by 2009 is expected to achieve 80% and 50% respectively.  ICT literacy includes proficiency in the utilization of computer and related programs. … Teacher education institutions should also reform their curricula by integrating ICT into teacher education programs to increase ICT competencies. (Brodjonegoro, 2006) Continue reading ‘The ICT Utilization (Study on Blended Learning)’

Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan

PEMANFAATAN ICT DALAM PENDIDIKAN: KEBIJAKAN DAN STANDARISASI MUTU

Oleh: Dr. H. Adie E. Yusuf, M.A.

Dosen Pasca Sarjana UNPAK dan Quality Management Representative SEAMOLEC

1. Latar Belakang

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT) di era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam mendukung efektifitas dan kualitas proses pendidikan. Isu-isu pendidikan di Indonesia seperti kualitas dan relevansi pendidikan, akses dan ekuitas pendidikan, rentang geografi, manajemen pendidikan, otonomi dan akuntabilitas, efisiensi dan produktivitas, anggaran dan sustainabilitas, tidak akan dapat diatasi tanpa bantuan TIK. Pendidikan berbasis TIK merupakan sarana interaksi manajemen dan administrasi  pendidikan, yang dapat dimanfaatkan baik oleh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik dalam meningkatkan kualitas, produktivitas, efektifitas dan akses pendidikan.

Continue reading ‘Pemanfaatan ICT dalam Pendidikan’

Training Evaluation Model Part 2

Model Evaluasi Pelatihan

Bagian 2

Secara logis dan sistematis langkah-langkah pelaksanaan evaluasi pelatihan sebagai berikut.

Langkah 1: Persiapan Evaluasi atau Penyusunan Desain Evaluasi

Pada langkah ini terdapat tiga kegiatan pokok yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi yaitu: menentukan tujuan atau maksud evaluasi, merumuskan infromasi yang akan dicari atau memfokuskan evaluasi dan menentukan cara pengumpulan data. Rinciannya sebagai berikut:

Continue reading ‘Training Evaluation Model Part 2′

Training Evaluation Model Part 1

Model Evaluasi Pelatihan

Bagian 1

Perkembangan bisnis dan persaingan antar organisasi dewasa ini bergerak dengan cepat dan dinamis. Program pelatihan dan pengembangan (training and development) sebagai bagian integral dari proses pengembangan SDM menjadi penting dan strategis dalam mendukung visi dan misi organisasi. Untuk menjamin kualitas penyelenggaraan program pelatihan, maka diperlukan suatu fungsi kontrol yang dikenal dengan evaluasi. Evaluasi pelatihan memiliki fungsi sebagai pengendali proses dan hasil program pelatihan sehingga akan dapat dijamin suatu program pelatihan yang sistematis, efektif dan efisien. Evaluasi pelatihan merupakan suatu proses untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam program pelatihan. Evaluasi pelatihan lebih difokuskan pada peninjauan kembali proses pelatihan dan menilai hasil pelatihan serta dampak pelatihan yang dikaitkan dengan kinerja SDM.

Continue reading ‘Training Evaluation Model Part 1′

ASSESSMENT TECHNIQUE

 Teknik-teknik assessment dalam pengembangan SDM berbasis kompetensi:

1)Teknik Assessment

·Interview :

Pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur atau tidak terstruktur

·Portofolio :

Kumpulan hasil kerja peserta seperti rekaman, foto, risalah rapat, log book

·Proyek/Produk :

Penugasan proyek dan produk dengan batasan waktu dan sumber daya

·Demonstrasi/Presentasi :

Peserta menunjukkan kinerja melalui demonstrasi atau presentasi

·Observasi Informasl :

Penilai mengamati langsung kinerja peserta di tempat kerja

·Self Assessment :

Peserta menggunakan standar pertanyaan dalam sumber belajar untuk menilai diri sendiri

·Computer assessment :

Penilaian diri melalui program computer

·Checklists :

Penilai memeriksa apa yang dikerjakan atau dibuat oleh peserta

·Paper and paper tests :

Peserta menjawab serangkaian pertanyaan

·Individual/group work :

Peserta melakukan tugas kerja secara individual atau kelompok

2)Teknik Development

·Rotasi :

Teknik pelatihan manajemen yang melibatkan perpindahan peserta dari satu unit kerja ke unit kerja lain untuk memperluas pengalaman

·Coaching :

Peserta bekerja secara langsung dengan atasannya yang bertanggungjawab untuk membina

·Mentoring :

Peserta dibantu oleh manajer senior yang lebih berpengalaman

·Junior Board :

Memberikan peserta pengalaman dalam menganalisis masalah perusahaan dengan mengundang duduk sebagai anggota dewan direksi yunior

·Action Learning :

Peserta diperbolehkan bekerja penuh waktu untuk menganalisis dan memecahkan masalah pada unit kerja lain

·Critical Incidents :

Seperti studi kasus yang melibatkan kejadian-kejadian penting dalam situasi kehidupan nyata

·Computer Learning :

Peserta menyelesaikan masalah dan membuat keputusan melalui komputer

·Demonstrasi :

Peserta menunjukkan contoh pekerjaan

·Studi Kasus :

Peserta disajikan deskripsi tertulis tentang masalah organisasi untuk didiagnosis dan diselesaikan

·Games :

Peserta saling bersaing dalam membuat keputusan melalui permainan

·Role Play :

Peserta berperan sebagai orang-orang tertentu dalam situasi manajemen realistis

·Model Perilaku :

Peserta pertama ditunjukkan teknik manajemen yang baik kemudian diminta memainkan peran

·Development Center :

Metode berbasis perusahaan untuk mengekspose manajer melalui latihan realistik

·Pengembangan Organisasi :

Metode untuk mengubah sikap, nilai dan keyakinan manajer untuk memperbaiki organisasi

Creativity and Innovation in Organization

Pendahuluan

Pada satu sisi, banyak karyawan yang memiliki kreativitas berupa ide-ide untuk memajukan perusahaan melalui perbaikan proses/metode dan produk kerja. Sedangkan pada sisi lain, lingkungan kerja berpengaruh besar dalam mendorong dan menghambat kreativitas. Perusahaan dapat menciptakan budaya dan iklim kerja yang menumbuhkan kreativitas dan inovasi, atau sebaliknya mematikan kreativita dari karyawan. Continue reading ‘Creativity and Innovation in Organization’

Learning Organization

1. Pendahuluan

Dalam situasi persaingan bisnis yang makin ketat, maka organisasi harus mampu beradaptasi terhadap perubahan agar dapat bertahan hidup dan bertumbuhkembang. Organisasi belajar sangat dibutuhkan manajemen perusahaan terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan yang cepat, termasuk perkembangan pengetahuan dan teknologi. Bagi para eksekutif dan manajer, tentunya membutuhkan pedoman yang jelas dan langkah-langkah yang praktis untuk merealisasikan organisasi belajar dalam proses manajemen.

Continue reading ‘Learning Organization’


September 2014
M T W T F S S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pages

Categories

Blog Stats

  • 113,239 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 40 other followers